
Hari ini Rubel berencana pulang ke indonesia, dia tidak mengabari nyai atau Hana. Dia ingin sekali memberi kejutan kepada semuanya.
Pagi itu dia sarapan dengan roti, mama sedang menyiapkan sarapan untuk papa Joe berangkat ke kantor. Rubel tidak mengatakan niat nya untuk pulang.
Dia mempersiapkan semua nya sendiri di kamar. Awal nya dia ingin membeli beberapa suvenir untuk dibawa pulang ke Indonesia. Tapi keinginan untuk pulang mengalahkan keinginannya untuk berbelanja.. atau sekalian nanti waktu diperjalanan saja ujarnya dalam hati.
Dia telah mengatakan kepada papa Joe untuk pulang tapi dia belum mengatakan secepatnya akan pulang.
Dia menenteng tas ranselnya. Keruang tengah. Bagaimanapun dia tidak bisa berlama-lama di Sydney. Dia harus kembali ke Indonesia pekerjaan nya sebagai dokter menuntutnya untuk profesional.
“Ma..Rubel harus pulang ke Indonesia.” ucapnya pelan.
“Secepat ini.” Tanya mama tak percaya.
“iya ma Rubel akan naik pesawat siang nanti. Jadi sekarang harus segera ke bandara.”
“tapi, Mama masih rindu dengan mu.” jawabnya lemas.
“Mama harus semangat, nanti kalo liburan mama dan papa Joe yang ke Indonesia.”ujarnya menghibur.
Mama menatap nya lama,
Niat nya menjodohkan Rubel dengan Lia batal. Dia tidak ingin menyakiti hati anaknya.
Tapi dia ingin Rubel segera menikah. Dia punya ide agar Rubel segera menikah. Selama ini dia tahu anak laki-laki nya itu tidak ada kekasih, bahkan pacaran pun tidak.
“Mama punya Syarat untuk mu.” Ucapnya pada Rubel.
“Mama ingin kamu segera menikah dan mempunyai tunangan dalam 2 Minggu jika tidak, tolong pertimbangkan lagi usulan mama untuk menjodohkan kamu dengan Lia.”ucap mama panjang.
Rubel terbatuk-batuk dugaannya meleset dia pikir mamanya akan segera melupakan perjodohan nya dengan Lia tapi malah membuat sayembara agar dia segera menikah.
“2 Minggu, mama yakin.” Tanya Rubel pada mama.
“iya 2 Minggu... Ma apa tidak 1 bulan. Ucapnya menawar.
“Tidak ada tawar menawar ini bukan jualan ini persyaratan titik.” Dengan nada setengah mengancam.
Dia berhasil membuat Rubel kehilangan energi, dengan begini perjodohan akan segera terlaksana. Lia anak orang terpandang di kota itu tentu saja Rubel akan menjadi orang Indonesia pertama yang menikah dengan orang terpandang dikota itu.
“Baiklah jika itu mau mama, Rubel tidak akan menawar lagi.” Dengan wajah datar, namun di dalam hati nya dia sangat bahagia. Karena dia akan segera menikahi Hana dalam waktu dekat.
“Ma Rubel berangkat yah.” Titip salam untuk papa Joe.” Ucap nya sambil menyalami mama dan memeluknya.
Dia ingin segera terbang ke Indonesia mengatakan semuanya kepada nyai dan segera melamar Hana.
Didalam bandara King’ Ford Smith Sydney. Ada pusat perbelanjaan. Dia mencari suvenir dan beberapa belanjaan lain yang bisa dia bawa pulang. Dia memilih kalung emas putih dengan liontin berbentuk love yang di disain kulit kerang Australia. Dia membelinya untuk Hana. Setelah selesai dia masuk kedalam ruang tunggu.
Tak berapa lama dia pun masuk ke dalam pesawat. Kali ini dia memilih rute langsung dari Sydney ke Jakarta tanpa transit, perjalanan itu memakan waktu 7 jam 40 menit. Perjalanan yang sangat melelahkan, dia tiba pukul 8.30 malam.
Dia memilih untuk naik taxi yang sudah antri di area parkir bandara. Langsung saja mobil itu menuju perumahan Villa Buana A.
Tibalah mereka, didepan rumah. Rumah itu nampak sepi. Hanya ada satu orang penjaga.
Rubel hendak masuk tapi ditahan oleh penjaga itu.
“maaf mas anda tidak boleh masuk kedalam.”ujarnya tegas.
