
Di Sydney waktu ashar masuk sebelum pukul tiga sore. waktu yang sangat jauh berbeda dari Indonesia yang sholat Asharnya jam setengah empat sore.
Rubel membangunkan Hana, yang menyambung tidur usai makan siang tadi. karena cuaca sangat dingin membuat Hana sedikit bermalas-malasan untuk bangun, tapi dia harus segera melaksanakan shalat ashar.
Selesai sholat mereka duduk di balkon, mereka berdua mengobrol panjang, bercanda tawa, sambil menghabiskan waktu. tepat pukul 5 matahari perlahan tenggelam. Rubel tidak menyia-nyiakan waktu itu dan mengabadikan setiap momen yang ada bersama Hana.
" Sayang lihat lah sunset itu, duduk lah di situ biar Ino fotoin." ucap Rubel begitu antusias.
" Kita sama-sama yah." ajak Hana dan menarik Rubel untuk berfoto bersama. saat mereka asik berfoto terdengar suara bel dari luar kamar.
Ting tong
" siapa itu??"
" Entah lah??"
" Tunggu disini yah sayang jangan kemana-mana, Ino mau mastiin siapa yang sudah menekan bel itu!!!
" Iya.
Rubel segera membuka pintu, seseorang perempuan dengan jaket tebal dan rambut di kuncir serta memakai kacamata hitam sedang berdiri sambil membawa koper kecil.
" Maaf Anda cari siapa ya??" tanya Rubel bingung melihat perempuan yang ada di depannya.
" Bukan kah ini kamarnya Irfan?" tanya dia bingung sambil tersenyum dan kesannya seperti sedang menggoda.
" Maaf ini bukan kamar Irfan, anda salah kamar." ungkap Rubel cepat agar si perempuan bisa segera pergi dari hadapannya.
" Tunggu dulu sayang... jangan terburu-buru bagaimana kalo kita berkenalan dulu." ucap nya sambil mengulurkan tangan dan mengedipkan sebelah matanya dengan genit. tapi Rubel hanya menangkupkan kedua telapak tangannya menolak untuk menyalami perempuan itu.
" Hahaha aku suka gayamu, kau seperti kucing, malu-malu tapi mau." ucapnya dengan sombong.
Karena terlalu lama Hana segera menuju pintu untuk mencari tahu, Hana melihat perempuan itu hendak mendekati Rubel dan ingin memeluknya tapi segera Rubel tepis karena Rubel tidak suka perempuan genit dan tidak sopan sopan seperti itu.
" Siapa dia sayang??" tanya Hana terburu-buru melihat Rubel seperti berusaha keras ingin pergi dari perempuan itu. perempuan itu terperanjat melihat Hana yang datang dengan kursi roda juga memakai cadar.
" Orang salah kamar." jawab Rubel cepat, segera masuk dan menutup pintu dengan keras.
" Salah kamar kok gayanya genit gitu." tanggap Hana kesal.
" Makanya, untung Ana segera datang kalo enggak..."
" Kalo enggak kenapa? mau Ino ladenin?" jawab Hana ketus.
" Bukan gitu sayang, Ino gak suka dengan perempuan seperti itu, Ana kan tahu gimana Ino." ucapnya membela diri.
" Mana tahu mumpung lagi ada kesempatan." ledek Hana cepat. membuat Rubel semakin kesal.
" Sayang, ana lebih tahu gimana Ino, gak mungkinlah Ino mau sama wanita seperti dia.
" Ya sudah, ana percaya kok sama ino, sebentar lagi magrib kita sholat dulu yah." ucap Hana lembut sambil menggamit tangan Rubel dengan manja dan mereka pun segera menuju kamar mandi untuk berwudhu."
*****
" Sialan masa aku secantik ini di cuekkin, bikin kesel aja, lagian dimana sih kamar si cupu itu." ucapnya begitu kesal. diapun meraih ponselnya menelpon Irfan.
" Sayang, kamar kamu dimana? aku di depan nih." uangkap nya tergesa-gesa. kemudian seseorang keluar dari kamar sebelah Rubel. dan melihat ke arahnya.
" Claudia! kemarilah disini kamar ku" ucap Irfan menjelaskan.
" Wah kebetulan, kamar nya bersebelahan dengan si tampan." gumannya dalam hati.
dan berjalan ke arah Irfan.
" Gimana kabarmu?" tanya Irfan lembut, sambil membantu Claudia membawakan kopernya masuk kedalam kamar. seperti biasa Claudia begitu cuek pada irfan. dia tidak pernah sekalipun menunjukkan rasa sayang dan cintanya pada Irfan, karena baginya Irfan hanyalah tumbal demi menyelamatkan perusahaan papanya yang hampir bangkrut dia merelakan perjodohan nya dengan Irfan.
