
Sesampainya di rumah, Orang-orang kebingungan melihat Rubel menggandeng seorang perempuan bercadar. mereka melihat tajam ke arah mereka berdua.
Hana mendekati mereka semua dan membuka cadarnya.
Ibu lah yang pertama kali menghamburkan pelukannya kepada putri semata wayangnya.
" Sayang, ibu jadi pangling liat Hana." Hana tersenyum memandang ibunya. dan bergelayut manja di leher sang ibu
" Sehat kamu nak?" tanya ayah dan segera memeluk putrinya juga. Hana mengangguk pelan.
" Nyai kangen kamu sayang." ucap nyai lirih dan matanya mulai berkaca-kaca. Hana mendekati nyai dan memeluknya sangat erat.
" Ana juga kangen sama Nyai." ucap Hana lembut. semua orang terharu melihat Hana berada di hadapan mereka semua. penampilan Hana membuat semua nya pangling.
" Cantik sekali anak Ibu." ucap Ibu berulang-ulang. Rubel melirik hana.
" Kamu tambah cantik pake hijab." ucap Rubel terus melihat Hana tanpa berkedip. Hana tersipu dipuji semuanya. apalagi Rubel terus memperhatikan nya.
" Bagaiman kamu bisa pulang???" tanya Ayah bingung. Hana menghela nafasnya.
" Nanti yah Ayah, nanti Hana ceritakan semuanya, Hana ingin istirahat dulu yah boleh??? ." ucap Hana lembut dan memohon diri ke kamar.
" Ya sudah istirahat saja dulu, biar kamu lebih tenang." ucap Ibu.
Rubel menggandeng tangan Hana. dan mereka berjalan ke arah kamar. Rubel menutup pintu dengan pelan. dan menguncinya. Hana membalikkan tubuhnya melihat Rubel.
" Kok di kunci." tanya Hana berpura-pura bodoh.
" Terserah Ino lah, ini kan kamar ino juga." ucap nya dengan tatapan menggoda.
Rubel segera merangkul Hana dan menggendong nya ke tempat tidur.
" Ino kangen sayang." ucapnya berbisik di telinga Hana.
" Emangnya Si Mis gak kangen sama si EmPi." goda Rubel semakin menjadi-jadi. Hana tertawa melihat Rubel yang mulai genit padanya.
" Enggak." ucap Hana pendek tanpa memperdulikan wajah Rubel yang seketika kesal. Hana bangun dan membuka bajunya.
" Ngapain buka baju di sini, nanti kalo si EmPi bangun gimana???" ucapnya kesal.
Hana tidak perduli dia segera menggantikan pakaian itu dengan baju tank top dan celana pendek nya dari dalam lemari. dan berpura-pura tidur.
Rubel mendekati Hana dan tiduran disebelahnya.
" Sayang, mulai sekarang ana gak boleh lagi pake baju dan celana pendek ini keluar kamar." ucap Rubel sambil memainkan rambut Hana.
Hana bangun dan menatap Rubel lekat.
" Emangnya Ana pernah pake baju ini keluar kamar??" tanya Hana lembut.
" Enggak."
" Terus??"
" Karena Ana kan isteri Ino yah wajib lah Ino ingetin." ucap Rubel mencubit hidung Hana. Rubel menarik pinggang Hana sehingga ana terjatuh di atas tubuh Rubel.
" Mau ngapain??? tanya Hana berpura-pura panik dan mencoba bangun. tapi tangan Rubel semakin erat memeluk pinggangnya. sehingga mereka berdua saling adu pandang.
" Sayang, Ana pengen istirahat." ucap Hana lembut.
" Sebentar aja yah..." Pinta Rubel, lembut dan mencoba membuat Hana nyaman. dia mencoba memijat tubuh Hana pelan. tapi tak disangka hana malah ketiduran di pelukan nya.
Perlahan-lahan dia memindahkan Hana, dia mencium pipi Hana pelan. kemudian beranjak dari situ menuju kamar mandi. dia berniat mengajak Hana berbelanja pakaian muslimah. tapi sebelum itu dia membiarkan Hana untuk beristirahat.
Waktu kian sore suara azan telah berlalu sejak tadi. Rubel membangunkan Hana untuk sholat.
" Sayang bangun, sholat ashar dulu." ucap nya pelan ditelinga Hana. Hana membuka matanya. dilihat Rubel sedang memakai kopiah dikepala nya.
