Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 26


__ADS_3

Tibalah mereka di perumahan Ponorogo Residen, ayah dan ibu turun lebih dulu, kemudian di susul Rubel menggendong Hana.


Ayah dan ibu saling pandang melihat sebuah rumah yang begitu megahnya di hadapan mereka. mereka menggenggam tangan seakan ada sesuatu yang sangat mereka khawatir kan.


"Rumah siapa ini?" tanya ibu kepada Haikal.


"Ini Rumahnya papa Bu." jawab Haikal.


ibu mencoba menenangkan diri sambil menggenggam tangan ayahnya Hana. dan mereka berjalan mengikuti Haikal dan Rubel yang menggendong Hana.


ibu memandang ke segala penjuru ruangan, tidak ada satu pun yang luput dari penglihatannya dari ornamen-ornamen yang ada. ukiran itu tidak ada yang berubah sedikit pun hanya cat dinding yang telah berganti warna.


tak disadari dia berjalan mengelilingi rumah itu. ayah mengikuti ibu, rasa gelisah menyergap keduanya.


"Bu, jangan terlalu jauh masuk!" pinta ayah pelan.


"tapi. ibu ingin sekali melihat semuanya." jawab ibu.


"Dia berhenti pada sebuah ruangan keluarga di dinding itu terpampang sebuah foto besar, di dalam foto itu ada seorang laki-laki tampan dengan wanita yang sangat cantik dan ke tiga anaknya. 2 laki-laki dan 1 perempuan.


Air mata ibu tumpah seketika, rasa rindu yang membuncah mengaduk-aduk hatinya.


"Pa-Ma Wati rindu."


ayah memeluk ibu begitu erat. jangan nangis Bu, anak-anak gak boleh tahu soal ini.


dia merapatkan dirinya ke foto itu, mengelus foto 2 laki-laki yang tidak lain adalah abang-abang nya.


"Bu kita jangan berlama-lama disini nanti Haikal curiga." ujar ayah cepat.


"ibu rindu.. ibu rindu sama mereka semua."


sabar yah sayang ada masanya." ucap ayah menenangkan ibu. ibu mencium lama foto itu. dan berlalu meninggalkan ruangan itu.


Rubel mencari standing Hanger agar bisa menggantungkan botol infus Hana. dan dia berhenti melihat ibu yang nampak bersedih keluar dari sebuah Ruangan. Rubel mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi. dan bersembunyi di balik dinding.


"Ibu, jangan bersedih lagi yah." pinta ayah


pada ibu.


"Ayah, ibu ingin ketemu abang-abang ibu." ujar ibu lirih.


"ayah tahu, ayah mengerti kerinduan ibu. tapi anak-anak tidak perlu tahu ini semua. jika tidak abang Purnawan akan menghancurkan kita semua.


"Ibu ingatkan bagaimana dia begitu membenci ayah. karena ibu memilih ayah untuk jadi suami ibu.


dia menghancurkan semua impian kita, sehingga untuk mencari pekerjaan saja ayah tidak bisa, sehingga kita harus hidup dalam kesusahan seperti ini." ucap ayah lirih.


"maafin ibu yah ayah, maafin ibu. terimakasih telah menjadi suami yang bertanggung jawab untuk ibu dan Ayah yang hebat untuk Hana." ucap ibu.


Rubel terdiam, dia tidak menyangka begitu banyak teka-teki yang tersembunyi dalam keluarga Hana. dan lebih-lebih dia tidak menyangka bahwa Ibu Wati adalah adik kandung dari Purnawan Agiawan yang saat ini sedang memburunya bagai boronan.


Rubel tidak sengaja menyenggol sebuah guci antik di meja dekat dia berdiri. ayah dan ibu terkejut dan menatap lekat kearah Rubel yang hendak mengambil guci itu.


"Rubel." ucap ibu terbelalak.


Rubel berjalan ke arah mereka, dan mencium tangan ibu, dia melihat ibu sangat lekat.


"Ibu jangan khawatir Rubel akan menyimpan semua rahasia ini. maafkan Rubel yang tidak sengaja mendengar semua ini." ucap Rubel menenangkan.


ibu meneteskan air matanya.


"tidak sayang Rubel tidak salah, suatu saat semua ini juga akan terbongkar." ucap ibu begitu tegar.


mereka bertiga kembali keruang tengah menghampiri Hana yang telah tertidur karena kelelahan.


