
Pagi begitu cerah, Rubel bersiap untuk kerumah Sakit, walaupun sebenarnya dia enggan pergi kemanapun, tapi dia adalah dokter, dia tidak seharusnya berlarut-larut dalam kesedihan.
Om Purnawan berjanji akan segera mencari Hana. walaupun dia sendiri belum yakin dimana pemilik BZ properti itu tinggal.
Rubel sudah lebih baik hari ini, dia optimistis bahwa Hana akan segera ditemukan. matanya berbinar saat dia melihat foto Hana yang tersenyum ke arahnya.
" Ino kangen sayang."
" kangen banget."
Dia meraih foto Hana itu dan memeluknya dengan erat. lamunannya buyar saat Nyai memanggil nya.
" Ino jadi kerumah sakit?" tanya Nyai pada nya yang asik melamun.
" Jadi Nyai, pasti Pasien Ino sudah banyak Karena beberapa hari Ino tidak masuk." jawabnya dengan semangat.
" Kayanya kamu senang?" tanya Nyai sedikit bingung. wajah Rubel seperti orang yang sedang jatuh cinta. Rubel menunjukkan foto Hana yang dipeluk nya kepada Nyai nya.
" Mudah-mudahan Hana bisa segera ditemukan." ucapnya kepada Nyai begitu optimis. dia pun bangun dari duduknya dan berpamitan dengan Nyai kemudian dia keluar berpamitan dengan Ibu dan Ayah.
Rubel segera melajukan mobilnya ke Rumah Sakit. setibanya di Rumah Sakit Rubel langsung keruang polinya. Mila yang selalu setia menjadi Asisten selalu tiba lebih awal.
*****
Dirumah kediaman Ihsan, pagi itu Renzi segera ke kamar Hana. sebelumnya Dia menyempatkan untuk mengambil ponsel Hana di kamar Abangnya. pagi itu kamar Abangnya sepi, pertanda Ihsan sudah lebih awal pergi dari rumah.
Hana bangun dan duduk di dekat ranjangnya. Renzi segera menemui nya.
" Mbak aku akan bawa Mbak pergi dari sini sebelum Ihsan pulang." ucapnya begitu cepat membuat Hana terkejut tak percaya.
" Serius???
" Iya mbak aku serius."
" Kemana sebaiknya aku antar Mbak?
Hana memikirkan tempat yang aman.
" Bagaimana kalau kamu antar Aku ke Rumah Sakit Z.
" Ok, ini Pakaian untuk Mbak dan ponsel Mbak." Renzi memberikan sebuah busana muslimah lengkap Dengan Hijab nya. Hana terkejut dia tidak menyangka Renzi begitu memperhatikan pakaiannya agar orang lain tidak terlalu mencurigai dia. Hana meraih busana muslim berwarna pink dengan hijab berwarna pink pula saat dia meraih itu tiba-tiba sebuah slayer jatuh.
" Apa ini??? tanya Hana bingung.
" Itu cadar."
Hana segera menggunakan pakaiannya itu dengan terburu-buru.
Tak berapa lama Hana telah menggunakan busana nya lengkap dengan cadarnya. tidak ada yang tahu siapa dia bahkan Rubel sendiri tidak akan tahu dengan nya.
senyum manis tersungging di bibirnya karena dia bercadar Renzi hanya melihat mata Hana yang menyipit.
" Udah mbak???"
" Makasih untuk busana nya."
Renzi hanya tersenyum dia, tidak tahu harus berbuat apa untuk segera mengantarkan Hana secara terang-terangan. kecuali menutupi Hana dengan pakaian itu sepertinya lebih baik.
Mereka berdua segera pergi kerumah Sakit Z. kurang lebih 45 menit mereka tiba di Rumah Sakit Z. Hana segera turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih.
" Terimakasih Renzi. aku akan berjanji akan menolong mu."
" Ok terimakasih mbak." Renzi pun segera berlalu dari tempat itu.
Hana berjalan pelan menyusuri lorong-lorong Rumah Sakit Z, Perasaan nya bercampur aduk jadi satu ada, sedih, haru dan bahagia. karena dia akan Segera bertemu dengan kekasih tercinta.
Dia duduk dikursi di depan ruang poli nya Rubel. seseorang menghampiri nya.