" Aku baik, bagaimana dengan mu?" tanya Claudia berbasa-basi. padahal didalam hatinya dia sangat malas.
" Syukurlah, aku juga sangat baik, kalo begitu beristirahatlah sejenak." ungkap Irfan begitu perhatian.
Claudia hanya mengangguk kecil tanpa memperdulikan raut wajah irfan. Irfan tidak perduli karena dari dulu Claudia memang tidak pernah tersenyum untuk sekedar beramah-tamah padanya. dengan langkah gontai Claudia masuk kedalam kamar itu. sungguh dia terpanah melihat kemewahan yang disuguhkan di dalam kamar Hotel itu.
" Wajar saja, orang kaya mah bebas." ucapnya dalam hati.
Claudia berjalan ke tempat tidur yang berukuran King size itu dia segera melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur.
" Eum, begitu nyaman." gumannya pelan.
" Kamu mandi lah dulu, setelah itu kita makan malam." ucap Irfan begitu perhatian.
" Iya." jawab Claudia singkat. dan segera mengambil handuk di dalam lemari kemudian bergegas ke kamar mandi.
*****
Didalam kamar Rubel dan Hana, mereka baru saja menyelesaikan makan malam nya di dalam kamar. tak berapa lama seorang pelayan datang untuk membereskan piring dan makanan yang ada di ruang tamu. Rubel membuka tirai jendela mereka berdua memilih untuk tinggal di dalam kamar dari pada pergi keluar Hotel, apalagi kondisi Hana yang sedang hamil muda.
Rubel duduk bersandar di sofa kemudian Hana menyandarkan kepalanya di dada Rubel. dan Rubel pun dengan senang hati membelai lembut pipi Hana. sambil melihat pemandangan di luar jendela.
Jembatan Sydney Harbour dan Gedung Opera House terlihat sangat cantik dari seberang Hotel dengan lautan lampu yang berwarna-warni menghiasi kedua Landmark itu.
Rubel mengelus perut Hana dengan lembut. menghujani wajah Hana dengan ciuman. mereka berdua begitu menikmati liburannya walaupun hanya di dalam kamar.
" Seandainya Ana sehat dan kuat Ino akan bawa Ana keliling kota Sydney seperti janji Ino di telpon dulu." ungkap nya lembut ditelinga Hana.
" Gak apa-apa sayang ini saja sudah membuat Ana sangat bahagia, karena dari Hotel ini saja kita bisa melihat pemandangan yang begitu indah." ucap Hana begitu senang sambil bergelayut manja pada leher Rubel.
__ADS_1
" Ino memang tidak salah pilih, mempertahankan cinta kecil Ino." bisik nya sambil meniup punggung leher Hana.
" Ah gombal, kalo datang juteknya aja heuh habis deh semua dikeluarin." jawab Hana.
" Jutek kan mana Ino sama Ana?? tanya Rubel menggoda."
" Sama-sama jutek."
" Kok sama??"
" Iya lah emang mau Ino paling jutek??" tanya Hana menggoda.
" Wah curang, orang ganteng gini dibilang paling jutek!!!"
" Terus apa dong?? ucap Hana sambil mencubit pipi Rubel dengan gemas.
" Paling tampan, paling cool." ucap Rubel tak mau kalah.
" Paling cool iya, paling tampan kayanya masih tampanan simpanse deh." ucap Hana terkekeh.
" Ya Ampun segitunya bilang suami kalah ganteng sama simpanse." Rubel pun menggigit hidung Hana dengan gemas. mereka berdua pun tertawa.
" Sayang." panggil Hana lembut.
" Iya cintaku." jawab Rubel mesrah.
" Makasih untuk semuanya." ucap Hana lembut dan matanya mulai terlihat berkaca-kaca.
" Makasih juga Ana masih bersama Ino walaupun Ino saat ini hanya seorang pengangguran." ucap Rubel pelan.
" Siapa bilang Ino pengangguran??"
" Kalo orang gak ada kerja, apa dong namanya kalo bukan pengangguran?"
" liburan." jawab Hana cepat.
" Kok liburan??
" Iya lagi liburan kerja."
" Buahahahahaha." mereka berdua tertawa begitu bahagia.
" Jangan fikirin itu lagi yah sayang, kita kemari kan lagi honey moon." ucap Hana menyemangati.
" Bukan honey moon??
" Terus apa dong?
" Honey apa?
" moon?
" bulan."
