Dokter Cool

Dokter Cool
Bab 16


__ADS_3

Rubel merogoh ponselnya di saku celana. Dia menjauh dari Lia dan mama yang sedang berkumpul dirumah mamanya setelah balik dari rumah sakit kemarin. Dia berjalan kearah belakang rumah. Ada saung di halaman belakang. Dia duduk dan menyandarkan diri di tiang saung. Membuka pesan video yang dikirim oleh Lila.


Tidak ada suara video itu hanya seorang gadis yang sedang di Tawan oleh seorang laki-laki, dengan pistol dikepalanya. Suatu gerakan santai dan spontan gadis itu menggigit laki-laki yang menawan nya dan langsung menarik tangan laki-laki itu kearah depan. Bruk laki-laki itu terjungkal dan gadis itu ikut jatuh. Rubel seperti melihat Dejavu. Sepertinya kejadian ini pernah di alaminya. Video berdurasi singkat itu di ambil dengan jarak lebih 15 meter jadi tidak terlalu nampak siapa yang beraksi.


Terkirim lagi sebuah pesan chat dengan caption. “Bini mu lagi beraksi”.


Barulah dia tahu bahwa gadis itu adalah kekasihnya Hana. Dia ingat tempo hari, waktu kejadian Hana di Tahan laki-laki dengan pisau di tangannya. Dia melihat langsung Hana membanting laki-laki itu sampai dia ikut jatuh.


“kamu emang spesial ana.” Ujar nya pelan.


Ino kangen sama kamu, mudah-mudahan mama bisa mengerti apa yang kita inginkan.


Lia mengejutkan Rubel dari belakang. Dengan menepuk pundak Rubel.


“Serius amat.” Ujarnya pada Rubel yang terus memperhatikan ponselnya tanpa melihat kearah Lia.


“Woi, bel you kesambet? Ucap nya lagi.


“Enggak.” Jawab Rubel datar.


“Bel, liat Lia dong!” pintanya memohon. Dengan suara chadel khas bule.


“Apanya?” aku lagi sibuk jawabnya cepat.


“bel, you gak anggap Lia lagi sahabat yah Sampek you gak mau ngomong lagi sama Lia.


“bukan?” jawab Rubel pendek.


“Bukan apanya? Ngomong kok setengah-setengah.. sejak you Balik ke Indonesia you lebih dingin dan kaku sama Lia.” Ujar Lia panjang.


“Perasaan you aja.. jawab Rubel tanpa memperhatikan lawan bicara nya.


Lia nekat mencium Rubel. Rubel terperangah melihat Lia berani menciumnya. Wajah mereka sangat dekat. Rubel melepas ciuman itu dan pergi meninggalkan Lia.. perasaan kesal menyeruak dalam dada Rubel. Dia tidak suka Lia beraksi sangat agresif seperti tadi. Dia masuk ke toilet membersihkan wajahnya.


“Dasar cewek gila, udah terang-terangan aku gak suka dia malah nyosor duluan. Gak ada malunya.” Ucapnya sangat kesal.


“Rubel kamu apakan Lia?” teriak mama heran melihat Lia menangis dan pergi tanpa pamit kepadanya.


“Gak ada ma.” Ujarnya dengan cepat dan keluar dari toilet sambil mengelap wajahnya dengan handuk kecil.


“jangan bohong kamu yah? Kamu apakan dia?apa kamu sudah melecehkan nya? Tanya mama marah.


“ya ampun mama, mama kan tahu Rubel gak suka sama cewek genit, dan lagian mama tahu bahwa Rubel gak pernah melecehkan siapapun.” Jawabnya kesal.


“Kamu harus tanggung jawab?” nikahin dia atau mama akan membencimu seumur hidup mama.


“Mama jangan gini dong, Rubel gak melakukan apapun terhadap Lia,dia sendiri yang tiba-tiba datang nyosor Rubel duluan. Rubel hanya menghindari dia. Gak lebih.” Ujarnya menjelaskan.


