Dokter Cool

Dokter Cool
Bab 37


__ADS_3

"Assalamualaikum." Sebuah pesan chat masuk ke ponsel Rubel


"Sayang Mama dan Papa Joe sudah naik pesawat GA 713 penerbangan pukul 1 siang dan 7 jam lagi kami akan landing di Indonesia." Chat Mama dari Sydney.


Rubel membelalakkan matanya Dia pikir Mamanya tidak akan jadi ke Indonesia karena tak ada kabar apapun dari Mama nya.


"Bu, nanti jam 8 Mama sampai dari Sydney." ucap Rubel pada Ibu nya Hana. sambil meneruskan makan siangnya.


"Kira-kira Ibu masakin apa yah buat Mama mu?" Tanya Ibu bingung.


"Gak usah repot-repot Bu. Mama kan orang asli Indonesia masakan Mama juga masakan Kita sehari-hari, Papa Joe juga sudah terbiasa dengan makan Kita." ucap Rubel tidak ingin merepotkan.


"Iya Ti, Mama nya Rubel gak milih-milih makan selama makanannya enak dia pasti makan, mau makanan kampung, rumahan, asal cocok dijamin pasti nambah." ucap Nyai menyemangati Ibu.


"Iya Mak." jawab Ibu.


Tapi namanya juga Ibu selalu aja ada ide buat makanan yang bikin Orang betah dan ingin makan dan makan lagi.


Ibu mulai sibuk dengan otaknya, Dia ingin memberikan kesan pertama yang baik buat Calon Besannya.


Setelah selesai makan, Ibu segera menyusun rencana nya. Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya buat menyambut tamu jauhnya.


"Nasi Uduk empal goreng"


Ucap Ibu dalam hati. mudah-mudahan semua pada suka masakan Ku.


Hari telah sore Rubel bergegas menuju Bandara Soetta, perjalanan menuju Bandara pasti akan ramai dan sangat macet makanya Dia buru-buru agar tak terlambat menjemput Mama dan Papa Joe.


" Sayang hati-hati. " sebuah pesan chat masuk.


" Ya sayang, maaf yah Ino gak pamit sama Ana, Ino takut telat maklum jalanan Ibu Kota pasti sangat macet. "


"Iya gak apa-apa." Balas Hana.


"Tungguin Ino yah sayang." Balas Rubel.


chat pun di tutup.


Tibalah Rubel di Bandara. Dia berjalan dari area parkir menuju lobby penjemputan melalui lantai 1 terminal 3.


Tak berapa lama Dia pun bertemu dengan Mama dan Papa Joe nya.


Mereka saling berpelukan.


"Gimana Khabar kamu Nak?" tanya Papa Joe.


"Alhamdulillah baik Pa, Bagaimana dengan Mama dan Papa Joe?" tanya Rubel kepada keduanya.


" Sama baik-baik juga Alhamdulillah. "


Mama Melisa menatap Rubel dengan tatapan tajam sedikit kesal, karena Dia dan Papa Joe sedikit terburu-buru tanpa ada persiapan untuk bisa membeli oleh-oleh untuk Calon Besannya.


" Kenapa Ma? " Tanya Rubel pada Mamanya.


" Kamu bikin Mama kesel." Jawab Mama.


" Lihat nih Mama dan Papa Joe hanya bawa baju ganti aja, gak ada bawa oleh-oleh apapun untuk Calon Besan Mama. " ucap Mamanya sambil menunjuk ke arah koper pakaian.


" Enggak apa-apa Ma.. Ibu nya Hana Baik kok Dia gak akan mengharapkan oleh-oleh dari Mama yang penting Mama dan Papa datang kemari dengan selamat Ibu akan sangat senang. " jawab Rubel mencoba menenangkan hati Mamanya.


" Itukan katanya Kamu bukan kata Mereka. " Ucap Mamanya semakin kesal.


" Udah gak baik-baik marah-marah terus nanti cepat tua loh. " Sindir Papa Joe.


" Ah, Honey please jangan bilangin Mama cepet tua. belum lagi ada Cucu udah dibilangin Tua." ucap Mama sedikit sensi.


" Udah ayok Kita pulang, kasihan Mama nunggu kita di rumah." ucap Papa Joe mengingat kan.


