Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 108. Kekacauan Gerald


__ADS_3

"Kamu jadi hari ini ke apartemen Melodi?" tanya Arkandra yang kini telah kembali duduk di tempatnya.


Ya, setelah hari dimana Azura tahu fakta tentang hubungan adiknya dengan seorang lelaki bernama Gerald, sejak saat itu juga ia meminta sang suami mencarikan kontrakan baru untuk adiknya itu. Tentu saja itu untuk memuluskan rencananya. Namun, bukannya disewakan kontrakan baru, Arkandra justru menyewakan unit apartemen yang tak jauh dari apartemen miliknya. Tentu saja, Azura riang bukan main. Akhirnya adiknya pun bisa merasakan kehidupan yang lebih baik lagi. Ia tentu tak ingin berbahagia sendirian, ia juga ingin adiknya merasakan kebahagiaan seperti yang ia rasa.


"Jadi dong, kan aku mau ajakin Odi shopping. Udah lama banget pingin ajak Odi shopping, tapi kan dulu aku nggak punya duit lebih mas, tapi beruntung sekarang aku punya suami kaya raya dan nggak pelit. Jadi aku bisa bawa Odi jalan-jalan sambil shopping. Belum lagi duit yang 100 juta tempo hari, ahh aku jadi kaya mendadak. Oh iya, aku belum bilang makasih sama kak Cana. Kalau nggak ada Kak Cana mungkin aku udah dilemparkan si bandot tua ke penjaja wanita karena nggak sanggup bayar hutang."


"Ingat pertemuan kita pertama kali?"


"Ingat dong, nggak mungkin lupa kenangan satu itu. Itu my first kiss eh malah dikasi ke orang nggak dikenal. Eh orang nggak dikenal itu malah sekarang yang jadi suami aku."


"Sepertinya itu merupakan petunjuk kalau kita berjodoh. Dan aku bahagia gadis bar-bar dan nyebelin itu yang jadi jodohku." Ungkap Arkandra dengan tatapan memuja dan penuh cinta. Tak dapat Azura ragukan lagi, suaminya itu memang sudah benar-benar mencintainya.


...***...


Tok tok tok ...


"Odi, Melodi, buka pintu, Di, ini aku Gege," teriak Gerald saat berada di depan kontrakan Melodi.


Gerald terus mengetuk pintu berharap gadis yang dicarinya membuka pintu dan menyambut kedatangannya, tapi hingga 30 menit berlalu pintu tak kunjung terbuka. Membuat Gerald gusar bukan main.

__ADS_1


"Odi, buka pintunya, please!" teriak Gerald lagi.


"Lagi cari nak Melodi ya, nak?" tanya seorang ibu-ibu yang sepertinya baru pulang dari pasar.


"Iya Bu, dia kemana ya, Bu kok sejak tadi pintunya nggak dibuka? Padahal biasanya hari ini dia masuk kuliahnya siang." tanya Gerald pada ibu itu. Kalau Melodi dapat ia hubungi mungkin ia takkan sepanik ini. Tapi sejak kepulangannya ke Indonesia, Melodi bukan hanya sulit dihubungi, tapi juga tidak bisa ditemui. Ia khawatir Melodi benar-benar bertunangan dengan Vero, ia tak rela. Gadis yang akhir-akhir ini membuatnya merasa nyaman dan bahagia justru diambil orang lain meskipun itu sepupunya sendiri.


"Oh maaf nak, nak Melodinya udah pindah sejak kemarin. Nggak tahu pindah kemana," ujar ibu itu membuat Gerald membelalakkan matanya. "Kalau begitu, saya permisi dulu ya nak!" pamit ibu itu kembali ke rumahnya yang bersebelahan dengan kontrakan Melodi.


