Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 78


__ADS_3

Rubel dan Hana tiba di rumah, mereka berdua tertawa. merasa sangat senang karena bisa segera pergi saat Brian tertidur.


" Gimana yah wajah bulek gila itu saat tahu kita sudah lebih dulu kabur." ucap Rubel tertawa.


" Biarkan saja, kita tidak usah mikirin mereka." jawab Hana dan meraih tangan Rubel menuju kamar.


" Hei masih siang udah mau kasih makan ular cobra aja." ucap Haikal tiba-tiba membuat Rubel dan Hana kesal.


" kenapa sih otaknya bang Haikal isi nya mesum semua, Hana mau sholat bang." ucap Hana dengan kesal. dan mereka terus berjalan menuju kamar.


" Sayang ular kobra nya mau makan." ledek Rubel membuat Hana ikut marah pada nya.


" Dasar otak mesum semua, gak Ino gak Haikal maunya kasih makan ular kobra aja, lempar ke lubang buaya mau?" tanya Hana dengan nada setengah kesal.


" Kalo si EmPi nya masuk lubang buaya entar keluarnya jadi Empok dong." ucap Rubel manyun.


" Bodok amat, lagian juga pikirannya absur semua mangnya gak ada fikiran yang lebih bagus yah?


" Ya ampun sayang, ngomong itukan cuma sama kamu sayang kalo ngomongnya sama Mila kan cemburu Haikal."


" Apa kamu bilang? ucap Hana kesal dan mencubit perut Rubel.


Rubel memegang kedua pipi Hana yang terlihat menirus.


" Makanya kalo suami lagi Gaol itu diladenin bukan di ajak berantem, coba kalo lakinya sama-sama gila pasti udah perang dunia ke empat." goda Rubel pada Hana yang terlihat memonyongkan bibirnya.


Hana menggigit bibir bawahnya, ada perasaan khawatir menggerogoti dadanya sejak di Rumah Sakit. makanya apapun yang Haikal dan Rubel candain jadi bahan perangnya karena hatinya begitu gelisah.


" Sayang, sholat yuk!!" ajak Rubel membuyarkan lamunan Hana.


" Iya." jawab Hana pendek, dan mengikuti Rubel mengambil wudhu setelah itu mereka sholat berdua di dalam kamar.


🌼🌼🌼🌼


Pagi itu, Rubel dan Hana Barus saja menyelesaikan sholat subuh nya, kemudian mereka keluar kamar. semua keluarga sedang bersiap-siap untuk pulang ke tanah air.


" Bu, ada apa ini?" tanya Hana bingung karena semua sedang sibuk menyiapkan kopernya.


" Kami mau pulang sayang." ucap ibu lembut membuat Hana sedih.


" Kok buru-buru?"


" Kita ada tender baru yang harus ditangani." jawab Om Purnawan tiba-tiba.


" Hana ikut pulang yah."


" Eh jangan nanti aja kalo kandungan kamu sudah kuat dan sehat baru balik ke Indonesia." Ucap Om Purwanto menimpali.


" Gimana kerjaan Rubel om." ucap Rubel serak.


" Uangmu udah om transfer, untuk kerjaan sebaiknya gak usah kamu fikirkan yang terpenting Hana sehat dan kamu hanya fokus untuk menjaga isteri mu dengan baik.


Hana dan Rubel saling pandang, sebenarnya mereka sangat ingin segera kembali ketanah air untuk menghindari Antonius. tapi kandungan Hana masih terlalu muda untuk berpergian naik pesawat.


" Gimana sayang?" tanya Rubel.


" Ya udah kita nurut aja, sekarang kita bantuin Mama dan Papa Joe aja." ucap Hana menghibur.


" Bantuin apa sih, disuruh istirahat kok." ucap Mama ikut nimbrung.


" Ma."


" Kalo istirahat terus entar badan Hana kaya balon ditiup dong."


" Biarin aja biar cucu Mama sehat." jawab mama cepat, Hana hanya bisa tersenyum mendengar Jawaban sang Mertua.


Haikal menarik kopernya diikuti Mila, begitu juga yang lain sudah berjejer koper di ruang tamu.


Om Purnawan menghampiri Rubel dan Hana dia menyempatkan diri untuk mengatakan sesuatu pada Rubel dan mereka duduk bersama, sedangkan yang lain sibuk menghabiskan kopi dan teh yang dibuat bibi Ifah.