“Kok gak boleh, saya kan yang punya rumah, masak gak boleh masuk.” Ujar Rubel bingung.
“Oh, maaf mas saya diminta pak Diko untuk mengganti kannya. Dia sedang berganti sift dengan saya.” Ujarnya meminta maaf.
“Ok, gak apa-apa saya maklum. Tapi ngomong-ngomong rumah kok sepi.” Tanya Rubel mencoba basa basi padahal rumah itu seperti hari-hari biasanya memang sepi.
“Mbak Hana ada didalam, tadi kata nyai dia lagi kurang sehat.” Jelasnya pada Rubel.
“Ok, saya akan masuk kedalam. Tapi ngomong-ngomong siapa namamu.” Tanya Rubel pada security barunya.
“Nama saya Leo .” jawab security itu.
Rubel masuk ke dalam rumah. Dia mengucapkan salam dengan suara pelan. Bibi keluar dari kamar nya untuk melihat siapa yang mengucapkan salam.
“Eh ada den Rubel.” Ucap bibi hendak berteriak tapi di tahan oleh Rubel. Dia memberikan Kode dengan jari telunjuk nya agar bibi tidak bersuara.
Dia masuk kedalam kamarnya membersihkan badannya dan sholat isya. Setelah itu dia bergegas ke kamar nyai.
Dia membuka pintu kamar nyai dengan pelan.
“Assalamualaikum”.
sapa dia pada nyai yang sedang berbaring.
“Wa a'laikumussalam. Jawab nyai sambil melihat kearah pintu.
“Eh cucu..” lagi-lagi Rubel meminta nyai untuk mengecilkan suara.
__ADS_1
“Nyai sehat?” tanya nya pada nyai.
“alhamdulillah nyai sehat sayang, Ino gimana kabarnya?” tanya nyai padanya.
“alhamdulillah nyai.” Jawabnya pelan.
“nyai nanti kita cerita lagi yah, ino mau lihat ana. Kata leo dia lagi kurang sehat.” Jelasnya pada nyai.
“ iya sayang ana lagi kambuh alerginya tadi dia dikamar nyai lama. Obat alerginya habis , dan Masker di ruangan kerja Ino juga habis.” Dia mau minta tolong sama Leo, gak ada yang jaga pos depan.” Cerita nyai panjang.
Rubel masuk ke kamar tamu, dia tidak ingin membangunkan Hana. Di hampiri cinta kecilnya itu. Hana hanya memakai tang top dan dan celana pendek. Dia merasakan gejolak di dadanya perasaan yang tidak bisa dia sembunyikan. Melihat gadis yang dicintainya dalam keadaan begitu vulgar di depannya. Tapi dia berusaha menahan dirinya. Menarik selimut yang jatuh di lantai. Dan menutup tubuh itu dengan selimut.
Tiba-tiba Hana bersin dan terbangun dia melihat seseorang sedang menyelimuti tubuhnya.
Dia berteriak karena wajah rubel terlihat samar-samar.
Rubel membekap mulutnya agar Hana tidak berteriak.
“Sayang ini Ino.” Ujarnya pelan.
“hah.” Hana tak percaya dengan pendengaran nya. Dan dia pun kembali bersin.
“Hasyim..Hasyiiiim.” Hana mencoba bangun tapi Rubel menahannya. Rubel mengambil tisu di meja rias dan menyodorkan pada Hana.
“Makasih...” Ucapnya pendek. Hidung Hana terlihat memerah karena terlalu banyak bersin.
“Ino, keapotik dulu yah sayang.”ujarnya pada Hana.
“ Gak usah bentar lagi juga sembuh.”tolak Hana pada Rubel.
Di cubit hidung Hana yang sudah merah.
“Jangan bandel, Ino Cuma sebentar beli obat alergi dan juga masker buat ana. Ucapnya tegas.
“Ikut!” pintanya pada Rubel.
“ gak usah sayang Ino bentar aja. Ucap Rubel.
“ya udah kalo ana gak boleh ikut Ino, ana pulang sekarang.” ujarnya kesal. Dia hendak bangun tapi tiba-tiba perut nya keram.
Hana meringis, kesakitan. Rubel mendekati nya.
“Makanya jangan bandel disuruh istirahat malah mau ikut, gak dikasih malah ngambek.” Ucapnya lembut. Sambil mengusap perut Hana lembut.