" Kalo dibaca apa??"
" Madu bulan." jawab Hana asal membuat Rubel senang mengerjai nya.
" Puas nih ngerjain ana.." ucap Hana kesal sambil memonyongkan mulutnya.
" Iya sayang bulan madu." jawab Rubel membenarkan ucapan Hana.
" Nah itu tahu." balas Hana tak mau kalah.
" Bilang aja gak tahu, pake nyalahin orang. ucapnya kesal dan mengerat kan pelukannya.
" Iya deh ngalah aja sama yang gak waras." ucap Hana membalas membuat Rubel mengerjainya.
" Ana." pekiknya keras tepat ditelinga Hana.
" Jangan teriak-teriak dong, kan kasihan babynya masih kecil, hiks, hiks." ucap Hana berpura-pura menangis.
" Cup-cup-cup, kasihan anak papa." ucap Rubel sambil mengelus lembut perut Hana.
" Anak Mama." jawab Hana tak mau kalah.
" Anak Papa."
" Anak mama papa dong." ucap hana mengalah.
" Nah gitu dong jadi kan gak sia-sia si EmPi main pistol-pistolan." ucap Rubel menggoda.
Tiba-tiba Hana menggigit jari Rubel yang mulai sibuk memainkan pucuk bukit kembar Hana.
" Auh, jangan suka gigit-gigit pamali nanti anaknya doyan gigit kasihan anak orang." ledek Rubel membuat Hana tersipu.
" Habis papanya nakal, padahal udah dapat jatah ini minta nambah." ucap Hana gemas sambil menyunggingkan senyuman kecut ke arah Rubel.
" Asemmmm, asem apa??
" Asem cuka, coba deh ngaca wajah Ana cantik tapi kaya....." ucap Rubel terputus sambil terkekeh.
" Udah ah capek mau tidur, ucap Hana mengalah agar Rubel bisa diam.
" Gitu aja ngambek." ucap Rubel sambil mencium pipi Hana dengan mesra."
__ADS_1
" Habis." ucapan Hana terputus.
" Habis obat??" ledek Rubel membuat Hana semakin kesal. Rubel tak kehabisan akal sebelum Hana menggigitnya, dia lebih dulu membalikkan tubuh Hana sehingga mereka saling pandang. Rubel tidak menyia-nyiakan waktu, dia pun menghujani Hana dengan ciuman.
" Capek." pekik Hana kesal dikerjain Rubel habis-habisan.
" Baru aja satu ronde belum dua ronde udah capek."
" Lemes sayang." ucap Hana pelan membuat Rubel mulai mengalah.
" Ya udah istirahat aja, Ino mau cari Miss lain." ungkap nya menggoda.
" Ayok kalo berani biar Si EMpi tak pites-pites kaya pergedel." ucap Hana gemas sambil mencubit perut Rubel.
" Hehehe ampun cinta, Ino ngalah deh, gak akan cari si mis lain, 1 aja gak habis-habis dimakan apalagi 2 pasti kekenyangan." ledeknya membuat Hana semakin kesal di buatnya. Hana tak tinggal diam, dia mencoba menggelitik perut Rubel tapi Rubel tidak bergeming sedikitpun.
" Kebal amat yah." celutuk nya kesal karena tidak berhasil mengerjai Rubel. dia pun tak kehabisan akal hendak mencubit Rubel tapi Rubel masih saja bisa berkelit cepat dari tangan Hana. karena tak juga berhasil mengerjai Rubel Hana pun menghamburkan pelukannya hendak menggigit hidung tapi yang tergigit bibir Rubel.
" Auh." Ringis Rubel terkejut karena tiba-tiba Hana menyerangnya. Hana pun terkekeh puas melihat Rubel kesakitan.
" Duh kasihan anak mama sakit yah?" ledek Hana merasa puas.
" He-eh." jawab Rubel dengan manja layaknya anak kecil. dia melirik pada bibir Hana yang merekah merah tertawa dengan lepasnya. tanpa di sadari Hana, Rubel segera menariknya dalam pelukan yang begitu erat dan segera mencumbu Hana tanpa Jedah. membuat Hana tak bisa melawan nya.
" Sayang, lepasin sesak nih." ucap Hana sedikit tersengal. tapi Rubel tidak mempercayai nya begitu saja. Rubel masih tetap dalam kegigihannya menjelajah setiap inci tubuh Hana. dia pun meninggalkan sedikit jejak di leher Hana, dan tempat-tempat indah lainnya.
Nafas Hana mulai terasa berat, kali ini dia benar-benar terlihat sesak nafas, Rubel segera menghentikan aktivitas nya.
