Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 75


__ADS_3

Subuh ini subuh yang berbeda bagi semuanya karena mereka harus sholat lebih awal dari biasanya seperti di Indonesia.


Hana baru saja selesai mandi, Hana membangunkan Rubel. masih menggunakan handuk. dia mendekat tubuhnya ke Rubel.


" Sayang bangun." panggil Hana lembut tepat ditelinga Rubel. tanpa di sadari dada Hana terlihat saat dia menunduk membangunkan Rubel. Rubel menarik handuk Hana hingga Hana jatuh di tubuh Rubel.


" Hentikan, sholat dulu baru sarapan." ucap Hana cepat.


" Enggak mau, mau sarapan si Miss dulu." ucapnya tak mau kalah.


" Jangan, kita sholat dulu habis itu sarapan pagi." Hana mengalihkan pembicaraan yang menjurus sarapan pagi si EmPi.


" Enggak mau, mau sarapan yang itu dulu tunjuk Rubel sedikit genit.


" Yang lain udah nungguin kita untuk sholat." elak Hana agar Rubel segera bergegas bangun. namun Rubel malah membuka handuk Hana.


" Sayang.." suara Hana tercekat saat Rubel bermain dengan dua bukit kembarnya.


" Sayang kita sholat dulu, habis itu kasih sarapan si EmPi." ucap Hana malu-malu.


" Beneran yah." ucap Rubel meyakinkan.


" iya."


" janji?"


" iya sayang ku Rubelino." ucap Hana, sambil menghembuskan nafas dengan kasar.


Rubel bergegas bangun, dia segera Manarik handuk yang dipakai Hana tadi. membiarkan Hana tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. dan berlalu ke kamar mandi. Hana segera menarik selimut tebal untuk menutupi seluruh tubuhnya. dan segera mengenakan pakaian yang diambil dari dalam koper nya.


Rubel tergesa-gesa keluar kamar mandi. menarik ujung mukena Hana.


" Ayok sholat!!" serunya cepat tanpa menyadari dirinya sendiri tanpa pakaian.


" Emang nya mau sholat dengan pakai handuk aja??" tanya Hana meyakinkan, sambil mengangkat kedua alisnya tidak percaya dengan apa yang Rubel lakukan.


Rubel melihat kebawah tubuhnya.


" Astagfirullah, Kok jadi pikun yah." ucapnya terlihat sangat kikuk. Hana hanya tersenyum melihat Rubel panik.


" Makanya, niat nya dibenerin dulu, jangan cuma itu di ingetin di kepala." ledek Hana sambil menunjukkan kearah perkakas milik Rubel.


" Dih genit." ledek Rubel sambil mengedipkan kedua Matanya.


" Jiah dia yang genit kita yang disalahkan." ucap Hana sedikit kesal dan hendak mencubit Rubel tapi Rubel segera berjalan menuju kopernya.


Rubel membuka koper, mengambil baju dan memakai nya. dia melihat ke cermin membolak-balik tubuhnya.


" Ino masih ganteng kan?" ucapnya dengan percaya diri.


" Ganteng banget." goda Hana buru-buru karena waktu sholat subuh sangat singkat.


" Ayok buruan sholat nanti matahari mulai terbit." ucap Hana mengingat kan.


Mereka berdua segera menyusul yang lain untuk sholat subuh. pemandangan yang sangat indah subuh itu, semua melaksanakan sholat, termasuk Mila. setelah selesai sholat Hana menghampiri Mila.


" Mil, kamu sholat??" tanya Hana bingung, karena kemarin Haikal mengatakan bahwa Mila sedang palang merah.


" Iya, ada apa Mbak Hana?" tanya Mila yang lupa karena kemarin dia hanya mengerjai Haikal.


" Bukannya kemarin Haikal bilang kamu lagi palang merah?" tanya Hana masih penasaran.


Mila menutup mulutnya dengan satu jari memberikan isyarat pada Hana.


" Kemarin ngerjain mas Haikal." ucapnya pelan dan malu-malu.


" Terus, Haikalnya mana?" tanya Hana bingung.


" lagi di kamar masih tidur." ucap Mila tak enak hati.


" Kok gak di bangunin??" tanya Hana lagi.


" Takut di marahin." ucapnya ragu-ragu.


" Sini aku bangunin." ucap Hana bergegas masuk ke kamar membangunkan Haikal.


