
Rubel keluar dari ruang operasi hampir 3 jam dia menangani anak laki-laki itu. dan Alhamdulillah anak itu bisa segera diselamatkan jika tidak, dia tidak tahu bagaimana nasib anak itu jika dia terlambat sedikit saja mengambil keputusan. walau pun dia mengesampingkan urusan pribadi nya.
dia terlihat sangat lelah. dia duduk selonjoran kaki di lantai di lorong masuk ke ruang operasi. para perawat melihat Rubel sangat luar biasa. dengan jiwa besarnya dia bersedia melakukan operasi tanpa biaya sepeser pun..
Hana melihatnya dari balik kaca pintu masuk lorong. melambai ke arah Rubel dengan senyum manisnya. dan mengangkat 2 jari jempol nya. Rubel membalas dengan melambaikan tangannya.
Hana ingin sekali masuk tapi lorong itu dilarang untuk umum hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk.
Rubel tidak ingin membuat Hana terlalu lama menunggu dia segera melepaskan baju bedahnya dan menaruhnya di keranjang laundry. mencuci tangannya dengan sabun. dan membasuh wajahnya. mengambil handuk di rak steril. dan mengelap wajahnya dengan lembut. diapun segera menemui Hana.
"maafin Ino yah udah buat ana nunggu." ujarnya pelan.
"ah gitu aja baper. ana malah bersyukur calon suami ana bisa begitu berbesar hati membantu orang yang sedang kesusahan." jawab Hana santai dengan wajah full senyuman.
Rubel menggandeng tangannya dan mereka berjalan ke parkiran mobil. membukakan pintu untuk Hana.
"silahkan masuk nona ana." ujarnya seperti seorang pelayan. sambil melemparkan senyuman semanis madu.
Hana tertawa kecil, dia merasakan Rubel sangat lucu.
Rubel pun masuk ke dalam mobil.
"kita makan dulu sayang yah Ino udah laper." ujarnya pada hana.
mereka mencari rumah makan lesehan agar Rubel bisa duduk dengan santai. tibalah mereka dirumah makan GME di tempat itu salah satu tempat lesehan terfavorit di kota itu, mereka menyediakan gubuk lesehan dan menyajikan makanan serba fresh yang di ambil dari kolam-kolam disekitar lesehan.
Rubel memilih lesehan dekat pinggir pematang sawah. terhampar ribuan hektar sawah di depan mata mereka. di tempat itu juga disediakan bantal untuk beristirahat dan juga mushola untuk sholat.
"Ino sholat dulu yah, ana pesan terus yah makanannya. setelah itu kita makan sama-sama." ujarnya pada Hana.
"Ino mau makan apa?" tanya Hana padanya.
"apa aja yang penting makannya sama ana." godanya pada Hana."
"ah gombal lagi. sholat gih biar bisa makan terus istirahat." pintanya cepat.
Hana memesan beberapa makanan kampung, sambel terasi, lalapan, sayur asem, ikan gurame goreng dan udang asam manis. sambil menunggu pesanan datang dan menunggu Rubel selesai sholat dia sempat kan diri berselfi Ria dengan latar pematang sawah.
tiba-tiba ada yang menghampiri nya dan menyapanya.
"Hana." sapa laki-laki itu membuat Hana terkejut. dia tersipu karena asik dengan kamera ponselnya.
"ah, gitu aja kaget saking terpesonanya mendengar suaraku yah " ledek laki-laki itu padanya.
"ah, pede amat. amat aja gak pede-pede." ujarnya membalas.
"Boleh aku duduk." Ujarnya menawarkan diri.
"gak boleh berdiri aja."ucap hana cepat.
laki-laki itu masih berdiri karena hana tak mengizinkan nya untuk duduk. Rubel yang melihat langsung menegur.
"Haikal." sapa nya pada laki-laki itu.
"kok gak duduk?" tanya rubel pada Haikal lagi.
Haikal menunjukkan ke arah Hana.
"gak di izinin sama yang empunya." jawab Haikal cepat.
"oh, sayang kok haikalnya gak di izinin duduk." tanya Rubel pada Hana.
"gak baik izinin orang duduk kalo lagi gak ada kamu." jawab ana cepat.
