
Rubel datang kerumah orang tua Hana untuk mengabari keadaan Hana.
“ Maafin Rubel, baru memberitahukan Ibu.” Ujarnya Meminta maaf.
“ Gak apa-apa nak Rubel, Terima kasih nak Rubel telah menjaga dan merawat Hana.”
“ Nanti Ibu sama Ayah akan ke Rumah Sakit.”
“ Baik Bu, Rubel harus balik ke Rumah Sakit. Ada pekerjaan yang harus Rubel selesaikan.”
Dia pun berlalu meninggalkan Rumah Hana.
Seseorang menelpon nya.
“ Lagi-lagi Ana KW si Nenek lampir itu”
“ Apa sih maunya Dia??” Dengus nya kesal dan mengangkat telponnya.
“ Iya, ada apa?” Tanya Rubel dengan ketus.
“ Apakah Kamu tidak ingin bertemu denganku.” Tanya nya lagi.
“ Kan Aku sudah bilang, Aku sedang sibuk.”
" Kamu harus tahu Aku ini seorang Dokter, Jadwal Aku tidak pernah menentu.”
“ Dan ingat Aku tidak suka Kamu terus menelpon Ku ketika Aku sedang bertugas.” Ancam Rubel agar si Nenek Lampir segera mengakhiri panggilannya.
Kirana berteriak, Dia sangat kesal karena Rubel menasehatinya
“ Dasar dokter sombong, Aku pikir Dia akan berbicara lembut dengan Ku saat dia tahu Aku Ana Kecilnya."
“ Aku tidak tahu jalan pikirmu Rubel, Kamu ingin bermain-main dengan ku, Kamu tidak kenal siapa Kirana.” Ujarnya sombong.
Rubel telah kembali ke Rumah Sakit Dia melihat kamar Hana kosong.
“ Kemana Dia.” Tanya nya dalam hati, dia berjalan ke luar kamar mencari hana.
Dia melewati ruangan dokter Andre. Dan melihat Perawat KW nya disitu.
Hana sedang berbicara dengan Zanna, gadis kecil Anak dokter andre. Mereka terlihat akrab, entah apa yang telah Mereka bicarakan sehingga sesekali terdengar suara Mereka tertawa.
“ Hana, Kamu memang pasien paling bandel. Udah tahu sakit masih aja keluyuran.” Ujar Rubel seperti seorang Bapak yang sedang memarahi anaknya.
“ Enggak Om, Zanna meminta Tante Lila membawa Tante Hana kemari.”
“ Jadi jangan marahin Tante Hana yah Om.” Ujar Zanna sambil memohon dengan kedua telapak tangannya di katup.
“ Oh tidak sayang,Om Tidak marah sama tante Hana.” Ujarnya membela diri.
“ Ya, udah kalo gitu Om minta maaf dong sama Tante Hana.” Rubel terbelalak mendengar Gadis kecil didepannya meminta Dia untuk meminta maaf pada Hana.
“ Aduh kenapa jadi Aku yang minta maaf.” Dengus nya kesal.
Hana tersenyum, melihat Rubel dikerjain oleh Zanna.
“ Ayok Om minta maaf.” Rengek Zanna lagi pada Rubel.
“ Iya, Maafin Aku yah.” Ujar Rubel pada Hana. Tapi lagi-lagi Zanna mengajarinya.
“ Bukan gitu cara meminta maaf Om.” Ujar nya.
“ Om ambil tangan Tante Hana, pegang tangan Tante Hana, duduk didepannya cium tangannya, Dan bilang maafin Aku yah.”ujar nya mengajari Rubel.
“ Dulu waktu Mama masih ada, dan Papa punya salah, Papa selalu melakukan hal itu untuk meminta maaf sama Mama.”
“ Zanna yakin pasti Tante Hana akan luluh hatinya.”
“ Seperti Mama dulu, selalu luluh hatinya kalo Papa meminta maaf dengan cara itu.” kenangnya pada Mereka.
Rubel menghela nafas panjang, dipandangi Zanna dengan wajah tersenyum.
“ Baiklah Gadis kecil.”
“ Hana, maafin ino yah.” Sambil mencium tangan Hana dan meminta maaf dengan wajah penuh harap.
“ Nah gitu, dong Om.” Lila terkekeh melihat Zanna mengajari Rubel.
Rubel terkejut dia tidak menyangka, Seseorang datang dan melihat semua adegan permintaan maafnya.
“ Aduh, Kenapa pake muncul sih." Gerutu Rubel dalam hati.
Hana memandangi Rubel dengan tatapan menggoda.
“ Iya Ino Hana maafin.” Jawab Hana dengan senyuman mematikan.
“ Zanna sayang udah waktunya Tante Hana balik keruangan nanti kalo Tante Hana sakit lagi, kasiam Om Rubel nya.” Terang Lila pada Zanna.
