
Selesai sholat subuh Rubel mengajak Nyai dan Hana untuk berjalan mengelilingi taman di Perumahan Ponorogo Residen. Rubel mendorong kursi roda Nyai nya. mereka bertiga berjalan beriringan. tibalah mereka sampai di taman Putri Kenanga. Rubel mencari tempat bersantai.
" Nyai Ino susul Ana yah. nanti Ino dan Ana balik lagi." ucap Rubel pada Nyai.
Hana telah berlari hendak keliling taman.
Rubel hendak mengikuti Hana, tapi Hana telah menjauh. seseorang sedang memperhatikan Rubel.
Dia nekad mendekati Rubel dan berpura-pura jatuh di dekat Rubel.
karena posisi Rubel sangat dekat dia pun menolong gadis itu.
" Aduh kepala ku pusing." Ucap nya berpura-pura.
Mereka saling pandang, gadis itu semakin suka melihat Rubel membantunya.
" Maaf, aku tidak bermaksud memegangmu." Ucap Rubel.
" Gak apa-apa seharusnya Aku yang berterima kasih kepada mu, karena telah menolongku."
Rubel melihat gadis itu lekat, tapi wajah gadis itu tidak menampakkan bahwa dia sedang sakit. wajahnya nampak berseri segar. Rubel membantunya duduk di bangku panjang. Dan kemudian menyusul Hana. gadis itu hendak memanggilnya ingin menanyakan namanya.
"Is bodohnya Aku, bukan ku tanyak dulu namanya. gagal lah ideku tuk kenalan samanya."
" Kan gak lucu kalo ku kejar dia. masa orang sakit bisa lari." dengus nya kesal.
Rubel mengejar Hana.
" Sayang kok cepet sih larinya, apa Ana gak capek?" tanya Rubel.
" Enggak, udah lama banget Ana gak lari, rasanya badannya entengan." jawab Hana.
"Tapi Ana gak boleh terlalu capek. kita jalan aja yah gak usah lari." pinta Rubel pada Hana.
Hana mengangguk kecil.
"Kita main suit yok!" Ajak Hana pada Rubel.
" kalo Ana menang Rubel gendongin ana. tapi kalo Rubel menang juga gendongin ana." ucap Hana nyeleneh.
" Jiah curang." ucap Rubel sambil mencubit hidung Hana.
" Kalo Rubel menang Ana cium Rubel yah!" ucap Rubel pelan.
" Di pipi aja kan?"
" Eh enak aja, di bibir lah." ucap nya berbisik ditelinga Hana.
" Maunya?" katanya gak akan mau lagi sebelum halal." Ucap Hana. sambil memasang wajah cemberut nya.
" Itu kan yang kikuk-kikuk bukan ciuman." ucap Rubel sambil melirik genit.
" Ah males ah hadiahnya yang lain aja gimana? Ucap Hana bernegosiasi.
" Enggak mau." jawab Rubel cepat.
" Ayolah sayang jangan ngambek lama-lama." ntar bibirnya monyong terus gak normal lagi. mau??" Ucap Hana kesal.
Rubel diam gak membalas ucapan Hana.
" emang dasar dokter cool kalo udah ngambek senjatanya diem." ucap Hana gemes.
Rubel berjalan terus meninggalkan Hana.
" Sayang kalo Ana pingsan disini siapa yang angkat?" Teriak Hana kesal.
" Tukang sampah yang angkat." jawab Rubel asal.
Hana pun diam tidak menjawab, dia membiarkan Rubel berjalan terus. Rubel merasa Tak ada lagi suara langkah kaki yang mengikuti nya.
" Benar-benar tuh yah perawat KW suka banget buat kita kesel." ucap Rubel kesal.
Dan Rubel pun berbalik arah. dia melihat Hana duduk selonjoran di jalan setapak itu. dengan wajah sedikit pucat.
"Bener kan Ino bilang, Ana gak boleh capek." Ucap Rubel kesal.
" Makanya jangan ngeyel kenapa, sesekali dengerin Ino kek." ucapnya kesal.
Hana diam, dia benar-benar merasa lelah. tapi dia gak mau menampakan sakitnya pada Rubel.
" Manusia super mana bisa capek." ucap Hana ngeyel." Dan mencoba bangun. tapi dia merasakan kepalanya berputar-putar.
" Sayang pegangin Ana." ucanya pelan.
Rubel jongkok, dan memberikan pundak nya kepada Hana.
