
Bulan ini memasuki awal musim dingin di Sydney, dengan suhu maksimum 17.6°.hari itu Rubel ingin sekali berkeliling kota Sydney setelah 2 tahun tinggal di Indonesia dia rindu menjelajahi negeri kangguru itu.
Gedung-gedung tinggi pencakar langit saling berdempetan di pusat Kota. Ada perkantoran, pusat perbelanjaan. Dan juga Hotel. Di jalan-jalan itu mobil lebih dominan ketimbang kendaraan bermotor.
Rubel menghentikan laju mobilnya, dia berhenti di kawasan Icon dikota itu. Dia mencari tempat bersantai di pinggir pelabuhan di dekat Gedung Opera House. Banyak orang berlalu lalang, tidak hanya turis lokal tapi juga turis manca negara. Dia menikmati musim dingin itu. Tiba-tiba dia rindu dengan Hana.
Dia mengambil ponselnya. Mencoba menghubungi Hana dengan VC, tapi panggilan itu tak juga di sambut Hana. Seseorang menegur nya.
“hai.” Sapa perempuan itu.
Dia mengenali suara itu, mencoba mengatur nafasnya pelan.
“Kenapa kamu disini?” tanya Rubel dengan ketus.”
“ini kan tempat umum, siapa saja berhak kemari kenapa kamu yang marah.” Ujar lia tanpa rasa bersalah.
“bukan kah masih ada tempat yang kosong disini sambil menunjukkan meja-meja kosong.
“aku kesini bukan ingin bertemu dengan mu hanya kebetulan lewat dan melihatmu.” Ucap Lia lagi.
Rubel memandangi Lia dengan tatapan sinis.
“Ah jangan ambil hati, maafkan aku soal itu.” Ucapnya mencoba menenangkan hati Rubel.
“Dengar aku Lia, aku tidak suka kamu perlakukan aku seperti saat itu. Kamu kan tahu kita hanya sahabat tidak lebih. Dan satu hal lagi jangan pernah ganggu aku, aku akan segera menikah.” Ucap Rubel tegas.
“Okay, tapi berikan aku kesempatan untuk meminta maaf padamu, dan untuk menebus kesalahanku. Aku akan mentraktir kamu makan. Bagaimana?” ucapnya mencoba membela diri.
Rubel menghela nafas panjang, dia menerima ajakan makan itu. Mereka pun pergi kesebuah restoran shalom Indonesia di daerah CBD.
Mereka berdua masuk ke restoran itu, duduk didekat jendela kaca. Rubel melihat buku menu. Soto, batagor, ayam goreng, tongseng. Dia memanggil pelayan restoran itu memesan tongseng dan minumannya seperti biasa Air mineral.
“kamu pesan apa Lia? Tanya Rubel pada Lia.
“Entahlah aku bingung apa yang enak menurut mu.” ujar Lia bingung. Secara Lia adalah keturunan bule asli dia tidak pernah makan makanan Asia.
“Kamu mau cobain tongseng.” Tanya Rubel lagi.
“Boleh, Cuma aku penasaran dengan badagor. ucapnya cepat.
“Bukan badagor tapi batagor. Ucap Rubel memperbaiki ucapan Lia.
“ah apalah itu aku tak tahu yang penting ada gor-gornya.” Ucap Lia membela diri. Rubel tertawa melihat sahabat nya itu.
“Nah gitu dong harus banyak banyak tawa jadi kamu enggak kesambet lagi.” Ujar Lia asal.
“ Ya udah berarti 2 tongseng, 2 nasi 2 air mineral dan 1 batogor.” Ucap Rubel pada pelayan restoran itu.
Tidak berapa lama makanan itu datang dan disajikan di meja mereka. Lia terlihat antusias karena dia tidak pernah melihat makanan itu sebelumnya.
“Wow, amazing.” Ujarnya luar biasa.
“Ini tongseng, di dalamnya ada daging, kubis, tomat bawang merah,bawang putih, kuah gulai, kecap manis dan merica. Makannya harus panas-panas menambah nafsu makan.” Jelas Rubel detail.
“badagor nya ini?” tanya Lia pada rubel.
“Bukan badagor tapi batagor.” ujar rubel memperbaiki ucapan Lia.
Lia memperhatikan batagor di depannya, kuah bewarna coklat itu membuat dia berselera.
Dia mencicipi batagor itu pelan-pelan. Mulai menggigit bakso ikannya.
“Apa ini?” tanya nya pada Rubel.
“itu fish ball, dan coklat itu kuah kacang dan segitiga itu, bakso tahu.” Ujarnya menjelaskan.
“Trus ini apa?” sambil menunjukkan kerupuk kotak-kotak.