" Bang Haikal bangun, waktunya sholat subuh." ucap Hana keras tepat ditelinga Haikal.


" Ish dah nyamuk ribut amat sih." dengus Haikal.


Haikal segera meregang kan tubuhnya, bergegas bangun mengambil wudhu. sedangkan Mila telah menyimpan mukenanya agar Haikal tidak mencurigai nya. Haikal berjalan ke ruang tengah melihat semua orang sedang duduk. bersantai sambil mengobrol, Haikal pun sholat sendirian. Pagi ini ibu dan bibi membantu Mama menyiapkan sarapan pagi.

__ADS_1


Rubel mengedipkan sebelah matanya pada Hana. dia menagih janji Hana memberi sarapan si EmPi.


" Om kami masuk dulu yah, Hana lagi kurang enak badan." ucap Rubel sambil menggandeng tangan Hana. Hana mencubit perut Rubel. dia gemas Rubel menjadikan dia sebagai alasan untuk masuk kedalam kamar.


" Auh, sakit sayang." ucapnya meringis sambil menggosok perutnya yang di cubit Hana.


Rubel segera mengunci pintu, menjadi kan Hana seperti Ratu, Hana merasakan tubuhnya sangat rileks. Rubel memberikan sentuhan dan pijatan-pijatan lembut di tubuh Hana. sambil berselancar di dunia si EmPi. waktu terus berjalan hingga matahari telah telah berpindah dari singgasana pagi.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dengan keras karena kedua makhluk itu belum sarapan dari pagi.


" Woi, bangun buruan sarapannya udah dipatok ayam." teriak Haikal mengganggu ketenangan Hana dan Rubel.


" Huh dasar si Jae." umpat Rubel kesal tanpa di sadari dia melemparkan bola tenis yang berada di dekat tempat tidur ke arah pintu.


Gubrak!!!!!


" Hei, udah Baek hati gini ingatin sarapan malah dilempar, jangan bilang kalian lagi kasih makan ular Cobra yah." ledek Haikal keras dan terkekeh. membuat semua keluarga tertawa melihat tingkah konyolnya mengganggu Hana dan Rubel.


Hana bangun dan segera mandi di susul Rubel, setelah itu mereka segera keluar kamar. memasang wajah kesal ke arah Haikal.


" CK CK CK CK ke enakan kasih makan ular cobra, sampe lupa sarapan." ledek Haikal tak habis-habis.


" Bilang aja iri, karena palang merah jadi gak bisa kasih makan ular kobra sendiri." balas Hana sambil berjalan ke meja makan.


" Dasar nyamuk." balas Haikal masih kesal. Hana diam karena Rubel segera membisik sesuatu.


" Yang waras ngalah aja." ucap Rubel pelan. mereka berdua tertawa, dan menghabiskan sarapan pagi yang beranjak siang.


Ibu dan Mama menghampiri Rubel dan Hana.


dan berbicara dengan mereka.


" Sayang, Kita akan berbelanja banyak untuk acara selametan besok, sebelum sholat Dzuhur kita akan membagikan makanan ke mesjid-mesjid yang ada di sini. sebelum itu coba Rubel mencari Seorang Ulama untuk mendo'kan kehamilan Hana." ucap Mama antusias. Rubel dan Hana saling pandang.


" Ya sudah sebentar lagi kami pergi." ucap Rubel cepat. dan segera bangun.


" Om Tante ada yang mau ikut??" tanya Rubel pada Om dan Tantenya yang sedang asik mengobrol.


" Boleh, sekalian om mau berkunjung kerumahnya teman Om." ucap om Purwanto cepat.


" Kami berdua ikut Melisa dan Wati aja." ucap Tante Merry di ikuti anggukan Tante Lyra.


Tiba-tiba Haikal bersuara.


" Ngerem dikit Napa?" tanya Hana kesal karena suara Haikal membuat telinganya sakit.


" Maaf remnya lagi blong." jawab Haikal sekena hatinya dan terkekeh.


" Dasar Jae." gerutu Hana kesal dan masuk kedalam mobil saat Rubel membukakan pintu untuknya.


Haikal dan Mila duduk di belakang. sedangkan Om Purnawan dan Om Purwanto di tengah. Hana duduk di depan bersama Rubel.


