Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 62


__ADS_3

Tepat jam 10 pagi menjelang siang, Rubel dan semua dokter Rumah Sakit sudah berada di ruang rapat. mereka sendiri belum tahu tujuan rapat hari ini.


Kepala Pengelola Rumah Sakit, bengun dari tempat duduknya, Ketika seorang perempuan berpakaian dokter dengan rambut tergerai indah. berjalan dengan anggunnya menuju kursi yang biasanya di duduki oleh Kepala Yayasan Rumah Sakit.


Semua mata tertuju padanya, hanya Rubel yang diam dan lebih memilih menunduk kan pandangan nya.


" Silahkan duduk Nona Vierra." ucapnya mempersilahkan wanita itu untuk duduk.


wanita yang bernama Vierra itu membungkukkan tubuhnya dan melemparkan senyuman kesemua orang yang hadir. membuat semua mata terlihat begitu takjub dan antusias.


Sebelum membuka rapat, kepala Pengelola Rumah sakit, melakukan mukadimah terlebih dahulu, kemudian meminta Nona Vierra untuk memberikan sambutan perkenalan dan juga sebagai Kepala Yayasan yang baru menggantikan Papanya Parkinson, nona Vierra pun berdiri di dekat kursinya dan mulai berbicara..


" Assalamualaikum warahmatullahi waabarakatuh."


" Sebelumnya perkenankan Saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu."


" Nama Saya Vierra Parkinson, saya anak dari Bapak Parkinson, mulai saat ini semua yang berhubungan dengan urusan Rumah Sakit ini harus melalui persetujuan saya, dan satu hal lagi, Tidak ada lagi toleransi untuk mereka yang datang terlambat, jika terlambat saya akan menskorsing dan juga memotong gaji kalian." ucapnya dengan begitu lantang dan tegas.


Seketika semua orang terdiam, karena selama ini Bapak Parkinson terkenal bijaksana dan sangat loyal dengan semua dokter dan perawat di Rumah Sakit ini.


Tiba-tiba Rubel bangun dan menyatakan tidak kesediannya untuk bisa mematuhi peraturan yang baru saja di buat oleh Vierra.


" Maaf Nona Vierra, selama ini kami disini bekerja sesuai instruksi Papa anda, tidak ada yang pernah melanggar aturan nya, Beliau sangat bijaksana menghadapi para dokter dan perawat di Rumah Sakit ini, Papa Anda selalu memberikan toleransi kepada mereka para dokter dan perawat agar mendahulukan pekerjaan dirumahnya." sebaiknya anda bisa mempertimbangkan kembali peraturan yang akan anda tetapkan ini sebelum semua terlambat." ucap Rubel begitu jelas dan lugas.


Vierra menatap Rubel dengan sinis, dia sangat tidak suka jika ada orang yang membantah ucapan nya, apalagi orang itu hanya berstatus bawahannya.


" Yang tidak suka silahkan keluar." ucap Vierra begitu lantang.


Rubel adalah orang pertama yang menentang itu, dan dia pun keluar dari lingkaran meja rapat.


Semua orang membelalakkan matanya, Lila dan Zaena sangat terkejut, terlebih lagi semua orang begitu mencintai dokter Rubel yang mempunyai predikat terbaik, dan dokter yang selalu mementingkan orang banyak.


" Aku ikut dokter Rubel."


" Aku juga."


" Awak ikut juga." ucap Zaena, dan di susul dokter-dokter lainnya. Mereka tidak rela dokter terbaik di Rumah Sakit ini keluar begitu saja.


Vierra terkejut, begitu banyak pendukung Rubel. dan dia sangat tidak menyukai itu. dia menggertak meja dengan kesal.


" Apa-apaan ini kenapa kalian semua membela nya?" ucapnya begitu murka. sambil mendekap kedua tangannya.


Tak ada satupun dokter yang tersisa, kecuali kepala Pengelola Rumah Sakit.


" Ayok semuanya duduk kembali biar kita bicarakan lagi." ucapnya mencoba menenangkan semua dokter.


Rubel beranjak dari situ dan hendak keluar Ruangan. tapi Vierra tidak meloloskan Rubel begitu saja untuk keluar dari ruang rapat.


" Oh, kamu pikir kamu bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan di Rumah Sakit Lain, Dokter Rubelino??!?! Ucap Vierra lantang dan menyebutkan Nama Rubel.


