
Hari yang di tunggu pun tiba semua bersiap dari subuh, seluruh keluarga besar Agiawan sudah berkumpul dari malam sebelumnya.
Ayah dan Ibu begitu gugup untuk menyaksikan momen terindah bagi Putri Semata Wayang nya.
Tidak ada yang luar biasa wow hari ini, hanya hari yang sakral untuk mengikatkan Tali Suci Pernikahan.
Ibu melihat anak kesayangan, dengan pakaian yang begitu cantik dan mewah. walaupun hanya acara Akad Nikah Ibu ingin melihat Farhana jadi Putri di didepan Pangeran nya Rubelino.
Semua Sahabat Rubel telah hadir, ada Lila, Dion, Diko, Leo Mila, Anita, Zaena, Zanna serta Dokter Andre Papa nya Zanna.
Untuk keluarga Besar Mempelai wanita, Om Purnawan beserta keluarga, Om Purwanto beserta keluarga yang absen hanya Kirana.
Keluarga inti mempelai Wanita, Ayah dan Ibu Hana.
Keluarga inti mempelai Pria Papa Joe, Mama Melisa, Nyai dan Juga Bibi.
Semua seserahan telah memenuhi Ruang Tamu.
Acara Akad nikah segera dimulai, Pak penghulu telah memberi aba-aba untuk calon mempelai Pria.
" Mas Kawinnya Sudah siap ?" ucap penghulu kepada Rubel.
"Alhamdulillah sudah."
Lila menunjukkan Maharnya kepada penghulu.
"Kemudian membaca istighfar 2 x.
dan Kalimat 2 kalimat Syahadad"
"Untuk wali nikahnya silahkan?" ucap pak penghulu kepada Ayah nya Hana.
"Saya Nikahkan dan Kawinkan Engkau Rubelino Bin Hamid dengan Putri Ku Farhana binti Ghana dengan mahar 30 gram emas dan seperangkat Alat Sholat dibayar Tunai." ucap Ayah kepada Rubel.
"Saya terima Nikahnya Farhana binti Ghana dengan Mahar tersebut di bayar Tunai. ucap Rubel dengan dengan 1 tarikan nafas.
" Bagaiman saksi?" tanya penghulu.
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah." terdengar Riuh gegap gempita suka cita membahana di rumah kediaman Agiawan.
Mempelai Wanita dan mempelai Pria bersalaman, Hana Mencium Tangan Rubel sangat lama. dan Rubel pun mencium kening Hana.
Setelah itu mereka berdua melakukan sungkeman kepada keluarga.
Rubel menyalami Ibu dan Ayah, kemudian Hana menyalami Mama dan Papa Joe,juga nyai kemudian mereka menyalami semua keluarga.
" Akhirnya." bisik Rubel pelan. sambil memandang Hana dengan tatapan penuh cinta.
Hana tersipu melihat Rubel terus menatapnya Dengan tatapan menggoda.
Mereka berdua terlalu sibuk dengan tatapannya. tiba-tiba Haikal muncul.
" Asek malam pertama." ucap haikal menggoda keduanya.
Rubel dan Hana memandang sinis ke arah Haikal.
" Hus masih pagi udah ngomongin malam pertama." Ucap Hana gemes.
" Emangnya kamu gak mau?" ledek Haikal pada Hana.
" Apaan sih emangnya gak ada omongan lain yang lebih pantas di dengar Anak di bawah umur." Ucap Hana pada Haikal.
" Emang nya Haikal bocah." gerutunya.
" Makanya, matanya di pake Om Haikal lihat tuh ada dedek cantik duduk di dekat Kita semua." ucap Hana sambil menunjuk ke arah Zanna.
Zanna tersenyum, melihat Haikal tersipu malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tiba-tiba Om Purnawan menepuk Kepala Haikal Pelan.
"Makanya buruan nikah, jadi gak baper gangguin orang." ucap om Purnawan menyindir.
Haikal mengalihkan pandangannya ke arah Mila.
" Calonnya udah ada om." ucap Haikal jujur.
" Beneran?" tanya om Purnawan.
" Iya om. orangnya juga ada disini." ungkap Haikal.
" Mana?" tanya Om Purnawan penasaran.
Haikal Menunjuk ke arah Mila, spontan wajah Mila memerah. dia tidak bisa berpaling, wajah nya benar-benar menjadi sorotan setiap mata.