" Gendong di punggung yah." ucap Rubel.
" Enggak suit dulu?" tanya Hana.
" Enggak usah menang atau kalah hadiahnya juga gendong Ana." jawab Rubel.
" Ya udah, sebagai gantinya udah gendongin yana. Ana kasih hadiah lain yah." ucap Hana.
"Enggak usah." jawab Rubel cepat.
" Ino ganteng deh." bujuk Hana.
"Enggak usah rayu-rayu gak mempan." ucap Rubel kesal sambil memegang tangan Hana yang sudah digendongnya.
" Kalo capek bilang yah, nanti Ana turun." ucap Hana perhatian.
" he-eh." jawab Rubel pendek. mereka berdua tidak menyadari ada sepasang mata yang melirik kesal melihat adegan romantis itu.
" Is dah siapa pulak tuh cewek, kenapa juga ada ceweknya." ujarnya membatin.
" Tak apalah nanti ku rayu dia biar dia bisa jatuh cintanya ma Aku." ucapnya dan berusaha mencari tahu kemana Rubel dan Hana pulang.
Rubel menurunkan Hana di dekat Nyai.
" Kenapa sayang?" tanya Nyai pada Hana.
" Cuma capek dikit Nyai." ucap Hana.
" Ya udah kita pulang yok, nanti Ino juga harus kerumah sakit." ucap Nyai mengingatkan.
" Iya Nyai." jawab Rubel singkat.
__ADS_1
yrubel mendorong Nyai dan Hana berjalan mengikuti mereka. dia berusaha sehat agar tidak menyusahkan Rubel dan Nyai.
" Sehat! sehat! sehat!"
" Positif thinking!" ucap Hana dalam hati.
Hana berjalan agak lama. Dan dia telah jauh ketinggalan. Rubel menyadari Hana tidak ada dibelakangnya, setelah dia sampai di pintu pagar. Dia meminta Diko untuk membawa Nyai kedalam rumah.
"Mas Diko tolong bawa nyai kedalam yah." aku mau jemput Hana." ucap Rubel.
" Jangan lama yah. nanti Ino telat kerumah sakit." ucap nyai mengingatkan.
" Iya nyai." dan berlalu pergi.
" Kok gak jalan?" tanya Rubel pada Hana yang berjongkok.
" Cuma istirahat." jawab Hana.
" Rubel, ikut berjongkok." dia menatap Hana lekat tapi Hana tiba-tiba menyerangnya.
mencium bibirnya dengan lembut.
Hana hendak menarik ciuman nya tapi Rubel tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dia pun membalas nya dengan French Kiss. Hana hendak mendorongnya tapi pelukan Rubel terlalu kuat. Hana mencoba bernafas karena Rubel terlalu memburu nya.
Sepasang mata sedang melihat adegan itu dan memaki maki.
" Kurang ajar dia malah *******." sialan tuh mereka apa gak mikir ini tempat umum." ucapnya kesal sambil melihat sekeliling nya.
" Sepi. yah wajar lah." ucapnya menggerutu sendiri.
Hana mendorong Rubel sambil menunjukkan tangannya kepergelangan tangan berulang-ulang.
" Ya ampun ntar Nyai marah lagi." jawab Rubel cepat.
" Yok, gendong di punggung lagi yah." ucapnya pada Hana dan tak lama mereka pun tiba dirumah.
Rubel membisikkan sesuatu ketelinga Hana.
" Makasih yah untuk French Kissnya." ucap Rubel.
Hana melihat ke arah lain, sebenarnya dia malu karena duluan nyosor Rubel. tapi apa dikata sebenarnya dia juga rindu adegan itu.
*****
Rubel mandi dan bersiap-siap ke Rumah Sakit.
Nyai meminta nya untuk makan tapi dia telah terlambat.
Dia mencium pipi Nyai nya dan berlalu.
"Ino pergi dulu yah Nyai."
"Assalamualaikum."
"wa'alaikum salam."
Hana yang melihat Rubel terburu-buru segera mengambil beberapa lembar roti tawar, dan mengoles selai kacang dan menaruh beberapa keju slices. dia mengambil kotak bekal dan mengisi roti itu kedalam kotak.
"Ino, tunggu bawa ini!" ucap Hana, dan menyusul Rubel hingga ke depan pintu.
Rubel mengambil kotak itu.
" Jangan lama-lama nanti ada yang liat. ucap Hana pelan.