“ Tante Hana nanti kesini lagi ya!” pintanya pada Hana.
“ Iya sayang, nanti Tante kesini dengan Om Rubel.” Jawabnya tanpa memelihat ke arah Rubel.
Rubel hanya melemparkan senyuman semanis madu pada Zanna dan Hana.
“ Oh so cute.” Bathin Hana tergelak.
Rubel mendorong Hana kembali keruangan. Tak ada satu kata pun keluar darinya. Dia kesal karena merasa dikerjai oleh Zanna dan Hana.
“ Ino.”
“ Ino marah yah sama Hana.” Dengan tatapan bersalah.
“ Hana gak tahu kalo Zanna akan melakukan hal itu.” Jelasnya.
Rubel memandangi wajah Hana. Dia punya ide membalas Hana.
“ Eggak, Ino gak mau maafin Hana.” Tiba-tiba Hana cemberut melihat Rubel begitu keras.
“ Ya udah, Ino keluar aja, Hana mau istirahat.” Usirnya pada Rubel.
Walah Dia pikir Hana akan meminta maaf seperti yang dia lakukan tadi di didepan Zanna. Dugaanya meleset, Gadis itu malah mengusirnya.
Dia keluar kamar dengan wajah seperti kotak persegi.
Hana tersenyum melihat tingkah Rubel. Dia memang sengaja melakukannya.
“ Emangnya enak dikerjain.” Ujarnya pelan sambil tertawa kecil...
Hari sudah jam 8 malam, Ayah dan Ibu sudah ada di Rumah Sakit. Hari ini mereka akan menginap di Rumah Sakit untuk menjaga Putri semata wayangnya. Tidak ada yang harus dikhawatirkan Hana sudah mulai lebih baik hari ini.
Hana gelisah, dia tidak bisa memejamkan matanya sedetik pun. Dia teringat dengan kejadian dia mengusir Rubel tadi.
“Jangan, jangan dia marah dan gak mau kemari lagi.” Ujarnya dalam hati.
" Maafin Ana yah Ino, Ana gak bermaksud kasar sama ino..Seharusnya aku gak perlu seperti itu, dia sudah berusaha sebaik mungkin mencukupi kebutuhan ku selama ini.
__ADS_1
Biaya rumah sakit, dan semuanya. Kalo ayah dan ibu belum bisa membiayai rumah sakit dengan ruangan VIP ini." Hana menyesal... Dia menangis pelan takut Ibu dan Ayah nya tahu.
Hari masih subuh, Rubel masuk kekamar Hana. Dia membangunkan Ibu dan Ayah gantian untuk sholat subuh.
“ Aduh jadi merepotkan nak Rubel.” Ujar ayah tidak enak.
“ Enggak apa-apa Ayah, nanti selesai sholat kita sarapan pagi sama-sama.” Ujarnya pada mereka.
Gantian Rubel yang menemani Hana di kamar. Dia mendekati Hana dan melihat wajah cantik itu seperti sembab karena manangis semalam.
“ Pasti Dia kepikiran Aku.” Tawanya merasa senang.
“ Emang enak dikerjain.” Ujarnya pelan.
Ternyata Hana mendengar semua perkataan Rubel. Dia sudah bangun saat Rubel datang dan membangunkan Ibu dan Ayah. Tapi dia berpura-pura tidak tahu.
Rubel melihat Hana tersenyum, dia sadar sepertinya Hana telah mendengar semua perkataannya.
Rubel berpura-pura menelpon Ana.
“ Assalammualaikum, cintaku.”
“ Ayo bangun hari udah subuh sholat dulu gih.”
“ Nanti siang Aku ada waktu kita makan siang bareng yah...
“ Udah dulu yah sayang, Emmuach. Sampai ketemu nanti siang yah.”
Hana membalikkan tubuhnya memunggungi Rubel.
“ Ah, lebay.” Sambil mengumpat kecil.
Rubel terkekeh tanpa suara..
Dia sangat senang telah melakukan aksinya mengerjai Hana.
******
Sudah seminggu kepulangan Hana dari Rumah Sakit. Hana tidak ingin melakukan kesalahan lagi. Dia enggan datang untuk bekerja dirumah Nyai. Tapi rasa Bosan mulai menyergapnya dia minta izin pada Ibu untuk keluar sebentar.
“ Ibu, Hana pergi yah.” Pamitnya pada Ibu.
“ Hana mau kemana?” gak usah kerja dulu, nanti Hana sakit lagi, kasihan sama Ino. Biaya Rumah Sakit itu gak murah loh." Ujar ibu menjelaskan, Agar anak gadisnya bisa istirahat dirumah.
“ Iya bu, Hana hanya mau keluar sebentar.”
“ Gak lama, Hana janji.”
“ yah sudah Ibu percaya.”