Tiba-tiba Om Purnawan bersuara.
"Ya udah Minggu depannya Haikal yang menikah." Ucap nya lantang sehingga semuanya berteriak sangat riuh.
Mila tak menyangka dia akan dihadapkan langsung dengan pertemuan Keluarga Haikal.
Wajah Mila bersemu merah. dia tak berani mengangkat wajahnya. ingin rasa nya dia pergi dari situ.
"Kenapa Haikal mempermalukannya seperti ini?" Bathinnya.
Om Purwanto mendekati Mila. dia penasaran dengan gadis yang telah membuat anaknya terpikat.
Gadis polos, cantik dan sangat ayu.
" Apakah, kamu bersedia menikah dengan anak saya?" tanya Om Purwanto langsung di hadapan Mila.
Mila tertunduk malu, dia tidak menyangka Papa Haikal langsung menembakkan dia dengan satu peluru sehingga membuat jantungnya berdegup sangat kencang.
"Jangan takut, Om senang bisa langsung kenal dengan Calon istrinya Haikal." Ucap Om Purwanto.
Mila tersipu, dia benar-benar tidak tahu harus bilang apa. Tidak ada pemberitahuan dari Haikal sebelum nya, hanya kode dari Rubel dan itu pun dia anggap bercanda oleh Mila.
"Kalo kou tak mau, biarlah Aku ikhlas menggantikannya untuk kou Mila." ucap Zaena tiba-tiba.
__ADS_1
spontan semua tertawa. Zaena dengan santainya menggoda Mila.
" Mila!"
" Mila!"
Haikal begitu kaget, melihat Zaena. Dia tidak ingin membuat Mila merasa canggung.
" Gak perlu di jawab sekarang." Ucap Haikal.
" Ish kau Mila betol Kou yah, aku ambek dia yah!" Ledek Zaena makin menjadi-jadi.
" Dikasih Paha Ayam kau cuma minta cekernya."
Spontan semua orang tertawa. Mila pun memberanikan diri nya menatap Haikal
" Dokter Zaena bisa aja."
" Insyaallah Dengan Izin Allah saya terima lamaran Mas Haikal." ucap Mila lancar tanpa hambatan.
" Alhamdulillah." Ucap semua nya.
" Kek gitulah baru mantap." Ucap Zaena bersemangat.
" Asek Jomblower bakal Happy Wedding." Ucap Hana bersemangat.
Haikal memeluk Papanya.
" Makasih yah Pa."
Om Purwanto, merasa lucu, secara tidak langsung Zaena jadi provokator Mila menerima Haikal.
" Selamat yah Mil." ucap Rubel pada asistennya itu.
" Sama-sama Selamat juga buat Dokter." ucap Mila pada Rubel.
" Para hadirin yang terhormat silahkan mencicipi hidangan yang ada, jangan sungkan-sungkan." ucap ibu pada semua tamu yang datang.
******
Maria melihat ke meja makan, makanan yang di dibuat ibu Hana semua nya buat mood booster. Dia mencicipi makanan itu satu persatu. tanpa di sadari nya ada sepasang mata sedang memperhatikan nya.
Dia mengambil beberapa makanan ringan, tapi tiba-tiba dia mengalami morning sickness.
Dia berusaha lari kedapur dan memuntahkan isi perutnya di wastafel.
"Uek.. Uek...Uek.." Seseorang menghampiri nya.
"Kamu baik-baik aja?" tanya laki-laki itu kepada Maria.
Wajah Maria sangat pucat karena sudah Seminggu ini apapun yang dia makan langsung di muntahkannya.
"Gak apa-apa namanya juga ham..." Jawab Maria terpotong. dia gak mungkin mengatakan semuanya kepada orang yang baru dikenalnya.
" Aku Andre." ucap nya pada Maria sambil mengulurkan tangganya mengajak kenalan.
" Aku Maria." jawab maria membalas uluran tangan itu.
"Kamu cantik mirip Almarhumah mamanya Zanna. ucap Andre pada Maria.
" Oh, iya." jawab Maria antusias.
" Iya." jawab Andre sembari menunjukkan sebuah foto perempuan di ponselnya.
Maria terkejut wajah perempuan itu benar-benar mirip hanya beda rambut saja. wanita itu berambut ikal sedangkan dia berambut lurus.