" Ya udah Ino pergi dulu yah."
"Assalamualaikum." ucapnya pada Hana.
"waa'laikum salam." jawab hana.
******
Rubel membuka pintu mobil sampai ke pagar tiba-tiba ada mobil lewat di depan nya dan melihat kearah Rubel.
"Disini rumahnya, gampang lah itu." ucapnya dan berlalu.
Rubel memacu mobilnya dengan sangat cepat. dia tidak ingin terlambat kerumah sakit.
sesampainya di Ruang Poli nya. antrian hari ini tidak terlalu rame.
"Mila sebentar lagi yah, saya belum makan." ucapnya pada Mila.
" Iya dok. jawab Mila.
Rubel meraih kotak bekalnya, dan menikmati sarapan kesiangan nya.
" Tumben dokter bawa bekal?" tiba-tiba Mila bersuara.
" Tadi telat habis jogging bareng Hana." ucap Rubel.
" Jogging apa jogging dok? ledek Mila pada dokternya.
" Jogging lah masa boxing? jawab Rubel asal.
" Kalo boxing udah babak belur dong." jawab Mila asal.
" Ah ganggu aja, urusin tuh si Haikal katanya dia mau ngelamar kamu." ucap Rubel tak terkontrol.
" Apa dok?" tanya Mila penasaran.
" Haikal, sepupunya Hana mau ngelamar kamu." jawab Rubel menegaskan.
" Dokter Rubel bisa aja mana mungkin sih orang Kaya seperti dia mau sama Mila.
" Lagian dia kan gak pernah bilang apa-apa sama Mila." jawab Mila polos.
Rubel menyelesaikan sarapannya, dan mengerjai asistennya.
" Stop udah cukup debatnya sekarang waktunya serius. panggilkan antrian pasien." ucap Rubel tegas. Mila melangkah keluar dengan wajah setengah bingung.
" Tadi ngajak ngomong, sekarang kita di kasih kerjaan buru-buru." dengus nya kesal.
setelah beberapa jam kemudian.
" Pekerjaan selesai waktunya pulang!!" ucap Rubel dalam hati.
Dia teringat waktu Hana menciumnya tadi pagi.
__ADS_1
" Dia benar-benar bikin aku makin rindu.
ya Allah cepet lah berlalu waktu biar aku bisa bebas tanpa hambatan buat kikuk-kikuk dengan nya." ujarnya dalam hati.
Rubel sedang berjalan menuju ruang Lila. dia mencari sahabatnya itu untuk memberitahu kan soal pernikahannya Minggu ini.
" Anita!" panggil Rubel pada Anita asistennya Lila.
" Dokter Lila mana?" tanya Rubel padanya.
" Dokter Lila lagi ada tamu dok." ucapnya menjelaskan.
" Tamu?" tanya Rubel bingung.
"Iya, itu loh dok temen nya dokter Rubel yang rambutnya buzz cut." jelasnya pada Rubel.
" Polisi yah?" tanya Rubel pada Anita.
" Iya yang polisi." jawab Anita polos.
" Mereka dimana?" tanya Rubel.
" Dikantin." ucap Anita cepat.
tanpa menunggu lama Rubel segera meninggalkan Anita dan berjalan ke arah kantin Rumah Sakit.
Di saat itu mereka sedang duduk bertiga, Rubel melihat lekat siapa yang sedang duduk disebelah Lila. sepertinya dia pernah melihat orang itu tapi dimana. sangat lama dia berdiri untuk memastikan siapa perempuan itu.
Mila yang menyadari Rubel sedang memperhatikan mereka pun menegur Rubel.
" Bel sini gabung sama kita." ucap lila.
Rubel berjalan ke arah mereka bertiga. perempuan itu terkejut melihat Rubel sudah di depannya. dia sedikit malu karena tadi pagi dia berpura-pura sakit. padahal dia juga seorang dokter.
" Bel kenalin dia dokter baru disini namanya Zaena." ucap Lila.
Zaena mengulurkan tangannya tapi Rubel hanya mengatupkan kedua telapak tangan nya.
" Sialan lah dia sombong kali lah dia ma aku. gak liat apa dia aku dah cantik kek gini malah di cueknya." dengus nya kesal.
Lila paham maksud Rubel apalagi sebentar lagi Rubel akan melepas masa lajangnya. dia gak akan mungkin memberi rambu-rambu warna hijau pada setiap perempuan yang baru saja dikenalnya.