“Itu pangsit. Ucap Rubel lagi.
Tanpa disadari Lia lebih dulu menghabiskan batagornya. Rubel melihat lia heran.
“Kamu lapar apa kesambet?” tanya Rubel bingung.
“dua-dua nya.” Jawab lia asal.
Rubel menyodori tongsengnya. Tak menunggu lama Lia langsung menghirup kuah tongseng itu, dan memakan isi tongseng itu dengan lahap tanpa nasi.
“gile bener nih bule kesasar makan makanan orang Indonesia. Semua di embatnya.” Ucap Rubel pelan. Rupanya Lia mendengar semua ucapan Rubel.
“makanan orang Indonesia emang bikin gile.” Ucapnya terkekeh.
“Ah nguping aja Lo.” Tukas Rubel cepat.
“lagian bule gile dilawan.” Sambung Lia lagi.
“terserah Lo lah, apa mau Lo Kate.” Ucap Rubel menyerah.
Makan siang itu begitu menyenangkan dengan cuaca seperti ini memang membuat nafsu makan bertambah. Setelah semua selesai Rubel dan Lia melanjutkan perjalanan menuju Symbio Wild life Park perjalanan itu memakan waktu 45 menit lokasi itu berada di antara Sydney dan Wollongong.
Mereka berhenti di area parkir.. Rubel turun dengan mengenakan jaket kulitnya. Dia turun tanpa mempersilahkan Lia turun. Lia berdiam diri di mobil berharap Rubel membukakan pintu untuknya.
Rubel berjalan dia lupa dengan Lia, Lia membuka kaca jendela dan meneriaki Rubel.
“woi aku masih di dalem.” Ucap nya kesal.
“turun dong jangan manja.” Ucap Rubel cepat.
“Enggak mau.” Ujar Lia makin menjadi.
“Ya udah tunggu aja disitu aku mau jalan-jalan.” Ujar Rubel dan berlalu.
Lia turun dengan wajah cemberut. Dengan menghentak hentakkan kaki karena kesal.
“enggak ada romantis-romantisnya tuh orang sekali-kali nyenengin aku Napa.” Ucapnya kesal.
Seseorang memperhatikan kelakuan Lia. Dan menghampirinya.
“What u doing?” tanya nya pada Lia.
“Apa sih nih bule tanya-tanya gak liat apa aku lagi kesel bin bete.” Jawabnya asal.
__ADS_1
“what language do you speak?”
“Bahasa planet.”jawab Lia makin kesal.
Bule itu semakin tertarik melihat Lia begitu cantik dengan raut wajah kesalnya.
Rubel memperhatikan sahabatnya itu, dia tidak bisa menahan tawanya. Lia menatap Rubel dengan tatapan sinis.
“Puas yah kamu?” ucap Lia sangat kesal.
Lia mengikuti langkah Rubel, dan bulek ganteng itu mengikuti langkah Lia.
Rubel menghentikan langkah tiba-tiba, Lia terkejut dan hampir jatuh, untung sibulek dengan sigap nya menangkap Lia.
“agh.” Teriak Lia. Rubel melihat kebelakang ada adegan romantis sedang disaksikannya.
“Oh so sweet.!” Ucapnya cepat.
Lia terperangah tak percaya, hampir saja dia terjatuh. Dia menatap lama bule itu dan buru-buru melepaskan diri.
Lia seperti salah tingkah, entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdetak sangat kencang melihat bule itu dari jarak sangat dekat.
“Puas yah kamu? Udah berapa kali kamu ejek aku.” Ujarnya kesal.
“thank you for helping .. ujar lia pada bule itu. Bule itu mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.
“Dainan” ucap bule itu pada Lia.
Lia menyambut tangan itu dan menyebutkan namanya.
“Lia.” Jawab nya pendek.
“Nice. Boleh saya ikut kamu?” tanya bule itu berbahasa Indonesia dengan terbata-bata.
Rubel terlihat sangat senang, dia merasakan tidak ada lagi yang bisa mengganggu nya dengan Hana. Beban dipundaknya kini terasa sangat ringan. Dia berjalan sendiri memberikan waktu Lia dan Dainan untuk lebih dekat.
Rubel berjalan kearah hewan-hewan jinak itu, ada koala dan kangguru. Dia mengelus-elus koala. Dan berfoto dengan hewan itu.
Dia mendekati kangguru dan memberikan rumput kering pada hewan berkantung itu. Dan tak lupa dia berfoto dengan mamalia jinak itu.
Tiba-tiba lia menghampiri Rubel yang sedang asik berselfi ria. Rubel kaget ada penampakan pada foto selfienya.
“dasar bule gile.” Ujarnya kesal.