" Apa anda pasien Dokter Rubel? tanya Mila Asisten Rubel. Hana hanya mengangguk kan kepalanya tanpa menjawab sepatah kata pun.
" Apa anda sudah mendaftar?"
Hana hanya menggelengkan kepalanya.
" Tapi Mbak anda harus mendaftar dulu di depan." ucap Mila sopan.
Hana membuka sebentar wajah nya kepada Mila. Mila terkejut dia hendak memanggil Rubel tapi Hana langsung menahannya.
Hana menutup kembali cadarnya.
" MasyaAllah mbak cantik sekali." ucapnya terharu. dia tidak menyangka akan bertemu dengan Hana setelah beberapa hari Hana dinyatakan telah di Culik. seseorang berjalan ke arah mereka.
" Mila jangan asik ngobrol masih ada pasien lain yang sedang mengantri." ucap Rubel menunjukkan ke kursi panjang sebelah kiri.
Rubel melihat perempuan bercadar itu sekilas.
" Mbak aku masuk dulu yah." ucap Mila terburu-buru takut Rubel tambah marah.
Hana menunggu semua pasien selesai. dia ingin sekali menemui Rubel secepat nya tapi dia ingin memberikan kejutan yang luar biasa untuk Rubel. dia memilih untuk mengikuti kemana Rubel pergi.
Setelah pekerjaan nya selesai seperti biasa Rubel segera ke kantin, dia ingin sekali bertemu dengan sahabat-sahabatnya.
Hana mulai mengikuti nya. Rubel merasa risih karena Hana mengikuti kemana pun dia melangkah.
__ADS_1
Rubel menunggu teman-teman nya di kantin. tiba-tiba Hana duduk di dekat nya.
" Maaf mbak sebaiknya anda duduk ditempat lain." ucap nya menunjukkan ke meja lain yang masih kosong. Hana hanya menggeleng kan kepala nya.
Rubel pun segera pindah dari situ, lagi-lagi Hana mengikutinya.
Rubel sangat kesal dengan perempuan bercadar itu.
" Maaf mbak tolong jangan ikuti saya, saya sudah punya isteri." ucapnya blak-blakan.
Hana tetap mengikuti nya, dan Rubel pun mengalah. akhirnya dia membiarkan Hana duduk di dekatnya. hingga akhirnya Zaena datang dan menggoda nya.
" Aish gila Kou bel, cepet kali kou pindah ke lain hati." ucapnya ceplas-ceplos.
" Enggak lah, aku masih sayang dan cinta sama Hana. kebetulan perempuan ini sedang menunggu seseorang jadi yah.. gitulah." ucapnya bingung.
Tak berapa lama Lila pun muncul.
" Gimana keadaan mu Rubel?" tanya Lila berbasa-basi.
" Alhamdulillah, sudah lebih baik."
Hana terus melihat ke arah Rubel. Rubel sangat risih dengan tatapan Hana.
" Boleh saya duduk disini?" tanya Lila, lagi-lagi Hana hanya mengangguk.
" Maaf yah mbak mulut awak mang kek gini." ucap Zaena pada Hana. Hana mengangguk pelan.
Hana memperhatikan ke 3 nya tiba-tiba dia merasa mual dan segera ke kamar mandi.
" Huek, huek, Rubel terkejut dia sangat kenal dengan suara itu. jantungnya berdetak begitu cepat. dan segera menyusul Hana. tapi dia tidak berani masuk karena itu toilet wanita. Hana merasa pusing, dia tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa. mualnya semakin menjadi-jadi.
Rubel merasa khawatir dengan perempuan bercadar itu. dia pun berinisiatif untuk segera Masuk. dia sangat terkejut saat Hana hendak menutup kembali cadarnya.
" Ana??? teriak Rubel, Hana terkejut dia tidak menyangka Rubel menyusul nya.
Rubel segera memeluk Hana. Hana tak bisa lagi bersembunyi dari nya. dia pun membalas pelukan Rubel. Rubel segera mencium bibir Hana, dia sangat rindu dengan Hana.
" Kamu cantik dengan pakaian itu." ucap Rubel begitu bahagia. dengan tatapan penuh cinta.
" Sayang ini toilet wanita." ucap Hana mengingatkan. mereka pun segera keluar kamar mandi. tapi lagi-lagi Hana mual dan berlari kembali kedalam Toilet.
