
Setibanya mereka berdua dirumah. Rubel dan Hana segera masuk kedalam Rumah, tapi mereka tidak menemukan seorang pun didalam Rumah. Rubel pun menemui Diko di Pos jaga.
" Mas Diko, semua orang kemana?" tanya Rubel pada Diko yang sedang baca koran.
" Oh iya mas, saya lupa kasih tahu tadi Ibu dan Ayah membawa Nyai dan Bibi kerumahnya Om Purnawan." ucapnya menjelaskan, sambil meletakkan koran yang di bacanya.
" Ada acara apa? tanya Rubel bingung.
" Katanya, mau ada pertemuan keluarga, tapi detail nya saya kurang tahu mas."
" Oh ya udah makasih Mas." ucap Rubel dan berlalu meninggalkan Diko. dia pun berjalan menuju kedalam Rumah.
" Emangnya, semua Orang kemana?" tanya Hana pada Rubel dan bergelayutan manja di pundak Rubel.
" Kata mas Diko, mereka pergi ke Rumah Om Purnawan. katanya ada pertemuan antar keluarga." Ucap Rubel, kemudian menyambut tangan Hana dan menggendong Hana di punggungnya.
Rubel pun berjalan ke arah kamar. Hana turun dari punggung Rubel, dan meletakkan lingerie yang baru dibelinya di atas meja rias. kemudian dia menggantikan pakaian nya dengan pakaian daster kebanggaan nya dirumah.
" Sayang cobain lingerie nya dong, Ino pengen lihat." ucap Rubel dengan wajah setengah menggoda.
" Dicuci dulu yah, entar Hana alergi." ucap Hana dan berlalu membawa lingerie kedalam kamar mandi.
Dia segera mengambil ember kecil dan segera memasukkan lingerie nya untuk segera di cuci.
Rubel segera masuk kedalam kamar mandi, dia mulai mengganggu konsentrasi Hana yang sedang sibuk mengucek lingerie-lingerie nya.
" Kamu, emang bikin mood si EmPi bangun." ucap Rubel menggoda Hana.
Hana tertawa kecil dia sangat mengerti maksud Rubel. Hana pun mengerjai Rubel dengan menyingkap dasternya ke paha.
Rubel memeluk Hana dari belakang, Hana yang sibuk mengucek lingerie nya mengambil busa air detergen nya dan mengusap ke muka Rubel.
" Aduh pedih." Rubel meringis karena busa detergen itu mengenai mata Rubel. Hana yang panik langsung mengambil air dan mengguyuri wajah Rubel dengan air.
" Maafin Ana yah sayang." ucap Hana dan tertawa melihat baju Rubel yang basah.
Rubel mencubit hidung Hana, dan tiba-tiba Rubel menghidupkan shower dan menyemprotkan nya ke arah Hana.
Seketika mereka berdua basah kuyup. Rubel segera menutup pintu kamar mandi agar air tidak keluar.
Mereka berdua saling menyiramkan air. Hana mengambil gayung dan menyiram Rubel. mereka berdua begitu asik, sesekali mereka tertawa begitu lepas. Baju Hana yang basah membuat daster hana melekat di tubuh dan membentuk lekuk tubuh Hana.
Rubel tidak menyia-nyiakan waktunya. diapun segera mencumbu Hana. dan mulai perlahan-lahan membuka daster Hana. Rubel pun membuka pakaiannya yang sudah terlanjur basah.
Ini adalah pengalaman pertama mereka melakukan pertempuran di dalam kamar mandi. ada perasaan yang tidak bisa di ungkapkan Dengan kata-kata mereka berdua sangat menikmati surga dunia itu di kamar mandi. dan akhirnya mereka pun sampai di puncaknya.
Rubel dan Hana pun mandi bersama. setelah selesai Rubel segera keluar kamar mandi dan Hana membilas lingerie nya.
Hana kebingungan untuk menjemur lingerie-lingerie itu. Dia merasa malu bila harus menjemur lingerie-lingerie itu di jemuran belakang. akhirnya Hana mengambil beberapa hanger dan menjemur lingerie-lingerie itu di dalam kamar mandinya.
" Kenapa gak jemurin di belakang aja." ucap rubel. sambil menyodorkan handuk pada Hana.
" Enggak Ah. entar semuanya pasti ngeledekkin Ana." ungkap nya dengan wajah manyun. dan meraih handuk yang disodorkan Rubel.