Dengan wajah masih kesal, Mama berjalan sambil bergandengan tangan dengan Papa Joe. Rubel mengikuti mereka sambil mengambil koper yang di bawa Papa joe.


Ditengah perjalanan tiba-tiba sebuah telpon masuk dari Rumah Sakit.


" Ok, Saya segera Ke Rumah Sakit." Jawab Rubel dan telpon pun terputus.


"Mama ada panggilan darurat dari Rumah Sakit." Ucap Rubel pada Mamanya.


" Ya udah Kamu pergi aja terus ke Rumah Sakit Mama dan Papa Joe akan terus pulang ke Villa Buana A." Ungkap Mamanya.


"Jangan Ma, di Villa Buana A gak ada siapapun Nyai dan Bibi sedang menginap dirumahnya Hana." jawab Rubel cepat.


Mama mengernyitkan keningnya, dia merasa bingung.


Bayangannya trus berputar-putar dengan ucapan Rubel tempo hari. Rubel bilang kalo Ayah nya Hana hanya Tukang Rumah dan Ibunya Hana hanya Seorang penjual kue keliling.


Gimana Dia dan Joe bisa tidur dirumah Hana yang kecil dan sempit.


" Enggak Ah Mama dan Papa pulang aja ke Villa Buana A. " Ucap nya cepat.


" Ma dengerin Rubel yah sebentar aja setelah selesai bedah kita langsung Pulang Kerumah Hana." ucap Rubel menenangkan.


" Enggak mau." Ucap Mamanya lagi.


" Sudahlah tenangin dirimu, Kita ikut aja apa yang Rubel bilang." ucap Papa Joe membela Rubel.


Mama hanya diam dia tidak ingin berdebat dengan Suaminya. Gak akan pernah menang, apalagi bila Joe telah memohon dengan lembut Mama akan segera luluh hatinya. walaupun kadang kala dia sedikit keras Kepala.


Tak berapa lama mereka tiba di Rumah Sakit.


"Lila ini Mama dan Papa ku. tolong jaga mereka yah." ujar Rubel pada Lila.

__ADS_1


Lila menyambut baik kedua Orang Tua Rubel, Dia pun menyalami kedua nya.


"Ok, Ma, Pa Rubel masuk dulu yah!" ucapnya kepada mereka berdua.


Mama dan papa Joe duduk di lobby Rumah Sakit.


"Sebentar yah Tante Lila kebelakang dulu." pamit Lila pada Mama Rubel.


Lila pun pergi ke kantin membeli beberapa roti, cake dan 2 kopi susu hangat untuk Orang Tua Rubel. Dan dia pun kembali ke Lobby untuk menemui keduanya.


" Om, Tante ini ada sedikit makanan dan minuman. Pasti Om dan Tante sudah sangat lapar." ucap Lila perhatian.


"Aduh jadi ngerepotin Nak Lila." ucap Mama merasa begitu diperhatikan.


"Enggak apa-apa Tante jangan sungkan. Rubel dan Hana sahabat baik Lila." jawab Lila polos.


Mama melihat lekat ke arah Lila.


seharusnya Lila lah yang pantas jadi menantunya.


"Udah baik bertitel dan pastinya Dia lebih baik dari pada anak Tukang Rumah dan Penjual Kue keliling itu." Ujar Nya dalam hati.


Hari semakin malam Rubel belum juga keluar dari Ruang bedah nya.


"Maaf Tante, saya harus balik ke dalam kasihan sama sikecil Zanna." pamit Lila sopan.


"eh i-iya." jiawab Mama terbata-bata Dia tidak menyangka bahwa Lila sudah punya anak.


"Kirain masih Gadis kalo enggak Aku jodohkan Dia sama Rubel." Ucap Mama pelan dan terdengar oleh Papa Joe.


"What? Apa maksudmu?" tanya Papa Joe tak percaya.


"Mama gak setuju Rubel menikah dengan Gadis Kampungan itu." Mereka Orang gak mampu, Miskin dan pasti rumahnya sangat jelek." Ujar Mama Rubel sedikit jijik.


"No, Honey please don't judge Them. tidak baik seperti itu. itu namanya fitnah kita belum mengenal Mereka, gak baik itu." Ucap Papa Joe tegas.


Mama semakin kesal Dia merasa kedua laki-laki kesayangan begitu membela Gadis Kampungan yang bernama Hana.