“Mama gak mau tahu..pokonya kamu harus nikahin dia titik!” ujar mama tegas.


“mama tolong jangan hadapkan Rubel pada masalah yang tidak Rubel lakukan.”ujarnya memelas.


“Rubel sudah dewasa ma dan punya hak untuk menikahi siapapun, mama tidak berhak mengatur hidup Rubel.” Ujarnya tegas.


Mama melihat Rubel dengan tatapan begitu tajam.


“Berani-berani nya kamu melawan mama.” Ujarnya berang.


“rubel gak melawan mama, Rubel hanya membela hak Rubel sebagai anak. Lagian Lia bukan gadis yang Rubel suka. Lia hanya sahabat Rubel gak lebih.” Jelasnya..


mama masih memandang Rubel dengan tatapan kesal. Dia tidak menyangka anak bungsunya itu telah berani melawannya. Dia mengelus dadanya. Merasakan sakit di dadanya karena ucapan rubel tadi. Papa mengalihkan masalah, membawa mama masuk kedalam kamar untuk menenangkan diri.


Mama terisak didalam kamar. “honey, please look at me? pinta papa pada mama Melisa. Mama melihat kearah papa seraya mengatakan kegundahan nya. Papa memeluk wanita didepannya itu.


“please, jangan memaksa kehendak mu kepada Rubel.” Dia sudah besar, dia berhak menentukan masa depannya.” Tugas kita hanya mensuport nya. Jangan membencinya. Selama ini dia telah menerima mu apa adanya, menuruti semua ingin mu... Sudah waktunya dia memilih jalan hidupnya sendiri.”ujar papa tirinya itu begitu bijak .


Mama memeluk laki-laki di depannya, seorang suami yang menemani nya kala suka dan dukanya. Lelaki yang bertanggung jawab yang memberikan separuh hidupnya membahagiakan nya.


“Tapi aku telah berjanji pada Lia akan menjodohkan mereka!!”


“No! No! No! Aku sudah melarang mu sebelumnya. Tapi kamu merasakan rubel adalah hakmu karena Rubel anak mu bukan anakku! Ujarnya tegas dan bijak.


“Maafkan aku honey.” Ujar mama Rubel menyesal.


It's okay. You are my everything. So biarlah Rubel memilih jodohnya sendiri.


Rubel mengurung dirinya dikamar,hingga tibalah waktu makan malam.


Mama belum berani menegur anak bungsunya itu. Dia meminta Joe untuk memanggil Rubel makan malam bersama.


“Rubel! panggilnya dengan lembut.


“Ayo nak kita makan sama-sama. Mama sudah menyiapkan nasi goreng empal kesukaan mu.” Bujuknya agar Rubel keluar.


Dia masuk ke dalam kamar, dilihatnya Rubel sedang duduk termenung di atas tempat tidur dengan kaki dilipat.


“come on.. anakku.” Ujarnya sambil membuyarkan lamunan Rubel.


“ada apa pa..jawabnya pendek.


“o walah jadi dari tadi kamu tidak mendengar apa yang papa bicara kan sama kamu?” dengan logat buleknya.


“Maaf Rubel pa, Rubel...


“sudahlah tidak baik berlaru-larut dalam kejadian yang telah lalu. Kamu adalah laki-laki, harus punya pendirian tidak boleh menyerah.. kamu mencintai gadismu yang di Indonesia kan?”ujarnya menyemangati Rubel.


“iya, pa.” Jawabnya pendek.

__ADS_1


“harus semangat papa Joe juga semangat untuk bisa mendapatkan hati mamamu dulu.” Dia wanita yang kuat hebat dan keras.” Ujarnya mengenang perjuangan nya mendapatkan hati mama Rubel.


“Terimakasih pa, kamu memang lelaki yang luar biasa, pantas saja mama begitu mengagumi mu.” Rubel begitu terharu memandangi laki-laki hebat yang berjuang dari 0 bersama mamanya dia yang pernah jatuh bangun dalam usaha, mengejar cinta mamanya berjuang untuk kehidupan kami lebih baik.