Semua orang terkejut, bagaimana bisa dokter Vierra bisa tahu nama Rubel. padahal tidak ada satu pun dokter yang memperkenalkan diri nya pada Vierra.


Rubel beranjak pergi, membuat Vierra semakin berang.


" Dari dulu sifat mu tidak pernah berubah Rubel kamu jahat!!!!!" ucapnya semakin keras dan kasar.


Rubel berhenti menatap Vierra dengan sinis, semua orang terkejut ternyata Rubel dan Vierra sudah saling mengenal.


" Jadi Mau kamu apa?? Nona Parkinson."


" Aku benci kamu Rubel!!!!" Benci, Sangat Benci!!!"


" Tidak Di Sydney di sini pun kamu selalu membuat aku benci, Kenapa Papa begitu sayang sama kamu hingga memperkerjakan kamu kembali di Rumah Sakit yang notabene Punya Papaku lagi???" semua orang membelalakkan matanya ke arah Vierra, seakan tidak percaya apa yang Vierra katakan.


" Aku melamar pekerjaan di Rumah Sakit ini bukan karena Rekomendasi Tuan Parkinson tapi Rumah Sakit Ini Sedang membutuhkan tenaga medis bedah, apa aku salah mendapatkan pekerjaan ku Degan keahlian yang aku punya??"


Vierra menatap Rubel dengan begitu sinis, sungguh ucapan Rubel membuat dia tidak berkutik.


" Silahkan kalo memang kamu mau keluar, toh keahlian kita sama jadi Rumah Sakit ini tidak akan kekurangan orang." ucap Vierra sombong.


Semua dokter hanya bisa diam, melihat dua orang yang saling mengenal ini beradu mulut tanpa henti. Dokter Lidya bangun dan mencoba menengahi.


" Vierra, hentikan semua ini, Rubel adalah dokter terbaik yang kami punya dan dia begitu mendedikasikan diri dan hidup nya untuk Rumah Sakit ini, apa tidak ada sedikitpun balas jasa mu untuk dia??? ucap dokter Lidya lantang.


" Tidak... tidak ada yang harus membalas jasanya lagi pula sekarang aku yang punya Rumah Sakit ini." ucapnya mulai melemah. namun tetap dengan nada ketus.


" Maafkan semua nya, Rubel harus kembali keruangan dan Saya minta maaf tidak bisa bersama-sama kalian lagi, terimakasih untuk Suport nya, saya sangat sayang kalian."


Semua yang mendengar sangat terkejut, apalagi dokter-dokter perempuan yang selalu bekerja sama dengan Rubel, sekalipun Rubel orang yang Cool dan tegas tapi loyalitas dan kesederhanaan nya membuat semua orang nyaman berada di dekat nya. Apalagi dia adalah Dokter yang selalu mementingkan orang yang tidak mampu.


" Jangan pergi dok..." ucap mereka lirih.


" Keluar kamu Rubel, dulu kamu sudah membuat aku patah hati sekarang kamu mau menghancurkan usaha yang sudah aku impikan Sejak lama." Ucap Vierra kesal.

__ADS_1


Membuat semua orang semakin membelalakkan matanya. sungguh adegan yang tidak dibuat-buat. tidak ada komentar nyinyir terhadap Rubel karena mereka tahu selama ini sebelum Rubel menikah dengan Hana Rubel tidak pernah berpacaran dengan siapapun dan tidak pernah menyakiti hati perempuan mana pun, itulah yang melekat di fikiran mereka.


" Jangan kau campur adukkan masalah pribadimu di sini." ucap Rubel dan berlalu pergi.


" Tangkap dia." teriak Vierra kesal berharap semua orang menghentikan langkah Rubel tapi sia-sia tidak ada yang memperdulikannya.


Rubel berjalan keruangan Hana, tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk dan membenahi semua pakaian Hana. semua orang terkejut, didalam sudah ada Mama dan ibu. Dainan bangun melihat Rubel seperti itu.


" Ada apa Rubel?" tanya Dainan bingung.


" Kita harus segera pergi dari sini, Aku sudah mengundurkan diri dari Rumah Sakit ini.


" Apa??? apa yang Rubel katakan sayang." ucap Mama sedih.


