Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 41


__ADS_3

Hari menunjukkan jam 9 malam, Hana dan Rubel baru menyelesaikan makan malamnya berdua. yang lain telah lebih dulu beristirahat.


mereka sedang asik berbincang mengingat kembali kejadian hari ini, ada suka, ada sedih, haru semua tercampur bagai permen nano-nano, manis asam, asin, enak rasanya.


" sayang, kamu mimisan?" tanya Rubel pada Hana. dia pun segera meminta Hana untuk duduk tegak.


" lakukan kaya yang pernah Ino ajarin yah." Hana pun menurut. tak berapa lama mimisannya pun berhenti.


" Sayang gendongin yah." ucap Hana pelan.


Rubel pikir ini kemanjaan Hana seperti biasanya. Rubel pun mendukung Hana di punggungnya.


Mereka pun masuk kamar, Hana tak bergerak untuk turun.


" Sayang turun yah!! ucap Rubel lembut.


tapi tak ada jawaban dari Hana.


Rubel pun membaringkan Hana ditempat tidur.


" Kasian, kecapean sebentar aja udah tidur." ucap nya sambil mengelus kepala Hana. dia , mencium tangan Hana, di pegang dengan seksama tangan Hana terasa begitu dingin. Rubel segera mengecek nadi Hana.


" Sayang, bangun." ucap nya lirih.


" Sayang, bangun!!


" Bangun cinta!!! panggilnya kian keras.


Rubel baru sadar bahwa Hana pingsan bukan tidur. Rubel segera membuka baju Hana, dia mengambil bantal dan meninggikan kaki Hana.


" Sayang bangun sayang!! ucap Rubel sambil menepuk pipi Hana pelan, agar Hana segera sadar.


Dia mengecek nadi di leher Hana. dan denyut jantung Hana semakin melemah. nafas tak lagi beraturan. Rubel pun segera melakukan RJP.


Walaupun ada rasa panik dia tidak boleh berfikir negatif. dia adalah dokter untuk siapapun termasuk Hana istrinya. diapun melakukan kompresi hingga 30 kali, dan memberikan nafas buatan. perlahan-lahan nafas Hana berangsur normal.


Rubel, berhenti dan diapun segera memeluk Hana. Dia takut seandainya hari ini adalah hari terakhir nya melihat Hana. kejadian ini membuat Rubel semakin gelisah.


" Sayang....bangun.." ucap Rubel.


perlahan Hana membuka matanya.


" Sayang kenapa? tanya Hana pada Rubel yang menetes kan air mata.


" Sayang, Ino gak sanggup lihat Hana seperti ini terus. kita harus melakukan alternatif lain untuk bisa memulihkan Ana.


" Sayang Ana gak apa-apa, Ana kan manusia super." goda Hana pada Rubel yang begitu khawatir.


Hana Mencium Rubel dia tidak ingin menyusahkan cintanya, dia berusaha nampak sehat. walaupun kondisi nya sangat lemah.


" Jangan mancing ah." ucap Rubel menghindari Hana.


" Emang nya Hana mancing apaan? tanya Hana polos.


" Mancing si emPi." ucap Rubel ngasal.


" EmPi??? tanya Hana bingung.


" Iya, main nyosor segala, lihat tuh." ucap Rubel sambil menunjuk ke arah dada Hana yang terbuka waktu dia memberikan pertolongan pertama saat Hana pingsan.


" EmPi apaan? tanya Hana makin penasaran.


" EmPi, itu tuh-tuh pistol yang semalem nembak si Mis." ucap Rubel ngasal.


Hana tak bisa mengontrol tawanya, dia tidak menyangka Rubel mulai ikutan kasih nama buat pistol kesayangannya.


" Emangnya si emPi gak pengen nembak lagi." ucap Hana seraya menggoda Rubel dengan genit.


" Enggak, EmPinya gak mau si Mis masih sakit.." jawab Rubel begitu perhatian dan sangat khawatir keadaan Hana.


" Duh, kasian. padahal si Mis udah gak sakit lagi loh." ucap Hana terus menggoda Rubel.


" Serius?" tanya Rubel dan mulai terpancing godaan Hana. Hana mengangguk pelan.


" Yakin, Si Mis mau di tembak sama si EmPi? " tanya Rubel ragu.