“Come on baby. Papa sudah lapar.” Ujarnya sambil menunjuk pada perut nya yang mulai keroncongan. Panggilan itu tidak pernah berubah sekalipun Rubel telah dewasa.


Mereka melangkah keluar kamar bersama-sama menuju ruang makan.


Rubel memandangi wanita paruh baya yang sedang harap cemas menunggunya makan bersama.


“Ma maafin Rubel yah.” Ujarnya meminta maaf. Dia memeluk erat wanita yang telah melahirkannya itu.


“maafin mama, tadi mama khilaf terburu-buru menyalahkan mu. Kamu anak mama seharunya mama percaya padamu bukan menerima mentah-mentah apa yang mama lihat.” Ujarnya menyesal.


“ayok sudah lah aku sudah lapar.” Perut ku udah bunyi-bunyi dari tadi minta di isi. Ujar papa dengan wajah lucu. Spontan suasana haru itu berubah menjadi gelak tawa tak terkira.


“Nasi goreng empal.” Makanan kesukaan Rubel.


*****


Ditempat lain, di kantor polisi, Dion,Diko dan personil polisi lainnya sedang menangani kasus Hana. Mereka memeriksa laki-laki yang telah berani mengancam Hana. Disitu hadir hana, Haikal, Mila dan Lila sebagai saksi.


“Siapa yang menyuruh mu?” tanya Dion tegas.


“Tidak ada.” Jawabnya keras.


“Ayo jujur agar hukuman mu diringankan.” Ucap Dion tegas.


“Tidak ada yang menyuruhku. Ini kemauanku sendiri. Ujarnya bersikeras.


“Baiklah jika kamu tidak mau mengatakan maka hukuman mu akan aku tambah.” Ucapnya menakut-nakuti.


Nampak jelas Dimata Dion, laki-laki ini bukan penjahat kelas kakap, dia hanya orang suruhan yang sedang dalam tekanan hidup.


Menerima, pekerjaan yang bukan ahlinya. Karena dengan mudahnya dia bisa dibanting oleh Hana yang lemah.


“jangan pak kasian anak istri saya mereka pasti sedih, saat ini mereka butuh makan.” Jawab nya mengalah.


“Sudah ku duga, kamu hanya orang yang di manfaatkan seseorang untuk melakukan tindak kriminal. Kamu tidak memperkirakan bagaimana caramu membunuh targetmu ditengah keramaian. Untung saja kamu tidak dikeroyok orang banyak, kalo tidak wajah mu itu telah bonyok di pukuli masa.” Ucap Dion tegas.


“bersyukurlah, karena mbak hana tidak membunuh mu. Hanya membantingmu semampunya. Jika tidak kamu tidak akan pernah bertemu dengan keluarga mu lagi.”kecam Diko.


Hana menghampiri laki-laki itu.


“pak masih banyak pekerjaan yang baik yang bisa bapak lakukan di luar sana, bapak tidak perlu menjadi orang lain untuk mendapatkan uang, anda orang baik jangan rusak citra anda demi uang. Tapi saya tidak bisa membantu bapak karena saya sendiri orang tidak punya.” Ucapnya sedih.


Haikal, Mila dan Lila terpaku. Mereka adalah orang yang beruntung bisa bekerja lebih baik. Sedangkan Hana hanya gadis dengan tanaman SMU untuk mendapatkan pekerjaan saja susah. Dia menjadi perawat dirumah Rubel karena rekomendasi dokter Lidya yang berteman dengan ibunya.


Lila mendekati Hana, dia memeluk Hana begitu erat.


“Hai ibu peri kok nangis.” Ujarnya menenangkan Hana.


Kontan Mila, Haikal, Lila tertawa. Sedangkan Dion dan diko hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka semua.