Rubel menggosok punggung Hana lembut. kemudian Hana membasuh mulutnya. dan memakai kembali cadarnya. mereka pun berjalan Rubel membopong Hana yang sudah sangat lemas.
Lila dan Zaena terbelalak melihat Rubel membopong Hana.
" Gila Kou bel, emangnya Hana mau kou kemanakan??? ucap Zaena keras.
" Lila, Zaena." panggil Hana pada kedua nya.
" Apa ini???" tanya Zaena bingung.
" Saya Hana." ucap Hana menjelaskan kepada Zaena.
" Kok bisa? bukan nya kou diculik." ucap Zaena keras.
" Nanti aku akan ceritakan semua nya. sekarang aku pengen istirahat dulu. ucap Hana lemas.
" Ok, lanjut lah. cepat sembuh yah na. ucap Zaena lembut.
" Makasih yah Zaena. balas Hana.
" Sayang kepala ana pusing.
Tanpa di suruh Rubel segera menggendong Hana. semua mata tertuju kearah Rubel. karena beberapa hari yang lalu Hana di nyatakan di Culik. mereka bingung Rubel sedang menggendong perempuan bercadar.
Rubel membawa Hana keruang polinya. Lila mengikuti keduanya.
Rubel meminta Lila untuk mengecek keadaan Hana.
wajah Hana sangat pucat.
" Kamu udah makan?" tanya Rubel padanya.
" Belum... tadi aku di bawa Renzi kemari buru-buru takut abangnya tahu." jelas Hana.
" Siapa mereka?" tanya Rubel begitu penasaran. Hana diam dia ingin menenangkan sejenak fikiran nya dari kedua bersaudara itu.
" Nanti ana cerita yah." ucap Hana pelan dan meraih tangan Rubel. dan mencium tangan Rubel dengan sangat lama.
" Aku pamit dulu ya.. ucap Lila dan meninggalkan mereka berdua. tinggallah Hana dan Rubel berdua. Hana bangun dan duduk di sofa. rubel mendekati Hana. Diapun pun tidak menyia-nyiakan waktu. Dia segera mencium Hana. ******* bibir Hana dengan lembut. Hana pun membalasnya. mereka berdua begitu asik, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Rubel pun segera beranjak dan membukakan pintu.
" Dok ada pasien gawat darurat." ucap mila terburu-buru. Rubel bimbang dengan hatinya. dia menatap ke arah Hana. Hana membalas Rubel dengan senyuman.
" Sayang tunaikan dulu tugas Ino. ana tunggu disini yah sayang." ucap Hana lembut.
" Ok Mila sebentar lagi aku menyusul." Rubel mendekati Hana dan mencium kening nya.
" Sayang jangan kemana-mana yah. tolong yah di dalam aja. setelah selesai bedah kita pulang." ucap nya kemudian bergegas ke Ruang Bedah.
Hana mengangguk lembut, melihat Rubel yang kian menjauh. dia pun meluruskan badannya. Tiba-tiba Mila muncul dengan membawakan makanan dan jus.
" Mbak dokter Rubel meminta aku buat antar ini ke mbak Hana.
__ADS_1
" Wah kok repot-repot makasih yah Mil.
" Sama-sama Mbak.
" O iya gimana kabar kamu dengan Haikal. ucap Hana tiba-tiba membicarakan tentang Haikal.
" Rencananya kita akan secepat nya menikah, tapi sejak kejadian mbak Hana Papa nya Mas Haikal bilang akan ditunda sampai kasus mbak selesai.
" Oh iya, Mil ponsel saya mati. tolong kamu minta Haikal kemari dengan Papa dan Om Purnawan tapi jangan bilang ada
saya." ucap hana dan memulai makannya.
Beberapa hari terakhir Hana sering telat makan bahkan sehari hanya makan 1 kali. mungkin inilah membuat asam lambungnya kumat.
Mila segera menghubungi Haikal dan tak berapa lama mereka pun tiba.
" Ada apa?" tanya Haikal bingung.
Mereka mengikuti Mila berjalan ke ruangan Rubel. Mila meminta mereka untuk masuk.
" Silahkan masuk." seseorang bercadar sedang berdiri di hadapan mereka. Hana telah selesai makannya.
" Siapa dia??" tanya Haikal makin bingung.
Perlahan-lahan Hana membuka cadarnya. semua orang terkejut. om Purnawan segera memeluk Hana.
