Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 44


__ADS_3

Hari semakin larut, belum ada titik terang dimana keberadaan Hana. semua orang tak ada yang bisa terpejam matanya. terlebih lagi Rubel.


Dia benar-benar merasa sangat terpukul kejadian ini, sejak siang hingga malam ini dia belum makan. semua orang telah berusaha membujuknya nya.


Mamanya yang dari Australia tahu kabar penculikan Hana di TV. dia pun segera menghubungi Nyai nya Rubel.


" Assalamualaikum Ma." telpon dari Australia.


" Waa'laikumussalam. jawab Nyai pada Melisa, Mama nya Rubel.


" Gimana Hana Ma? apa sudah ada perkembangan dari pencarian Hana Ma?" tanya mama Rubel begitu khawatir.


Nyai bingung mau menjawab apa baru saja cucunya itu menikah lagi-lagi mereka dihadapkan masalah yang baru.


" Belum." ucap nyai pelan.


" Ma Rubel mana Ma? Melisa mau bicara." ucap nya cepat.


Nyai segera ke kamar Rubel, kondisi Rubel sangat memperihatinkan.


" Nak, ini Mama nak." ucap Melisa kepada Rubel.


" Iya ma." ucapnya begitu lemah.


" Sayang, Rubel harus kuat yah nak. Mama yakin Hana akan segera ditemukan." ucapnya begitu antusias.


Rubel terdiam, suara nya sangat tercekat.


" Ma." ucapnya begitu lirih. dan menyandar kan tubuhnya ke sandaran tempat tidur.


" Rubel udah makan sayang?" tanya mamanya begitu khawatir. dia yakin Rubel belum makan.


" Rubel gak sanggup makan Ma." ucap Rubel makin lemas.


" Sayang, tolong dengerin Mama yah. kalo Rubel sendiri gak optimis untuk menemukan Hana maka Hana gak akan pernah ditemukan. untuk bisa berfikir positif dan jernih, Rubel harus makan walaupun sedikit. Rubel kan Dokter dan Rubel lebih paham soal itu." ucap Mama begitu tegas.


Rubel terdiam, dia berusaha menahan tangisnya. dia pun memeluk nyai. sungguh dia tak tahu harus berbuat apa.


" Ok, sekarang Rubel makan yah nak. nanti Mama akan telpon lagi. Mama yakin Hana akan segera ditemukan.


" Iya ma." jawab Rubel dan telpon pun ditutup.


Rubel meraih nasi yang ada di meja rias. dia mencoba makan, sedikit demi sedikit nasi itu pun masuk dalam tubuhnya. air mata terus tumpah.


Dokter Lila, Andre, Zaena dan asisten nya Mila juga sudah tiba dikediaman Agiawan. mereka sangat terkejut musibah yang menimpa Rubel dan Hana.


" Den ada tamu nya den Rubel." ucap Bibi memberitahu.


Rubel menyelesaikan makannya walau pun dengan terpaksa. dia pun segera beranjak dan menemui para sahabat nya.


Rubel berusaha tersenyum, namun di sudut matanya tetap mengalir bulir-bulir bening yang tak bisa di kontrol nya. dengan buru-buru dia menyeka bulir bening itu dengan tisu yang ada di meja tamu.


" Gimana kabar kou Rubel." tanya Zaena membuka percakapan.


" Alhamdulillah aku gak apa-apa." ucap nya begitu lirih. dia berusaha untuk terus kuat. walau hati nya kian cemas.


" Sabar yah bel, mudah-mudahan Hana bisa segera ditemukan." ucap Lila mencoba menyemangati Rubel.


" Jangan Kou lembek kek gitu, yang awak tahu kou tuh orangnya kuat, kekar dan ganteng." ucap Hana sembari menghibur Rubel.


" Untuk itu jagalah kegantengan mu, biar Hana gak sedih dia liat mukak Kou." ucap nya terus menyemangati Rubel.


Zaena yang unik selalu berhasil membuat ukiran manis dibibir Rubel.


" Iya zae.... " ucap Rubel pendek.


" Jangan Kou singkat nama Awak jadi Zae....nanti dipikir Orang nama awak Zaenal pulak." seketika ucapan Zaena membuat semua orang tertawa.


Rubel berusaha melupakan kesedihannya nya, kedatangan sahabat-sahabat Dokter nya membuat dia bisa tersenyum sejenak.


" Semangat yah Bro, kita do'akan Hana bisa segera ditemukan." ucap Andre juga memberi semangat pada Rubel. Rubel semakin bersemangat wajahnya yang lesu mulai menampakkan ke cerian.