“Tolong beliin pembalut juga yah.” Ujarnya pelan.
“Apa?” tanya Rubel tak percaya. Seumur umur dia tidak pernah membeli pembalut.
“ah gak ah.” Ino malu.” Ucapnya menolak.
“ ya udah kalo gak mau gak apa-apa.”jawab Hana datar.
“bukan gak mau tapi Ino malu.” Secara Ino kan laki-laki tulen masa belinya pembalut.” Jawab nya setengah kesal.
“ya udah kalo gitu ana ikut ino ke apotik.” Ucap rubel mengalah.
Hana menyambutnya dengan senyuman puas.
“Ya, udah Ino tunggu diluar, ana mau ganti baju.”pintanya pada Rubel.
Rubel pun keluar kamar. Dia mengambil kalung kerang Australia di kamarnya. Hana telah bersiap mengenakan baju piyama nya. Dan keluar menemui Rubel.
“hei kita mau ke apotik bukan mau tidur.” Ucap Rubel kesal. Padahal dia ingin mengajak Hana sekalian jalan-jalan.
hana masuk ke kamarnya dengan wajah cemberut. Dia segera mengganti kan pakaiannya. Hana memakai baju kaos panjang selutut dan celana panjang. Rambutnya di kuncir.
Rubel melajukan mobilnya dengan santai. Jalanan itu sangat lengang, biasanya suasana jalan itu sangat ramai. Hana masih sibuk dengan bersin-bersinnya. Dia mengambil tisu di dalam Console Box. Rubel sangat khawatir melihat Hana.
“ana gak apa-apa kan?” tanya Rubel ragu.
“enggak ntar juga sembuh.” Jawab hana pelan.
Jawaban ana yang klise membuat Rubel sedikit kesal.
Tibalah mereka di depan apotik ana hendak ikut turun. Tapi Rubel menyuruhnya untuk tetap di dalam mobil.
“Ana dimobil aja yah.” Pinta nya lembut.
“Tapi siapa yang beli pembalut ana?” tanya ana pada Rubel.
“Ino yang beli.” Jawab Rubel santai.
Hana tersenyum mendengar Rubel yang yang bersedia membeli pembalut. Rubel pun berlalu. Kedalam apotik. Dia melihat ke arah penjaga apotik.
“Syukurlah, laki-laki kalo perempuan pasti malu.”gumannya dalam hati.
__ADS_1
“Mas 1 piece obat alergi, 1 box masker dan 2 bungkus pembalut.” Ucapnya pelan.
“Pembalutnya Mau yang Extra maxi atau yang Extra Maxi wing?” tanya penjaga apotik itu. Rubel bingung dia sebelumnya tidak pernah membeli pembalut.
“Wah saya gak tau mas soalnya gak pernah beli.” Jawab Rubel sedikit malu.
“coba tanyain istri nya mas.” Jawab penjaga itu. Rubel tersenyum karena penjaga apotik itu menyebut istri.
“gini aja mas, 1 Extra maxi 1 lagi Extra Maxi wing.” Ucapnya cepat.
“Baiklah.” Jawab Penjaga apotik itu. Dia memberikan belanjaan rubel dan rubel segera membayar belanjaannya. Dia melangkah keluar apotik.
Seorang preman sedang menarik tas seorang wanita, wanita itu berteriak-teriak minta tolong, tidak tidak ada satu orang pun yang berani menolong wanita itu. Hana yang berada di dalam mobil keluar melihat kejadian itu.
Tanpa pikir panjang Dia turun dengan tongkat bisbol di tangannya yang diambil di jok mobil. Dengan sekuat tenaga dia memukul preman itu tepat di punggungnya. Laki-laki itu pun jatuh tersungkur. Orang-orang bersorak-sorai melihat kejadian itu, ada yang memaki laki-laki itu.
“rasain loh kena batunya. Ujar seseorang dalam keramaian.” Rubel segera menelepon Dion.
“dion ada kejadian penjambretan di apotik KF, dan pelaku sudah dilumpuhkan oleh Hana.” Ujarnya cepat.
“emang nya kamu lagi dimana?” tanya Dion bingung.
“aku udah disini di Indonesia.” jawab Rubel sedikit keras. Karena kebisingan ditempat itu.
Rubel segera mengamankan Hana dari kerumunan orang banyak. Dia takut ada kawanan preman yang melihatnya dan dendam pada Hana.
Dion dan beberapa personil polisi segera menuju lokasi kejadian, dengan mobil patroli.
