Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 43


__ADS_3

Dikediaman Agiawan, Hana sedang bersiap-siap berangkat ke HK cafe dan resto milik Haikal.


Dia berpamitan dengan semuanya. sebelum Dia pergi Hana menelpon Rubel tapi Ponsel Rubel tidak aktif dan Haikal pun menghubungi Mila.


" Sayang, Rubel dimana? tanya Haikal tanpa basa-basi.


" Oh Dokter Rubel sedang ada pasien bedah, baru aja masuk ke ruang Operasi."


" Tolong bilang sama Rubel Hana pergi Dengan Aku ke Resto."


" Iya nanti Mila sampein. dan telepon pun ditutup.


Hana berpamitan Dengan semua nya dan mereka berdua pun pergi.


Ditengah jalan Haikal turun untuk membeli Rokok. dan menyebrang jalan. Hana hendak memanggil nya tapi Haikal telah berlalu.


Hana pun turun dan ikut menyeberang jalan. tiba-tiba seseorang menghentikan mobilnya dan melihat Hana yang sedang menyeberang. dia pun membuntuti Hana dan Haikal yang masuk kedalam mobil dan segera meluncur.


Tak berapa lama mereka sampai ke cafe dan Resto nya Haikal.


" Ayok turun." ucap Haikal dan membukakan pintu untuk Hana.


" Makasih om Haikal." ucap Hana menggoda Haikal.


" Ah orang nikah aja belum udah dipanggil Om, lagian kamu kan belum punya anak jangan panggil Haikal om dong. ketuan tau." ucap Haikal kesal.


" Duh o-om ganteng ngambek." ledek Hana tanpa memperdulikan wajah Haikal yang kian merah karena di ganggu Hana.


Hana masuk kedalam Cafe dan Resto nya Haikal, dia celangak-celinguk melihat kesemua sudut ruangan. desain yang dipilih Haikal memang sangat muda-mudi jadi pantesan aja kalo konsumennya banyak anak muda.


" Haikal, Hana mau disuruh jadi koki yah." Goda Hana pada Haikal.


" Iya kok tahu." ucap Haikal membalas godaan Hana. mereka pun masuk kedapur. ternyata benar Haikal pengen ngetes masakan Hana.


" Tolong buat 1 menu makanan yang yang menurut kamu enak dan rekomended." ucap Haikal begitu serius.


" Serius." ucap Hana Antusias.


" Iya lah, masa Haikal bercanda. sembari memberikan celemek agar Hana bisa langsung eksekusi.


" Tapi kan Hana gak bisa masak." ucap Hana malu-malu dan menutup muka nya dengan celemek.


" Kalo emang gak bisa masak sia-sia dong Haikal bawa Hana kemari." ucap Haikal dengan tatapan kesal.


" Lah emangnya tadi Haikal bawa Hana kemari mau ngapain?" tanya Hana ikut-ikutan kesal.


" Suruh masak, tadi Haikal minta Tante Purwati buat masak di resto karena koki Haikal lagi pulang kampung, tapi Tante malah suruh kamu buat gantiin Tante."


" Duh Ibu ada-ada aja. Hana biasa nolongin ibu, bukan pintar memasak." ucap Hana ngeles.


" Ya udah, ni resep menu yang ada di resto, karena di cabang yang lain juga kokinya berbeda-beda tapi resepnya dari 1 koki." ucap Haikal sambil menyodorkan buku resep menu.


Hana tidak sendiri dia di bantu beberapa karyawan Resto, jadi dia tidak perlu capek-capek harus mengerjakan semua nya. dia hanya meracik bumbu dari buku resep yang Haikal berikan Padanya.


Hana membuat bumbu yang banyak, agar memudahkan untuk masak.


Selama ini karyawan Resto, memasak dengan mudah karena kokinya selalu menyediakan bumbu untuk beberapa hari saja.


Perkiraan Koki itu akan balik dalam 3 hari ternyata setelah seminggu, Koki itu tak juga balik. Haikal agak kebingungan dan meminta Hana untuk membantu nya.