Jam 11 Malam Rubel baru keluar dari ruang operasi, dia begitu sangat lelah. dia melihat Mamanya telah tertidur di kursi panjang dan kepalanya dipangku oleh Papa Joe. Dia memeriksa ponselnya yang Dia matikan tadi. banyak chat masuk dari Hana.


"Sayang kenapa ponselnya mati?"


"Ino dimana?"


"Jangan buat aAa khawatir."


Deg jantungnya berdegup sangat kencang, Dia lupa memberitahu kan Hana bahwa Dia ada panggilan Operasi. dengan cepat-cepat dia pun menelpon Hana.


"Sayang." Ucap nya pada Hana.


"Kamu dimana? Tanya Hana cepat.


"Oh, syukurlah."


"Ya udah bentar lagi kami sampe rumah." balas Rubel.


"Ok hati-hati yah.


"Pa... panggil Rubel pelan.


"Maafin yah Pa, Rubel gak nyangka bisa lama seperti ini, kasihan Mama." ucap Rubel.


"Kamu juga sih, kalo enggak Mama dan Papa sudah dari tadi sampe ke Villa Buana A." ucap Mama nya yang tiba-tiba bangun.


"Mama Rubel gak bawa kunci Rumah, tinggal di rumahnya Hana, trus kalo Mama pulang ke sana gimana masuknya?" Tanya Rubel pada Mamanya.


"Congkel." Jawab mamanya kesal.


"Kok congkel Kamu mau jadi maling?" Tanya Papa Joe.


"Kok maling itu kan Rumah Anak ku sendiri." ucap Mama tak mau kalah.


"Please jangan ngambek nanti cepat..." ucapan itu terputus saat Mama menjelit tatapan kepada Papa Joe.


Rubel berjalan ke arah mobil di ikuti Papa dan Mamanya.


Tak ada lagi suara di dalam mobil hanya suara detik jam kecil yang ada di dekat Rubel.


Tibalah mereka di sebuah rumah dengan pagar yang tinggi, dan halaman yang sangat luas.


Mama terkejut, Dia masih belum percaya pada penglihatan nya. Dia melihat ke arah kanan kiri halaman itu. Sungguh sangat besar dan Rumah itu seperti Istana.


Papa Joe tersenyum kecil melihat Mama yang masih sibuk dengan pandangan bingung dan berdecak kagum.


"Makanya jangan menjudge Orang karena profesi nya." Ucap Papa Joe pelan tepat di telinga Mama.


Mama berpura-pura tidak perduli. tapi di dalam hatinya Dia sangat malu karena telah menjelekkan Calon Besannya. dan mereka semua turun dari Mobil.


Semua orang menyambut Mereka dengan suka cita.


Mama terlebih dulu memeluk nyai dan di susul Papa Joe.


"Bu Ayah, ini Mama dan Papa Joe." ucap Rubel memperkenalkan keduanya.


Mama sedikit malu di dalam bayangannya. calon Besannya itu jelek miskin, dan pastinya tidak akan terlihat menyenangkan. Dia berusaha tersenyum melihat Besannya nya menyambutnya dengan baik.


"Ibu Hana nya mana?" tanya Rubel kepada Ibu.


"barusan kebelakang." jawab ibu.

__ADS_1


Hana berjalan dengan malu-malu, Dia merasakan jantungnya mau copot, tangannya sudah dingin Dia merasa sangat gugup untuk pertama kalinya bertemu Calon Mertuanya.


"Sayang ini Mama dan Papa Joe." Ucap Rubel pada Hana.


Hana mendekati keduanya dan menyalami mama Rubel.


Tidak disangka Mama Rubel langsung memeluk Hana sangat erat, dia merasa sangat bersalah dengan ucapannya tadi dengan Papa Joe. dia sempat berfikir yang tidak-tidak untuk Calon Besan dan Calon Menantu nya.


"Kamu cantik." Ucap Mama agak gugup.


Papa Joe sangat sadar apa yang ada difikiran Istrinya. Mereka semua masuk kedalam.


"Kita makan dulu yah, Pasti Om dan Tante belum makan." Ajak Hana pada Mama dan Papa Joe.


"Eits jangan panggil Om dan Tante, panggil Papa dan Mama." ucap Mama tegas.