Mereka pun berjalan membelah kota Sydney tak lama sampai di sebuah Mesjid.


Sydney City Mesjid dan lebih dikenal dengan Erskin Street Mushallah yang letaknya di CBD Sydney.


Rubel turun lebih dulu kemudian memutar membukakan pintu untuk Hana. kemudian di susul kedua Om nya, Haikal dan juga Mila. mereka segera menemui penanggung jawab mesjid dan mereka bertemu dengan orang yang sangat berpengaruh di Mesjid itu. Beliau Imam Mesjid tersebut.


Mereka dipersilahkan masuk kedalam Mesjid, dan berbincang sedikit tentang kedatangan mereka. Beliau menyanggupi nya. sesuai kesepakatan Rubel akan menjemput beliau untuk hadir di Rumah. untuk mendo'kan keselamatan Hana dan semua keluarga. karena waktu sholat Dzuhur sudah mepet mereka pun melanjutkan sholat di mesjid itu.


Setelah sholat Rubel mengajak semuanya untuk makan siang di daerah CBD. Rubel memilih makanan Indonesia di Shalom Indonesia Restoran.


" Asik, bisa makan makanan Indonesia." ucap Hana begitu senang. Kedua Om nya sangat sayang dengan Hana, mereka juga ikut bahagia melihat Hana sudah sangat sehat.


" Makan yang banyak yah." ucap om Purnawan sambil menggandeng tangan Hana. Rubel lebih dulu masuk untuk mencari tempat yang pas untuk mereka berenam.


" Hehehe iya om." jawab Hana malu-malu.


" Asik nih ye, dimanjain terus." ledek Haikal cemburu. Mila langsung menggandeng tangan Haikal dengan erat. dan berbisik lembut di telinga Haikal.


" Mas, Hana lagi hamil loh." ucap Mila mengingat kan. Haikal diam dia lupa bahwa Hana sedang hamil.


" Aku lupa Mil, habis sehari aja gak gangguin dia mulut aku gatel." goda Haikal pada Mila.


" Makanya ngerem dong mas." goda Mila membalas Haikal.


" Malas ngerem habis kamu palang merah." dengus nya kesal mengalihkan pembicaraan kearah lain.


" Heuh ngeles aja." Ucap Mila kesal. tanpa disadari Mila, Haikal mengecup bibir Mila pelan. membuat Mila tersipu malu. dan mereka berdua pun masuk kedalam restoran. Rubel memilih tempat dipojokan agar Hana bisa leluasa untuk makan.


Pelayan restoran datang memberikan buku menu.

__ADS_1


Om Purnawan dan Om Purwanto memesan sate, dan soto, Hana dan Rubel memesan empek-empek dan Sop iga. Haikal, Mila memesan Sop buntut dan iga penyet.


Pesanan yang sangat banyak, sambil menunggu makanan datang Rubel dan Hana narsis-narsisan asik wefian. Haikal pun tak ingin kalah saing menarik tangan Mila untuk keluar restoran sambil meninggalkan jejak di dalam ponselnya.


Mereka berdua kembali kedalam restoran dan makanan telah tersaji di meja makan.


Mereka mengambil pesanan mereka masing-masing, Hana sedang menikmati makan Favorite nya empek-empek kapal selam.


" Sayang makan nasinya dulu!" ucap Rubel mengingatkan.


" Nyicip dikit dulu yah." rengek Hana.


" Makan Nasi nya dikit aja biar gak kumat asam lambung nya." ucap Rubel sambil menyuapkan nasi dengan kuah Sop iga nya kemulut Hana. Haikal yang melihat tak mau kalah, dia juga menyuapkan iga penyet yang rasanya pedes ke mulut Mila. karena tak terbiasa makan pedas Mila kewalahan mengipas mulutnya.


" Huuuh Haaah."


Rubel dan Hana tertawa melihat Haikal panik meminta Air hangat untuk Mila.


" Makanya jangan suka cemburu, lihat-lihat dulu kalo mau nyuapin bini ." ledek Hana puas.


" Udah kasihan Mila nya, biarin aja Haikal ngurusin istrinya." ucap Rubel menegur Hana.


" Gak usah sok baik deh." dongkol Haikal karena ucapan serius Rubel selalu di anggap candaan olehnya.