" Tapi, saya tidak sebaik almarhumah istri mu." ucap Maria lirih. tiba-tiba Zanna muncul di antara Mereka dengan mengayuh kursi rodanya.
" Papa Zanna mau minum." ucap Zanna Pada Papa nya.
Maria menoleh ke arah Zanna.
" Ma-ma." teriak Zanna histeris. dan memeluk Maria.
" Mama jangan tinggalin Zanna lagi ma."
" Zanna janji gak akan nakal lagi.
" Mama jangan pergi.
" Hai cantik." Panggil Maria pada Zanna.
Zanna tertegun, suara itu bukan suara Mamanya. Dia melihat wanita itu sangat lekat.
" Maafin Zanna Tante." ucap Zanna merasa malu.
Maria tersenyum melihat Zanna. dan berjongkok dihadapan Zanna.
" Siapa namamu?" tanya Maria mencoba menenangkan Zanna.
" Zanna Tante." jawab Zanna malu-malu.
" Kenalin Tante Maria." ucap Maria sambil mengulurkan tangannya. dan di sambut oleh Zanna.
Tiba-tiba Maria merasa sangat mual. dan merasa pusing. dia hampir jatuh dengan sigap Andre menangkapnya.
" Maaf mas sudah menyusahkan mas." Ucap Maria hendak berjalan.
" Boleh saya antar?" ucap Andre menawarkan diri.
" Gak usah mas saya bisa sendiri." ucap Maria mencoba menghindar.
" Tante izinin Papa nolongin Tante yah." ucap Zanna dengan memohon.
Maria, merasa malu. dia merasa dirinya sangat hina. dia takut orang akan kecewa setelah tahu siapa dirinya. dia mencoba berlari dari Zanna dan Andre tiba-tiba Maria langsung pingsan.
Zanna terkejut, dengan sigap Andre menggendong Maria masuk ke ruang tengah.
Om Purnawan dan istrinya kaget melihat Maria yang pingsan. semua mata mengalihkan pandangannya ke arah mereka berdua. Lila kaget melihat abangnya menggendong perempuan. dan dia pun mendekat.
" Kenapa bang?" tanya Lila.
__ADS_1
" Ambilin Stetoskop." Ucap Andre pada Mila.
Mila pun keluar mengambil stetoskop abangnya di mobil dan kembali kedalam.
" Ini." ucap Mila sambil menyodorkan stetoskop kepada Abangnya. dan Andre pun memeriksa Maria. nadi Maria sangat lemah.
" Boleh saya bicara." tiba-tiba om Purnawan bersuara.
" Iya pak silahkan." Ucap Andre.
" Tapi tidak Disini." ucap om Purnawan lagi.
" Oh iya gak apa-apa pak."
Andre pun ikut Om Purnawan. mereka pun berbicara di ruang keluarga Agiawan.
" Anak saya tidak sakit." ucap om Purnawan pelan.
" Ya Pak, saya tahu anak bapak sedang hamil. tadi dia muntah-muntah Dibelakang." ucap Andre.
" Baiklah, tolong rahasiakan ini. saya tidak ingin orang tau keadaan Maria. apalagi dia belum menikah." ucap Om Purnawan Lirih.
Andre diam, dia merasa iba mendengarkan ucapan Om Purnawan. tapi dia ingin memastikan hatinya untuk bisa masuk kedalam keluarga Agiawan. Perasaan Suka kepada Maria muncul karena gadis itu mirip dengan Almarhumah istrinya.
" Baik Pak." jawab nya singkat.
Mereka pun keluar dari ruangan itu. menuju ruang tengah. orang-orang sibuk menikmati hidangan yang Ibu Hana dan Bibi sajikan.
Hari semakin Siang, para sahabat telah pulang kerumah. Diko dan Leo kembali ke Pos Jaga.
Hana merasa sangat gerah dengan pakaiannya, dia pun berjalan masuk ke kamar nya. Rubel yang melihat langsung mengikuti nya kedalam kamar.
" Eits ngapain?" tanya Hana dengan nada ketus.
" Mau Masuk." jawab Rubel cepat.
" Enggak boleh." ucap Hana.
" Kok gak boleh kan udah sah." jawab Rubel membela diri.
" Masih Pagi." jawab Hana pelan dan malu-malu. kemudian masuk dan menutup pintu.
Wajah Hana memerah, dia merasa jantung nya tak bisa dia kendalikan. dia tidak ingin Rubel tahu bahwa dia sangat gugup.