" Ino udah sholat?" tanya Hana padanya.
" Udah, yang belum kikuk-kikuk ucapnya menggoda Hana.
" Tadi???" ucap Hana lupa.
" Maafin Ana yah sayang, Ana bener-bener kecapean.
Rubel menempelkan jarinya ke mulut Hana.
" Pergi mandi, terus sholat habis itu kita berbelanja.
" Belanja??"
" Ino pengen beliin baju muslimah yang banyak, mulai sekarang Hana pake jilbab dan kalau keluar Rumah harus memakai cadar." ucapnya begitu perhatian.
Rubel ingin Hana membuka aurat hanya di depannya. jadi ini adalah pilihan terbaik agar orang-orang tidak terlalu kepo dengan kecantikan Hana.
Hana sadar semua di lakukan Rubel untuk melindungi dia, dia sangat bersyukur menjadi isteri Rubel, Rubel tidak hanya bertanggung jawab tapi juga sangat perhatian dan pengertian.
" Makasih yah sayang." ucap Hana dan memeluk Rubel erat, dia pun mencium kilat bibir Rubel dan berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
*****
Rubel dan Hana pergi ke sebuah hijab Store. sore itu Hana masih menggunakan busana berwarna pink dengan cadarnya.
Rubel sangat bersemangat untuk membelikan Hana Pakaian muslimah, karena dengan pakaian itu Hana terlihat lebih cantik, tertutup dan elegan.
Mereka menyusuri setiap deretan baju yang bergantungan. pakaian itu berwarna polos, ada hitam, merah, putih dan juga warna-warna pasta. semua pakaian itu sangat cantik, bahannya begitu lembut dan sangat nyaman bila digunakan. Rubel membeli Hana begitu banyak pakaian.
" Sayang kenapa harus sebanyak itu????" ucap Hana kaget.
" Gak apa-apa biar banyak baju gantinya.
" ini untuk dirumah dan ini untuk keluar Rumah.
Semua pilihan Rubel begitu cantik dan sangat pas di tubuh Hana.
" Ino mau alih profesi yah?" goda Hana melihat Rubel begitu antusias memilih baju sehingga kedua tangannya penuh dengan baju. Rubel hanya tersenyum memandang kekasihnya itu.
" Sayang gak usah berlebih-lebihan..." ucap Hana segan. walaupun Rubel telah menjadi suaminya. dia tidak ingin Rubel menghambur-hamburkan uang untuk membeli banyak baju untuknya.
" Gak apa-apa sesekali nyenengin cinta." ucapnya begitu bahagia.
Hana ingin sekali mencium Rubel, tapi tempat itu begitu ramai pengunjung. harga yang ditawarkan begitu pariatif sehingga pembeli bisa memilih pakaian yang sesuai dengan kantongnya.
Mereka pun keluar setelah membayar semua belanjaannya.
Seorang ibu, mendekati mereka wanita itu berpakaian sangat lusuh dengan jilbab yang warnanya sudah memudar. dia melihat Hana dan menyapa keduanya.
" Bu, boleh kah saya meminta baju bekas atau jilbab bekas yang masih bisa di pakai." ucap nya begitu lirih.
Hana terkejut, memang tidak dipungkiri di jaman seperti ini masih banyak orang yang kesusahan. apalagi baju muslimah ini bisa di kategorikan harganya memang relatif tidak murah dari pada pakaian biasanya.
Rubel membuka pintu mobil dan menaruh belanjaannya di kursi belakang. setelah itu mengunci kembali mobilnya, kemudian dia menggandeng Hana.
" Ibu mari ikut kami kedalam." ajak Rubel yang begitu iba. Rubel tidak ingin meninggalkan Hana sedetikpun, dia takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan bila meninggal kan Hana di mobil sendirian.
" Maaf pak, tapi saya gak boleh masuk kedalam dengan pakaian ini." ucap ibu itu dan matanya mulai berkaca-kaca.
Hana merangkul ibu itu dan meyakinkan bahwa dia bisa masuk kedalam bersama mereka.
Mereka masuk kembali, sang Ibu berdecak kagum melihat toko itu begitu banyak pakaian muslimah dan jilbab yang cantik dan lebar-lebar.
" Bu boleh saya ambil jilbab ini." ucapnya menunjukkan ke arah jilbab polos yang begitu lebar berbahan kaos.
