Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 8


__ADS_3

Hari telah pagi, matahari mengintip dari celah tirai bambu, Hana terbangun.


Dia ingin ke kamar mandi untuk pipis. Dilihat nya Rubel tertidur dengan tangan di atas perutnya. dan mencoba memindahkan tangan Rubel dengan hati-hati dia tidak ingin membangunkan Rubel, teringat kejadian semalam.


Pasti Rubel sangat lelah. Tiba-tiba Rubel menggenggam tangan Hana.


“ Kamu mau kemana?”


“ Jangan membuat hal hal yang akan mencelakai dirimu sendiri.”


Hana tersenyum kecut, niatnya agar tidak menyusahkan Rubel tapi malah di omeli Rubel.


“ Maaf dok. Hana mau ketoilet.!! Ujarnya dengan wajah memelas.”


“ Jangan memanggil Aku dok, Aku tidak mau Kamu memanggil dengan sebutan itu.


" Dok, dok." ujarnya menirukan Hana.


" Kaya manggil anjing.” Ujarnya kesal.


" Baik den Rubel, Hana mau ketoilet.” Ujarnya mengulang perkataan nya dan memanggil nama dengan den Rubel.


“ Enggak mau, kamu harus memanggil Aku dengan sebutan Ino.”


Dengus nya kesal sambil berdiri dari situ.


Hana terbelalak tak percaya, dengan pendengarannya.


“ Bukan kah waktu itu.. Den Rubel marah..”


" Jangan panggil dengan nama itu, jangan sok akrab.” Ujar Hana menirukan ucapan Rubel tempo hari.


Dan perlahan bangun dari tempat tidur.


“ Itu kan kemarin!”


“ Hari ini beda!!" Kecamnya dan tetap membantu Hana.


“ Tapikan Hana, gak mungkin memanggil den Rubel dengan sebutan Ino, Itukan gak sopan. Den rubel kan majikkan Hana.” ujarnya panjang.


Hana melihat tubuhnya telah berganti pakaian, dia mengernyitkan dahinya memandang Rubel.


“ Apa den Rubel yang menggantikan pakaian hana?”


Tanya Hana tak percaya sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya.


“ Kalo iya kenapa?”tanya Rubel ketus.


“ Kan kamu pasienku, yah terserah akulah....” Ujar nya asal.


Hana memandang Rubel dengan tatapan tajam.


“ Akh, gegara den Rubel, Hana udah kebelet pipis." Dia mencoba bergegas kearah toilet, tapi lagi-lagi tanganya masih tersambung selang infus.


“Au, den kenapa gak kasih tahu sih !!!” Hana mengelus tangannya sakit.


“ Kamu memang gadis paling ceroboh se-dunia, bukannya memperhatikan diri sendiri lihat tuh selang infus nya terlepas.” Ujarnya marah. dia mencoba menutupi tangan Hana yg berlubang karena jarum infus.


“ Pegang ini Aku akan mengambil kain kasa sebentar. Hana menutup tangnya dengan jarinya, tapi darah segar mengalir dari celah jarinya.


Karena dia sudah tidak tahan dia pun bergegas ke toilet, walaupun kepalanya masih terasa hoyong.


Rubel kembali kekamar membawa piring stenlis dengan beberapa kain kasa yang sudah dibubuhi alkohol.


“ Ana kamu dimana?”


“ Hana dikamar mandi ino, Hana gak bisa nahan lagi, udah kebelet pipis.” Jawabnya dari dalam toilet.


Karena dia ingin membasuh **** * nya dia membiarkan tangannya yang terluka terbuka, darah segar keluar sangat banyak. Buru-buru ditutup dengan jari – jarinya.


Dia keluar dari toilet dengan baju bersimbah darah.


“ Yaa ampun, kan udah Ino bilang.. Kenapa sih gak bisa nunggu Ino balik. Lihat baju Ino udah kotor kena darah.” ucap Rubel sambil Menunjukkan bajunya yang dipakai Hana tapi Dia salah mengarahkan jarinya, menujukkan ke arah bukit kembar milik Hana.


Spontan Hana membalikkan badannya.


Rubel seperti salah tingkah.


“ Bukan itu maksud Ino, tapi baju!!! Tegasnya. Rubel menarik tangan Hana yang berdarah ditutup dengan kain kasa itu. Hana membalikkan badannya tapi dia diam tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


Tiba-tiba dokter Lila tiba, dia melihat kedua orang itu berdiri mematung tanpa suara. Dia mendekati mereka dan bertepuk sehingga dua orang itu tersadar.


“ Eh dokter Lila.” Sapa Hana dengan wajah malu – malu. Hana duduk di bednya, dokter Lila memeriksanya.