Tak berapa lama bumbu-bumbu yang diracik Hana selesai, mereka mulai mencoba bumbu masak nasi goreng.


Yang memasak adalah Hana sendiri, dia pun memasak sesuai instruksi di buku resep menu sang koki Resto. dan tak lama Hana membawa nasi goreng lengkap dengan garnis nya. mirip seperti yang Anda di foto menu.


" Tara, nasi goreng ayam suwir mercon ala shef Hana." ucap Hana memuji dirinya sendiri.


Haikal tersenyum dia tidak menyangka waktu yang dia berikan untuk Hana bisa dilakukan dengan cepat.


" Cantik nasi gorengnya." ucap Haikal memuji.


" Iya dong kaya yang buatnya cantik." goda Hana pada Haikal. dan Haikal pun mengambil sendok dan mulai menyuapi nasi goreng itu kemulut ya.


" Em, kok aneh yah." ucap Haikal tiba-tiba mengejutkan Hana dan karyawan yang lain.


semua orang merasa bingung karena mereka juga sudah mencicipi nasi goreng itu sebelum di serahkan ke Haikal.


" Ya udah kalo aneh jangan dimakan, nanti sakit perut." ucap Hana cepat. Hana pun langsung mengambil nasi goreng itu dengan paksa dan hendak mencobanya.


" Eits makanya omongan Haikal jangan langsung dipotong." ucap Haikal dan menarik kembali piring nasi goreng itu ke hadapannya.


" Terus kenapa aneh?" tanya Hana agak keras. dan terus memperhatikan mulut Haikal yang tak berhenti makan.


" Aneh karena bikin mulut Haikal gak berhenti makan." ceplos haikal. Dan membuat semua orang tertawa melihat tingkahnya makan sambil ngomong.


" Woi ati-ati makannya nanti keselek." ucap Hana mengingat kan. tak berapa lama apa yang dikatakan Hana benar-benar terjadi.

__ADS_1


" huk, dasar mulut asin. dikit aja ngomong langsung manjur." Dumel Haikal kesal dan segera meminum air mineral yang tersedia di meja itu.


" Lagian Haikal juga makan gak pake perasaan kaya orang dikejar setan." celutuk Hana kesal.


Haikal tersipu malu karena Hana marah di depan semua karyawan nya.


" Ya udah Haikal salah, jangan ngambek lagi yah sayang." ucap Haikal kembali mengundang mata melihat ke arah mereka berdua.


" Aduh kalian jangan salah faham, Hana kan adik sepupu aku jadi gak usah serius gitu lah liatnya." ucap Haikal menjelaskan.


" Sekarang waktunya bubar!"


" Ayok buruan kerja-kerja!" ucapnya tegas.


" Makanya perhatian gak usah berlebihan tuh liat mereka masih kepo." ucap Hana menunjuk ke arah dapur, kemudian meraih nasi goreng haikal dan menyantap nya.


" Yah dimakan." ucap Haikal lemes.


" Buat sendiri lah, kan bumbunya udah Hana buat yang banyak.


" Enggak ah." ucapnya dan meraih sendok lain di dalam keranjang sendok. mereka pun makan dalam satu piring. adegan itu membuat semua orang enggan pindah.


Hana membawa piring kotor itu ke dapur, semua karyawan melarikan diri, takut ketahuan oleh Hana.


" Wah ternyata pada kepo yah?" ledek Hana pada mereka semua.


" Iya mbak soalnya Pak Haikal gak pernah bawa perempuan kemari." ucap mereka malu-malu.


" Oh iya-iya saya ngerti, maksud kalian karena Haikal jomblo kan?" ucap Hana memancing para karyawan itu. tiba-tiba seseorang datang dan berdehem.


Hana tersenyum, dia tidak perduli Haikal mau marah kepadanya. karena kenyataannya Haikal cukup lama menjomblo.


" Gak usah khawatir sebentar lagi bos kalian yang ganteng ini akan segera mengakhiri masa jomblonya." ungkap Hana membocorkan rahasia Haikal.


" Ya ampun itu mulut apa gak pernah sekolah?" ucap haikal begitu gemes mendengar Hana begitu ceplos.