" Rubel berhenti Ma, Kepala Yayasan sekarang sudah berganti, dan orang itu yang telah membuat Rubel keluar dari Rumah Sakit ini."


" Siapa sayang, biar Mama yang bicara dengan nya." ucap Mama lirih


" Tidak usah Ma, Rubel akan mencari Rumah Sakit lain saja.


" Kenapa sayang, siapa dia?" desak Mama semakin risau.


" Vierra, Vierra Parkinson." ucap Rubel keras.


Dainan dan Lia terkejut karena Vierra Parkinson adalah pemilik Rumah Sakit yang ada di Sydney dan dia juga terkenal sangat tegas dan tidak ada toleransi nya untuk siapa pun itu.


" Dia lagi??" tanya Mama kesal.


Hana bangun mendengar suara ribut-ribut, dia mencoba melihat kesemua arah.


" Ada apa ini? kenapa bisa seramai ini?" tanya Hana bingung.


Rubel dan semua nya bingung maksud Hana. mereka melihat Hana begitu lekat.


" Kita pulang yah sayang." ucap Rubel pelan.


" Pulang?? tanya Hana bingung.


" Iya, Ino tidak bekerja lagi di Rumah Sakit ini, jadi untuk pemulihan Ana, Ino yang akan merawat Ana di Rumah." ucapnya lirih.


" Kenapa?? Ino di pecat??


" Tidak sayang, Ino mengundurkan diri."


" Ana kenapa Ino? kenapa Ana bisa di Rumah Sakit?? dan kenapa kaki Ana gak bisa di gerakkan.


" Apa maksud Ana??" Ana kan emang di Rumah Sakit sudah beberapa hari ini." jelas Rubel.


" Ma Ana kenapa, kenapa kaki Ana tidak bisa digerakkan?" ucapnya sedih.


Dia ingat terakhir kali dia masuk ke kamar mandi dan kemudian jatuh.


" Enggak-enggak mungkin!!!"


" Bu kaki Hana Bu...."


" Bodohnya Ana terlalu lemah sampai Ana sakit dan sekarang Ana gak bisa lagi menggerakkan kaki Ana lagi."


" Apa maksud mu sayang?" tanya Rubel semakin bingung.


" Ino jahat gara-gara Ino bikin Ana sedih hingga Ana jatuh dan sekarang kaki Ana gak bisa digerakkan lagi." ucapnya begitu keras.


Semua orang memandang Hana, Rubel terkejut dia tidak menyangka Hana ingat kejadian terakhir sebelum dia Koma.


" Sayang, maafin Ino yah." ucapnya pelan. dan mencoba memeluk Hana.


" Jangan, jangan peluk Ana, ana benci Ino!!!" ucap nya begitu kesal.


Rubel terkejut, dia tidak menyangka Hana bisa berkata seperti itu. air matanya luruh seketika. ujian demi ujian dia hadapi dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi.


" Sayang Ino janji Ana pasti bisa berjalan lagi, Ino akan rawat Ana sampai Ana sembuh." Ucap Rubel mencoba menenangkan Hana. dia pun merangkul Hana dan memeluk Hana lembut. tiba-tiba pintu kamar ditendang begitu kasar tiga orang masuk dan mencoba menarik Rubel dengan paksa. Seorang perempuan masuk Dengan wajah penuh emosi.


Hana terkejut karena tiga orang itu menarik paksa Rubel.


" Oh ternyata, kamu lebih memilih wanita ini dari pada Aku!!!" ucapnya begitu keras sambil berkacak pinggang. dan tetap menyuruh para bodyguard nya untuk menarik Rubel paksa.


" Apa maksud mu dokter?? tanya Hana tak percaya.


" Hei wanita murahan, laki-laki ini yang telah mencampakkan aku, dia telah merusakkan semua impianku." ucap nya semakin melantur .


" Sudah sayang jangan di dengar." ucap Rubel dan terus memeluk Hana.


" Apa maksud dia sayang?" tanya Hana lirih.

__ADS_1


Dengan sigap mama menampar wajah Vierra,


karena menurut Mama Vierra telah keterlaluan.


 


" PLAK!!!!!!"


 


" Dasar manusia angkuh tak tahu diri, gak di Sydney gak disini kamu memang benar-benar menyusahkan anak ku!!"


" Apa tidak cukup kamu menghancurkan reputasi anakku di Sydney???


