
Hari sudah magrib Rubel dan Hana sholat di dalam kamar, setelah itu mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke cafe baru nya Irfan dan Claudia. Rubel dan Hana memakai jaket tebal berjalan kearah luar.
" Kalian mau kemana?" tanya Mama.
" Kami mau jalan-jalan ma." jawab Rubel.
" Iya ma, kita mau cari angin." ucap Hana.
" Angin jangan dicari nanti kamu masuk angin." Sindir Mama.
" Hana udah masuk angin kok ma, bawaannya muntah-muntah Mulu." goda Rubel pada sang Mama.
" Itu bukan masuk angin, tapi masuk bibit sayuran." mama ikut-ikut bercanda.
" Sayuran mah enak sebulan udah panen, ini masih 8 bulan lagi." ucap Hana manyun.
" Sayang!!"
" Maaf."
" jangan ngeluh, jangan sedih, harus banyak bersyukur, karena kamu dikasih amanah secepatnya sama Allah." ucap Rubel mengingatkan.
" Iya sayang, maafin yah."
" Jangan minta maaf sama Ino, istighfar yang banyak biar, Allah makin sayang sama kamu dan anak kita.
" iya sayang, makasih yah udah di ingatin." ucap Hana sambil mencium punggung tangan Rubel
" Jangan pulang telat malam yah, gak baik buat Hana." ucap Mama mengingatkan.
" Iya ma, lagi pula kita cuma duduk di cafe aja kok."
" Assalamualaikum." ucap Hana dan mereka pun berlalu.
" Waa'laikum salam, jangan ngebut yah bel."
" Enggak ngebut ma cuma balap." ucap Rubel dan kemudian segera kabur.
" Ada aja jawab nya." ucap Mama sambil menggelengkan kepala melihat kelakukan anak bungsunya.
🌹🌹🌹🌹
Rubel dan Hana tiba di Cafe Irfan, mereka mencari lokasi itu dengan bantuan mbak ogek. Hana dan Rubel turun dan mereka berjalan masuk kedalam. Claudia yang melihat segera menghampiri dan memeluk Hana.
" Hana kamu sehat sayang?" Tanya Claudia.
" Alhamdulillah aku sehat, bagaimana denganmu?" tanya Hana.
" Lihatlah aku sangat senang menikmati semua ini, Irfan memberikan aku kesempatan untuk merubah hidup ku dan dia juga memberikan aku semangat dengan membuka Cafe ini agar aku bisa berusaha." jelas Claudia panjang.
" Syukurlah, kamu juga terlihat cantik dengan pakaian itu." ucap Hana menunjuk pakaian Claudia yang tertutup.
Rubel dan Irfan saling berjabat tangan mereka memilih duduk ditempat lain agar bisa mengobrol lebih leluasa.
" Semua karena mu, aku merasa nyaman dengan baju ini." Dan mereka berdua tertawa bersama.
" Kamu mau minum apa?" tanya Claudia pada Hana.
" Ada jus??" tanya Hana.
" Ada dong, tunggu sebentar yah." ucap Claudia dan berjalan menuju dapur. tiba-tiba seseorang duduk di dekat Hana.
" Ternyata dunia ini memang sempit." ucapnya dan membuat Hana terkejut.
" Maaf sebaiknya anda pergi dari sini." usir Hana.
" Kamu tidak berhak mengusir ku karena aku adalah tamu disini." bisik Antonius dengan tegas.
Hana mencoba menjauh, Tapi dia terkejut melihat Rubel duduk dengan Alisha.
" Apa mau kalian berdua?" tanya Hana dengan tatapan mengintimidasi.
" Kami hanya tamu dan kebetulan kalian berdua ada disini jadi yah kami berbagi tempat duduk dengan pasangan yang sedang duduk terpisah." goda Antonius dengan licik.
" Maaf Antonius aku tidak ingin berdebat dengan mu." ucap Hana serak.
" Aku tidak berdebat dengan mu, aku hanya ingin mengobrol."
" Pindah lah, aku tidak ingin orang beranggapan tidak wajar dengan kita." ucap Hana tidak enak dan melihat ke arah Rubel. tiba-tiba Rubel tertidur lemas, setelah pelayan memberikan sebuah minuman untuk Rubel, dan dengan cepat Alisha dan dua orang membawa pergi Rubel dari tempat itu. Antonius menyeringai menang. mereka hendak pergi dari tempat itu. Hana menarik baju Antonius.