"Ibu Rubel mau cerita masalah om Purnawan pada ibu dan ayah." Ujar Rubel pada mereka.


sambil menyandarkan tubuhnya di sofa. ayah dan ibu pun duduk berdekatan.


"Kita disini karena om Purwanto. dia lah yang menolong Rubel agar bersembunyi dirumah ini. Haikal adalah anak om Purwanto." ujar rubel menjelaskan, seketika itu air mata ibu tumpah. dia tidak bisa menahan dirinya mendengar nama Abang-abangnya. sungguh kerinduan begitu menyiksa nya, tapi dia sendiri tak berdaya.


"Om Purnawan meminta Rubel untuk membatalkan pernikahan Rubel dengan Hana agar Rubel menikah dengan Anaknya bernama Maria. sebelum terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, istri Om Purnawan menemui Rubel agar Rubel dan Hana segera pergi dari rumah sakit untuk bersembunyi. Rubel ceritakan semuanya pada Dion, Diko, dan Haikal, ternyata Om Purnawan adalah Abangnya Om Purwanto papa nya Haikal. jalan satu-satunya nya adalah mencabut laporan penganiayaan terhadap Hana yang dilakukan Om Purwanto dan Kirana adik Haikal. jelas Rubel begitu panjang. tangis ibu pecah. Haikal tersentak mendengar tangis ibu Hana.


"ada apa Bu?" tanya Haikal pada ibunya Hana.


"kenapa kalian menyimpan semua ini dari ibu?" tanya ibu tak sanggup menahan kuasa.


"Kenapa, Abang-abang ku menyakiti anak ku Hana?" kenapa mereka begitu membenci anakku?" kenapa?" teriak ibu begitu kesal.


Haikal nampak bingung apa yang di ucapkan oleh ibu nya Hana.


"tunggu dulu." apa maksud ibu?" desak haikal.


"tenang Bu tenang." ujar ayah kepada ibu.


ibu menangis sejadi-jadinya, dilihat anak kesayangan nya.


"kasian kamu nak, mereka tidak tahu siapa yang telah mereka sakiti." ucap ibu begitu sedih.

__ADS_1


"Ibu, Rubel minta maaf, om Purwanto juga sudah minta maaf sama Hana." dan dia sudah berusaha menebus kesalahannya.


"ibu siapa?" Desak Haikal cepat.


"Purwati Agiawan. adik dari Purnawan Agiawan dan Purwanto Agiawan anak dari Agiawan." ucap ibu keras dengan air mata yang terus mengalir.


Haikal terbelalak dia tidak mengetahui tentang Purwati Agiawan.


"Papa tidak pernah bercerita tentang ibu." ujar Haikal.


"Tentu saja sejak ibu keluar dari rumah ini dan menikah dengan ayah Hana, mereka semua menghapus nama ibu dalam keluarga ini." ucap ibu begitu kesal.


Barulah Haikal ingat di dalam foto keluarga papanya ada seorang perempuan. tetapi tidak ada yang pernah menceritakan siapa perempuan itu dan bahkan tidak ada yang mengetahui keberadaan perempuan itu.


Haikal memeluk, adik papanya itu.


"Maafin Haikal yah Tante, maafin juga papa."


ibu membalas pelukan Haikal.


"kamu gak salah sayang." semua sudah takdir Allah. ucap ibu sedikit lega.


terdengar suara bel berbunyi. Haikal segera keluar sebuah mobil X berwarna.silver telah sampai di depan rumah, dan dia mencoba melihat siapa yang telah membunyikan bel.


"Mas Haikal ini Diko." teriaknya dari luar pagar. sambil melambai-lambai kan tanganya ke arah Haikal.


Haikal segera membuka pintu pagar dan Diko memarkirkan mobil di garasi mobil yang sangat luas. Diko terbelalak melihat rumah mewah bagai istana. bibi yang di dalam memanggil-manggil Diko.


"mas Diko bantuin bibi turunin nyai." pintanya pada Diko. barulah Diko tersadar karena kekagumannya melihat rumah itu dia seperti terhipnotis.


"maafin Diko yah nyai. gara-gara lihat istana ini Diko jadi lupa nurunin Nyai." ujarnya tersipu malu.