Hana,Rubel dan korban penjambretan di mintai keterangan.
“Syukurlah preman itu tidak mati dia hanya pingsan jika mati, Hana yang akan menjadi tersangka.” Jelas Dion pada mereka.
Rubel mencubit hidung Hana, dia kesal gadis yang dia cintai itu selalu memikirkan keadaan orang lain, dari pada dirinya sendiri.
“Sakit.” Ringis Hana pelan. Karena Rubel mencubit hidungnya.
Setelah menyelesaikan laporan mereka diperbolehkan pulang.
Awalnya Rubel ingin mengajak Hana kesebuah restoran romantis di daerah pelangi, tapi karena kejadian itu dia berinisiatif untuk segera pulang. Dia takut seseorang mengawasi mereka dan merencanakan balas dendam pada Hana. Seperti kejadian yang sudah-sudah.
Rubel diam tanpa bicara, Hana pun ikut diam, dia melihat ke luar jendela mobil.
Tibalah mereka didepan Rumah .
Rubel membuka kaca mobil, Leo menyambut tuannya dengan senyuman dan membuka pintu pagar. Rubel pun membalasnya. Dia memarkirkan mobilnya di garasi mobil, Rubel turun dari mobil dan membuka pintu untuk Hana, diraih tangan hana dan menggenggamnya sangat erat, dan tangan sebelahnya lagi menenteng belanjaan tadi.
“sayang, ana udah makan?” tanya Rubel pada Hana.
“belum Hana gak selera makan.” Jawab Hana pada Rubel.
“makan dong biar sedikit, jangan sampe sakit.” Ujar rubel mengingatkan.
hana mengangguk pelan. Mereka masuk kedalam rumah, Rubel melihat ke kamar Nyai, nyai telah tidur.
Dia pun ke arah dapur mengambil air hangat untuk Hana. Kemudian masuk kekamar tamu dengan membawa segelas air hangat dan sepiring nasi lengkap dengan lauknya.
Hana tersipu melihat Rubel begitu perhatian. Dia duduk di bawah dipinggir tempat tidur beralaskan ambal. Rubel menyuapi Hana dan meminta Hana membuka mulutnya.
“Ak.” Pintanya pada Hana.
Hana menuruti kemauan Rubel, setelah menyuapi Hana Rubel juga menyuapi dirinya sendiri karena dia sudah sangat lapar.
Tiba-tiba Hana bersuara.
“Ino jangan makan satu sendok, ana lagi alergi nanti Ino sakit.” Ucapnya mengingatkan.
“Gak papa sekali-sekali.” Jawab Rubel santai. Mereka saling memandang. Sejak Rubel tiba dari Sydney mereka belum sempat melepas rindu.
Selesai makan, rubel membawa piring kotor Itu ke dapur, seperti yang biasa di lakukan Hana.
Dia kembali ke kamar, dilihat Hana sangat mengantuk. Dia meraih kepala Hana dan mendekap lembut ke dadanya.
Hana mencoba bertahan dari rasa kantuk efek obat alergi yang diminumnya tadi. karena masih rindu dengan Rubel dia mencoba membuka matanya. Rubel mengelus lembut rambut Hana yang halus. Mencium rambut itu.
Dia melihat wajah Hana yang sendu karena mengantuk, diraih dagu Hana dan diapun mencium bibir Hana dengan lembut. Entah setan apa yang merasuki nya dia seperti enggan berhenti untuk melakukan hal yang lebih. Tapi Hana menahannya.
“Sayang gak boleh.” Ujarnya pelan. Rubel menghentikan aktivitas nya. Dia pun merasa bersalah, dia memeluk Hana begitu erat.
“Maafin Ino yah sayang.” Ujar rubel sangat menyesal. Telah begitu lancang pada Hana.
Hana tak menjawab ucapan Rubel. Dia telah hanyut dalam buaian tidurnya.
Rubel menggendong Hana ke atas tempat tidur. Dia enggan meninggalkan Hana tapi dia harus bisa mengontrol dirinya agar tidak salah langkah. Pelan-pelan dia berjalan keluar dan menutup pintu kamar. Berjalan ke arah kamarnya. Hari ini dia batal memberikan kalung kerangnya.
Rubel segera membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Ia pun sangat lelah setelah seharian di dalam pesawat. Dipejamkan matanya dan dia pun terbuai di kedalaman mimpi.
__ADS_1