Rubel tersenyum tapi ini kan beda, Haikal kan temen mu.
"masa tega biarin dia berdiri terus kalo capek gimana?" tanya Rubel menyindirnya.
" kan masih banyak saung-saung yang lain. jawabnya cepat sambil menunjukkan saung-saung yang masih kosong.
"wah ngeles aja." ucapnya lembut dan hendak mencubit hidung, tapi di alihkan tangannya ke pipi Hana yang cabi. teringat dia kejadian tadi pagi, gara-gara dia mencubit hidung Hana hingga mimisan.
"sakit." tukas Hana sambil memegang pipinya yang dicubit Rubel.
__ADS_1
Haikal tersenyum melihat kedua orang itu layaknya anak kecil yang sedang bertengkar. Rubel pun mengajak Haikal untuk bergabung.
"ayo bro gabung sini kita makan bareng."
"gak usah, aku baru aja makan bareng mereka." sambil menunjukkan ke arah saung yang rame dan semuanya laki-laki.
"Wah lagi ada pesta yah." sindirnya pada Haikal.
"bukan pesta hanya ada meeting kecil." jawab Haikal malu-malu.
Tak berapa lama pesanan pun datang. 2 orang pelayan membawakan makanan itu dan meletakkan di atas saung. di situ di sediakan juga nasi tambah. Rubel yang melihat sudah tidak sabar untuk segera menikmati hidangan itu.
"bro aku balik dulu kesana, kalian nikmati lah hidangannya nanti aku balik lagi ada yang harus aku bicarakan dengan kalian." jawabnya pelan seperti ada yang disembunyikan.
Rubel mengangguk, dia tetap tidak ingin merusak selesai makannya. jadi dia tidak begitu menghiraukan omongan Haikal barusan.
mereka berdua menikmati makanan itu sesekali Rubel menyuapi Hana, pemandangan itu sangat romantis, Haikal memperhatikan mereka.
"semoga kamu bahagia Hana." ucapnya dalam hati. dia tidak sanggup merusakkan kebahagian yang terpancar di wajah Hana dan Rubel. tapi dia harus segera memberi tahu tentang satu hal.
tidak berapa lama Hana dan Rubel menyelesaikan makan siangnya. Haikal segera menghampiri mereka. dia tidak ingin menunda maksud kedatangan nya.
"boleh aku duduk?" ucapnya pada mereka berdua.
"tentu saja." jawab Rubel sopan.
"maafin aku sebelumnya karena sudah mengganggu waktu istirahat kalian." ucapnya.
"ah gak apa-apa, iya kan ana?" tanya Rubel pada Hana.
Hana mengangguk mengiyakan pertanyaan Rubel.
"ini masalah Kirana. sewaktu kamu di Australia." Haikal memulai bicaranya. tapi dia melihat Hana memberikan kode untuk diam. dengan matanya.
"trus." tanya rubel cepat.
kali ini haikal mantap kan untuk menceritakan semuanya kepada Rubel dia tidak ingin terus berlarut-larut bagaimanapun dia ingin semua nya selesai tanpa ada kebencian antara mereka semua.
"maafin aku Hana, tapi aku harus menceritakan semuanya pada Rubel." ujar Haikal meminta maaf.
"apa yang telah, kamu sembunyikan dari aku?" tanya Rubel dengan suara ditekan.
"ana tidak menyembunyikan apapun dari Ino." bukan kah Ino duluan yang kirim video ana yang membanting laki-laki yang menawan ana dengan pistol." jawabnya jujur.
"trus." tanya Rubel cepat.
Haikal menengahi mereka.
"dengerin aku yah, waktu kejadian itu aku juga ada di situ. kami dimintai keterangan sebagai saksi. aku mendesak laki-laki yang telah menodong kan pistolnya ke Hana untuk menjawab siapa yang telah menyuruh nya. dan dia menjawab sebuah Nama Purwanto Agiawan. aku marah saat itu karena dia menyebut nama papaku. ucapnya panjang.