" Jangan sakiti Rubel, lepaskan dia segera,jika tidak aku akan membunuhmu!!" teriak Hana kesal. seketika semua orang melihat kearah mereka. Alisha sudah lebih dulu membawa lari Rubel sedangkan. Irfan dan Claudia segera keluar mendengar suara ribut-ribut sambil membawa makanan untuk Hana dan Rubel.
" Ada apa?" tanya Irfan bingung.
" Mereka membawa lari Rubel." ucap Hana kesal.
" Apa maksud mu?" tanya Irfan bingung.
" Alisha membawa Rubel pergi." jelas Hana. Antonius segera menarik Hana dengan paksa dan menodongkan pistol nya ke kepala Hana. tidak ada satu pun yang berani mendekat.
" Cepat ikut dengan ku jika tidak aku akan membunuhmu, hingga Rubel akan menjadi duda secepatnya." teriak Antonius.
Hana berjalan terburu-buru menyamai langkah Antonius yang besar. sambil memegang perutnya yang terasa keram.
" Pelan-pelan perut ku sakit." ucap Hana serak.
Antonius segera menggendong Hana dan membawanya ke mobil.
" Turunkan aku, kamu tidak berhak menggendong ku!!" teriak Hana dan memukul-mukul dada Antonius dengan keras.
" Hentikan memukulku jika tidak pistol ini akan menembus kepalamu." ancam Antonius, Hana segera diam. dan menuruti apa yang dibilang Antonius.
Hana dibawa ke Rumah Antonius, dia melepaskan tangan Hana dan membiarkan Hana berjalan sendiri di dalam Rumahnya. Hana mengedarkan pandangnya keseluruh ruangan. dia mencari keberadaan Rubel tapi dia tidak menemukan apapun di Rumah itu.
" Mana Rubel?" tanya Hana cepat.
" Dia pasti sudah bermain-main dengan Alisha."
" Apa maksudmu hah?" tanya Hana.
__ADS_1
" Masa kamu tidak tahu, pasangan dewasa yang tidur dalam satu tempat tidur pasti akan bermain-main." ucap Antonius.
" Kurang ajar, kalian berdua sudah kehilangan akal, Punya jabatan dan pendidikan tapi gak ada otak." teriak Hana kesal. sambil terus memegang perutnya yang sakit.
" Ino, dimana kamu sayang??" ucap Hana sedih.
" Kamu memang sangat cantik Hana, wajah mu benar-benar mirip dengan isteri ku." ucap Antonius membuka cadar Hana. dan mulai mengelus pipi Hana.
" Hentikan kamu tidak berhak atas wajahku." teriak Hana sambil menarik cadarnya kembali dan menutupi wajahnya lagi.
" Sedikit saja, agar rindu ku terobati."
" Aku bukan isteri mu!!"
" Tapi aku menyukai mu."
" Cinta membuatmu buta, apakah kamu tidak bisa membedakan aku dan isteri mu!!"
" Iya aku buta karena kamu terlalu mirip dengan isteri ku!"
" Berapa kali aku katakan aku bukan isterimu Antonius!!!"
" Kau akan jadi isteri ku!!"
" Istrimu sudah tiada jangan ungkit lagi masalalu mu, aku bukan isterimu!!!" ucap Hana berulang-ulang dengan penuh penekanan.
" Aku akan menikahimu dengan paksa!!!
" Tidak bisa, secara agama itu tidak mungkin, Aku masih berstatus isteri Rubel."
" Agar kamu tidak berstatus isteri Rubel maka aku akan memisahkan kalian berdua!!" ucap Antonius tak mau kalah.
" Aku benci kamu Antonius!!!"
" Aku mencintaimu Hana!!"
" Ini bukan cinta, karena kau hanya mencintai wajah ku yang mirip dengan isteri mu
" Aku mencintaimu Hana." ucap Antonius sekali lagi.
" Aku gak perduli, aku tidak mencintaimu, aku mencintai suamiku, dan aku ingin dia kembali." ucap Hana lantang. dan terus memikirkan keadaan Rubel.
" Aku akan membuat kamu tidak bisa melihat Rubel lagi!"
" Tolong jangan sakiti Rubel, aku mohon!!" Hana mulai melemah. dia terus memegang perutnya.
" Aku rasa mereka sudah bermain." ucap Antonius memanas-manasi.
" Ya Rabbi tolong lindungi Suami hamba, dimana pun dia berada. Hana mohon pada Mu Ya Rabbi, jaga dia selalu." ucap Hana lirih.
" Apa yang kau ucapkan, hah?"
" Aku hanya berdo'a, apakah kamu tidak pernah berdo'a?"