"I-iya ma." Ucap Hana masih sangat gugup. ternyata semua belum makan karena menunggu kedatangan Mama dan Papa Joe.


Hana dan Rubel duduk bersebelahan. dia menatap Hana lekat.


"Udah jam segini kamu juga belum makan?" Tanya Rubel.


Hana menggeleng kan kepalanya.


"Ya Ampun sayang, kalo seandainya Ino pulang nya besok?"


"Ya makannya besok." Jawab Hana cepat.


Rubel segera mencubit hidung nya Hana.


"Udah tahu kondisi lagi belum fit. Dia malah nungguin kita." Ucap Rubel kesal.


semua orang melihat kearah keduanya.


"Eits, jangan marahin Anak Gadis Mama." Ucap Mama Rubel tiba-tiba membela Hana.


"Kok, Mama malah belain Hana?" Ucap Rubel kesal. dan dia mencubit kecil lengan Hana.


"Auch." teriak Hana sakit karena lengannya di cubit.


"Aduh maaf maaf tangan Rubel reflek." ucap Rubel karena Mamanya menatap nya tajam.


Selesai makan Mama dan Papa Joe izin ke kamar. Mama sangat takjub kamarnya sangat luas dan besar.


"Apa yang kamu fikirkan?" Tanya Papa Joe pada Mama.


"Maaf kan Mama atas sikap Mama tadi.." Ucap Melisa sambil menunduk kan pandangannya.


"It's okay Honey." Ucap Papa Joe dan memeluk Mama Melisa.


"Aku ingin Kamu bisa lebih berfikir positif tentang Siapa pun, sebelum Kita kenal dengan Orang itu." Ucap Papa Joe mengingat kan.


"Iya, Honey." Jawab Mama pendek. dan mereka pun berganti pakaian hendak tidur.


*****


Rubel dan Hana telah masuk kedalam kamar masing. Rubel melirik ke sebuah pintu yang tertutup dengan Cermin panjang. Pintu itu terhubung ke kamar Sebelahnya.


"Sebelah kan kamar nya Hana." Ucap nya membatin.


Dia mencoba memindahkan cermin itu, dan...


"Ceklek... "


Pintu itu terbuka Hana baru saja mengganti pakaiannya Dia hanya memakai Tank Top.


Hana terkejut karena ada suara pintu dibuka.


"Hei!!!!" Teriak Hana.


Buru-buru Rubel menutup mulut Hana agar tidak ada yang mendengar nya berteriak.


Rubel memandang Hana lekat, dia melihat Hana begitu cantik dan sangat Seksi tentunya.


"Shit...."


"Kenapa jantung ku berdetak sangat keras." ucapnya dalam hati. Perasaan panas yang memburunya untuk melakukan hal lebih dengan orang yang sangat dia cintai itu.


Dia terus memandangi bibir Hana yang seperti bentuk hati. bibir yang pernah menyerang nya. membuat nya bergejolak.


"Ngapain lihat-lihat?" Tanya Hana sedikit kesal.


Tanpa dia sengaja dia melihat 2 bukit indah yang begitu menggairahkan jiwanya. dia tidak mampu menahan jiwanya yang terus bergejolak.


Hana mulai risih dengan tatapan Rubel yang siap menerkam nya.


"Eits, Jangan mendekat!" Ucap Hana sedikit keras.


"Sikit aja!" Pinta Rubel pada Hana. dengan senyuman menggoda.


"Aku teriak nih!" jawab Hana makin keras.


Rubel memeluk Hana erat. Dia takut melakukan kesalahan lagi. Dia tidak ingin merusak Hana sebelum semua nya benar-benar Halal.


"Maafin Ino yah sayang." Ucap Rubel meminta maaf.


Rubel memeluk Hana sangat erat. Hana diam tanpa membalas pelukan Rubel, Dia takut dia dan Rubel Benar-benar kehilangan kontrol dan menghancurkan semua impian nya.


Makasih buat semua nya yang sudah mensuport Author, dukung terus Author, untuk kekurangan Author minta maaf karena Author bukan lulusan sarjana dan penulisan kata sangat jauh dari sempurna. dukung trus Author, Vote, like dan komennya yang banyak terimakasih. (saran yang membangun) .

__ADS_1


__ADS_2