" Ada yang ingin om bilang, tapi jangan marah yah?" ucap om Purnawan.


" Marah kenapa om?" tanya Rubel bingung.


" Om tidak mentransfer semua uangmu, sebagian om investasikan agar kalian bisa menikmati nya tiap bulan?"


" Maksud Om?" tanya Rubel belum mengerti.


" Uangmu Om investasi kan, dan Om akan mentransfer sejumlah uang atas uang sudah kamu investasi kan di perusahaan om, memang tidak besar tapi cukuplah untuk kebutuhan kalian sebulan-bulan." terang om Purnawan.


" Rubel memang tidak paham soal itu om tapi makasih sudah memberikan solusi dari masalah yang sedang kami hadapi." ucap Rubel dan memeluk om Purnawan yang saat itu segera bangun karena jadwal penerbangan tinggal 1 jam lagi.


Om Purwanto juga memeluk Rubel dan Hana.


" Jaga Hana yah bel, jangan biarkan siapapun menyakiti Hana apalagi Antonius." bisik Om Purwanto ditelinga Rubel.


" Iya om, saat ini Rubel akan fokus untuk menjaga Hana."


Haikal mencubit hidung Hana, kemudian menguyel uyel jilbab Hana.


" Jagain sepupu ku yang comel yah bel, jangan bikin dia sedih lagi, hati-hati loh kalo sampe dia tidur panjang lagi, aku kasih kamu racun badak." ledek Haikal begitu senewen dan diikuti gelak tawa.


" Segitunya." ucap Rubel kesal.


" Ya iyalah, walaupun kami udah kaya Tom and Jerry sejatinya kami itu dua sejoli." ucap Haikal ngawur.


" Mas!!!" panggil Mila keras membuat Haikal tersadar. Hana dan Rubel tertawa karena Haikal memang tidak bisa diam jika berhadapan dengan mereka berdua.


" Baru aja 1 Gigabyte sayang, belum 10 Gigabyte." ucap Haikal mencoba merayu.


" Nanti telat ke Bandara." Mila mengingat kan.

__ADS_1


" Ok, deh sayang salam dulu sama Mama Melisa dan Papa Joe." ucap Haikal dan mereka segera menyalami Mama Melisa dan Papa Joe.


Mereka semua berpelukan satu dengan yang lain. pemandangan haru itu membuat Hana menetes kan air mata. apalagi Hana belum bisa kembali ketanah air dengan kondisi nya yang sedang hamil muda.


" Sayang, sehat-sehat yah jangan nyusahin Mama Melisa, dan jangan jutek sama Rubel." ingat Mama membuat Hana tersipu.


" Rubel jaga Hana yah jangan bikin dia sedih." pesan ayah sambil memeluk menantunya dengan erat.


" Iya ayah, insyaallah Rubel akan menjaga Hana untuk kalian semua." janji Rubel membuat ibu terharu. setelah semua masuk kedalam mobil seseorang berteriak dari dalam rumah mengejar semua nya.


" Bu, bibi ketinggalan." teriak Bi Ifah yang dari tadi asik ngobrol dengan Bi Imas berlari tergopoh-gopoh menarik kopernya.


" Ya Ampun bi hampir aja kami tinggalin, kalo enggak Bibi terpaksa di paketin." ledek Haikal membuat Bibi tersipu malu.


" Kalo dipaketin entar Bibi jadi daging kaleng dong den." balas Bibi tak mau kalah.


sontak semua tertawa


Mereka semua berangkat menuju Bandara Internasional Kingsford Sydney.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Seminggu telah berlalu, tiba-tiba ponsel Rubel berbunyi. dilayar tertulis nama Irfan. Rubel segera menerima panggilan telepon itu.


" Hallo."


" Iya Fan gimana kabar mu?"


" Aku baik, bel gimana kabarmu dan Hana."


" Alhamdulillah baik juga, gimana hubungan mu dengan Claudia?"


" Minggu depan kami menikah, Claudia telah berhenti jadi model."


" Ya Allah Alhamdulillah, syukurlah gak jadi bujang lapuk dong." sindir Rubel membuat Irfan tertawa.