“ape lu Kate.” Tanya Lia geram.
Dainan tersenyum melihat Rubel dan Lia. Tiba-tiba Rubel mengajak Dainan untuk ikut Selfi.
“come on.” Ucap Rubel pada Dainan.
“Me?” tanya Dainan bingung.
“Iya siapa lagi?” jawab Rubel cepat.
Dainan mendekati Rubel dan ikut berfoto, wajah mereka berdua terlihat antusias, hanya lia yang memasang wajah masam.
“Ah bule gile gak ada senyum-senyumnya.” Ucap Rubel kesal.
Lia puas membuat Rubel kesal.
Mereka pun mengakhirinya pertualangan itu. Hari kian senja Rubel beranjak pamit pada Dainan.
Dia mencari tempat untuk sholat magrib. Ada sebuah cafe ditempat itu ada ruangan untuk orang-orang beristirahat. Rubel menyempatkan diri untuk sholat disitu.
Selesai sholat mereka melanjutkan perjalanan kembali ke Sydney.
Rubel kembali ketempat tadi siang mereka bertemu yaitu Gedung Opera Sydney dia ingin sekali melihat cahaya warna warni pada dinding Opera Sydney.
Pemandangan ini sangat dia rindukan. Tak lupa dia mengabadikan moment-moment itu berselfie dengan latar cahaya warna warni itu.
Lia masih memasang wajah juteknya, dia kesal melihat Rubel terlalu asik dengan dunia nya sendiri. Seseorang menghampiri mereka. Lia kaget karena bule tadi sudah berada di dekat mereka.
“kapan kamu sampai?” tanya Lia heran.
“sudah dari tadi.” Jawab Dainan cepat.
“Maksudmu.” Tanya Lia heran.
“i’m follow you guys.” Jawabnya pada Lia.
“dasar bule gile.” Jawab Lia kesal sambil meniru ucapan Rubel kepadanya.
“What?” tanya Dainan bingung.
“Gak ada apa-apa.” Jawab Lia cepat.
Rubel mendengar percakapan antar bule itu. Dia benar-benar sangat senang hari itu. Dia mengirimkan banyak foto pada Hana.
“sayang, kalo ana di Sydney Ino akan ajak ana kemari.” Chatnya pada Hana.
“Wah cantik nya.” Chat itu dibalas Hana.
“kamu kemana aja baru nongol.” Tanya rubel keki.
“Maaf den dokter tadi saya lagi ada pasien gawat darurat.” Ucapnya meledek Rubel.
“jangan-jangan kamu udah ada cowok lain yah?” tanya Rubel kesal.
“Kalo iya kenapa? Dan kalo enggak kenapa?” ucap Hana Asal.
“jawab yang serius dong ana sayang, Rubel lagi gak pengen bercanda!!! Balasnya kesal.
“ Tadi ana sama Nyai latihan Chikung.” Jawab Hana serius.
“Chikung?” tanya Rubel bingung.
“Iya, itu loh latihan pernapasan. Jawab Hana lagi.
Rubel mengingat-ingat kata-kata Chikung. Dia ingat metode Chikung itu digunakan untuk kesembuhan.
“Siapa yang ajarin?” tanya Rubel.
__ADS_1
“Diko yang ajarin.” Balas Hana.
“O”. Jawab Rubel Singkat
“Bulet.” Balas Hana.
“ah bodok deh.” Ucapnya kesal karena dicandai Hana.
Sekarang Lia yang memperhatikan raut wajah Rubel, yang tiba-tiba kesal, tiba-tiba bingung, dan tiba-tiba datar.
Dia mencoba mendekati Rubel tapi Dainan mengajaknya untuk berfoto bersama. Lia, mencoba tersenyum walau sebenarnya dia agak kesal, rencana ingin mengerjai Rubel batal gara-gara bulek gile ngajak dia foto.
“Sayang jaga diri baik-baik yah. Rubel akan segera pulang ke Indonesia secepatnya.” Ucapnya lagi membalas chatting itu.
“Iya sayang Ino juga jaga diri yah, jangan genit-genit.” Jawabnya meledek Rubel yang selalu mengingat nya jangan genit-genit.
“Bye ana sayang, jangan lupa mimpiin Ino yah. Emuach.
“Bye.” Balas Hana singkat.
“Cuma bye aja gak ada yang lain?” tanya Rubel kesal melihat Hana membalas chat nya dengan cuek.
“Emuach.” Jawab Hana agar Rubel senang.
Wajah Rubel seketika berubah senang, Lia memperhatikan sahabatnya itu.
“Apa tuh senyum-senyum sendiri? jangan bilang kamu kesambet yah..” Ujar Lia pada Rubel.