“Segitu aja sedih, harusnya kamu bersyukur. Ini adalah jalan perantara kamu bertemu dengan dokter kesayangan mu itu.” Syukuri setiap tahap perjalanan mu menuju lebih baik.” Ujar haikal Sambil menguyel-uyel kepala teman SMP nya itu.


“ngomong-ngomong siapa yang udah kasih gelar perawat KW untuk mbak hana ?” Tanya Mila bingung. Dia malah ditertawai oleh mereka semua.


“Kalo ada sijutek pasti hidung mu udah dicubitnya.” Ujar Lila secara tidak langsung mengatakan bosnya Mila. Sadar Mila bahwa yang dimaksud dokter Rubel.


“Pak, kalo boleh tahu siapa yang menyuruh bapak membunuh Hana?” tanya Haikal mengalihkan pembicaraan.


“Apakah saya akan dibebaskan?” ujarnya ragu-ragu.


“kalo bapak jujur hukuman bapak akan diringankan, dan bapak akan dilindungi oleh pihak yang berwajib karena telah memberikan keterangan yang benar.”jawab Diko tegas.


“Orang tuanya non Kirana.”jawabnya jelas.


“siapa namanya? tanya Haikal makin penasaran.


“Saya kurang tahu mas. Tapi pembantu nya bilang pak Agiawan tepatnya dipanggil Purwanto Agiawan.”


“Hah, bapak jangan mengada-ada mana mungkin bapak Purwanto Agiawan melakukan hal sekeji itu.”ujarnya kesal hendak memukul laki-laki itu. tapi ditahan oleh Dion.


“Orang tua Kirana Purwanto Agiawan?”ucap Haikal tak percaya dia memukul meja yang ada dihadapannya, merasakan kecewa yang amat sangat dalam.


“Tenang dulu.” Coba kamu cerita kan siapa Purwanto Agiawan. Tanya Dion sambil menepuk pundak Haikal pelan.


“aku malu.” Ujarnya pelan. Sambil memandang wajah Hana diliputi rasa bersalah.


“dia papaku, tapi aku tidak tahu kalo Kirana juga anak papaku.” Ah papa sudah membohongiku selama ini.” Teriaknya kesal.


Hana melihat Haikal iba.


“Sudah, lah sebaiknya kamu pulang.” Aku tidak akan membencimu. Jangan menyalahkan dirimu. Pasti ada hikmah dibalik semua ini. Ucap Hana mencoba mengikhlaskan kan apa yang telah terjadi padanya.


Haikal, tertunduk malu melihat mereka semua. Mila mendekatinya.


"Mas, aku ikut dengan mu!! Ujarnya berharap. Dia memandang gadis yang disukai nya itu.


“kamu gak malu jalan dengan anak seorang penjahat seperti ku?” tanya Haikal melihat Mila yang tak mempermasalahkan kejadian itu.


“udah jangan difikirkan, kamu harus tanggung jawab!!” Ucap nya terpotong.


“Tanggung jawab?? emangnya aku hamilin kamu?” tanya Haikal bingung.


“Bukan itu mas, tadi kan mas Haikal yang bawa aku kemari. Jadi mas Haikal juga yang harus antarin aku pulang.” Ujar nya tersipu.

__ADS_1


Sontak semua tertawa. Haikal Memandang haru pada semuanya.


“Terimakasih kalian tidak membenciku. Aku tidak tahu harus berkata apa.


“makanya jangan kelamaan jomblo jadinya baper kan.”tiba-tiba Hana bersuara. Haikal ingin sekali memeluk Hana tapi tidak mungkin,mereka semua adalah orang terdekat Rubel bisa-bisa aku bonyok di pukul dua algojo itu. Batinnya sambil melihat kearah Dion dan Diko.


Semua orang menyayangi mu Hana. Kamu orang baik. Ujarnya dalam hati sambil mengulurkan tangan menggandeng Mila. Dan berlalu meninggalkan mereka semua.


******


Hari sudah sore, si bapak sudah diamankan demi keselamatan nya. Lila diantar Dion kembali rumah sakit, dan Diko kembali menjadi supir plus bodyguard nya Hana. mengantar Hana kerumah Rubel.