" Sayang." panggilnya pelan.
" He-eh." jawab Hana pendek.
" Sakit?"
" Enggak cuma sesak sedikit." jawab Hana pelan.
Rubel mulai, menggosok punggung Hana pelan.
" Bernafasnya pelan-pelan yah sayang. Ino gak bawa oksigen." ucapnya sedikit Khawatir. tapi kondisi Hana mulai lemah.
" Tahan yah sayang, tunggu sebentar." ucap Rubel mulai sedikit panik. dia takut melakukan kompresi karena Hana sedang hamil. dia segera meraih ponselnya menelpon seseorang. telpon pun tersambung.
" Fan, ini aku Rubel." ucapnya tergesa-gesa.
" Eh, ya bel ada apa?" tanya Irfan bingung.
" Apa, kamu membawa oksigen?"
" Oh tentu, saja kebetulan ada di kamar, siapa yang sakit?
" Isteri ku, dia sedikit sesak aku tidak berani melakukan kompresi karena dia sedang hamil muda." ucap Rubel sangat khawatir.
" Oke, tunggulah aku segera kekamar mu." ucapnya cepat dan segera memutuskan telpon sepihak.
" Yah, belum sempat kasih tahu dah di matiin." gerutu nya kesal.
" Sabar yah cinta, maafin Ino gak Dengar yang Ana bilang." ucapnya merasa bersalah, dia pun memindahkan Hana ke tempat tidur. agar Hana bisa berbaring lebih baik. mengangkat sedikit kepala dan kaki Hana sedikit. tiba-tiba bel berbunyi. Rubel segera membuka pintu, Irfan datang dengan seorang perempuan yang genit itu. Rubel bingung untuk menolaknya, tapi Hana sangat butuh bantuan sekarang.
" Masuklah, tapi tolong jaga sikap anda." ucap Rubel tidak sengaja menyindir Claudia. Karena merasa tersindir seketika wajah Claudia memerah, Irfan sedikit bingung perkataan Rubel.
" Apa maksud mu?" tanya Irfan benar-benar bingung.
" Tidak apa-apa, Hanya salah paham." ucap Rubel pelan.
" Maksudmu??" Irfan mulai kepo.
" Masuklah." ucap Rubel tergesa-gesa.
" Apa tidak menggangu??" tanya Irfan ragu, mengingat Hana yang sebenarnya memakai cadar.
" Tidak apa-apa ini darurat." ucap Rubel cepat. dan mereka semua segera masuk.
Hana terlihat sangat sesak, Rubel segera memasang oksigen portabel yang di bawa oleh irfan. dia menyelimuti Hana dan melonggarkan pakaian Hana. Hana masih menggunakan jilbabnya Rubel tidak ingin Irfan melihat semua kepunyaan Hana kecuali mukanya yang memang dari awal sempat terlihat oleh Irfan. Claudia terkejut, melihat Hana yang begitu cantik memakai jilbabnya walaupun dia sesak tapi tidak mengurangi kecantikan nya.
Mata genit Claudia mencuri-curi pandang wajah Rubel, tapi dengan cepat Rubel mengalihkan pandangannya kepada Hana. Irfan meminjamkan stetoskop nya kepada Rubel. Rubel segera memeriksa Hana. dan Alhamdulillah nafas Hana mulai kembali teratur.
" Thanks for your help." ucap Rubel pada Irfan sembari mengulurkan tangannya.
" Ah, biasa aja bel kita kan sahabat, lagian yang periksa kan kamu." ucapnya merendah.
" Terimakasih untuk oksigen nya, kalo tidak aku tidak tahu harus membeli dimana apalagi kondisi dia seperti ini, tidak mungkin aku tinggal sendiri."
" Tidak usah terlalu difikirkan, kita ini dokter dan sudah sepantasnya saling membantu." ucap nya begitu perhatian.
Claudia terpanah mendengar Rubel seorang dokter, dia pun diam-diam masih terus memperhatikan Rubel. sewaktu-waktu tingkah Claudia terbaca oleh Irfan, tapi tidak mungkin dia menegur tunangannya itu di depan Rubel. Diapain berinisiatif untuk segera kembali ke kamar agar Hana dan Rubel bisa segera beristirahat.
"
"
"
" Assalamualaikum warahmatullahi waabarakatuh"
Hai sahabat dokter Cool, menjelang detik-detik menuju pintu kemenangan Author mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Mohon maaf lahir dan batin untuk semua Umat Muslim di seluruh Indonesia.
__ADS_1
Dukung terus karya Author yah jangan lupa, vote like dan komennya Terimakasih 🤗😍"