Tak berapa lama, ada kabar dari Intel nya Om Purnawan.


" Pak, ada tanda di mobil itu dari rekaman CCTV di Resto nya Haikal." ucapnya dan menunjukkan hasil rekaman.


" BZ Properti??" ucap Om Purnawan tak percaya.


" Iya, dari tulisan kecil itu. terlihat jelas BZ Properti." ucap Intel itu membenarkan perkataan Om Purnawan.


Rubel mendekati Om Purnawan di ikuti sahabat-sahabat Dokter nya.


" Siapa mereka Om??? tanya Rubel heran. dan duduk di sebelah Om Purnawan.


" Mereka saingan dengan Om, di dunia bisnis properti. mereka juga kalah tender untuk proyek Real estate. tapi kita belum jelas mengapa mereka sampai menculik Hana." dan Om pastikan besok pagi Hana akan segera kita temukan." Ungkap Om Purnawan begitu optimis.


Semua orang merasa sangat bersyukur karena mulai ada titik terang dari penculikan Hana.


" Dimana kantor mereka om?" tanya Rubel begitu antusias. dia ingin segera menemukan Hana nya.


" Tunggu dulu. kita tidak bisa gegabah untuk mengambil tindakan karena akan berakibat fatal pada Hana." ungkapnya memperhitungkan setiap langkah yang harus diambilnya.


" Iya, om." ucap Rubel pelan dan berusaha yakin dia akan segera menemukan cinta nya.

__ADS_1


Para sahabat-sahabat nya hendak berpamitan, mereka terus mensuport Rubel.


" Ok, semangat yah Kou, yakin lah Hana Kou bisa cepat ditemukan. biar nanti kita bisa naik sepeda lagi pagi-pagi." ucap Zaena menghibur Rubel. dan menaikan alisnya naik turun berulang ulang.


Rubel tersenyum dia tidak tahu harus membalas support teman-temannya.


" Oke bel.. kami pamit dulu yah. Pokoknya kita yakin besok kita bisa ketemu dengan Hana." ucap Lila tak henti-hentinya mensuport Rubel.


" Ok bro, kami pamit yah." kamu harus semangat. setelah Hana ditemukan kita akan adakan syukuran agar membawa berkah." ucap Andre mengingatkan.


Rubel merasa ucapan Andre ada benarnya. sudah seharunya dia bersyukur atas Rezki yang dia dapatkan dan dia bagikan sebagian hak Anak yatim.


" Ok, makasih banyak untuk suport kalian." ucap Rubel pada semua sahabatnya. mereka pun segera berlalu dari kediaman itu.


Rubel masuk kedalam kamarnya. dia segera mengambil wudhu dan Sholat. di akhir sholat nya Rubel berdo'a dengan lirih.


" Ya Rabbi... Ampuni dosa hamba mu ini ya Allah."


" Mungkinkah semua ini adalah teguran mu untuk Hamba Ya Rabbi.


" Kuatkan lah hamba, yakinkah hamba untuk selalu memohon pertolongan Mu Ya Rabbi."


" Limpahkanlah kasih dan cintamu Ya Rabbi."


" Lindungilah Cinta hamba, sayangilah istri hamba. selamatkan lah ia dari semua kejahatan yang ada. pertemukan lah kami Ya Rabbi hamba merindukan dia Ya Rabbi."


" Hamba sangat merindukan dia."


" Berikanlah kami petunjukMU, serta tambahkan Rahmat dan hidayah MU untuk kami." aamiin.


*****


Disebuah rumah yang begitu mewah, Hana terbangun dari tidurnya. dia melihat sekelilingnya. kamar yang begitu indah dengan banyak bunga mawar berwarna pink dan merah. di dalam vas bunga di atas meja dinding. sebuah cermin bulat Dengan ukuran berwarna putih kilat membuat ruangan kamar itu sangat cantik.


Suara azan terdengar sayup-sayup dari kejauhan. suara azan itu mengingatkan nya akan Rubel, tapi dia heran dia berada dimana. dia mencoba mengarahkan pandangan nya keseluruh Ruangan itu.


Hana mencoba bangun tapi kepalanya masih terasa pusing. dia meraih air minum di atas meja rias di sebelah ranjang nya. tapi tangannya terlalu lemas untuk meraih air minum itu.


" Prakkkk!!!!" gelas kaca itu terberai di lantai.


Hana mencoba bangun tapi kepalanya benar-benar merasa vertigo. seseorang masuk kedalam kamar.


