
Dikediaman Pak Purnawan, Rubel masih enggan untuk makan. tubuhnya sudah sangat lemas. Pak Purnawan telah kehabisan akal untuk menyuruh Rubel makan. dia tetap berusaha meminta Rubel makan Dengan cara yang baik-baik karena dia tidak ingin membuat Rubel semakin membencinya.
" Pa hentikan semua ini, kita bisa membunuhnya!" ucap istrinya kepada Pak Purnawan.
" Tidak Rubel harus segera menikah dengan Maria. apapun akan aku lakukan agar dia mau menikah dengan Maria. bila perlu kita nikahkan mereka secara paksa."
" Pa jangan turuti semua kemauan Papa, itu bukan cinta. orang yang menikah karena paksaan tidak akan pernah tumbuh cinta dihatinya, apalagi mereka sudah mengalami tekanan dan ancaman yang sangat membuat mereka trauma." ucap istrinya.
"cinta! makan itu cinta, apa kamu ingat bagaimana cinta telah membutakan mata adik ku Purwati, gara-gara cinta itu dia lebih memilih laki-laki miskin itu dari pada permintaan ku untuk menikah kan nya dengan Presedir Maula yang kaya dan banyak hartanya." tukas dia geram.
"Pa tidak semua kebahagian bisa dibeli dengan uang." ucap istrinya pelan.
"Aku tidak perduli pokoknya dia harus segera kita nikahkan jika dia tidak mau, aku akan menyakiti calon istrinya biar dia tidak bisa lagi bertemu dengan gadis itu." ucapnya begitu lantang.
"Pa kita Carikan laki-laki lain saja yang mau menikah dengan Maria agar Maria juga bahagia." jawab istrinya lagi.
"Tidak! aku bilang tidak yah tidak! tidak satu orang pun yang boleh menghalangi keinginan ku. paham kamu!!" ucap nya sangat keras dan segera berlalu meninggalkan istrinya.
dia masuk ke kamar dan membanting pintu kamar dengan keras.
dia sudah berusaha untuk mengontrol dirinya, tapi sia-sia keinginan dia menikahkan putrinya terlalu berapi-api.
"Aku tidak akan membiarkan Maria melahirkan anak tanpa suami, dokter itu harus segera aku nikahkan dengan Maria bila perlu aku akan menculik gadis itu."
dia segera menelpon seorang informan agar dia bisa segera menemukan gadis yang bernama Hana itu.
"halo."
"segera kamu cari gadis bernama hana. tunangan dokter Rubel itu sampai dapat. dan segera hubungi aku."
ujarnya cepat, dan telpon pun ditutup.
*****
seorang gadis masuk kedalam kamar dimana Rubel dikurung. Rubel sudah sangat lemas matanya berkunang-kunang. dia melihat seseorang sedang menghampiri nya. samar-samar gadis itu dilihatnya.
"ana?" tanya nya pada gadis itu.
"iya sayang." jawab gadis itu.
"Ino kangen sayang, kenapa ana baru datang?" tanya nya pada gadis itu. gadis itu menghampirinya dan memeluk Rubel.
"maafin ana sayang. sekarang ini makan dulu yah." bujuk gadis itu padanya.
gadis itu menyuapi Rubel, Rubel menuruti apa yang diminta gadis itu. hanya beberapa suap saja yang berhasil dimakan Rubel. kemudian Rubel mengantuk, sangat lemah dan akhirnya terlelap.
"segitu aja kemampuan mu." ucap nya dan tertawa penuh kemenangan, dia pun merencana kan hal yang akan sangat menguntungkan dirinya.
satu persatu di lucuti pakaian yang menutup tubuh laki-laki yang baru saja tertidur itu. dipandanginya laki-laki tampan itu, kulitnya cerah dan tubuhnya berotot, membuat nya semakin tak kuasa ingin memilikinya. dia pun melepaskan pakaian nya dan berbaring di samping laki-laki itu. dengan ponselnya dia berpose seakan-akan mereka sedang berpelukan dan bercumbu. pose itu hanya setengah badan di ambilnya.
dengan hanya hitungan menit foto itu telah menyebar ke seantero dunia Maya. tak hanya sampai di situ. dia berteriak-teriak memanggil mama dan papanya. bahwa dia telah dipaksa untuk memuaskan bi**** sang dokter.