" Gimana kabar kamu sayang?" tanya nya begitu perhatian.
" Alhamdulillah om Hana baik-baik aja." ucap Hana
dan dia duduk di sofa.
" Kamu kok bisa ada di sini? tanya Haikal bingung dan duduk di dekat Hana.
" Hana mau cerita tapi bisa gak pemberitaan penculikan Hana segera di hilangkan, dan juga kasus ini di tutup.
Om Purnawan menghela nafas panjang. sebenarnya dia sangat pantang melakukan ini. tapi demi keponakannya dia pun mengangguk pelan.
" Om, Hana di bebaskan karena mereka salah sasaran. Hana tidak punya masalah dengan mereka." ucap Hana menjelaskan. dan menatap ke 3 nya dengan jelas.
" Tapi siapa yang mereka inginkan?" tanya om Purwanto menyelidiki.
Hana diam dia sudah berjanji untuk menyembunyikan masalah ini dari mereka Dengan begitu Renzi dan Ihsan bisa bebas dari cengkeraman Om Purnawan.
" Hana gak tahu om, tapi mereka bilang wajah Hana. dengan orang yang mereka cari sangat mirip." ucapnya hati-hati takut salah bicara.
" Baiklah bagaimana kalau kita pulang!" Ajak Om Purnawan.
" Hana lagi nunggu Rubel lagi ada Pasien bedah." ucap Hana pelan.
" Ya sudah kami harus mencabut berkas dulu kemudian menghapus semua pemberitaan di media sosial dan TV. kalau ada apa-apa tolong segera hubungi kami." ucap Om Purnawan begitu tegas.
Mereka bertiga pun pergi. di perjalanan mereka bertiga bingung. ada sesuatu yang mengganjal mereka.
" Apa benar BZ Properti salah sasaran??" tanya Om Purnawan bingung.
" Kalo menurut aku sepertinya mereka ada motif dendam dengan Abang. tapi kenapa begitu mudah nya mereka melepaskan Hana" ucap om Purwanto. dia pun memikirkan sejenak siapa sebenarnya target utama BZ Properti.
" Om apa Maria??" tanya Haikal menebak-nebak.
" Ada hubungan apa mereka dengan Maria? tanya mereka bingung.
" Apa tidak sebaiknya kita usut masalah ini??" Desak Om Purwanto.
" Abang sudah janji untuk menghentikan semua pemberitaan dan mencabut kasus ini."
" Itu terserah Abang. tapi bagaimana jika kita selediki agar tidak ada korban lagi." ucap om Purwanto mengingat kan.
" Betul juga ide mu, tolong kamu jaga rahasia ini Haikal, kita akan ke Bareskrim untuk mencabut kasus ini dan menutup nya dari semua media massa. ucap om Purnawan dan haikal segera meluncur ke Bareskrim.
*****
Hana masih menunggu Rubel di ruangannya, Dia terlihat sangat lelah. wajahnya sangat cantik dengan balutan serba pink itu. Hana melepaskan cadarnya dan tertidur menggunakan jilbabnya. seseorang masuk dan mendekatinya.
" Kasian..." ucap Rubel dan mencium pipi Hana. Hana menggeliat dia membuka matanya.
" Eh maaf sayang Ana ketiduran."
" Gak apa-apa sayang, maafin yah terlalu lama nungguin Ino. ucapnya Rubel dan duduk memangku kepala Hana.
" Sayang... kamu cantik." ucap Rubel sambil mengelus wajah Hana dengan lembut. dia pun memainkan bibir Hana dengan jarinya.
" Ah gombal." ucap Hana dan segera bangun.
" Kalo gombal kan wajar Ana kan isteri Ino, kalo gombalnya sama Zaena gimana??? tanya Rubel menyindir Hana.
" Yah gak boleh." ucap Hana kesal dan bersungut-sungut.
Rubel menatap Hana erat dia pun mencium bibir Hana. Hana menatap Rubel lekat dan membalas ciuman itu. kemudian melepaskan Rubel.
" Kita pulang yok, biar gak salah boking tempat." ucap Hana menggoda.
Rubel tersadar takut ke bablasan di ruangan nya. mereka berdua segera beranjak dari situ dan pulang kerumah.
__ADS_1
" Hai Sahabat Dokter Cool jangan lupa Vote,like dan komen nya yang banyak yah Terimakasih 🤗😍"