" Sayang jangan coba menghibur Ino yah, kalo Ana sakit dan lemah kek gini Ino gak tega." jawab Rubel masih begitu khawatir.


" Kan bisa pelan-pelan." jawab Hana, dan terlihat sehat.


Rubel segera mengecek nadi Hana. untuk memastikan keadaan Hana baik-baik saja.


" Yakin??" tanya Rubel lagi.


Hana mengangguk pelan.


" Beneran nih???


" iya jangan kelamaan entar si Mis nya ngantuk. ucap Hana meyakinkan. Rubel segera mengunci pintu.


Dia pun tak menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan oleh sang pujaan hati. Mereka pun melakukan pertempuran lagi.


Rubel melakukannya dengan sangat lembut, hingga Hana tidak merasakan sakit. lenguhan demi lenguhan keluar dari mulut mereka, tibalah kedua nya mencapai puncak kenikmatan yang tiada terkira.


Tak ada yang mengusik malam panjang mereka, si usil Haikal lagi pulang kerumah Papanya. Mama dan papa Joe sudah terbuai dalam lelapnya.


******


Pagi ini Rubel sedikit terburu-buru karena dia telah melewatkan subuh nya.


" Sayang, bangun hari udah siang." panggil nya pada Hana yang masih tertidur pulas di tempat tidur. dia mengecek suhu tubuh Hana. khawatir Hana masih sakit.


Hana mengerjapkan pandangannya, dia melihat Rubel begitu panik.


" Kenapa?" tanya Hana pada Rubel yang begitu gusar.


" Ino udah telat, nanti Mama dan papa Joe akan terlambat ke Bandara." ucap Rubel sambil melirik ke jam Beker Hana.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul tujuh.


" Emangnya jam berapa cek innya?" tanya Hana. segera bangun dari tidurnya dan merapikan tempat tidur yang berantakan karena pertempuran semalam.


"Jam 10."


" Ya udah buruan mandi, mudah-mudahan gak telat." Jawab Hana.


Setelah selesai mandi mereka segera keluar kamar.


Mama dan papa Joe telah bersiap.


" Sayang Mama dan papa Joe berangkat naik taxi aja yah." ucap Mama tiba-tiba dan segera memeluk Rubel dan Hana yang baru saja keluar dari kamar.


" Eh, gak usah Ma, biar Rubel yang antar Mama dan Papa Joe ke Bandara." jawab Rubel dan segera membantu membawa koper Mama.


" Gak usah sayang nanti kamu telat kerumah sakit." ucap Mama terburu-buru.


" Gak apa-apa Ma, hari ini Rubel masih cuti. jadi Rubel dan Hana bisa anterin Mama dan Papa." Ucap Rubel dan tetap memaksa untuk membawa barang-barang Mama.


Mama dan Papa Joe berpamitan dengan Nyai, Ibu dan Ayah Hana.


" Mbak nanti, kapan-kapan ngunjungin kita ke Sydney yah." ucap Mama kepada ibu, sambil cupika cupiki.


" Iya, insyaallah kita kesana." ucap ibu sambil menyodorkan sesuatu.


" Apa ini?" tanya mama heran.


" Cuma cinderamata dan sedikit oleh-oleh." ucap Ibu.


" Aduh kok repot-repot, kami kemari juga gak bawa apa-apa." ucap Mama merasa tak enak.


" Gak pa-pa entar kapan-kapan bawa oleh-oleh yang banyak." ucap ibu menggoda. mama pun tersenyum.


" ok deh insyaallah nanti kalo kami kemari lagi yah." ucap mama dan melambaikan tangannya ke semua orang.


" Sampai jumpai lagi semuanya." ucap Mama dan Papa pamit.


Ibu mendorong kursi roda Nyai hingga ke depan pintu. ada rasa sedih di raut wajah Nyai melepaskan anak kesayangan nya. disisi lain nyai juga sangat bahagia karena semua keluarga Hana sangat menyayangi nyai.


Rubel segera melajukan mobilnya, perjalanan menuju bandara begitu macet, wajah Rubel terlihat khawatir takut terlambat menuju bandara.


" Sayang pelan-pelan." Ucap Hana mengingat kan. Rubel memandang ke arah Hana dan tersenyum.