" Do'a mu itu membuat ku sakit."
" Apa peduliku!" Seru Antonius tak senang.
" Coba kamu bayangkan jika kamu di posisi Rubel, isterimu bersama laki-laki lain dan dia sedang mengandung." jawab Hana membalas.
" Aku tidak perduli." teriaknya lantang dan segera meninggalkan Hana yang terus menangis.
*****
Dikamar Antonius sedang menelpon Adiknya Alisha.
" Alisha mana Rubel?" tanya Antonius keras.
" Dia sedang tidur, laki-laki ini berkutik pun tidak, reaksi obat tidurnya melebihi obat perangsang nya." dengus Alisha kesal.
" Kamu dimana?" tanya Antonius
" Aku di hotel." jawab Alisha cepat.
" Lepaskan dia segera!" perintahnya.
" Untuk Apa??"
" Jangan ganggu dia!!"
" Apa maksud mu, bukankah semua ide mu?" ucap Alisha kesal.
" Aku tidak mau tahu bawa dia kemari, cepat!!!" teriak Antonius semakin keras. dan segera menutup telepon.
Antonius kembali keluar melihat Hana yang terbaring di atas sofa.
Antonius tidak tega, melihat Hana yang menutupi wajahnya dengan Jaketnya.
" Berhenti lah menangis!!" titahnya.
" Apa urusanmu!" balas Hana.
" Jika kamu tidak juga berhenti menangis maka aku akan membunuh Rubel." Ancam Antonius keras.
" Dasar Gak tahu diri, bagaimana pun Rubel telah berusaha menolong anakmu!" teriak Hana kesal. dan segera duduk.
" Dia menolong anakku tidak dengan cuma-cuma aku membayarnya dengan uang yang pantas dia terima." teriak Antonius keras
" Bu, Hana sakit." rintih nya dan terus memegang perutnya.
" Maafkan aku Hana, aku terlalu memaksakan keinginan ku untuk memiliki mu, karena dirimu mengingatkan ku pada istri ku." batin Antonius.
" Sayang, perut Ana sakit." rintih Hana makin keras.
Antonius mencoba memegang perut Hana,
tapi Hana menolaknya.
" Jangan sentuh, kamu bukan suamiku!!!" ucap Hana kasar.
__ADS_1
" Aku dokter izinkan aku memeriksamu." ucap Antonius mulai melembut.
" Tidak perlu, aku hanya butuh Rubel." Hana tetap kekeuh menolak Antonius. tangis nya kian pilu membuat Antonius semakin merasa bersalah.
" Ya Rabbi, lindungilah anak hamba ya Rabbi." kuatkan lah kandungan Hamba." Rintih Hana pilu.
Satu jam telah berlalu, Alisha bersama kedua anak buahnya, membawa Rubel ke rumah Antonius. Rubel masih belum juga sadarkan diri. Hana yang melihat segera bangun namun perutnya sangat sakit.
" Sayang bangun perut Hana sakit!" ucapnya mencoba membangun kan Rubel. tapi Rubel tidak juga bangun.
" Minumlah ini." Pinta Antonius memberikan pil kecil penahan hist untuk ibu hamil. tanpa pikir panjang Hana segera meraih dan meminumnya.
" Terimakasih." ucap Hana membuat Antonius makin merasa bersalah. Hana kembali duduk Rubel berbaring di atas sofa. Hana mencoba membangunkan Rubel tapi pengaruh obat tidur itu membuat Rubel sangat terlelap. Hana mencari ponselnya hendak menelpon sang Mama. tapi ponselnya lowbat. dia mencari ponsel Rubel tapi tidak ada di saku bajunya.
" Mana ponsel Rubel?" tanya Hana pada Alisha.
" Mana ku tahu." ucap Alisha masa bodoh.
" Jaket nya mana?" tanya Hana lagi.
" Di hotel." jawabnya cepat.
" Ambilkan jaket itu!!"
" Kamu siapa berani-berani nya memerintah ku?!" seru Alisha kesal.
" Alisha suruh anak buah mu, mengambil jaket itu cepat!!" perintah Antonius.
" Menyusahkan saja." umpat Alisha kesal.
" Hai, kalian ambil jaket laki-laki itu di Hotel, cepat!!!" perintah
Alisha pada anak buahnya. sambil berkacak pinggang.
Waktu terus berlalu, jam menunjukkan pukul 4 dini hari memasuki waktu subuh. Rubel merasakan kepalanya sangat berat. dia melihat Hana yang tertidur dalam keadaan duduk sambil memangku kepala nya.