" Anda sudah bangun?"


" I-iya kamu siapa?" tanya Hana bingung. dia mencoba mengingat kembali kejadian terakhir. tapi kepalanya terlalu sakit untuk mengingat itu.


Laki-laki itu membersihkan gelas kaca itu dengan sapu dan serokan kemudian membawanya ke tempat sampah.


seorang laki-laki tampan berjalan dengan tatapan kejam. tapi Hana tak mengenal laki-laki itu.


" Kamu siapa? tanya laki-laki itu kepada Hana. Hana yang bingung semakin bingung.


" Penjaga!!!!" teriaknya begitu keras.


" Siapa Perempuan ini?? tanya dia begitu keras.


" Ini nona Maria bos." ucapnya cepat.


" ****** kalian semua!!!!" ucapnya begitu kesal.


Hana terdiam dia tidak tahu dengan siapa dia berhadapan tapi dia merasa bingung kenapa mereka menyebut nama Maria.


" Maaf bos coba bos lihat wajahnya sekilas dia mirip dengan nona Maria kan???" ucapnya meyakinkan.


" Dasar penjaga bodoh emangnya mata kalian itu buta tidak bisa membedakan Maria dengan perempuan ini." ucap nya makin marah.


Dia pun mencoba menyelidik, diperhatikan Hana begitu lama. ternyata ada kemiripan perempuan ini dengan Maria.


Hana mencoba bangun dari tempat tidurnya nya. tapi tubuhnya terasa sangat lemas. Hana tiba-tiba merasakan pitam. dia pun hilang kesadaran nya.


" Brukkkk!!!!!"


Hana mencoba tetap bergerak walau tak ada yang memperdulikannya. laki-laki itu malah memaki-maki Hana.


" Brengsek banget sih lu!" ucapnya begitu kasar.


" Kalo emang aku brengsek tolong lepaskan aku." ucap Hana dan berusaha merangkak bangun. hidungnya berdarah sangat banyak.


laki-laki itu panik dia tidak bisa melihat seseorang mengeluarkan darah. seketika rasa iba nya muncul.


" Pelayan ambilkan handuk kecil dan es batu." ujarnya cepat. entah dari mana rasa iba itu muncul membuat dia berubah 90° dari sebelumnya. dia pun menggendong Hana ke atas tempat tidur. tiba-tiba Hana menangis kerinduannya pada Rubel tak dapat lagi di bendung.


Laki-laki itu bingung.


" Kamu kenapa?" tanya nya.


Hana terus menangis, dia tidak menjawab sedikitpun pertanyaan laki-laki itu.


seorang pelayan membawa kan nampan berisi handuk kecil dan es batu. laki-laki itu pun meraihnya dan mengompres kening dan hidung Hana. dia menatap Hana sangat lama.


" Kamu memang mirip Maria." ucapnya pelan dan begitu lirih.


Hana terdiam, dia melihat laki-laki itu nampak wajahnya begitu kecewa.

__ADS_1


" Kamu siapa?" tanya Hana mencoba mencari tahu. dia pun meletakkan kompres nya saat hidung Hana tak lagi mengeluarkan darah.


" Kamu tak perlu tahu siapa aku." ucap nya cepat.


" Tapi aku tahu dengan Maria." ucap Hana begitu lantang.


" Bagaimana mungkin?" tanya dia begitu tak percaya. dan menatap Hana dengan tatapan begitu tajam.


" Maria sepupu ku anaknya Om Purnawan Agiawan." ucap Hana menjelaskan.


" Sial!!! teriak nya begitu keras. sambil menendang barang yang ada di dekatnya.


" Siapa yang sial ???" desak Hana. dan menatap laki-laki itu dengan menyipitkan kedua matanya.


" Purnawan Agiawan.!!!!!! ucap nya kesal.


" Jika memang kamu kesal dengannya kenapa kamu tidak menculik nya, jadi mengapa menculik aku." ucap Hana kesal dan melengos ke arah lain.


Dia begitu marah, dan menampar Hana begitu kuat hingga bibir Hana berdarah.


" Jadi dengan menamparku Kamu merasa puas!!!" ucapan Hana membuat nya semakin berang. seseorang masuk saat laki-laki itu akan menampar hana lagi.


" Jangan!!!" teriaknya dan menghampiri mereka berdua.