" Boleh Bu.... " ucap Hana lembut. dia pun memilih beberapa baju gamis yang bisa di pakai sang Ibu. dan membeli beberapa jilbab.
Ibu itu kaget karena Rubel dan Hana membelikan banyak baju dan jilbab untuknya.
Ibu itu menangis haru dia tidak menyangka hari ini dia dipertemukan dengan orang baik seperti Rubel dan Hana.
Terdengar suara orang mengaji pertanda waktu magrib segera tiba.
" Rumah ibu dimana?" tanya Rubel begitu khawatir karena waktu sudah mendekati magrib.
" Rumah saya di lorong seberang jalan ini pak." jawabnya menjelaskan.
Entah mengapa Rubel tertarik untuk mengetahui Rumah sang ibu.
" Boleh kami antar Ibu??"
" Wah gak enak saya pak rumah saya sudah tua." ucapnya begitu merendah.
" Tapi jika bapak ingin melihat, saya akan sangat senang." ucapnya begitu bahagia.
mereka berdua pun mengikuti sang ibu.
" Pak ini rumah saya." ucapnya dan menunjukkan kesebuah rumah dengan dinding anyaman Rumbia.
Mereka masuk kedalam rumah itu yang luas nya hanya 6x4m tanpa sekat dinding di dalamnya. dengan lantai kasar yang hanya di tutup dengan karpet plastik. tumpukan baju lipatan tersusun rapi di satu sudut. dan sebuah ambal tua nan lusuh yang tergulung. dan beberapa bantal. dirumah itu tak ada meja makan, alat elektronik pun hanya sebuah radio usang jaman baheula.
Mata keduanya tertuju pada 4 orang anak perempuan yang usianya kurang lebih 10, 8, 6 tahun hingga 4 tahun yang kecil.
Anak-anak itu sangat gembira melihat ada tamu dirumahnya.
" Dek, kita kedatangan tamu orang kaya." ucap sang kakak begitu bahagia. adik-adiknya pun berteriak begitu riang.
" Salam dulu dengan Bapak dan Ibu ini." ucap sang Ibu. begitu sopan. mereka berempat menyalami Rubel dan Hana.
Mereka berdua sangat antusias melihat ke empat bocah perempuan itu.
Waktu adzan magrib pun tiba.. Rubel meminta izin untuk sholat di Rumah itu. dengan senang hati ibu itu menerimanya. dia menunjukkan ke sebuah kamar mandi di luar yang hanya tertutup dengan dinding Rumbia tanpa ada atapnya.
Rubel harus menimba air ke sumur untuk mengambil wudhu.
Air matanya tumpah, dia tidak bisa membayangkan jika setiap hari harus mengambil air seperti ini.
Kemudian dia juga mengangkat air untuk Hana berwudhu. mereka berdua bersiap sholat. ternyata anak-anak itu mengikuti mereka. tidak ada yang menggunakan mukena mereka semua sholat dengan menggunakan jilbab besar milik sang ibu. begitu juga sang ibu menggunakan jilbab lebar yang dibeli Hana untuknya.
Hana dan Rubel segera sholat tanpa sajadah. hanya menggunakan alas kain panjang untuk mereka sholat. begitu juga Hana karena tidak ada mukena dia hanya menggunakan jilbabnya yang besar. Rubel sholat menjadi imam untuk mereka semua.
__ADS_1
Selesai sholat. anak-anak itu berdo'a.
" Ya Allah limpahkanlah Rahmat dan Rezeki, juga kesehatan untuk kedua tamu kami yang sudah membeli kan ibu kami baju dan jilbab yang banyak."
" Lindungilah keduanya dari marabahaya, musibah, dan bencana serta jauhkan lah mereka dari orang-orang jahat yang hendak menyakiti keduanya."
" Aamiin." ucap mereka semua serempak. Rubel dan Hana terharu mendengar anak-anak itu berdo'a untuk mereka.
Hana menangis hingga cadarnya basah.
" Ibu, maaf kalo boleh tahu bapaknya kemana?" tanya Hana pelan.
seseorang berteriak kepada Hana. gadis kecil yang berusia 4 tahun itu bersuara.
" Kata ibu, bapak sudah tenang di surga, jadi tugas kami menutup aurat kami dan melaksanakan sholat, dan mengaji untuk bapak." ucapnya begitu panjang.
Hana tersentak tangis nya pun pecah seketika, dia segera memeluk gadis kecil yang pintar itu. di usianya yang masih kecil mereka berempat sudah menjadi anak yatim.