Rubel keluar kamar, mencari asistennya diruangan.


" Mila, kamu ada membawa baju ganti?”


Tanya Rubel pada asistennya, Yang ditanya jadi bingung.


“ Ada dok, tapi baju daster." ujarnya mila sedikit malu-malu.


“ Emang dokter mau pake ? buat apa?" Tanya Mila heran.


“ Aku mau ikut main bola dilapangan pake baju daster.” Jawab Rubel asal.


Mila pun tertawa.


“ Pasti kalo dokter Rubel pake daster jadi Rubella.. secara wajah dokter Rubel putih dan glowing." ujarnya menambahkan...


“Tinggal cari wig, lipstik dan make up..."


“ Ah kamu, siniin dasternya Hana yang akan pake bukan aku.” Ujarnya menjelaskan dan membiarkan Mila terpaku karena kesalah pahamannya.


Giliran Rubel yang tersenyum melihat Mila tersipu, dan berlalu kembali ke kamar.


“ Nih, ganti bajumu.” Sambil menyodorkan baju daster kepada Hana.


“ Ehm.” Trus gimana gantinya?” sambil menunjukkan selang infus yang telah terpasang lagi.


“ Ya, ampun kok jadi ribet gini sih.” Dengus Rubel kesal.

__ADS_1


Dia menelpon Anita, tapi lagi-lagi tak ada tanda-tanda yang menjawab telpon nya. Dia keluar kamar memanggil Mila, tapi lagi-lagi asistennya itu tak ada diruangannya.. Yang ada hanya para Perawat Lelaki yang mondar-mandir kaya setrikaan.


Dia kembali ke kamar, membuka pintu kamar dan melihat Hana sedang berusaha menggantikan pakaiannya.


Hana terkejut, melihat Rubel yang datang dengan tiba-tiba tanpa mengetuk pintu. Dia hanya memakai bra. Dan berteriak.


“ Kenapa pake nyelonong masuk sih.” Huft dengus Hana kesal..


Rubel terpana melihat pemandangan di depannya tapi dia langsung membalikkan tubuhnya, jantungnya berdetak sangat kencang...


Rubel melangkah hendak keluar ruangan, Hana mencoba menggunakan daster yang diberikan Rubel..


“ Dok, bajunya nyangkut, Hana lupa membuka kancing baju.” Jelasnya pada Rubel. daster itu telah menutupi tubuhnya tapi kancing lehernya lupa dibuka dan menyangkut dikepala Hana.


Rubel berbalik melihat Hana sangat lucu.


tangan kanan yang ada infusnya telah keluar dan tangan satu lagi masih didalam. Daster itu agak ketat untuknya sehingga sulit mengeluarkan tangan yang satu lagi. karena terburu-buru dia lupa cara mamakai daster.


Rubel tak sanggup menahan tawanya.


“ Hahaha kurang kerjaan.” Ujarnya tanpa tahu seperti apa rona wajah Hana didalam daster itu.”


Rubel membuka kancing baju daster itu dan kepala Hana pun keluar. Rubel masih tak sanggup menahan tawa karena tangan Hana sebelahnya masih didalan daster.


Rubel memejamkan matanya menarik baju daster itu keatas kepala Hana, dan membuka 1 buah kancing lagi agar daster itu longgar dan Hana pun mengeluarkan tangan satu lagi. Dan daster itu diturunkan pelan-pelan oleh Rubel, Hana lupa bahwa kancing baju belum terpasang.


Karena baju itu ditarik Hana kebawah untuk merapikan dasternya. Lagi-lagi mata Rubel melihat sesuatu yang indah disana. Dia berpura-pura tidak tahu dan kembali memejamkan matanya.


“ Udah.” Ujar Hana pendek dan mengancingkan bajunya.


Rubel membisikkan sesuatu kepada Hana.


“ Lain kali, aku tidak akan membantu mu menggunakan bajumu.”


" Tapi aku akan membantu membukanya.” Ujarnya nakal dan berlalu keluar kamar.


Wajah Hana memerah mendengar ucapan Rubel.


“ Dasar cowok pikirannya ngeres aja." Dumel Hana pelan.


Hari ini Rubel tidak bekerja. Tubuhnya sangat lelah, jam prakteknya digantikan oleh Dokter lain.


Dia duduk disofa, dan menyandarkan tubuhnya.. mencoba memejamkan matanya... Tapi seseorang mengetuk pintunya.


“ Dok ada tamu Anda namanya nona Ana.”ujar Mila pada Rubel.


Rubel mengernyitkan dahinya..


“ Baru aja di tinggal sebentar udah rindu.” Bathinnya bergemuruh.