" Iya sayang." ucap nya dan melambat kan laju mobilnya. dan akhirnya mereka pun tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta.


Mama dan Papa Joe memeluk anak dan menantunya.


" Titip anak Mama yah sayang." ucap Mama di telinga Hana.


" Iya ma." jawab Hana lembut.dan Mama pun bergantian memeluk Rubel.


" Jaga menantu Mama yah sayang. jangan buat dia bersedih, semoga kalian berdua bisa segera dapat keturunan." ucap Mama pelan ditelinga Rubel.


' Iya Ma, Rubel akan selalu membuat Hana bahagia. ucap Rubel meyakinkan. Mama dan Papa Joe segera masuk dan melambaikan tangan nya kearah Hana dan Rubel.


" Sayang kita makan dulu yah dari tadi kita belum sarapan." ucap Rubel dan segera melajukan mobilnya mencari sarapan.


" Kamu mau makan apa? tanya Rubel dan tetap fokus menyetir.


" Ana pengen bubur ayam." jawab Hana dengan manja.


" Ya udah kita cari sarapan pagi yang ada menu buburnya juga." jawab Rubel.


Mereka pun berkeliling mencari Restoran sarapan pagi. tibalah mereka di salah satu restoran yang menyajikan nasi uduk dan bubur ayam. mereka pun berhenti dan segera turun dari mobil.


Pelayanan restoran itu pun segera menemui mereka, dan memberikan buku menu.


Ternyata banyak menu di restoran itu, Rubel segera memesan sarapannya.


" 1 nasi uduk."


" 1 Bubur Ayam."


" 2 kopi cream late."


" 2 botol air mineral."


ucap Rubel dan segera mengembalikan buku menu kepada pelayan yang dari tadi menunggu mereka..


Tidak berapa lama sarapan mereka pun tiba, seseorang sedang memperhatikan mereka dan menghampiri keduanya.


" Hana." sapa laki-laki itu kepada Hana yang sedang asik menikmati sarapan buburnya.


Hana menoleh ke arah suara. Laki-laki itu bertubuh tegap seperti tubuh Rubel


Hana mengingat-ingat laki-laki itu, wajahnya sangat tidak asing.


" Aku Ihsan teman SMU mu." ucap nya, dan berusaha akrab.


" Oh iya, maklum udah lama yah. jadi agak lupa." jawab Hana dan menghentikan sarapannya.


" Oh iya, Ihsan kenalin ini Rubel." ucap Hana memperkenalkan Rubel pada Ihsan.


Rubel dan Ihsan berkenalan.


" Ihsan." ucap nya sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan. dan dijawab oleh Rubel.


" Rubel, suaminya Hana." ucap Rubel dengan nada ditekan. dan menampakkan ketidak sukaann nya terhadap lelaki bernama Ihsan itu.


"Oh, kamu sudah menikah aku pikir kamu masih sendiri." ucap ihsan, dan menarik salah satu kursi di meja dekat mereka.


Rubel tidak suka, dan memandang sedikit sinis pada Ihsan.


" Kami baru menikah." ucap Hana menjelaskan.


" Oh, masih anget-anget nya dong." ucap Ihsan menggoda.

__ADS_1


" Kirain tadi ada lowongan buat Aku." ucap nya pada Hana.


" Lowongan?" tanya Hana bingung.


" Iya lowongan jadi suamimu." ucap ihsan begitu lancang.


Wajah Rubel bersemu merah, dia semakin kesal dengan ketidak sopanan Ihsan.


" Ah bisa aja." jawab Hana tersipu.


" Aku serius, kan dulu Aku pernah nembak kamu waktu SMU." ucap ihsan mengingat kembali masa SMU nya.


" Ah itu kan masa lalu gak usah di ingat-ingat, lagian waktu itu juga aku tidak menerima mu." ucap Hana mengingatkan.


Ihsan yang dari tadi berusaha membuat Rubel cemburu merasa telak di balas oleh Hana.


" Ok lah kalau gitu, kapan-kapan kita ngobrol lagi." ucap nya dan segera berlalu dari situ. dia pun berjalan ke arah toilet pria,dan berteriak kesal.


" Kurang ajar. berani-berani nya dia mempermalukan aku di depan suaminya." ucap ihsan begitu kesal.