" Dasar, marah-marah Mulu die habis gak dapat jatah sih." gumam Hana kesal karena Rubel sudah berbaik hati membelanya malah di semprot oleh Haikal.


Tiba-tiba om Purnawan bersuara, dia sudah hilang kesabaran melihat dua keponakan nya saling ledek.


" Heuh." Gertak Om Purnawan, membuat mereka semua terdiam. Om Purwanto hanya diam saja dia memilih tidak perduli kelakuan anak dan keponakan nya.


" Biarin aja bang, habis makan kita cabut duluan siapa yang telat makan dia yang bayar." seru om Purwanto. membuat semuanya panik. tak ada lagi suap-suapan masing-masing menghabiskan makanan nya sendiri-sendiri.


Hana makan pelan-pelan, karena perut nya sudah tidak sanggup menghabiskan makanan nya.


" Om, bungkus yah perutnya udah gak terima tamu lagi." rengek Hana pada Om Purwanto.


" Iya sayang, setelah ini kita singgah kerumah teman Om dulu yah."


" Yah Papa, untuk Hana aja boleh bungkus." ucap Haikal cemburu, karena sang papa selalu mementingkan Hana.


" Sayang, kamu kaya orang cemburu deh." bisik Mila lembut di telinga Haikal. wajah Haikal bersemu merah, tanpa dia sadari dia selalu cemburu melihat Papa dan Omnya yang selalu memberi perhatian lebih pada Hana.


" Ah kamu, masa sih aku cemburu." ucap Haikal datar. Pelan-pelan dia menyadari tingkah lakunya yang terlalu berlebihan. namun Haikal enggan meminta maaf pada Hana. dia sangat menyesal selalu cemburu dengan sepupunya itu.


" Tolong bayar yah." ucap om Purnawan lembut, sambil menyodorkan kartu debitnya pada Rubel.


" Gak usah om, biar Rubel yang bayar." tolak Rubel lembut.


Akhirnya, Om Purnawan berjalan ke kasir tanpa memperdulikan Rubel yang menolak kartu debitnya.


" Sayang, padahal kan mereka tamu, masak om Purnawan yang bayar." ucap Rubel tak enak hati.


" Udah gak usah difikirkan, biarin aja om Purnawan lagi banyak proyek baru dia." ucap om Purwanto menjelaskan.


" Satu lagi, Rumah mu yang di Villa Buana A sudah ada yang mengontrak mereka langsung mengambil untuk lima tahun ." jelas om Purwanto membuat Rubel tersenyum.


" Alhamdulillah, syukurlah kalo begitu." ucap Rubel bahagia, Hana ikut tersenyum bahagia.


Mereka semua kembali ke mobil, karena ke asikan mengobrol soal Rumah Rubel yang di kontrakan, om Purwanto lupa memberikan alamat temannya pada Rubel. tanpa mereka sadari mereka sudah berhenti di sebuah Rumah. Haikal dan Mila takjub, karena rumah yang ada di hadapan mereka sangat mirip dengan rumah yang ada di Indonesia.


" Kok kaya rumah nya Tante sih." ucap Haikal heran.


Om Purnawan dan Purwanto terkejut Rubel mengantar mereka tepat di depan Rumah temannya.


" Loh, kok kamu tahu ini Rumah temen Om?" tanya om Purwanto bingung.


Hana dan Rubel tertawa mereka memilih diam, agar kedua Omnya segera turun. Tiba-tiba seseorang keluar dari rumah sambil menggendong seorang anak laki-laki yang sangat ganteng dan lucu.


" Wow, kebetulan sekali." teriak nya pada mereka semua.


" Sam!" panggil Om Purwanto tak kalah terkejutnya.


Brian kecil berlari ke arah Hana. dia langsung menghamburkan pelukannya pada Hana.


" I Miss you Aunty." ucap Brian pada Hana. dan bergelayut manja pada Rubel, karena kasihan dia segera menggendong bocah kecil itu. mereka semua masuk ke dalam Rumah. Haikal dan Mila benar-benar dibuat takjub. karena Rumah itu benar-benar persis seperti kediaman Agiawan.


"


"


"

__ADS_1


"


" Assalamualaikum sahabat Dokter Cool, author baru bisa update lagi karena idenya mentok 😁, dukung terus yah karya Author jangan lupa Vote, Like, dan komen nya yang banyak terimakasih 😍🤗."


__ADS_2