Rubel menghela nafas panjang begitu banyak yang telah disembunyikan Hana dari nya, dia melihat kearah Hana dengan wajah kesal. tapi dia tidak ingin segera menghakimi Hana. dia ingin mendengar penjelasan Haikal Hinga selesai.
setelah aku selidiki. ternyata aku punya saudari dari istri muda papa yang tidak lain adalah Kirana.
Papa berbuat nekad hingga menyuruh orang untuk membunuh Hana karena tidak tahu masalah sebenarnya, dia hanya membela Kirana karena Kirana anaknya. aku menceritakan semua nya pada papa bagaimana Kirana telah berbuat jahat pada hana. semua nya aku ceritakan hingga papa murka kepada Kirana.
Papa menyesal telah mendengar sepihak dari Kirana hingga papa ikut menjadi dalang percobaan pembunuhan Hana. tapi Allah masih punya rencana lain, karena sebelum pistol itu di tarik pelatuknya oleh suruhan papa itu dia lebih dulu di banting Hana hingga jatuh. kejadian itu sangat cepat jadi Diko belum sempat menolong Hana. syukurlah dengan bantuan Diko polisi segera tiba dan segera meringkus penjahat itu. kenang Haikal panjang.
Rubel menghela nafas panjang, dia tidak menyangka kejadian ini begitu rumit. karena melibatkan orang-orang terkasih diantara mereka.
"aku kemari untuk meminta maaf yang sebesar besarnya pada kalian. papa dan Kirana telah menyerahkan diri. Dan sekarang terserah kalian berdua." ujarnya dengan wajah sendu.
Rubel menatap Hana lembut, dia tidak menyangka Hana menyimpan semuanya, dia mengerti mengapa Hana sampai melakukan hal itu.
"kamu santai aja bro, semua terserah Hana. secepat nya kita akan menyelesaikan masalah ini. aku akan berbicara dengan pengacara dan juga Dion." Ujarnya menjelaskan agar Haikal bisa lega.
"ok, makasih buat kalian berdua. aku pamit dulu." Ucapnya pada mereka berdua.
Haikal pamit karena dia harus kembali ke kantor papanya,untuk mengurusi semua urusan yang telah terbengkalai karena kesibukannya.
Rubel mendekati Hana dia merangkul pundak Hana.
"maafin Ino yah sayang." ujarnya pelan.
__ADS_1
Hana memandangi Rubel tanpa berkedip,dia tidak menyangka Rubel akan sebijak ini.
"kita pulang yah." ujarnya pada Hana.
Rubel memanggil pelayan untuk membayar makanannya.
setelah itu mereka meninggalkan tempat itu. dalam perjalanan Hana bingung karena jalan yang dilewati bukan jalan menuju rumahnya.
"kita mau kemana? ini bukan jalan menuju rumah ana kan?" tanya dia bingung.
"mumpung ini masih cuti, refreshing dulu yah, boleh kan?"
pemandangan indah terbentang sepanjang perjalanan, bukit-bukit Yang dihiasi hutan yang nampak kebiruan dari kejauhan. tibalah mereka di pantai A. Rubel memberhentikan mobil nya di dekat pinggir pantai tak ada pondok-pondok kecil disekitar itu. mereka memilih untuk membuka pintu tengah dan duduk di tangga mobil, karena sempit ana masuk kedalam mobil dan menyenderkan punggungnya.
Rubel menatap Hana lekat, dia segera naik ke mobil. dia memeluk Hana lekat, tanpa menunggu lama dia mencium Hana sangat lembut, dan menggigit bibir Hana pelan, ada sensasi aneh yang dirasakan Hana. dia tidak membalas nya, dia takut Rubel melakukan hal-hal aneh. ternyata dugaannya benar tiba-tiba Rubel mendorong nya hingga dia telentang di kursi Rubel seperti tidak kuasa menahan gejolak hatinya. dia menindih Hana ******* bibirnya dengan liar, tapi dengan cepat Hana mendorong nya.
"jangan sayang, tolong hentikan tindakan bodoh ini." tiba-tiba Rubel tersadar dia seperti bukan dirinya dia bangun dan segera membangunkan Hana. Hana memandangnya kesal.
Rubel memeluk Hana erat, dia tidak sadar sampai melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan.
"maafin Ino yah." bujuknya pelan.