"Tunggu balasan ku, aku akan membuat mu bertekuk lutut di hadapan ku." ujarnya memaki dan menendang semua barang yang ada didekatnya.


Rubel tersenyum dari tadi dia begitu sangat kesal melihat Ihsan.


" Kok senyum-senyum." ucap Hana yang menyadari Rubel sedang tersenyum sendiri.


" Enggak, pa-pa." jawab Rubel dan tersenyum lembut pada Hana.


" Makasih yah sayang." ucap rubel dengan tatapan penuh cinta.


" Makasih apa?" tanya Hana bingung sambil menyingkirkan mangkok bubur ayam yang tadi ada di hadapannya.


" Makasih udah menjaga perasaan hati Ino." ucap Rubel dengan tersenyum bahagia.


" Ah, biasa aja lagi, kan emang seharusnya seperti itu." jawab Hana dan menatap penuh cinta pada Rubel.


" Ya udah kita pulang yuk." ucap Rubel pada Hana, meraih tangan Hana dan menggandengnya nya.


Mereka membayar makanan nya di kasir, dan kemudian berlalu menuju mobil.


Rubel melajukan mobil dengan sangat cepat, sebentar-sebentar dia melihat ke arah Hana.


yang sibuk dengan ponselnya.


" Lagi apa sayang." tanya Rubel pada Hana yang begitu serius dengan ponselnya.


" Hana pengen beli ini." ucapnya sambil menunjukkan sesuatu barang yang ingin di belinya.


" Wow." ucap Rubel takjub.


" Beli aja sayang." ucap nya bersemangat.


" Tapi Ana gak punya uang." jawab Hana polos.


Rubel kaget, dia benar-benar belum memberikan nafkah lahirnya kepada Hana.


" Maafin Ino yah sayang." ucapnya merasa bersalah.


Rubel menghentikan mobilnya di sebuah butik pakaian dalam.


" Ayok turun." Ucap Rubel pada Hana. Hana tidak menyangka Rubel mengajak nya ke butik pakaian dalam.


" Belanja sepuasnya yang ana suka yah." ucapnya sambil memberikan kartu ATM kepada Hana.


" makasih yah sayang." ucap Hana bahagia dan memeluk Rubel erat.


"Eits jangan lama-lama gak enak dilihat orang." ucap Rubel sambil memperhatikan sekeliling nya.


Rubel duduk di lobi butik sambil menunggu Hana berbelanja.


" Sayang yang mana menurut Ino bagus?" tanya Hana pada Rubel yang sedang asik memainkan ponselnya.


Rubel kaget hana membawakan beberapa lingerie ke arah Rubel untuk minta pendapat Rubel.


" Semuanya bagus, apalagi Ana yang pake pasti tambah seksi." jawab rubel dan memandang Hana begitu bergairah.


Hana memang sangat pintar, lingerie yang dipilih Hana terlihat sangat mewah dan cantik


" Gak usah semuanya, harganya mahal." ucap Hana pelan di telinga Rubel.


" Gak apa-apa ambil aja yang ana Suka." ucap Rubel dengan tatapan penuh cinta.


Hana pun segera membayar belanjaannya. dia tidak ingin membuat Rubel menunggu terlalu lama.


" Ayok kita pulang." ucap Hana, dan mengembalikan ATM pada Rubel.


Rubel pun meraih ATM itu dan membisik


sesuatu di telinga Hana.


" Entar malam pake itu yah." ucap Rubel menggoda.


" Dicuci dulu yah." jawab Hana.


" Entar gak kering." ucap Rubel.


" Sayang itu tuh bahannya mudah kering. jadi entar malam udah bisa Ana pake." ucap Hana to malu-malu.


Mereka berdua pun berjalan menuju mobil.


diperjalanan Rubel tak henti-hentinya menggoda Hana. sejak tadi, dia terus membahas lingerie yang dibeli Hana. sesekali canda tawa menghiasi mulut mereka. mereka berdua terlihat begitu bahagia.


" Hai. Sahabat Dokter Cool, maaf yah Author baru bisa Update. mungkin tidak bisa maksimal karena berbenturan dengan kerjaan.


Dukung terus Author, dengan vote, fav, like dan komennya yang banyak biar semakin semangat update dan berkarya lebih baik lagi.


makasih banyak 🤗😍"

__ADS_1


__ADS_2