" Sekolah dong, tapi sampe tamat SMA." ucap hana membela diri.


Semua karyawan tersenyum, mereka tak ada yang berani tertawa karena Haikal telah lebih dulu memasang wajah juteknya.


" Dengar yah kalian semua, jangan dengerin omongan sepupu aku ini, dia emang terlalu polos jadinya semua di keluarin."


.


" Satu hal lagi. perkataan adalah do'a jadi tolong amiinkan do' a yang disebut oleh mbak Hana tadi." ucapnya dengan senyuman bahagia.


" Alhamdulillah gak nyangka sampe rame." ucap Haikal.


" Ini namanya juga rezeki, kan Haikal mau nikah, jadi Allah berikan kemudahan untuk itu." ucap Hana sok ketuan.


" Makasih yah." ucap Haikal begitu bahagia dan dia pun mendekap punggung Hana.


" Eits gak usah pegang-pegang. entar pada salah fokus semua." ucap Hana dan beranjak dari dekapan Haikal.


Hana berjalan ke luar Cafe, dia begitu kagum dengan kerja keras Haikal. walaupun usianya masih muda Haikal telah berhasil mempunyai 6 Cafe dan Resto.


Seseorang menghampiri nya dan mendekap mulut Hana dengan tisu. dan Hana pun pingsan, laki-laki itu pun segera menggendong Hana dengan terburu-buru masuk kedalam sebuah mobil. seorang karyawan melihat dan segera melaporkan kejadian itu pada Haikal.


" Bos, mbak.... mbak.... Hana." ucap nya agak tercekal.


Dia menunjukkan ke arah luar. Haikal pikir Hana sakit. dia pun segera keluar.


" Mana Hana nya?" tanya Haikal bingung.


karyawan itu tertunduk lesu.


" Mbak Hana di Culik." ucap nya lemas. Haikal terkejut dia pun segera memeriksa CCTV restonya.


Dia tidak bisa menyalahkan karyawan nya. Haikal segera menghubungi Dion.


" Dion, tolong bantuin aku...." ucap Haikal panik.


" ada apa kal? tanya Dion.


" Tolong aku dong Hana di Culik." ucap nya benar-benar panik.


" Diculik????" tanya Haikal tak percaya.


" Iya Hana diculik, tadi yang melihat karyawan cafe ku." ucap Haikal menjelaskan.


" Ok-Ok tunggu yah, tolong share lokasi. sebentar lagi aku ketempat kamu. Apakah Rubel sudah di kasih tahu?"


" Aku bingung mau bilang apa.. karena aku yang ajak Hana kemari."


' Ok lah.. kami otw yah."

__ADS_1


Haikal segera menghubungi papanya dan Om Purnawan. dan sebentar saja lokasi itu sudah rame dengan polisi. Dion, Haikal, Papanya Haikal dan Om Purnawan Tina di Cafe.


" Bagaimana bisa diculik? tanya mereka bingung." Haikal terdiam dia bingung harus bilang apa. dan semuanya terjadi secara tiba-tiba dan sangat cepat.


" Gak tahu pa, kita lihat rekaman CCTV aja dulu yah." ucap Haikal begitu lemas. dia sangat bingung mau bilang apa, Dion sudah meminta Rubel untuk Segera ke Cafe.


Tak berapa lama Rubel pun tiba, dia pun bingung melihat Resto Haikal banyak polisi.


" Ada apa ini?" tanya Rubel bingung. dia melihat wajah Haikal sangat ketakutan.


" Kamu kenapa kal?" tanya Rubel.


Om Purwanto, mengajak Rubel untuk duduk di dalam cafe. dia juga bingung mau menjelaskan kondisi Hana saat ini.


" Kamu lihat rekaman CCTV ini yah, mungkin kamu kenal dengan orang yang ada di dalam." ucap om sedikit bingung.


Rubel pun melihat rekaman itu dengan teliti dan sangat terkejut.


" Apa ini om?!" tanya dia tak percaya.


semua orang terdiam. mereka tidak tahu bagaimana caranya memberitahu Rubel. Dion pun meminta Rubel untuk tenang.