Diko membantu menurunkan nyai dan bibi menurunkan kursi roda, setelah itu mereka masuk kedalam rumah. Diko dan bibi tak henti-hentinya berdecak kagum melihat rumah besar itu.


"wah rumahnya cantik." Ujar bibi begitu kagum.


mereka pun sampai diruang tengah, nyai melihat ibu begitu sedih. dan menyapanya.


"Wati."


"Iya mak." jawab ibu lirih.


"ibu tidak bisa menyimpan kesedihan nya di hadapan nyai. dia memeluk nyai.


"sabar yah nak, badai ini akan segera berlalu."ujar nyai menenangkan ibu.


Tiba-tiba suara ponsel Haikal berbunyi.


"wa'alaikum salam." jawab dari seberang sana. Haikal membesarkan suara ponselnya agar bisa didengar semua orang.


"Haikal om Purnawan telah menyebar kan pencarian Rubel di media-media."


dan dia mengancam jika Rubel tidak menyerahkan diri sesegera mungkin maka Rumah Sakit Z akan segera di tutup paksa oleh nya. jelas papa Haikal.


"Baik pa." terimakasih infonya. balas Haikal.


dan telpon pun ditutup.


Rubel terbelalak. dan Hana berusaha bangun karena mendengar suara telpon.


"apa itu Ino?" tanya Hana bingung.


"gak ada apa-apa sayang." jawab Rubel berusaha baik-baik saja.


"Kenapa ibu menangis?" tanya Hana melihat ke arah ibunya.


"Apa yang kalian sembunyikan dari hana." tanya Hana bertubi-tubi.


ibu memeluk Hana.


"Hana yang kuat ya nak, Hana harus sembuh." jangan fikirkan Apapun."


"Ibu, ibu sayang Hana kan?" tanya Hana pelan.


"tentu saja sayang." jawab ibu.


Haikal Memandang sedih ke arah Hana, dia merasa sangat bersalah.


"ternyata kau sepupu ku Hana." gumannya dalam hati.


"Sayang dengerin ino yah." Ino janji pada Hana Ino akan kembali untuk ana. Ino harus segera menyelesaikan masalah ini. jika tidak Rumah Sakit Z akan ditutup paksa oleh Om Purnawan." ujarnya menjelaskan.


"tapi yang di inginkan dia adalah ino menikah dengan Anaknya Maria." potong Hana cepat.


"tidak sayang, Ino tidak akan menikah dengan Maria sekalipun nyawa taruhannya." jawab Rubel tegas.


"Ibu, ayah Rubel titip Hana sebentar." Ujar Rubel pada ibu.


"Ino jangan pergi." jangan tinggalin ana." ucap Hana begitu lirih. ibunya semakin memeluk hana.

__ADS_1


"Diko, leo tolong jaga keluarga ku. apapun itu tolong. aku mohon sama kalian berdua. pinta Rubel pada Diko dan Leo.


"iya mas kami akan berusaha semampu kami." jawab diko.


"Nyai,do'ain ino yah." pinta pada nyai.


"iya sayang, Nyai akan selalu mendo'kan kebaikan untuk Ino. jawab nyai.


"Haikal kabari papamu bahwa aku akan segera kerumah sakit Z untuk menemui Om Purnawan." ucapnya pada Haikal.


"baik, adik ipar." jawab Haikal mencoba mencairkan suasana.


Rubel tersenyum,


"terimakasih, Abang." ucapnya membalas Haikal. dan berlalu keluar rumah. dan segera mengendarai mobilnya menuju rumah sakit


Haikal menghubungi papanya mengatakan apa yang disampaikan oleh Rubel tadi. dan papa Haikal Purwanto Agiawan segera menyusul Rubel ke Rumah Sakit Z.


"Haikal, tolong jangan bilang papa kalo Tante ada disini yah sayang." ucap ibu pada Haikal.


"iya Tante." jawab Haikal lembut.


"sejak kapan ibu ku jadi tantemu." celutuk Hana tiba-tiba.


"sejak tadi lah." jawab Haikal cepat.


dia hendak mencubit adik sepupunya itu, tapi di urungkan niatnya.


Rubel memacu mobilnya sangat cepat dia ingin semua nya baik-baik saja. apapun yang terjadi dia akan mengorbankan dirinya.


tidak berapa lama tibalah dia dirumah sakit Z, orang-orang melihat kearah nya begitu lekat.