Diam-diam Rubel mencium perut Hana, Hana pun bangun merasakan sentuhan Rubel.
" Sayang." ucap nya terharu.
" Kita dimana?" tanya Rubel bingung dan segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling Rumah.
" Kenapa kita bisa disini?" tanya Rubel lagi.
" Sudah lah jangan difikirkan sebaiknya kita segera pergi dari sini." ucap Hana mengingat kan. tapi Antonius segera datang membawa pistol di tangannya.
" Jangan bergerak jika tidak aku akan membunuh kalian berdua sekaligus." ucap Antonius lantang."
" Tembaklah, jadi kami berdua bisa pergi tanpa harus merasakan sakit." teriak Hana membalas ucapan Antonius.
" Tolong Antonius jangan kau Sakiti isteriku!" ucap Rubel memohon dan memeluk Hana dengan erat.
" Diam kamu!!" teriak Antonius.
" Sekali lagi kamu menentang ku maka aku akan membuatmu kehilangan nyawamu!!"
" Jika kamu membunuhku maka kamu menghilangkan 2 nyawa, aku dan bayiku. dan anakmu akan kehilangan Ayahnya karena ayahnya menjadi seorang pembunuh. Brian akan menjadi anak tanpa kasih sayang orang tuanya." ucap Hana keras, menghujam jantung Antonius.
Antonius melepaskan tembakan ke arah atas. membuat Rubel semakin memeluk Hana. Hana terus mengelus perutnya yang keram. membuat Antonius semakin berang.
" Lepaskan pelukanmu!" teriaknya pada Rubel yang terus memeluk Hana.
" Kamu siapa, berani memerintah ku untuk melepaskan pelukan ku pada istriku hah." Rubel jadi ikut kesal.
Terdengar sayup-sayup suara azan subuh, Antonius masih memegang pistolnya. Rubel segera beranjak dari sofa.
" Hentikan langkahmu, jika tidak aku akan menembak mu!"
" Aku mau sholat." jawab Rubel tenang tanpa khawatir dengan pistol yang dipegang Antonius.
" Tidak semudah itu!!" ucap Antonius kesal.
" Aku akan memintamu untuk menjaga Hana, dan aku akan sholat." ucap Rubel membuat Antonius terdiam, dan mempersilahkan Rubel berwudhu.
Rubel sholat didekat mereka. dia sholat begitu khusuk membuat fikiran Antonius sangat kacau, selesai sholat Rubel segera menemui Hana
" Sholat lah dulu sayang." ucap Rubel pada Hana.
Kini giliran Rubel yang ditawan Antonius. Hana sholat didepan mereka, hanya menggunakan jilbabnya yang lebar. selesai sholat Hana berdo'a, memohon pertolongan Sang Maha Kuasa, dia mengaduh hingga tangis nya pecah. Rubel segera mendekati Hana dan memeluknya lagi.
" Sudah jangan menangis kita akan segera pulang." hibur Rubel Walaupun dia sendiri tidak tahu kapan Antonius bisa melepaskan mereka.
Sejatinya Antonius adalah orang baik, dia benar-benar tidak sanggup melihat kepiluan Hana dan kesabaran Rubel yang terus menenangkan Hana. Dia segera beranjak dari tempat itu dan segera menghubungi Irfan.
" Fan." telpon tersambung dengan Irfan.
" Dimana Hana?" tanya Irfan keras.
" Mereka bersama ku." ucap Antonius serak.
" Apa yang sudah kamu lakukan? apakah pemilik Rumah Sakit XXX sudah menjadi penjahat?" tanya Irfan keras.
" Kamu sudah lupa bagaimana Rubel merawat Ibumu dan menolong operasi anak mu Brian??" tanya Irfan bertubi-tubi.
" Maaf kan aku, aku ceroboh." Ucap Antonius menyesal.
" Lepaskan mereka, sayangi anakmu Brian dia membutuhkan mu." ucap Irfan membuat Antonius merasakan dadanya sangat sakit. telpon segera ditutup.
Hari mulai pagi, jaket Rubel sudah datang. kedua anak buah Alisha mengembalikan nya kerumah Antonius.
" Pergilah, maafkan aku." ucap Antonius dengan penyesalan. tanpa menunggu waktu lama Rubel dan Hana segera pergi dari Rumah itu menggunakan taxi mereka segera ke cafe Irfan untuk mengambil mobil.
"
"
"
" Bantu Vote like dan komennya yah makasih 🤗😍"
__ADS_1