Hana keluar kamar mandi dan segara berpakaian.
*****
Waktunya makan siang tiba. ibu dan semua keluarga belum juga pulang. perut mereka berdua telah bernyanyi minta di isi ulang. Rubel dan Hana tertawa mendengar suara perut mereka yang bernyanyi bersamaan.
" laper." ucap Rubel manja.
Hana berjalan ke belakang mencari sesuatu yang bisa di makan. ternyata Ibu dan Bibi belum masak untuk makan siang.
Hana pun mulai menggunakan celemek nya, dan mencari bahan-bahan yang bisa di masak. Rubel memperhatikan Hana, gerakan Hana begitu lincah. mengolah bahan-bahan yang ada.
" Sayang tolong kupasin bawangnya yah." ucap Hana pada Rubel yang bengong memperhatikan nya.
Rubel pun membantu Hana, ini pertama kalinya dia mengupas bawang. Rubel merasa matanya terasa perih dan berair.
" sayang matanya perih." ucapnya dan segera menyelesaikan mengupas bawangnya.
Hana tertawa melihat Rubel yang dari tadi sibuk menyeka mata dan hidungnya yang berair.
" Nah gitulah biar Ino tahu untuk masak itu para Emak-Emak harus bersedia matanya berperang dengan perihnya aroma bawang.... jangan cuma tahunya makan." ucap Hana dan menyodorkan tisu untuk Rubel.
Dia pun mengambil bawang yang telah dikupas oleh Rubel. dan mulai meracik bumbu dengan batu gilingan. ibu Hana memang lebih suka menggiling bumbu masakan dengan batu gilingan. karena rasa dan aroma bumbu yang di giling lebih sedap dari pada diblender.
" Tara." ucap Hana dan mempamerkan masakannya pada Rubel.
Ada ceplok telor sambal mercon, ikan asin goreng, sayur asem Ala-ala karena bahannya sangat terbatas.
Hana menyajikan semua masakannya di meja makan.
__ADS_1
Rubel membantunya menyiapkan nasi kedalam bakul nasi. menyiapkan minum, air kobokan cuci tangan, dan piring makan mereka berdua terlihat sangat kompak.
Hana terlihat bahagia karena Rubel mau membantunya menyiapkan keperluan makan siangnya.
" Makasih yah sayang udah bantuin Ana." ucap Hana dengan tatapan penuh cinta pada Rubel.
" Sama-sama makasih juga udah mau masak buat kita berdua makan." jawab Rubel begitu romantis.
Mereka berdua pun makan dengan lahapnya, Rubel sampai menambah makan.
" Kalo kek gini tiap hari Ino bisa gemukan." ucap Rubel menggoda.
" Kan bagus, artinya Hana bisa mengurus suami Ana dengan baik." ucap Hana cepat. sambil menuangkan air minum ke gelas Rubel. Rubel pun meneguk air minum itu pelan-pelan.
Sayup-sayup terdengar suara azan, mereka berdua segera membawa piring kotor kebelakang. kemudian, mereka bergegas mengambil wudhu. dan mereka pun sholat bersama.
Selesai sholat Hana dan Rubel membersihkan seluruh Rumah. Rubel mengepel lantai, dan Hana menyapu, mereka memindahkan barang-barang agar terlihat rapi dan tidak membosankan.
Rubel terlihat berkeringat. dan Hana mengambil tisu dan mengelap peluh Rubel yang bercucuran.
" Capek yah." ucap Hana.
" Enggak." jawab Rubel berpura-pura. dia memandang Hana penuh cinta.
" Ternyata pekerjaan rumah itu melelahkan." ucap nya dalam hati. Mereka berdua terlihat sangat bersemangat, saling membantu. terkadang mereka tertawa. dan sesekali Rubel yang mengelap peluh Hana.
Hari itu mereka berdua, begitu menikmati pekerjaan nya. sesekali Rubel mencium Hana. dan tiba-tiba Hana melarikan diri dari Rubel. mereka terlihat sangat mesra. berlari-lari di dalam rumah yang besar bak Istana. tak ada yang terlewatkan. dan mereka pun terduduk di lantai sambil berciuman.
" Makasih yah sayang." ucap Hana dan Rubel merapatkan pelukannya pada Hana.