“Enggak, habis chat sama honey bunny Swety.” Jawab Rubel santai.
Kini giliran wajah Lia yang masam, mendengar Rubel menyebutkan Honey bunny Swety. Rubel melirik wajah sahabatnya.
“Ya ampun wajah jelek gitu di pamer.” Ejek Rubel pada Lia.
Tiba-tiba Dainan menyeletuk,
“Orang cantik tidak jelek.” Ujarnya pada Rubel.
“Hahaha.” seketika Rubel tertawa, tidak menyangka Dainan akan membela Lia bahasa nya memang tidak menarik, tapi Rubel mengerti apa maksud Dainan.
“cocok.” Guman Rubel pelan.
“Apa nya cocok?” tanya Lia dengan wajah makin masam. Rubel meninggalkan mereka, dia mencari tempat untuk makan malamnya.
Rubel masuk kesebuah restoran China, The East Chinese Restauran. Menu makanan disitu menu diet vegetarian. Rubel duduk disalah satu meja. seorang pelayanan mendekati nya dan memberikan buku menu padanya.
Dia membacanya dengan teliti takut salah memilih menu.
Ada The East Duck dengan 4 pancake.
Steam scallop 2 piaces
Chiken Sang Chou Bou 4 piaces.
Rubel memilih menu makanan kedua, dan memesankan makanan itu pada pelayanan. Sambil menunggu pesanan nya datang tiba-tiba Lia muncul bersama Dainan.
Dia menepuk pundak Rubel, dan memaki sahabatnya itu.
“gile lu yah aku ditinggal sama bulek baru dikenal. Ucap nya pada Rubel.
Untunglah Dainan tidak begitu paham yang dibicarakan oleh Lia, jadi dia diam aja. Rubel tersenyum melihat Lia.
Dia tidak ingin membalasnya,takut selera makannya hilang. Rubel menawarkan Dainan untuk ikut makan malam.
“Woi, beneran lu yah aku yang sahabat dia yang ditawarin makan.”
“Jadi? Kamu mau juga?” tanya Rubel tanpa rasa bersalah.
“Apa aku tidak ganggu kamu makan?” tanya Dainan merasa tidak enak.
“Oh, tidak. Silahkan.. ujar Rubel mempersilahkan Dainan, dan melirik ke arah sahabatnya.. silahkan nona bule.
Ujarnya pada Lia. Dengan wajah memerah Lia duduk dengan menghentakkan badan nya ke kursi. Dainan melihat Lia makin suka.
“Kamu cantik Jealous.” Ujar Dainan pada Lia. Wajah Lia makin memerah mendengar Dainan menggodanya.
“cie-cie udah ada penggemar.” Ujar Rubel meledek Lia. Makanan Rubel sudah sampai, tapi dia lupa memesan minumnya.
“1 mineral water.” Lia dan Dainan ikut menyambung serentak.
“me too.” Mereka saling pandang tidak menyangka akan memesan bersamaan. Akhirnya mereka berdua tersenyum.
“trus makannya apa?” tanya Rubel lagi.
“ikut aja.” Jawab Lia.
“Dan kamu?,tanya Rubel pada Dainan.
“Aku ikut aja.” Sambil meniru ucapan Lia.
Rubel asik dengan makanan nya, sedangkan Lia malu-malu diperhatikan oleh Dainan.
Waktu Rubel hendak membayar bil, dainan menghentikannya.
“aku bayar.” Ucapnya dengan yakin.
“Serius?” tanya Rubel tak percaya.
“Course. Terimakasih telah izin aku duduk, n join with you guys.” Ucap nya begitu senang.
Mereka pun berpisah Rubel pulang bersama Lia, dan Dainan sendiri.
Setelah mengantar Lia , Rubel langsung menuju rumahnya. Mama telah menunggu nya di depan pintu.
“Dari mana aja kamu?” tanya mama khawatir.
“Rubel jalan-jalan ke Gedung Opera House dan Symbio Wild life Park. Ucap Rubel menjelaskan. Sambil mencium tangan mamanya.
Dia tidak bercerita dengan siapa dia pergi, dia tidak ingin mamanya terlalu mencampuri urusan nya. Hari ini hari yang melelehkan.
Rubel berjalan dengan gontai ke kamarnya. Dia membersihkan diri dulu meneruskan nya sholat Isya dan melemparkan tubuhnya ke tempat tidur.
__ADS_1
Dia rindu dengan Hana, Nyai, bibi dan teman-teman nya. Dia rindu dengan situasi rumah sakit. Dia rindu dengan masakan-masakan rumah. Khayalan nya pun terbang ke alam mimpi.
Bantu, Fav, Vote, Like, dan komennya yang banyak yah kawan. terimakasih.