" Ya sudah, entar malam kita ngobrol di cafe ku yang baru yah!! sesekali, selama ini kan kita jarang berkomunikasi." jelas Irfan panjang.


" Wah keren nih dokter punya usaha cafe."


" Iseng bel, mumpung lagi ada duit jadi diputar buat usaha.


" Emang udah ada darah pengusaha kamu." puji Rubel.


" Ah biasa aja." jawab Irfan merendah.


" Ya sudah jangan lupa datang yah ke cafe I&C yah." ucap Irfan


" I&C wow asik nih belum nikah udah ada nama usaha kalian berdua.


" Biar Claudia ada kerjaan bel, dia yang akan membantu mengelola cafe."


" Iya, ya sudah aku tunggu yah nanti aku share lokasinya ke kamu." ucap Irfan dan telpon pun ditutup.


" Sayang."


" Heuh." jawab Hana pendek.


" Mulai deh kata-kata mutiara nya dipake." ucap Rubel sedikit kesal.


" Iya sayang ku Rubelino." jawab Hana.


" Nah gitu dong isteri Solehah."


" iya sayang, ada apa?"


" Entar malam mau keluar?"


" Kemana?"


" Ke Cafe nya Irfan.


" Dokter punya cafe?


" Iyalah, kalo Ino mau Ino juga bisa punya cafe." jawab Rubel cepat.


" Enggak usah Ino dirumah aja entar malah kecantol cabe-cabean." ledek Hana.


" Ya Allah sayang, kamu kan tahu Ino gak suka cabe-cabean apalagi kalo yang genitnya udah overdosis, ih bikin merinding." ucap Rubel ngeri.


" Masa?" goda Hana.


" iya, sayang. kamu kan tahu sendiri gimana Ino.


" Iya deh Ana percaya." jawab Hana mengalah.


" Nah gitu dong cintaku."


" Ah gombal terus.


" Ya iyalah, kalo gombalnya sama yang lain entar Ana cemburu."


" Siapa yang cemburu??" suara Hana menunggu.


" Masa nih gak cemburu, entar kalo ino---.


" Ya sudah kalo Ino mau cari lain, silahkan entar Hana cari cow lain aja yang lebih keren." sindir Hana membuat Rubel segera menggelitik perut nya.


" Sayang, stop ana capek." ucap Hana menyerah. dengan nafas tersengal.


" Tiba-tiba Hana merasa perut nya sedikit tegang.

__ADS_1


" Auh, sakit." ucap Hana meringis kesakitan.


" Kamu kenapa sayang?"


" Perutnya tiba-tiba keram." ucap Hana pelan. sambil memegang perut bawahnya.


" Maafin Ino yah, kita ke poli kandungan aja yah."


Hana hanya mengangguk pelan, Rubel sangat khawatir. dia lupa bahwa Hana sedang hamil.


Rubel segera membawa Hana ke Rumah Sakit terdekat yang notabene milik Antonius. dia terpaksa mengambil jalan tercepat agar Hana bisa segera di tangani.


Mereka segera mendaftar, sudah hampir 45 menit berlalu baru lah nama Hana dipanggil oleh perawat jaga dan mereka masuk kedalam ruangan poli kandungan.


" Ada keluhan apa?" tanya dokter kandungan itu pada Hana.


" Perutnya berasa keram." ucap Hana merasa nyeri di bawah perutnya.


Dokter segera memeriksa Hana dan melakukan USG.


" Kandungan nya baru 5 Minggu, kondisi nya sangat rawan, jadi sebaiknya anda harus hati-hati, banyak istirahat dan jangan banyak fikiran." ucap dokter itu mengingatkan.


" iya dok terimakasih."


" ini saya kasih resep, dan juga vitaminnya. jangan lupa di minum yah, ada satu hal lagi jangan sering-sering berhubungan yah karena kandungan ibu sangat lemah.


Tiba-tiba wajah Rubel berubah sangat lesu.


" Yah bakal sering puasa nih si EmPi." bisiknya sedih.


Hana tersenyum meledek kearah Rubel. dokter Hanya tersenyum karena tidak paham apa yang Rubel katakan. mereka segera mengambil resep obat dan kemudian berjalan menuju pintu masuk, tiba-tiba seorang anak dengan kursi roda menghampiri mereka.