"Papa, mama tolongin Maria." teriaknya.
sontak mama dan papanya terkejut mendengar teriakan anaknya. dan mereka pun berlari mencari sumber suara.
"apa ini!" teriak papanya.
Maria menangis tersedu-sedu." dia berakting seakan-akan telah terjadi sesuatu yang memalukan padanya.
"Kurang ajar, dikasih makan gak mau. malah minta makan yang lain!" ujarnya sangat murka. dia membangunkan Rubel dengan paksa.
"Dasar laki-laki gak tahu diri, di suruh nikah gak mau. tapi minta jatah itu, baji****"." dia pun memukul Rubel. karena Rubel sangat lemas dia tidak membalas perlakuan laki-laki didepannya itu.
"Pa jangan pa, kasihan dia." ucap Maria berbohong.
"Baiklah ini adalah keinginan mu, maka secepatnya kalian akan menikah." Rubel terkejut mendengar bentakan Pak Purnawan, dan dia bingung kenapa dirinya dalam keadaan tak sehelai kain pun yang membalut ditubuhnya.
******
Haikal, sedang menemani Tante, papa dan om nya yang sedang keliling berbelanja di supermarket. dia berjalan mengikuti ketiga orang tua itu sambil memainkan ponselnya.
tiba-tiba masuk sebuah foto pada grub konco-konconya.
dia terperanjat. foto itu dikirim oleh orang tak dikenalnya.
sebuah foto vulgar tanpa sensor itu menyita banyak komentar di grub itu.
"tidak mungkin, pasti seseorang telah menjebak Rubel." ucapnya tak percaya.
"Pa cepat." ucap nya terburu-buru.
menunjukkan foto itu kepada papanya.
Papa nya terdiam. dia merasa ini bukan ide gila abangnya. pasti seseorang telah melakukan penjebak kan itu.
"Pa Rubel pasti dijebak mana mungkin dia mau melakukan hal itu."
"iya papa juga berfikiran seperti itu." ucapnya sambil memikirkan siapa dalang dari penjebakkan Rubel.
__ADS_1
tanpa disengaja ayah dan ibu Rubel mendengar percakapan mereka.
"siapa yang menjebak Rubel?" tanya nya sangat khawatir.
Haikal dan papanya tak sempat menyembunyikan foto itu. ibu Hana terlihat syok melihat foto yang ada di ponsel Haikal.
"tidak mungkin..! itu tidak mungkin..! teriak nya begitu histeris.
"Bu,sabar Bu, sabar kita akan segera mencari tahu kebenaran nya! ucap ayah nya Hana.
"Bang tolong bang anterin aku ketempat bang Purnawan.!" pintanya kepada abangnya.
"cepat bang!" ujarnya kesal.
tak ada pilihan lain, mereka semua harus segera menyelamatkan Rubel dari cengkeraman Abangnya Purnawan.
Haikal melaju mobilnya dengan sangat kencang menuju kediaman Om Purnawan. mereka menerobos paksa untuk masuk ke dalam rumah Om Purnawan, walaupun para pengawal telah menghalangi mereka untuk tidak masuk.
didalam sedang ada prosesi pernikahan, Rubel dengan wajah muramnya dan Maria tersenyum menang karena dia bisa mendapatkan apa yang di inginkan nya.
Penghulu sedang memegang tangan Rubel.
"Tolong ikuti saya yah nak Rubel!" pinta nya pada Rubel.
"Saya Nikah kan Maria binti Purnawan Agiawan dengan.....
"Hentikan!" teriak ibu Hana.
Om Purnawan terkejut, dia melihat seseorang yang sangat di rindukan nya berdiri di hadapannya, dengan laki-laki yang sangat dia benci.
"Abang tolong!! Wati mohon ! jangan Abang teruskan, Rubel adalah calon menantu Wati, sebentar lagi mereka akan menikah." ucap ibu memohon.
"inilah akibatnya jika menentang ku!" ucapnya begitu angkuh. pengawal usir mereka.
ibu berlari memeluk kaki abangnya itu. dia menangis dan memohon dengan sangat. mengemis agar abangnya menghentikan pernikahan itu.
"Abang jika Abang membenci Wati, Abang hukum Wati aja bang. jangan abang paksa Rubel menikahi anak abang. Wati mohon bang. kasihan Hana bang. Rubel adalah cinta sejatinya Hana. dari kecil mereka telah berjanji akan menikah dan sekarang saat mereka bertemu ujian ini datang pada nya.