" Ini Rubel Zaena." terang Lila pada Zaena.
"Oh." jawab Zaena pendek.
" Dion, ada yang mau aku bilang tapi gak mungkin aku ngomong disini." ucap Rubel segan.
" Tak apalah dok, ngomong aja lah, anggap aja aku gak ada." ucap Zaena polos dengan logat khasnya. Rubel tersenyum melihat Zaena mengeluarkan suara aslinya. yang menurutnya unik.
Zaena sadar Rubel tersenyum mendengar celotehnya.
" Maaf yah, mulut ku ini memang kek gini,gak bisa lah ku rubah Cemana sopan nya." ceplos Zaena.
Mila tertawa, dia tidak bermaksud meledek Zaena, tapi ucapan itu seperti menghibur mereka semua.
" Maaf yah, Zaena." ucap Lila merasa tak enak hati atas perlakuan nya.
" Tak apalah itu, aku sudah biasa. susah kali nak kurubah cara ku ngomong. belibet kali." ceplos nya lagi.
" Inilah aku apa adanya. gak mau ku sok-sokan jadi perempuan lemah lembut dan sopan."
Rubel sangat antusias melihat perempuan di depannya. secara selama ini dia selalu melihat perempuan polos, gemulai, dan genit tapi tidak dengan Zaena. perempuan polos, apa adanya, cuek dan gak sombong.
" Ya udah karena kau mau dengar Aku ngomong jadi Aku ceritakan saja pada kau semua." ucap Rubel meniru Zaena.
Spontan Dion dan Lila tertawa terbahak-bahak.
mereka tak pernah melihat Rubel selucu ini.
" Ya udah terserahlah dokter aku dengar lah apa yang nak kau bilang."
" Akuu akan akad nikah Minggu ini." ucap Rubel.
pernyataan rubel itu membuat Zaena terbatuk-batuk.
" Apa kau bilang?" tanya Zaena ulang.
" Aku mau nikah." ucap Rubel lagi.
"Oh, gitu. tak apalah itu gampang, kan rumah kau dekat dengan ku. ceplos Zaena.
" Apa?" tanya Lila tak percaya.
" Maksud mu?" tanya Lila pada Zaena.
" Tadi pagi kami sudah ketemu sekali di taman Putri Kenanga." jelas Zaena.
"Jadi kalian udah kenalan?" tanya lila lagi.
" Enggak dia cuma tolong aku tadi karena aku hampir jatuh. pas aku nak panggil dia, dia udah jogging ninggalin aku." ceritanya pada Lila.
Rubel hanya tersenyum kecil tidak menampik apa yang dibilang Zeana .
Lila tersenyum, paham betul bagaimana Rubel dengan semua perempuan tak terkecuali dengan Hana, tapi gadis itu telah merebut hati Rubel. apalagi gadis itu memang sangat Rubel sejak mereka kecil.
" Jaadi maksud Mu? tanya Lila pada Rubel.
" Aku mau kalian bantuin aku " ucap Rubel meminta tolong.
" Oh gampang itu." tenang saja serah kan saja sama kami berdua." potong Zaena.
" Gagal lah buat ku tuk dapatkan dia. ucap Zaena dalam hati.
"Lil, tolong beli perlengkapan seserahan lagi yah, dan juga mas kawinnya. kami akan menggelar syukuran kecil di Rumah. kalo buat resepsi besar aku takut Hana gak akan sanggup." jelas Rubel.
" Memangnya kenapa gak sanggop?" apa dia udah hamil? ceplos Zaena.
Spontan wajah Rubel memerah. Rubel sadar Zaena hanya memprediksi ucapannya bukan menelaah maksudnya.
" Cemana pulak hamil, dipegang dikit aja dia takut." jawab Rubel keras.
" Tapi tadi kulihat kalian cip......" ucap Zaena terpotong. dia sadar mulutnya sudah tak bisa lagi terkontrol.
Seketika wajah Rubel memerah, dia tak menyangka adegan romantis bak drama Korea terciduk oleh Zaena. spontan Lila dan Dion tertawa hanya Rubel dan Zaena yang terlihat salah tingkah.
"Zaena... Zaena.... kenapa lah tak bisa kau rem sedikit mulut kau itu." ucap Rubel dalam hati.
__ADS_1
Dukung Author terus yah mans teman, jangan lupa vote, like dan komennya yang banyak biar tambah semangat buat update dan terus memperbaiki diri... 🤗😍