" Mommy!!" teriak Brian kegirangan. Rubel dan Hana membalikkan tubuhnya melihat Brian yang berusaha mendayung kursi rodanya.


" Kenapa mommy baru datang sekarang?" tanya Brian dengan wajah sedih.


" Maafin mommy yah lagi kurang sehat." jawab Hana membela diri. dan memeluk Brian dengan penuh kasih sayang. Rubel tetap di samping Hana takut-takut Antonius datang dan melakukan hal buruk pada Hana. tak berapa lama.


" Wah baguslah tanpa di kasih umpan ikannya sudah masuk kedalam jala." ucap seseorang yang mengejutkan Rubel dan Hana.


" Apa maksudmu?" tanya Hana dengan nada kesal.


" Jangan marah cantik, aku hanya bilang.."


" Berhenti memanggil istriku dengan sebutan itu!!" ucap Rubel kesal.


" Sudah waktunya kita bersaing Rubel." ungkap Antonius tanpa basa basi lagi.


" Kamu sudah gila Antonius!!" ucap Rubel makin ketus.


" Aku gila karena Hana." ucapnya tanpa malu-malu.


" Daddy jangan ganggu Mommy." ucap Brian sedih.


" Jangan sedih sayang, Daddy hanya bercanda dengan mereka." ucap nya mencoba menghibur Brian, tapi tatapannya menyeringai licik kearah Hana dan Rubel.


Hana memandang kesal ke arah Antonius, Rubel makin mengeratkan genggaman tangan nya, agar Hana tidak merasa takut.


" Sudah sayang, kita pulang dokter menyuruhmu banyak istirahat dan jangan banyak fikiran, Kandunganmu sangat lemah." bisik Rubel.


Antonius mendengar ucapan Rubel, dadanya merasa sakit, saat dia mengetahui Hana sedang hamil. dia segera meraih kursi roda Brandon dan segera meninggalkan Rubel dan Hana.


" Kok secepat itu dia pergi, apa ada yang salah?" tanya Rubel bingung melihat Antonius yang tergesa-gesa pergi dari hadapan mereka.


" Baguslah, jadi kita bisa segera pulang." jawab Hana sedikit tenang. mereka pun segera pulang ditengah perjalanan mobil Rubel berhenti disebuah mini market mereka membeli susu hamil, buah-buahan, dan juga roti, keju serta kornet. setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Rumah.


Mereka tiba di Rumah, Hana dan Rubel masuk kedalam Rumah, Rubel menaruh belanjaannya di atas meja agar bisa segera di susun oleh Bi Imas, Rubel masih kepikiran ucapan Antonius tapi dia tidak ingin Hana tahu bahwa dia sangat gelisah. dia mencoba menyibukkan dirinya agar tidak berlarut-larut dalam kesusahan. Rubel segera mengambil wudhu dan sholat, tidak ada yang dapat dia lakukan kecuali berpasrah pada yang Maha Kuasa.


Hana bingung, Rubel mulai diam, dia sangat tahu bagaimana Rubel. dia pun mencoba menghibur Rubel.


" Sayang, dokter bilang gak boleh sering-sering berhubungan yah?" tanya Hana berpura-pura tidak paham ucapan dokter tadi.


" Siapa bilang?"


" Dokter yang bilang.


" Enggak kok dia bilang malah bagus sering-sering berhubungan." ucap Rubel menggoda Hana.


" Narsis amat, kepedean deh Ino. jelas-jelas tadi dibilang gak boleh." dengus Hana kesal.


Rubel segera mencium kening Hana, memberikan pelukan agar Hana merasa nyaman.


" Demi kamu Dan buah hati, Ino akan berusaha mengontrol si EmPi biar lebih jinak." goda Rubel membuat Hana tertawa.


" Mang Ular dijinakkan." ucap Hana tertawa.


" Iya ular cobra kaya punya Haikal." ucap Rubel merasa terkekeh.


" Kalo ular kobra, besar panjang, ih serem." ucap Hana ngeri.


" Enggak gitu juga kali." ucap Rubel menggoda, dan mereka berdua tertawa begitu lepas melupakan sejenak kekalutan yang menyerang fikiran mereka.


"


"


"


" Jangan lupa Vote Like dan komennya yang banyak yah, mampir juga ke karya ku yang baru #Manusia Batu Cintaku Makasih"


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2