Rubel tersenyum, dan hendak masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat. tapi Mama nya memanggil.
" Bel." panggil Mama Padanya.
" Sini Sayang."
Rubel pun menghampiri mama nya. Papa Joe sedang asik berbincang dengan Ayahnya Hana.
" Iya ma." ada apa? tanya Rubel pada mamanya.
" Apakah kamu sudah memikirkan untuk bulan madu?" tanya mama tiba-tiba.
Rubel diam sesaat, dia ingin sekali mengajak Hana berbulan madu ke Australia. tapi dia harus memastikan kondisi Hana lebih baik dan sehat dulu.
" Nanti Ma, Mama kan tahu Rubel ini seorang Dokter dan lagi pula Rubel baru saja ambil cuti waktu Rubel pulang ke Sydney beberapa Minggu lalu." ungkap nya agar mamanya tidak kecewa.
" Baiklah, asal anak Mama bahagia. mama akan mendukung sepenuhnya. jika kalian ingin berbulan madu. tolong masih tahu mama yah." ucap nya begitu bersemangat.
Rubel melihat Nyai nya sedang berbicara dengan Ibu. dia pun berjalan ke arah Nyainya.
" Nyai." panggilnya dan memeluk Nyainya.
" Duh Ganteng nya Pangeran Rubelino." ucap nyai.
" Nyai bisa aja." ucap Rubel sambil mencium pipi Nyainya.
" Nyai bahagia sekali akhirnya kalian berdua benar-benar menikah." ucap nyai begitu bahagia.
Rubel memeluk Nyainya makin erat.
" Iya nyai, semua karena izin NYA." jawab Rubel.
" Nyai, Ibu Rubel ganti baju dulu yah udah gerah."
" Iya." jawab nyai pendek.
" Awas jangan malam pertama dulu masih siang." ujar nyai mengingat kan. dengan tatapan tajam dan sedikit menggoda.
Rubel malu-malu dia pun berlalu, dia bingung mau masuk kedalam kamar nya atau masuk kedalam kamar Hana.
Dia mengetuk pintu kamar Hana tapi tidak ada jawaban dia, dia membuka pintu ternyata tidak di kunci. dia pun masuk terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. Rubel mengunci pintu kamar dan membuka pakaiannya. dia pun hanya menggunakan celana panjangnya dan baring di tempat tidur Hana.
Suara pintu di buka, Hana keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono handuk. dia terkejut melihat Rubel yang yang tiduran di tempat tidurnya.
" Ngapain disini." tanya Hana dengan wajah panik.
" Sayang kan kita udah nikah jadi Ino boleh kan istirahat disini." jawab Rubel lembut.
Perasaan Hana tidak karuan, sekujur tubuhnya terasa kaku. Rubel bangun dan menatap Hana dengan tatapan penuh cinta.
dia pun tak menyia-nyiakan waktu, diraih nya pinggang Hana dan merapatkan tubuhnya. Hana ingin menghindari tapi bagaimanapun Rubel telah sah menjadi suaminya. dia tidak boleh menolak walaupun hari masih siang.
Rubel mencium Hana lembut. dia memainkan bibirnya ke mulut Hana dengan pelan namun membuat Hana kewalahan. dia mulai membuka kimono Hana nampak olehnya 2 bukit yang indah. Rubel mencium bukit indah itu sangat lembut. Dia benar-benar sudah tak mampu menahan gejolak nya. tapi Hana mendorong nya.
"Jangan sayang. Ana belum siap." ucap Hana pelan. Rubel tersenyum. dia mencoba membuat Hana senyaman mungkin agar dia bisa melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.
" Ino gak akan memaksa." dia pun menutup kembali kimono Hana. dan kembali menghujani bibir Hana dengan French Kiss. Hana menyambutnya, nafas mereka pun menderu.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar.
Rubel dan Hana pun menghentikan aksinya. Rubel mencoba mencari tahu siapa yang mengetuk pintu.
Dia membuka pintu, tapi tak ada orang di depan pintu. dia coba keluar tanpa pakaian hanya menggunakan celana panjangnya.
seseorang sedang tertawa telah berhasil menjahili dua sejoli yang sedang di mabuk kepayang.
Hai semuanya dukung terus karya Author yah, jangan Lupa Vote, Favorite, like dan komennya yang banyak. terimakasih 😍🤗
__ADS_1