"Hana menangis." air matanya tumpah. dia takut di nodai, dia tidak ingin menyakiti hati ayah dan ibunya. selama ini dia menjaga dirinya dari siapapun bahkan dia memilih mengurung diri dirumah agar terhindar dari perbuatan itu.
Rubel sungguh menyesali perbuatannya, "maafin Ino yah sayang." pintanya pada Hana hingga berlutut memohon maaf.
Hana masih menangis sesenggukan, dia kesal dengan kejadian ini. dia mengalihkan pandangannya pada lautan. dia diam, kali ini Rubel benar-benar merasa bersalah. dia membiarkan Hana duduk di belakang kemudi. dia segera duduk di depan, mengambil tisu di console box dan menyodorkan nya pada Hana. tisu itu segera di raih Hana tanpa menolaknya.
Rubel segera mengemudikan mobilnya sesekali dia melihat kearah kaca untuk melihat wajah Hana. dia mencoba melemparkan senyuman tapi Hana tidak membalasnya dia hanya menjulurkan lidah ke arah rubel. Rubel merasa sedikit tenang, Hana sudah lebih baik. dia menghentikan mobilnya.
"ana duduk didepan yah."pintanya lembut.
"enggak mau, ana takut." jawab Hana cepat.
"Ino janji ini terakhir kali nya Ino berbuat seperti itu sebelum kita benar-benar resmi menikah." ucapnya menjelaskan.
"enggak." jawab Hana cepat.
"ya udah Ino gak mau nyetir jadi kita gak usah pulang." ujarnya kesal.
Hana langsung melangkahi console box dan duduk didepan.
Rubel hendak meraih dagu Hana tapi hana segera menghindar.
"dikit aja.cuma pegang dagu aja." ujar nya menjelaskan.
"enggak ana trauma." jawabnya cepat.
Rubel tersenyum dia tidak menyangka, gadisnya itu bukan gadis biasa. dan ini benar-benar pengalaman pertama bagi nya dan juga bagi Hana. yah selama mereka berjauhan Hana dan Rubel benar-benar menjaga diri mereka dari siapa pun bahkan mereka tidak pernah pacaran sekalipun.
mereka sama-sama diam hingga tidak terasa mereka tiba dirumah. Rubel dan Han turun dari mobil mereka berjalan beriringan.
"assalamualaikum." salam Hana sambil masuk kedalam rumah.
"waa'laikum salam jawab ibu dari dalam kamar dan keluar menghampiri mereka. Hana memeluk ibunya, dia sangat rindu selama dia tinggal dirumah Rubel dia tidak pernah mengunjungi ibu dan ayahnya.
ibu mempersilahkan Rubel masuk.
"masuk nak Rubel." ujar ibu pada Rubelyang masih berdiri di depan pintu. Rubel pun masuk dan duduk di kursi.
"ibu ada yang harus Rubel sampaikan sama ibu." ucapnya langsung.
"iya ada apa nak?" tanya ibu pada Rubel.
" insya Allah malam minggu ini Rubel akan melamar Hana." jawabnya tanpa menunda-nunda.
"apa gak terlalu mendadak tanya ibu pada Rubel.
"Tidak Bu, lebih cepat lebih bagus. karena anjuran menikah yah tidak menunda-nunda." ujar Rubel mantap. Hana melirik ke arah Rubel. walaupun dia masih kesal karena kejadian tadi, dia bangga Rubel telah mengutarakan maksudnya pada ibu.dan dia pun menimbrung.
"biar gak timbul fitnah dan tidak terjadi zina." ucap nya tegas sambil melotot ke arah Rubel.
Rubel seperti salah tingkah, tatapan Hana seperti terkapan harimau yang ingin memangsa makanan nya hidup-hidup. setelah mengutarakan maksud nya Rubel pun pamit dengan ibu dan Hana. dia mencium tangan ibu dan meraih tangan Hana dan menyodorkan tangannya agar Hana mencium tangannya. seperti sebuah paksaan. hana pun mencium tangan itu lembut. Rubel merasa tenang melihatnya. dan dia pun beranjak dari rumah Hana.
__ADS_1
hai semuanya jangan lupa favorit, Vote, like dan komennya nya. terimakasih 😍🤗