“ Dan ingat jangan macam-macam diluar!!”
“ Iya Ibu ku tersayang.” Jawab Hana dan berlalu.
Jam menujukkan jam makan siang banyak orang yang berlalu lalang. Seperti biasa Dia menunggu ojek, tranportasi yang paling pas buat kantongnya.
Sebuah mobil berhenti didekatnya. Dia mengenali mobil itu. Dia mencoba menghindar tapi Haikal telah turun dan menghampirinya.
“ Kamu mau kemana?”
“ Apa mau kerumah dokter Rubel?” tanya dia sok tahu.
“ Enggak Aku Cuma ingin jalan-jalan jawab Hana pelan.”
Haikal menawarkan diri.
Tapi Haikal telah memegang tangannya.
“ Kamu mau temanin Aku makan siang?” sebagai imbalannya aku akan mengantarkan kemana kamu mau..
Hana diam, tapi ini adalah kesempatannya bisa jalan-jalan dan hayikal pun bukan orang yang tidak dikenalnya.
“ Baiklah.”
Harapannya Haikal tidak akan menggombal seperti waktu itu.
Mereka tiba disebuah Resto ayam keprek. Haikal turun dan membukakan pintu untuk Hana. Hana merasa tidak enak perlakuan haikal terlalu berlebih-lebihan menurutnya.
Dia tidak berbicara sedikitpun sama Haikal, mereka memilih duduk di sebuah ruangan private .
Agar tidak terlalu ramai..
“ Bagaimana kerjaanmu di Rumah dokter Rubel.” Tanya Haikal membuka suara.
“ Baik.” Jawab Hana singkat.
“ Emangnya hari ini, Kamu tidak bekerja.”
“ Libur.” lagi-lagi Hana menjawabnya sangat singkat.
Haikal merasa ada yang lain dari jawaban teman sekolahnya itu.
Dia memanggil pelayan untuk memesan makanan.
“ Kamu mau makan apa?”
“ Apa aja.” Jawaban itu membuat Haikal kehilangan kata-kata.
“ Hana boleh aku bicara.” Hana melihat kearah Haikal.
“ Apa Kamu masih marah dengan Ku.” Tanya Haikal.
Hana menggelengkan kepala.
“ Terus kenapa jawabnya pendek-pendek.” Tanya nya lagi.
“ Enggak apa-apa, Hana Cuma canggung, secara dulu waktu sekolah kita tidak pernah akrab. Setiap hari kita selalu berantem.” Ujarnya mengenang waktu sekolah.
“ Dan Kamu ingat Kamu pernah memasukkan kecoa kedalam baju Ku.” Ujarnya mengenang perlakuan Haikal yang iseng padanya.
“ Hahaha.” Haikal tertawa dia ingat waktu itu..
“ Tapi kan Kamu sudah membalasku..”
“ Kamu ingat kamu menendang lutut ku dengan sepatu mu. dan lututku berdarah kena ujung sepatumu. Hingga kita berdua dipanggil keruang guru BP."
Kenangnya panjang.
“ Tendangan maut.” Ledeknya pada Hana.
“ Ah, udah ah gak usah dibahas lagi.” Udah basi jawab Hana asal.
Hana pun terkekeh kecil, karena ada hal lucu, terjadi waktu mereka di ruang BP. Haikal disuruh push up hingga 50 kali sedangkan dia hanya disuruh meminta maaf karena menendang Haikal.
“ Kenapa tertawa.” Tanya haikal.
__ADS_1
“ Enggak Aku hanya kasian gara-gara kecoa itu Kamu dihukum push up 50 kali dan Aku hanya disuruh mengucapkan kata maaf padamu, padahal kakimu berdarah.”
Kenangnya lucu. Haikal tersipu. Benar-benar membuat nya sangat malu.
Tiba-tiba dua Orang melewati Mereka, Hana terkejut Rubel sedang berjalan dengan Ana dan duduk tak jauh dari Mereka.
Haikal pun tak kalah terkejutnya. Dia melihat Kirana menggandeng rubel didepan matanya. Mereka berdua merasa Sangat kesal dengan adegan itu. Hana mencoba memegang tangan Haikal, dan berbisik..
“ Kita pulang yuk!! Aku udah gak mood makan." Ujarnya pelan.
“ Haikal merasa Hana senasib dengannya.”
“ Apakah dia temanmu?” tanya Haikal pelan.”
Hana mengangguk kecil.
Tiba-tiba Kirana mendekati Mereka.
“ Du du du, kasihan.... para cececunguk lagi bersama.”
“ Hai, Kamu udah kehabisan stok Cewek yah. Sampe-sampe jalan dengan Perempuan kampungan ini?" Ketus Hana.
Rubel geram mendengar ucapan Kirana pada Hana. Tapi dia ingin melihat Hana cemburu padanya...