Lila melihat nya dengan tatapan sedih, semua nya melihat ke arah Rubel. Tak ada canda dan tawa menghiasi wajah mereka. mereka ikut merasakan apa yang dirasakan Rubel.


"Rubel, apa yang akan kamu lakukan." tanya Lila pada Rubel.


"Aku akan mengabdi untuk rumah sakit ini, dan aku akan lakukan apapun untuk Rumah sakit ini, sekalipun nyawa taruhannya." jawab Rubel tegar. Lila tak sanggup menahan tangisnya, dia tidak menyangka akan terjadi seperti ini.


Rubel berjalan ke Kamar VVIP dimana Maria dirawat. dia mengetuk pintu itu. Anita membukakan pintu. diruangan itu Ada Bapak Purnawan Agiawan dan istrinya sedang menghibur putrinya.


"hahaha ternyata sangat mudah untuk meminta mu keluar." ujarnya bangga.


"bagaimana Rubel, apa sudah kamu fikirkan untuk menikahi putriku." tanya nya pada Rubel.


Rubel hanya diam, dia melihat kearah Maria dengan tatapan kesal.


"Maria kenalkan ini Dokter Rubel, dia lah yang telah menyelamatkan mu dan dia juga bersedia akan menikahi mu." ujarnya asal tanpa memperdulikan raut wajah Rubel.


"Maaf saya kesini bukan untuk menikahi putri bapak. justru saya kesini ingin mengatakan kepada bapak agar bapak menghentikan niat bapak menikahkan saya dengan Putri Bapak." Ujarnya tegas.


"Hei...hei....hei.... Aku Purnawan Agiawan aku tidak suka dibantah dan di Lawan. dan kamu hanya seujung kuku ku aku akan menghancurkan kamu dan juga keluargamu." ujarnya mengancam Rubel.


"jangan bawa-bawa keluarga ku mereka tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini!" Ujar Rubel begitu berang.


"jangan bermain-main dengan ku." aku tidak suka dengan orang yang suka menentang ku.


kamu harus menikahi Putri ku Maria." ujarnya semakin angkuh.


Maria tersenyum, dia tidak menyangka ayahnya punya ide secemerlang itu. dia menatap Rubel begitu lama, ganteng, berwibawa dan tanggung jawab."


"aku tidak mencintai putri bapak." ucapnya menolak.


"aku tidak suka di tolak." ucapnya kesal.


Rubel berjalan ke arah luar. tiba-tiba Pak Purnawan berteriak .


"Pengawal tangkap dia!!!" ucapnya berteriak kepada pengawal yang telah menunggu di kursi luar. mereka langsung menangkap Rubel.


"siksa dia sampai dia bersedia menikahi putri ku." teriaknya semakin keras.


semua orang berteriak histeris, Lila dan dan dokter-dokter lain hanya bisa melihat Rubel tanpa bisa menolongnya. pak Purnawan keluar kamar.


"Kalian lihat, ini lah akibat nya jika menentang ku. siapapun itu yang berusaha menolong dokter Rubel akan aku buat hidupnya menderita." ucapnya begitu angkuh.


"Bang tolong lepaskan Rubel." tiba-tiba seseorang memohon dengan sangat pada nya.


"Ngapain kamu?" tanya Pak Purnawan.


"Tolong bang." jangan paksa dia menuruti kemauan Abang." kasihan calon istrinya sedang sakit parah." jawabnya memohon dengan sangat.


"Jangan ikut campur urusan Abang." jawabnya agak melemah.


"Bang jangan bang." dengerin aku bang." ucapnya memelas.


"tolong,jangan campuri urusan ku." ucapnya semakin keras.


"om, sudah lah om." biarkan saja sampai mana dia akan menyiksa Rubel." potong Rubel pelan.


"Tapi nak." ujar papa Haikal sedih.

__ADS_1


"Om, jaga Hana yah om." titip Hana tolong sembuhkan Hana jika sesuatu menimpa Rubel." mohon Rubel pada papa Haikal. dan para pengawal tadi menarik Rubel dengan paksa.


Bantu follow,Vote like dan komennya yang banyak yah terimakasih 😍🤗


__ADS_2