" Sabar, tenangin dirimu." ucap Dion pelan.


" Gimana aku bisa tenang, yang di Culik itu Hana." ucap nya begitu keras.


" Maafin aku bel." ucap Haikal pelan. tanpa berani melihat langsung mata Rubel.


" Ya Rabbi. apa ini??" tanya Rubel begitu lirih.


Dia terus beristighfar, tanpa di sadari air matanya mengalir.


Dia terduduk lesu. tidak tahu harus berbuat apa.


" Rubel om minta foto Hana yah.." ucap Om Purnawan.


Rubel segera men-share foto Hana kepada Om Purnawan, tak berapa lama wajah Hana pun langsung tersebar ke seluruh seantero Negeri. dan dia juga meminta stasiun TV swasta untuk menyiarkan secara langsung pencarian Hana.


*****


Dikediaman Agiawan, Ibu, Nyai dan Ayah Hana sedang menonton TV, tiba-tiba muncul pemberitaan Orang di Culik dan muncul lah foto Hana. mereka semua sangat terkejut. karena sejak dia pergi dengan Haikal Hana belum pulang kerumah tiba-tiba sudah dia pemberitaan penculikan itu. wajah orang yang menculik itu tidak begitu terlihat karena dia memakai masker dan topi.


" Ya Allah, Siapa lagi yang menculik Hana?" ucap Nyai begitu sedih.


Ibu hanya bisa menangis dia tidak menyangka bahwa Hana dalam masalah.tak ada firasat apapun tentang Hana.


" Hana kemana kamu nak." ucap ibu begitu lirih. ayah memeluk ibu sangat lekat. Ibu nya Hana sangat jarang menangis. ini benar-benar membuat dia sangat terpukul.


" Sabar yah Bu, sepertinya ini juga karena campur tangan Abang-abang kalo tidak mana mungkin dalam hitungan menit berita ini bisa tersebar begitu cepat."


" Do'ain yang terbaik buat Hana yah Bu." ucap Ayah begitu tegar. dia tidak ingin istrinya berlarut-larut dalam kesedihannya.


Suara azan ashar berkumandang, Ibu dan Ayah segera mengambil wudhu dan sholat.


terdengar Isak tangis sang ibu, bermunajat kepada Sang Maha Segalanya. Air matanya terus membasahi pipinya tanpa Jedah.


" Lindungilah, anak hamba ya Allah dimana pun dia berada." ucapnya begitu lirih. semua yang mendengar do'a Ibu ikut menangis. Nyai segera menghampiri Ibu. dia memeluk Ibu dengan erat.


" Wati, yang sabar yah."


" Kamu harus kuat."


" Yakinlah Allah selalu bersama Hana."


" Emak yakin secepatnya Hana akan kembali bersama kita." ucap nyai tetap berusaha menyemangati Ibu nya Hana walaupun di dalam hati kecilnya dia sangat sedih.


" Apakah Rubel sudah tahu???"


" Bagaimana keadaan Rubel????"


" Pasti dia sangat terpukul atas kejadian ini." ucapnya begitu panik


" Bi tolong telepon Rubel secepat nya ." pinta Nyai gusar.


" Iya Nyai." saat Bibi sedang menelpon Rubel, terdengar suara pintu depan di ketuk.


" Assalamualaikum." suara itu sangat berat.


Nyai menjawab salam itu dengan cepat.


Rubel, Haikal, Papanya dan Om Purnawan langsung masuk kedalam Rumah.


Rubel tertunduk lesu. hatinya sangat perih. orang yang sangat dia cintai di Culik oleh orang yang tak dikenal.


Rubel segera memeluk Nyainya sangat era. dia pun tak sanggup berkata-kata. walaupun dia berusaha untuk tegar tapi air mata terus tumpah membasahi pipinya yang putih.

__ADS_1


Om Purwanto langsung meminta seorang Intel yang sudah sangat senior di bidangnya. Rubel berjalan ke kamarnya. dia tak tahu harus berbuat apa. dia pun bergegas mengambil wudhu untuk Sholat. dan memohon pertolongan Allah SWT.


__ADS_2