" Ino janji, lain waktu kalo Ino lagi gak ke Rumah Sakit Ino akan bantuin Ana membersihkan rumah." ucap nya sambil menatap Hana lekat dan mengelus lembut rambut Hana.
" Ehm, tapi ini kan tugas istri." jawab Hana.
" Kalo bekerja sama kan pekerjaan lebih mudah dikerjakan." ucap Rubel sambil mencubit pipi Hana.
" Kasian Bibi yah." ucap Hana pada Rubel karena Rumah Rubel yang di Villa Buana A juga sangat besar. walaupun tidak sebesar rumah ini.
" Rumah ini juga besar, tapi karena ayah tidak banyak pekerjaan Ayah selalu membantu ibu dan bibi membereskan Rumah." ucap Hana menerangkan.
mereka berdua pun melanjutkan latihan Chikung karena sudah beberapa hari tidak latihan. setelah itu mereka mandi.
******
Hari sudah sangat senja, matahari telah tergelincir di ufuk barat. langit yang biru seketika berwarna kuning kemerahan.
Mereka sangat terkejut, rumah terlihat sangat bersih, dapur terlihat sangat rapi, dengan makanan tersaji di meja makan.
" Hana yang kerjain?
Tanya ibu pada Hana, karena selama ini Ana jarang membantu ibu membereskan rumah.
" Gak sendiri bu, Ana dibantuin sama Rubel." ucap nya sambil melirik ke arah Rubel yang asik makan cemilannya.
" Wow Laki-laki idaman semua wanita, tapi ngomong-ngomong dulu nya den Rubel gak pernah tuh mau bantuin kita dirumah, iya gak Nyai? sindir Bibi pada Rubel.
Rubel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ah bibi jangan buka kartu dong." dumel Rubel.
" Alhamdulillah." jawab nyai dan tersenyum pada Rubel.
Rubel semakin merasa bersalah, selama ini dia memang terlalu sibuk. jadi emang tidak sempat dan tidak pernah mau tahu seperti apa pekerjaan Rumah.
Dia memeluk Nyai nya.
" Maafin Ino yah nyai. ternyata pekerjaan Rumah itu terlihat sepele tapi...."
ucap Rubel terputus. dan dipotong oleh bibi.
" Capek kan den." jawab bibi dan tersenyum menyeringai ke arah Rubel.
Rubel mengangguk pelan, Hana memeluk ibunya.
" Maafin Ana juga yah Bu." ucap Hana lembut.
" Ah udah ah kok pada melo melihat semuanya." ucap ibu terharu melihat anak dan menantunya saling membantu membereskan rumah.
" Mudah-mudahan kalian berdua terus langgeng sampai akhir hayat yah." ucap Ibu penuh harap.
" Iya Bu, Aamiin insyaallah Rubel akan berusaha semampu Rubel untuk membuat Hana bahagia." ucap Rubel meyakinkan dan merapatkan tangannya di pundak Hana.
Azan Magrib telah berkumandang, mereka. semua bergegas mengambil wudhu dan sholat berjamaah.
__ADS_1
Selesai sholat mereka melanjutkan makan bersama.
" Ehm, makanannya enak." ucap ayah tiba-tiba.
Hana tersipu malu, karena di puji sang ayah.
" Siapa yang masak?" tanya ibu heran karena selama ini Hana hanya membantunya di dapur tapi tidak pernah langsung masak.
" Hana yang masak Bu." ucap Rubel sambil melirik ke arah Hana. seketika wajah Hana memerah. karena selama di Rumah Hana tidak pernah masak. jadi wajar kalo semua orang bertanya-tanya.
" Masa." tanya ibu sedikit menggoda.
" Iya, waktu di Rumah juga Hana sering masak." ucap nyai membela Hana.
" Wah keren anak Ibu bisa masak selezat ini." Puji ibu membuat Hana makin tersipu.
Malam itu semua orang merasa surprise dengan kejadian hari ini. karena tidak menyangka setelah Hana dan Rubel menikah mereka bisa saling bekerja sama satu sama lain nya dirumah.
Selesai makan mereka sholat isya, kemudian segera masuk kedalam kamar.
Hana terlihat sangat lelah, tapi dia tidak ingin tidur lebih dulu meninggalkan Rubel yang duduk selonjoran di tempat tidur sambil membaca sebuah artikel kesehatan di ponselnya.