" Hehehe Mama.."


" Gak perlu kamu panggil aku Mama, aku bukan Mama mu?


" Ma gak usah diladeni, ayook kita berangkat." ajak Rubel dan segera menggendong Hana. Ibu dan yang lain segera mengikuti Rubel.


Tiba-tiba Vierra menarik Rubel dengan kasar, namun dengan sigap Rubel tetap masih bisa merangkul Hana dengan sebelah tangannya.


" Aku tidak ingin berurusan dengan mu!!"


" Kurang aja, pengawal tangkap dia dan penjarakan dia karena telah mencemarkan nama baik Vierra Parkinson." ucapnya dengan sombong.


" Kamu harus membayar 1 M, untuk biaya Rumah Sakit wanita ini." ucap Vierra dan melemparkan buku kecil ke arah muka Rubel.


" Dengar yah Vierra Parkinson, Hana Istriku, jadi tutup mulutmu membully istriku.


Ibu tidak tinggal diam, beliau sangat murka melihat Vierra


" Lepaskan menantuku, jika tidak aku akan menuntut mu, dan menutup Rumah Sakit ini!!!!" ucap ibu tak kalah keras, beliau menarik sebuah cek dan menuliskan sebuah nominal yang sangat fantastis.


" 1 Milyar???" Vierra membulatkan matanya kearah ibu.


Ibu menarik tangan Vierra, menyodorkan dengan kasar cek 1 Milyar tersebut.


Mereka semua berlalu, wajah Vierra semakin memerah, dia sangat murka telah dipermalukan berulang-ulang oleh keluarga Rubel.


Mereka semua pergi dari ruangan itu, tidak ada yang tersisa.


Vierra terdiam, seisi Rumah Sakit mengintimidasi Vierra, mereka tidak senang melihat perlakuan Vierra yang semena-mena.


" Apa yang kalian lihat, bubar semuanya!!!!" teriak dia lantang.


" Cari tahu dimana mereka, tunggu saja balasan ku." ucapnya memaki-maki.


Rubel menggendong Hana, semua mata tertuju padanya, tidak sedikit para perawat dan dokter itu menangis melihat kepergian Rubel. Ibu, Mama, Dainan dan Lia segera masuk kedalam mobil.


Ibu segera menghubungi semua abangnya, dia menceritakan semua yang terjadi pada Rubel.


Di dalam mobil Hana menangis dia tidak mengerti maksud Vierra.


" Sudah lah sayang nanti di rumah Ino ceritakan semuanya, sekarang berhentilah menangis yah." ucapnya pelan dan mengelus pundak Hana dengan lembut.


Rubel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mengusai jalan raya hingga dengan cepat nya mereka tiba di Rumah.


Semua orang segera turun dari Mobil, Takada lagi suara tangisan Hana, hanya mata yang masih terus melirik tanda tanya ke arah Rubel.


Rubel meraih tangan Hana dan menggendongnya masuk kedalam Rumah, Ayah terkejut karena belum waktunya anaknya pulang. tentu membuat nya bingung dan bertanya-tanya.


" Ada apa Bu?" tanya Ayah bingung.


Ibu meletakkan semua barang yang ada di meja tengah, Dainan dan Lia duduk di di dekat mereka, Rubel menurunkan Hana di sofa disebelah ibu. mama ikut duduk dan mereka semua melepaskan segala uneg-uneg nya.


Ayah diam, tak tahu harus berbuat banyak.


" Kita tunggu saja Abang Purnawan dan Abang Purwanto..." ucap ibu dengan sedikit kesal.


Hana masih menyimpan pertanyaan nya kepada Rubel.


" Apa maksud wanita itu?" tanya Hana dengan tatapan mengintimidasi Rubel.


Rubel menghela nafas panjang. dia harus mengatakan yang sejujurnya pada Hana agar tidak terjadi kesalah pahaman antara dia dan Hana. Dia duduk dilantai sambil memegang tangan Hana.


"


"


"


" Hai Sahabat Dokter Cool, pantengin terus yah, maaf yah sempat membuat kalian sedikit kecewa, maafkan Author atas kekurangan Author, dukung terus karya Author agar author tetap bisa terus memperbaiki diri, jangan lupa Vote, like, dan komennya terimakasih 😍🤗"

__ADS_1


__ADS_2