“ Apa kabar Rubel?” Tanya Gadis itu dan duduk disebelahnya. Rubel tersentak


" Kenapa bisa ada nenek lampir disini?" Gerutunya dalam hati.


“ Aku ingin berbicara dengan mu.” Ujarnya sambil tersenyum manis. Rubel mencoba menggeser posisi duduknya, menjauh dari Ana KW itu.


“ Ada perlu apa kemari? Aku mau istirahat, dari semalam aku banyak pasien.”


“ Aku kesini mau menceritakan identitas ku padamu...” Ujarnya dengan wajah tanpa dosa.


Rubel hanya diam tanpa menjawab sandiwara yang sedang Berlangsung.


“ Aku, adalah Ana yang selama ini kamu cari.” ujarnya berbohong.


Rubel terdiam, dia memikirkan sesuatu dan merencanakan membalas sandiwara Hana kepadanya.


Ide cemerlang ini muncul ketika Nenek lampir ini datang.


Dia tersenyum sumringah.


" Tunggu balasanku Ana." Ujarnya dalam hati.


Kirana memandang wajah Rubel nampak bahagia. Dia berpikir bahwa Rubel mempercai dirinya.


“ Kamu akan menyesal Hana, karena telah mencoba menggagalkan mimpiku.” Ujar kirana dalam hati.


“ Ya ampun, Benarkah.”


Acting Rubel berpura-pura meyakinkan Ana KW.


Ana memeluk Rubel seakan-akan dia sangat rindu.


Rubel sangat canggung dibuatnya.. Dia tidak membalas pelukan itu. Hanya mengatakan sesuatu


“ Sabar yah, kita bukan muhrim. Jadi lepaskan pelukanmu..” Kirana kaget bukan kepalang. Mendengar alasan Rubel yang memang masuk akal.


“ Maaf aku terlalu bersemangat sehingga lupa diri memelukmu.”


Ana KW melepas kan pelukannya


" Alhamdulillah selamat.... selamat, Kalo enggak bisa panjang ceritanya." Ucapnya dalam hati.


“ Ana, boleh Aku meminta tolong padamu?”


Tanya Rubel dengan sejuta rencana dibenaknya.


“ Tentu saja, apa yang bisa Ana lakukan buat Rubel?”


“ Aku ingin tidur sebentar.” Tubuhku sangat lelah dan nanti malam ada jadwal bedah.” Jelas Rubel tanpa dibuat-buat.


Kirana merasa kasihan.


“ Baiklah jika itu maumu, Aku akan segera pulang."


" Jangan lupa menelpon ku!!


" Aku pernah chating dengan mu tempo hari." Jelasnya dan pergi meninggalkan Rubel.


Rubel ingat chatingan tempo hari.. Pikirannya tidak meleset sedikitpun. Gadis itu memang bersandiwara demi mendapatkan cintanya. Dia benar – benar mendengarkan do’anya magrib itu. Dan Kirana benar – benar berusaha ber acting menjadi Ana yang begitu Dia rindukan.


Hari sudah jam makan siang. Rubel bangun dan membersihkan tubuhnya.. Selesai mandi, dia berjalan kekamar Hana. Dia Membuka pintu tanpa permisi, dia melihat Hana melingkarkan tubuhnya seperti sedang kedinginan.

__ADS_1


Ternyata AC Diruangan itu sangat dingin ditarik selimut di ujung kaki Hana dan menutup tubuh gadis itu dengan selimut.. Hana terbangun..


“ Sejak kapan ino kemari?” tanya Hana bingung.


“ Baru aja, apa kamu sudah makan?” tanya Rubel perhatian.


Rubel melihat. Rantang nasi dimeja masih utuh. Hana menggelengkan kepala.


“ Ino suapin yah.?”


“ Hana lagi gak mau makan, mulutnya gak enak.” Jawab Hana dan tiba – tiba merasa sangat mual.”


“ Uek."


" Uek..”


Hana nampak lemas, tapi dia menyembunyikan sakitnya didepan Rubel. Dia bangun dari tidurnya.


“ Kamu mau makan apa?” tanya Rubel kepada Hana.”


“ Ino juga belum makan... Biar kita pesan online food." Ujarnya begitu perhatian.


“ Hana mau makan nasi padang?” ujar Hana, tiba-tiba dia sangat ingin makan – makanan yang pedas – pedas.


Rubel mengernyitkan dahinya. melihat ke arah Hana.


“ Kamu ngidam yah?” tanya Rubel asal. Sambil memesan nasi yang dimaksud di aplikasi online foodnya.


“ Iya... Jawab Hana pendek


" Wah siapa suamimu.?”


Tanya Rubel penasaran, sambil menggoda Hana.


“ Gak tahu, semalem orang itu sudah menggantikan bajuku.”