Rubel merangkul Hana sangat erat, Dia sangat paham yang dirasakan oleh Hana. mereka berdua memeluk erat gadis kecil itu.
" Nama kamu siapa sayang? tanya Hana lembut.
" Nama saya Mira Bu." ucapnya begitu sopan.
dan ketiga gadis kecil itu menghampiri Rubel dan Hana.
" Kalo kalian?? tanya Hana pada anak yang usianya 6 tahun, 8 tahun dan 10 tahun.
" Saya Naila."
" Saya nana."
Dan yang paling besar pun menjawab.
" saya Lina. " Anak-anak itu begitu polos. Hana memeluk semuanya.
Sang ibu hendak menawari makan.. karena seperti biasanya selesai sholat magrib mereka semua makan.
" Bapak dan ibu kami biasanya jam segini makan malam, jika ibu tidak keberatan kami mau bapak dan ibu makan, tapi maaf sebelumnya kami hanya ada Laok kerupuk dan kecap." ucapnya begitu pelan.
Hana menangis sejadi-jadinya, dia pernah merasakan makan seperti itu, dia tahu bagaimana kelaparan saat yang ada hanya kerupuk dan kecap. makanan itu memang sangat lezat tapi tidak ada gizinya untuk tumbuh kembang ke empat anak itu.
" Sebentar yah Bu." ucap Rubel.
" Nama jalan rumah ibu apa?" tanya Rubel.
" Jalan Mujahidin lorong paus pak."
Rubel segera memesan online food, mereka memesan beberapa paket junk food Ayam crispy. dan meminta online food itu untuk membeli perlengkapan dapur seperti telur, minyak goreng, dan ikan kaleng, dan juga mie instan.
Kurang lebih setengah jam orderan pun tiba.
" berapa mas?" tanya Rubel pada Abang online food nya.
" 50 ribu mas dan belanjaannya semua 300 Ribu." ucapnya sesuai dengan harga Yang ada di aplikasi. dan menyebutkan harga belanjaannya.
Rubel menyerahkan 6 lembar uang berwarna merah kepada sang online food.
" Aduh mas kebanyakan." ucap nya begitu lirih.
"Terima yah, itu rezeki buat mas dan keluarga." ucapnya tulus. dia pun masuk kedalam disambut riang anak-anak itu.
" Hore kita makan enak, mudah-mudahan bapak dan ibu berdua selalu sehat, makin banyak rezeki dan tercapai semua cita-cita Aamiin.." ucap mereka begitu riang dan sangat antusias. walaupun seperti itu mereka sangat tertib. Hana dan Rubel begitu bahagia melihat anak-anak itu sangat bahagia.
Mereka semua makan dengan lahapnya tak terkecuali sang ibu.
" Terimakasih banyak bapak dan ibu sudah memberikan kami banyak makanan, baju dan jilbab." ucap nya begitu bahagia.
" Sudah kewajiban kami bisa membantu, ibu dan anak-anak." ucap Rubel sangat tulus. mereka semua menangis terharu.
" Ibu jangan panggil kami ibu dan bapak. panggil saja dengan nama kami, saya Rubel dan istri saya bernama Hana. dan kalau boleh tahu nama ibu siapa?"
Ibu itu agak malu-malu untuk mengatakan namanya.
" Nama saya Mae mas Rubel."
" Mae??" tanya Hana bingung.
" Iya mbak Hana nama panjang saya Maemunah."
" Ibu bekerja apa untuk menafkahi anak-anak ini? tanya Hana penasaran.
" saya jadi buruh cuci dirumah tetangga Bu setiap hari dapat uang 20-30 Ribu, itu pun tidak ada setiap hari." ucap nya lirih. Hana begitu prihatin melihat keluarga ibu Mae.
Rubel dan Hana hendak pamit, tapi sebelum mereka pergi, Rubel menyelipkan uang didalam amplop.
" tolong diterima yah bu. ucap Rubel dan amplop itu pun diterima dengan senang hati.
Mereka semua tertawa riang, Hana dan Rubel pun segera berpamitan.
__ADS_1
Diperjalanan pulang Hana tak henti-hentinya menangis, dia begitu prihatin dengan keluarga ibu Mae.
" Hai sahabat Dokter Cool makasih untuk support nya selalu. jangan lupa vote, like, komennya yang banyak biar makin semangat berkarya dan Update nya. terimakasih 🤗 😍"