“ Dengar yah, Wanita ******!!! Hana bukan perempuan kampungan, dia perempuan terhormat..
" Dia tidak seperti mu yang memperlakukan laki-laki seperti ATM berjalan dan jika bosan kamu tinggalkan.” Ujar Haikal sangat marah.
Kirana marah dengan ucapan haikal.
Dia melihat Rubel meminta nya untuk membela.
Tapi Rubel malah menariknya.
“ Sudah, lah kita kemari untuk makan bukan untuk berantem dengan Mereka.” Ucap Rubel menenangkan, dan kembali duduk.
Pesanan Haikal dan Hana sudah datang..
Mereka berdua menyantap makanan itu dengan santai sambil berbicara, Haikal melihat Hana berkeringat. Dia mengambil tisu dan mengelap keringat Hana dengan lembut.
Rubel melihat adegan itu terbatuk.
Hana melihat kearah Rubel. Ingin rasanya dia mengelus pundak Rubel. Tapi dia merasa cemburu melihat Kirana begitu agresif.
“ Aduh sayang kenapa?”
“ Makannanya gak enak yah?”
“ Kita udahan ja yuk, Jangan gara-gara makanan ini Kamu jadi sakit.” Ujar Kirana sok perhatian.
Haikal melihat rona cemburu pada wajah hana..
Dia memegang dagu Hana dan berbisik pelan.
“ Senyum dong cantik, jangan cemberut.” Ujar Haikal menggoda Hana.
Hana hanya bersungut, dengan wajah penuh misteri.
Haikal membayar makanannya di kasir. Dia menarik Hana dan menggandeng nya keluar. Hana ikut tanpa menolaknya.
Rubel sangat berang, dia keluar membayar makanannya dikasir dan meninggal kan Kirana didalam ruangan. Ingin rasanya dia memukul Haikal. Tapi laju mobil itu telah berlalu pergi.
Kirana menyusul Rubel.
“ Aduh, kamu kenapa sih.?”
“ Jangan bilang kalo Kamu cemburu dengan Perempuan Kampungan itu yah.”
“ Tutup mulutmu, Hana memang kampungan. Tapi dengar dia tidak munafik sepertimu.”
Ujarnya kesal dan berlalu meninggal kan Kirana sendiri diparkiran.
“ Rubel, Kamu selalu membuat ku kesal.”
“ Dasar Ana kurang ajar, gara-gara dia Haikal dan Rubel marah padaku.”
“ Tunggu kamu Ana.”
“ Aku tidak akan segan-segan menyakitimu!”
“ Dasar, wanita kampungan gak tahu diri.” Teriaknya kesal. Orang-orang melihat ke arahnya. Sebagian orang tak perduli kelakuannya.
“ Apa lihat-lihat!!”bentaknya pada Mereka Yang memperhatiknnya. Dia pun memesan online car.
" Tadia siapa?" tanya Haikal pada Hana.
" Dia dokter Rubel." jawab Hana.
" Tapi kenapa kamu cemburu?" tanya Haikal lagi.
" Panjang ceritanya." jawab Hana sambil menghela nafas panjang.
" Ayolah ceritakan saja padaku."
" Mungkin aku bisa membantumu." ucap Haikal begitu antusias.
Mereka berhenti di sebuah taman, suasana nya sangat nyaman. jauh dari keramaian.
mereka berdua turun dari mobil mencari tempat untuk duduk.
" Hana memulai bercerita."
" Waktu aku bekerja di Rumah Dokter Rubel."
aku menemukan foto ku didalam ruang kerjanya."
" Aku baru ingat nama panjang dokter Rubel adalah Rubelino.
" Panggilan Rubel waktu kecil adala ino. itu adalah panggilan kecil ku untuknya. terang hana."
" Dia selama ini tinggal di australia sejak kelas 3 SD."
" Dulu sebelum ke Australia, dia pernah berjanji padaku setelah kembali dari Australia dia akan mencari dan menikahiku."
" Tapi sejak aku tahu dia adalah Ino, aku menyembunyikan identitasku, berharap ino akan benar-benar mencariku. tapi entah kenapa tiba-tiba Ana datang dan berpura-pura menjadiku." Ceritanya panjang.
" Sudahlah jangan difikirkan."
" Jika memang Rubel adalah jodohmu. maka dia akan datang ketempatmu."
" Aku lihat dia seperti cemburu melihat kita berdua tadi."
Kenangnya mengingat kejadian tadi.. aku yakin jika kalian jodoh maka kalian akan bersatu. dan jika tidak berjodoh artinya akulah jodohmu." ujarnya sambil menghibur Hana.
mereka pun tertawa...
__ADS_1
"hai teman, terimakasih udah mengunjungi novelku. mohon vote, like dan komennya biar semangat updete dan bisa trus belajar memperbaiki karya... terimakasih."