"Nggak, nggak mungkin, kamu nggak mungkin menghindari aku kan, Di? Kamu nggak benar-benar mau ninggalin aku kan? Kamu nggak benar-benar mau bertunangan dengan Vero kan, Di? Odi, kamu dimana? Please, hubungi aku! Odi, kamu dimana?" gumamnya sambil mengusap wajahnya kasar mengabaikan sang ibu yang baru saja berbicara dengannya. Ia benar-benar tidak tahu harus mencari Melodi kemana.


Tak kunjung menemukan keberadaan Melodi, Gerald pun pergi dari sana. Hingga siangnya ia pergi ke kampus untuk mencari Melodi, tapi ternyata Melodi juga tidak ia temukan.


"Eh, kak Gerald," ucap Zia dan Yuya terkejut saat tiba-tiba dihampiri Gerald.


"Oh Melodi nggak masuk kak. Tadi dia telepon pake nomor kakaknya. Kata dia, dia ada urusan penting hari ini, nggak tahu apa," ujar Zia membuka suaranya.


"Emang kakak mau ngapain nyari Odi?" tanya Yuya heran. Setahunya, sahabatnya itu tidak memiliki kedekatan sama sekali dengan Gerald tapi kenapa Gerald tiba-tiba mencarinya? Bahkan wajahnya terlihat gusar, seperti seorang yang baru saja diputuskan oleh kekasihnya.


"Bisa minta nomor kakaknya Odi?" pintanya mengabaikan pertanyaan Yuya membuat kedua gadis itu makin mengerutkan keningnya. Bukankah Odi nama panggilan khusus orang terdekat Melodi, lalu kenapa pria di hadapan mereka ini bisa ikut memanggilnya seperti itu?

__ADS_1


"Hei, bisa minta nomor kakaknya Odi? Gue butuh banget, please!" mohonnya dengan wajah memelas.


Yuya pun segera mengambil ponselnya dan menyebutkan nomor Azura yang langsung dicatat Gerald. Setelah selesai, ia pun bergegas pergi setelah mengucapkan terima kasih.


"Zia, loe ngerasa aneh nggak?" tanya Yuya saat Gerald telah pergi.


"Ho'oh, aku juga ngerasa. Apa jangan-jangan ? Ah, tapi kok bisa?"


"Iya, kalaupun bener, kok Odi nggak cerita apa-apa sama kita kalau dia dekat sama kak Gerald? Apa jangan-jangan kak Gerald lagi mau deketin Odi tapi Odi nya nggak mau terus dia frustasi kayak gitu tapi sejak kapan mereka dekat?"


"Diam-diam, sahabat kita satu itu menghanyutkan ya, Ya!" ucap Zia sambil menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Baru saja Gerald masuk ke dalam mobil, ia membuka ponselnya. Alih-alih langsung menghubungi nomor Azura yang dipintanya dari Yuya, Gerald lebih dahulu melihat story'dari seseorang yang membuat hatinya kian panas. Bagaimana tidak, di video berdurasi 30 detik itu dapat ia lihat Melodi, Azura, Vero, dan sang nenek serta ibu Vero dan ibunya sendiri tengah berada di sebuah butik. Sepertinya mereka sedang hunting kebaya dan gaun yang membuat kepala Gerald nyaris meledak. Sepertinya neneknya serius dengan ucapannya. Ada juga sebuah video yang menunjukkan bagaimana orang-orang itu begitu bahagia makan bersama di sebuah restoran ternama. Haruskah ia menyerah saat ini?


Tapi hatinya benar-benar tak rela kehilangan Melodi. Tapi bagaimana caranya agar neneknya membatalkan rencana pertunangan Vero dan Melodi? Gerald bingung sendiri. Apalagi saat melihat Melodi yang begitu bahagia bersama Vero, hatinya begitu panas. Seakan ada bara api yang menyala-nyala hingga melahap habis rongga dadanya.


"Di, apa kamu benar-benar lebih memilih dirinya daripada aku?" gumamnya lirih seraya memandangi fotonya berdua Melodi.


...***...

__ADS_1


__ADS_2