Di perjalanan menuju rumah Rubel.


“Diko, tolong rahasiakan kejadian hari ini dari nyai.” Pinta nya pada Diko.


“kenapa mbak?” tanya Diko heran.


“Jangan nanti nyai panik, dia selalu memikirkan aku.” Ucapnya menjelaskan.


“iya mbak.” Jawab nya mengerti.


“satu lagi rahasiakan semua ini dari Rubel.” Ucapnya lagi.


“Baik.” Jawab Diko tegas.


Mereka pun tiba di rumah Rubel.


“Assalamualaikum.” Hana mengucapkan salam.


“Wa’alaikum salam.” Jawab bibi.


“Nyai mana bi?” tanya Rubel kepada bibi yang membukakan pintu untuknya.


“nyai, dikamar nya non. Jawab bibi.


Hana langsung ke kamar nyai,


“Nyai.” Panggilnya pelan melihat nyai yang tertidur.


“Iya sayang, Hana sudah pulang? tanya nyai.


“Nyai kok tiduran?”tanya hana heran karena tidak biasanya nyai tidur sore.


“nyai gak enak badan.” Jawabnyai menjelaskan.


“Jangan bilang nyai khawatir sama ana yah?” jawab Hana menebak.


“nyai, jangan fikirin Hana. Hana baik-baik aja. Nyai jangan khawatir Hana kan manusia super. Ujarnya mencairkan suasana.


Nyai tersenyum dia tidak pungkiri gadis itu selalu membuatnya tersenyum.


“Ya, udah kalo nyai mau istirahat Hana kekamar dulu, mau mandi dan ganti baju.” Ujarnya pada nyai dan berjalan kearah kamar tamu.


Selesai dia mandi, dia duduk di tempat tidurnya dengan selonjoran kaki. Tiba-tiba sebuah pesan masuk.


Sebuah pesan video dikirim oleh Rubel. Dia membuka video itu..


“siapa yang kirim video ini kek kamu?” tanya ana bingung.


“aku gak tahu, tapi aku kesel sama gadis itu. Sudah tahu terancam malah menyerang balik penjahat itu.” Balas Rubel.


“namanya juga manusia super.” Jawab hana asal.


“Hei, Ino disini khawatir ana malah bikin candaan. Nggak lucu ah. Balas Rubel lagi.


“Siapa yang ngelucu, ana kan bilang apa adanya. Coba putar videonya lagi. Itu spontan karena ada kesempatan. jawabnya tak mau kalah.


“terserah deh Ino males chat sama ana.” Jawab Rubel kesal.


Ana tidak membalas chatingan itu... Dia menunggu Rubel sampai lunak hatinya.


Tak berapa lama Rubel kembali chat.


“Aaaaaannnnnnnnaaaaa.”!!!!!!” Tulis nya panjang.


“Hahaha akhirnya Ino ngalah juga sama ana.” Jawab Hana tertawa.


“Ana tega yah bikin ino rindu setengah mati.” Balas Rubel lagi.


“Setengah mati kok kasih tahu.” Orang mati aja gak bilang-bilang mau mati. Jawab Hana asal.


Rubel mengirim emoticon marah kepada Hana.


“sayang ana gak rindu sama ino.”


“Sangat.” Jawab Hana pendek.


“kok balasnya sangat?” tanya Rubel bingung.


“Sangat rindu sayang ku, cintaku, pangeran ku Rubelino.” Jawab hana panjang.


Disusul kata-kata pendek tapi menohok hati Rubel.


“Puas?!” tanya Hana lagi dengan emoticon tertawa miring sambil menangis.


“LDR ini membuat Ino menderita.” “Udah dulu sayang disini udah malam ino mau tidur.” Ntar kita chatting lagi.

__ADS_1


Bye cinta mimpiin Ino yah.


Terimakasih yang udah mampir jangan lupa vote, like dan komennya plus sharenya yah.


__ADS_2