Rubel mengelus lembut rambut Hana.
" Tidur aja sayang udah cukup Hana harus segera istirahat." ucap nya begitu perhatian.
Hana hanya tersenyum, Rubel tidak ingin mengganggu istirahat Hana. hari ini Hana telah melakukan tugasnya sebagai istri.
Tak berapa lama hana pun tertidur. Rubel mencium kening Hana.
" Makasih yah cinta." bisik nya pelan ditelinga Hana.
Rubel terus mencari artikel, untuk asupan gizi dan vitamin untuk meregenerasi sumsum tulang belakang. sekian banyak sudah artikel hingga dia pun terlelap di samping Hana sambil memeluk Hana.
Jam menunjukkan jam 2 dini hari. tiba-tiba Rubel terbangun dia pun segera melaksanakan sholat sunat tahajud. selesai salam dan zikir dia pun berdo'a.
"Ya Rabbi Engkau yang Maha segalanya
Engkau yang memberi kan kehidupan dan engkau pula yang menakdirkan kematian.
sembuhkan lah kekasih hati hamba Ya Rabbi, Limpahkanlah kesehatan untuk kami selalu, limpahkan jua Rahmat mu untuk kami semua.
hanya kepada MU, hamba memohon pertolongan, Aamiin." tanpa terasa bulir air mata mengalir di sudut mata Rubel.
Dia bangun dan beranjak ke tempat tidur, Hana tidur begitu tenang seakan tidak ada beban yang menyelimuti wajahnya. Rubel menciumnya kening Hana sangat lama. membuat Hana terbangun.
" Sayang, kok gak tidur." ucap Hana dan melihat Rubel begitu dalam, Rubel memeluk Hana. dan Hana membalas pelukan Rubel.
" Ino siap tahajud." ucap nya pelan sambil mengelus pipi Hana lembut.
" Kok gak bangunin Ana?" tanya Hana.
" Ino gak tega bangunin ana sayang, lain waktu kalo Ino terbangun dini hari lagi, Ino akan ajak Ana sholat tahajud yah." ucapnya lembut dan menarik dagu Hana dan menciumnya.
Hana membiarkan Rubel melaksanakan sunahnya. dan mereka berdua terbuai dalam nikmat nya surga dunia.
Waktu terus berlalu mereka telah terlelap dalam buaian mimpi indah.
Sayup-sayup terdengar suara azan subuh. Rubel yang masih terlelap langsung membuka matanya dan membangunkan Hana untuk mandi dan sholat bersama.
Subuh ini Rubel mengajak Hana untuk bersepeda. karena sepeda hanya satu Rubel membonceng Hana duduk di depan.
" sayang, Ana yang bawa yah sepedanya." ucap Hana memohon.
Rubel menggelengkan kepalanya.
" Enggak boleh Hana cukup duduk aja. gak usah mengayuh sepeda."
" Ana kan pengen sehat, mungkin dengan seringnya berolah raga Ana bisa semakin sehat." ucap Hana seraya memohon dengan sangat.
Rubel terus mengayuh sepedanya tanpa menjawab permintaan Hana. Mereka berkeliling perumahan. dan berjumpa dengan Zaena yang juga berkeliling menggunakan sepeda.
" Cie-cie mesra nya penganten baru." ledek Zaena pada mereka berdua.
" Makanya buruan nikah." ucap Rubel membalas Zaena. Zaena tersipu.
" Ah jangan kek gitulah kou, mana pula ada orang yang mau ma awak." ucap Zaena merendah. dan terus mengayuh sepedanya.
" kita kan gak tahu jodoh, siapa tahu nanti Zaena segera menemukan jodoh." ucap Rubel memberi semangat pada Zaena.
" Aamiin, makasih do'a nya ya. mudah-mudahan segera di Ijabah, oleh Allah."
" Aamiin." jawab Rubel dan Hana.
__ADS_1
Tidak terasa matahari kian bersemangat menyingsing pada peraduannya. mereka semua pun kembali kerumah untuk bersiap-siap ke Rumah Sakit.
" Hai sahabat Dokter Cool Maaf yah baru bisa Up lagi, karena udah beberapa hari sibuk verivikasi buat bantuan Covid, semoga sahabat semua tidak marah yah. dukung terus karya Author jangan lupa Vote, like dan komennya yang banyak terimakasih 😍🤗"