Dia memandang Hana dengan senyum kemenangan. Hana begitu kaget bukan kepalang. laki-laki itu entah ada hubungan apa dengan laki-laki yang menamparnya.


perasaan Hana begitu tak karuan. ingin rasanya dia membalas perlakuan keduanya. tapi kepalanya benar-benar pusing. dia mencoba bangun tapi dia merasakan vertigo. ketika dia hampir jatuh laki-laki itu segera menarik dan memeluknya sangat erat.


Karena ke tidak berdayaan nya Hana hanya pasrah.


" Lepaskan aku Ihsan." ucapnya lirih.


" Tidak aku tidak akan melepaskan mu."


" Kamu cinta pertama ku, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk bisa memeluk mu Hana." ucapnya begitu lembut dan seperti sebuah paksaan.


laki-laki yang tadi menampar Hana tiba-tiba bersuara.


" Sial kenapa kita berdua harus mencintai wanita dari keturunan Agiawan." ucapnya sangat kesal.


" Apa!!!" tanya Ihsan tak percaya.


" Iya, dia keponakan Purnawan Agiawan." ucapnya begitu kesal.


Dia Makin memeluk Hana, dia sangat kesal bila ingat Purnawan Agiawan memenangkan tender Real Estate.


" Kamu harus mencintai ku hana, apapun cara nya aku akan memaksamu." ucap nya begitu tergila-gila. dan mencoba mencium Hana dengan paksa tapi Hana menolaknya, dan mencoba mendorongnya.


" Tolong lepaskan aku Ihsan." ucap Hana begitu lemas. tiba-tiba tangan Hana sudah sangat dingin wajahnya begitu pucat. dia memohon kepada Ihsan. dan mendekatkan tangannya ke muka Ihsan.


Ihsan begitu terkejut, tangan Hana begitu pucat seperti mayat hidup. matanya begitu sayu, bibirnya begitu pucat. dia pun memegang tangan Hana sudah sangat dingin.


Dia melepaskan pelukannya dan menggendong Hana ketempat tidur. dan keluar kamar menelpon Dokter pribadinya. tak berapa lama Dokter itu tiba. dia diantar oleh pelayan rumah itu kedalam kamar dimana Hana berada.


" Hendra." sapa Ihsan kepada Dokter itu.


" Siapa yang sakit?? tanya Dokter itu pada Ihsan.


Hendra memeriksa Hana, tekanan darah Hana hanya 70/30 mmHg.


" Aku akan mengambil Sempel darahnya." sepertinya dia punya penyakit lain." ucapnya pelan. Hana mendengar mereka berbicara dan menyahut tiba-tiba.


" Apakah kamu kamu masih mau mencintai perempuan penyakitan seperti ku." ucap Hana begitu keras. Ihsan membelalakkan matanya. dia merasa ana sedang menipunya.


" Jangan mengada-ada!!!" ucapnya cepat.


Hana berusaha bangun tapi kepalanya begitu vertigo.


" Dokter, jangan diambil lagi Sempel darah ku."


" Aku menderita Neutropenia Imun." ucapnya lirih.


*****


Hana mengetahui penyakitnya Ketika pertama kali di rumah sakit, dia berpura-pura tidur dan mendengar kan percakapan Lila dan Rubel tentang penyakit yang di deritanya. selama ini Dia tidak ingin memikirkan nya dan berusaha untuk melupakan sakitnya.


*****


Ihsan dan Dokter itu menatap Hana begitu lekat.


Ihsan pun bertanya kepada Dokter itu.


" Sakit apa itu?" tanya nya pada Hendra.


" Penyakitnya seperti penderita Leukimia, dan penyembuhan nya dengan transplantasi sumsum tulang belakang. ucapnya menjelaskan.


Ihsan terdiam dia melihat Hana begitu iba. Hendra berlalu meninggalkan Ihsan. dan laki-laki yang menampar Hana pun merasa bersalah karena telah menyakiti orang yang lemah tak berdaya seperti Hana.


Hari semakin siang. Hana pun tertidur, Ihsan duduk di dekat Hana sedetikpun dia tidak ingin meninggalkan Hana. dia mengelus wajah Hana. ada rasa kesal bercampur sedih melihat kondisi Hana.


" Seandainya kau adalah istri ku, aku akan membawa mu ke LA untuk menyembuhkan mu. tapi...."


Dia pun merasa bersalah telah menyakiti Hana. Seharusnya Hana memang tidak ada di dekatnya. Suport Rubel lebih baik dari apapun itu. Tapi dia juga sangat kesal karena Hana pernah menolak cinta nya dan pernah mempermalukan dirinya di depan Rubel.

__ADS_1


__ADS_2