"Wati mohon bang... jangan sakiti anak Wati.. jika Abang marah, marah lah sama wati." tangis ibu pecah tak tertahankan. Om Purnawan begitu pilu mendengar adiknya menangis tapi egonya begitu besar mengalahkan kerinduannya pada adik perempuan nya itu.
"Pengawal usir mereka keluar dari rumah ku!!!"
"Aku tidak ingin melihat mereka lagi!!" teriak nya begitu keras
"Om tolong lihat foto ini, Haikal mohon om." sambil menyodorkan ponselnya kepada Om Purnawan.
Dia melihat foto Rubel Dengan putrinya Maria.
"siapa yang telah menyebar kan foto ini ke dunia Maya?" tanya Om Purnawan sangat heran.
"kami kemari karena kami melihat foto ini, kami ingin tahu siapa yang telah menyebarkan foto ini ke dunia Maya." ucap Haikal.
Dia sangat berang, baru dia menyadari siapa dalang dari foto itu. tidak mungkin Rubel yang melakukannya, karena ponselnya telah dia sita. dan dia pun berteriak dengan murkanya.
"Maria!!" teriaknya begitu keras pada putri semata wayangnya.
"kamu benar-benar telah mempermalukan papa!" apa maksud mu menyebarkan foto mu ke dunia maya !"
"kamu benar-benar telah mencoreng wajah papa!"
"apa yang akan dikatakan oleh para investor perusahan papa."
"Seorang Purnawan tidak bisa mendidik anak perempuan nya sehingga dengan mudahnya tidur dengan laki-laki."
"plak!!! dia menampar wajah putri kesayangannya nya. dan hendak memukulnya. tapi segera ditahan oleh adiknya Purwati.
"Jangan bang, kita bisa menasehati nya dengan baik-baik." ujar adiknya Purwati
"kalian semua keluar.!!!!" teriaknya kepada tamu dan penghulu yang ada.
Dia benar-benar sangat kecewa dengan putrinya. dia berniat menikahkan Rubel dengan Maria karena ingin menutup aibnya
tapi tidak disangka putri semata wayangnya itu mencoreng wajahnya 2 kali lebih besar dari itu.
Dia tertunduk malu, malu melihat adik-adiknya. dia merasa tidak berguna karena tidak bisa mendidik putri semata wayangnya dengan baik.
Purwati memeluk abangnya dengan lembut.
"Abang." tangis nya pecah dia sangat merindukan abangnya itu. walaupun laki-laki itu telah mengusir nya dari rumah dengan paksa.
Dia membalas pelukan adiknya. dia tidak menyangka do'a nya dikabulkan oleh Allah dengan cara yang berbeda.
Di pertemukan dengan cara di permalukan oleh putri semata wayangnya sendiri.
Kedua bersaudara itu berpelukan sangat lama. Kemudian Om Purwanto mendekat dan memeluk erat abang dan adiknya itu.
Ayah Hana hanya bisa melihat dia belum berani mengakrabkan dirinya Dengan Abang tertuanya itu. dia tidak ingin merusak kebahagiaan istrinya.
seseorang menariknya, mendekatkan dia pada abang ipar tertuanya.
__ADS_1
"Sini." ajaknya pada ayah Hana.
Abangnya Purwanto mencoba mengajak Ghana ayah nya hana mendekati Abangnya Purnawan.
Terbersit keraguan di hatinya. takut laki-laki itu masih membenci nya. tapi dugaannya salah. laki-laki itu menyambut nya dengan tangan terbuka dan raut wajah bahagia.
"Maafkan aku bang." ujarnya pada pada Abang iparnya itu.
laki-laki itu segera memeluknya, rasa kehilangan adiknya telah meruntuhkan egonya.
"Seharusnya Abang yang meminta maaf, istri Abang benar bahwa kebahagiaan tidak akan bisa dibeli dengan uang. Abang punya segalanya tapi Abang selalu gelisah, tidak pernah merasa bahagia." ujarnya sangat menyesal.
"Rubel, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Haikal memastikan keadaan Rubel.
Rubel mengangguk kecil, walau sebenarnya dia sangat lemah.
"Rubel." panggil ibu padanya.
"iya, Bu. jawab Rubel.