Sontak Rubel tertawa.


“ Bagaimana Kamu bisa hamil orang yang gantiin bajumu perawat Anita.” Jelas Rubel panjang dan terus tertawa.


Merasa telah dikerjai oleh Rubel, Hana memasang wajah juteknya dengan bibir dimonyongkan.


Tiba – tiba pintu kamar diketok. Online food datang.


“ Cuma, Sebungkus?” tanya Hana tak percaya apa yang dilihatnya.


“ iya, gak pa-pa kan lagian nasi Padang porsinya jumbo.” Jawab Rubel menimpali.


“ Kamu juga gak akan habis makan sendiri.” jawab Rubel membela diri.


Rubel mencuci tangannya di wastafel.. Membawa nasi itu didekat Hana. Dia membuka nasi itu, dan menyuapkan kemulut Hana dengan tangannya.


Hana tak percaya dengan apa yang dilakukan Rubel. Dia hanya membuka mulutnya dan menerima suapan itu dengan pelan. Setelah itu Rubel menyuapkan kemulutnya sendiri, dan setelah itu kemulut Hana.. Seterusnya seperti itu hingga nasi dalam bungkusan itu habis.


“ Minum dulu.” Ujar Rubel sambil menyodorkan air mineral ke arah Hana.. Hana membuka botol itu diteguknya air Itu tanpa melihat ke arah Rubel.


“ Eit, jangan dihabiskan Aku juga mau minum.”


Kata Rubel sambil meraih botol itu dan langsung meneguknya.


Hana bingung, Rubel hari ini terlihat begitu dewasa dan perhatian, dia bahkan tidak segan – segan makan dan minum bersama..


Dia tersenyum sendiri, Melihat perbedaan Rubel hari ini.. Rubel ke luar ruangan membuang sampah


Ponsel Rubel di taruh didekat Hana, tiba-tiba ponsel itu berbunyi, suara panggilan dari seseorang, Karena Penasaran Hana meraih ponsel itu.


Dilayar ponsel itu tertulis panggilan Ana sayang, Hana bingung..


“ Siapa dia??” Ujarnya dalam hati.


Rubel kembali kekamar. Panggilan itu masih berlangsung, Hana menyodorkan ponsel itu pada Rubel dengan wajah kesal seperti orang sedang cemburu.


Rubel melihat kelayar ponselnya, Untung saja nomor ini sudah kesave tadi sebelum dia tidur. Bathinnya dalam hati, dia melihat Hana seperti tidak senang, wajah itu nampak kesal. Rubel mematikan telpon nya.


Tapi berpura-pura sedang Menjawab telpon Itu.


“ Iya sayang. Ada apa? Aku belum bisa pulang karena ada pasien yang harus ditangani.”


" Nanti malam selesai jadwal bedah Aku akan kerumahmu.” Dengan nada dibuat – buat seperti orang sedang kasmaran.


Rubel, berhasil membuat Hana yakin dengan sandiwara yang dibuatnya.


“ Yes berhasil.” Ujarnya Pelan.


Hana merasa pusing, dia Kembali membaringkan tubuhnya, dan membalikkan Tubuhnya ke arah lain.


Hana memejamkan matanya, tapi desakan air mata itu tak sanggup di tahannya. Dia mengusap air matanya.


Dia ingat ucapan Nyai tempo hari.


“Jangan lama – lama bersembunyi!”


Dia mencoba memejamkan matanya, karena kepalanya terasa pusing.


Dia mengakui kesalahannya karena menyembunyikan identitas nya dari Rubel.


Hana melamun sangat dalam, sehingga dia tidak sadar seseorang sedang memperhatikannya.


“ Kamu cemburu yah??? Tanya Rubel pada Hana yang masih melamun.


“ Iya.” Jawab Hana tanpa sadar dengan ucapannya barusan.


Rubel tersenyum, ingin mengerjai Hana.


“ Apakah kamu menyukai Rubel?” Tiba – tiba lamunan Hana buyar, dia merasa Rubel sedang mengintrogasinya.


“ Enggak.” Jawab Hana ketus.


Rubel terkejut,mendengar jawaban itu, dia berharap Hana akan mengeluarkan semua uneg – unegnya saat dia melamun. tapi dia tidak memprediksi kapan Hana tersadar dari lamunannya..


Sekarang giliran Rubel dengan wajah kecutnya, dan Hana tersenyum melihat ekspresi wajah Rubel tanpa dibuat buat.

__ADS_1


" Terimakasih buat sahabat semua, untuk suportnya telah membaca Novel dokter Cool, masih banyak kekurangan dalam penulisan novel ini, mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi. terimakasih 🤗😍"


__ADS_2