"Rubel baik-baik aja kan? tanya ibu padanya.
Rubel mengangguk pelan. ibu memandang Rubel sangat lama, dia sangat sedih melihat keadaan Rubel.
Haikal membopong Rubel duduk di sofa, Om Purnawan berdiri mematung melihat Rubel, dia sangat merasa bersalah, karena telah menyakiti Rubel. padahal laki-laki itu telah berjasa menolong putrinya yang hampir mati karena percobaan bunuh diri.
"Maafin Om yah nak!" ucapnya dengan menyesal.
"iya om." namanya juga manusia kita tidak akan pernah luput dari salah." ujar Rubel pada om Purnawan.
"Bang, Hana anaknya Purwati sedang sakit." jadi kami tidak bisa berlama-lama disini. lain waktu kami akan kemari lagi." ucap om Purwanto kepada abangnya.
"Dia dimana sekarang?" tanya nya pada adik-adiknya.
"Dia dirumah kita di Ponorogo Residen." ujar om Purwanto menjelaskan.
"Abang sebenarnya ingin ikut, tapi Abang harus segera meminta orang untuk secepatnya meretas foto Maria dan Rubel yang telah terlanjur beredar di dunia Maya." nanti jika urusan abang selesai abang akan kesana." ujarnya menjelaskan.
"baik bang kami pulang dulu." ucap om Purwanto kepada abangnya.
"bang, Wati dan Ghana pulang dulu." pamit ibu pada abangnya Purnawan.
Haikal membopong Rubel keluar dari rumah itu. di ikuti ibu, ayah dan om Purwanto. Haikal pun segera men starter mobilnya dan berlalu meninggalkan kediaman Om Purnawan.
Kurang lebih 45 menit mereka pun tiba di perumahan Ponorogo Residen.
Haikal membopong Rubel masuk kedalam rumah, Hana menangis melihat Rubel dibopong oleh Haikal.
Kerinduan nya pada Rubel tidak Terperi. tanpa malu-malu dia memeluk laki-laki yang sangat dia cintai itu.
semua orang terharu melihat mereka berdua.
"sayang ana kangen." ucapnya pelan di telinga Rubel.
"jangan kangen, kangen itu berat, kamu gak akan kuat cukup Ino yang kangen." ujarnya meniru adegan film.
"woi cukup adegan panasnya, gak baik di konsumsi publik." ujar Haikal pada mereka berdua. sontak semua orang tertawa.
"makanya jangan kelamaan menjomblo." goda Hana pada Haikal.
"Eits jangan buka kartu." ucap Haikal lagi
"kartu merah apa kartu kuning?" sambung Hana lagi.
"ah udah ah, gak kelar - kelar." Ujar Haikal kesal.
Kemudian dia membopong Rubel masuk ke kamar. Hana berjalan mengikuti mereka berdua. Rubel mencoba beristirahat membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Haikal hendak beranjak tapi Hana menahannya.
"Abang Haikal, makasih yah udah bawa pulang calon adik ipar." godanya pada Haikal.
"santai aja, semua berkat ibu Hana kok." ujarnya pada Hana. Hana bingung.
"Maksud Haikal gimana?" desak hana ingin tahu.
"udah cukup, waktunya istirahat." gak usah cari tahu soal ini itu." kasian tuh si Rubel mau istirahat." ucapnya menasehati.
Hana menyipitkan matanya, dan memasang wajah cemberut. Haikal berlalu meninggalkan Hana dan Rubel di dalam kamar.
"sayang, ana udah baikkan?" tanya Rubel pada Hana dan berusaha untuk bangun.
"Alhamdulillah, udah lumayan." jawab Hana pelan.
Rubel menatap Hana lekat, dia tidak menyia-nyiakan kerinduannya dengan hanya berdiam diri. diapun memeluk Hana dan mendaratkan ciuman kecil. Hana pun tersipu. tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. dan berteriak
"Woi, hati-hati jangan kelamaan berdua nanti orang ketiga nya setan." ujar Haikal keras.
"iya orang ketiga nya kamu." ledek Hana pada Haikal.
__ADS_1
Haikal pun masuk kedalam tanpa permisi. "kalo aku setan berarti kamu sepupunya setan dong." balas Haikal pada Hana.
sontak Rubel dan Haikal tertawa, Hana pun memasang wajah kecutnya.