
Berryl baru kembali ke kamar hotel pukul 6 pagi. Mata Azura yang memang terjaga sepanjang malam mendelik tajam saat melihat penampilan rapi Arkandra. Yang membuat Azura makin geregetan, Arkandra justru melenggang santai tanpa beban di hadapannya, padahal Azura telah menunggu kepulangannya semalaman hingga membuat matanya sudah seperti panda yang kehilangan induknya.
Azura telah berusaha menahan diri sejak tadi. Mereka bahkan saling berdiam diri tanpa sepatah katapun terucap. Bahkan sampai sarapan pagi terlewat pun, Arkandra tetap pada pendiriannya yang bungkam membuat emosi Azura seakan naik hingga ke ubun-ubun. Kalau saja amarah itu berupa asap, mungkin asap itu sudah mengebul dari mulut, lubang hidung, telinga, juga mata Azura.
Akhirnya, Azura sudah tak sanggup menahan emosinya jadi ia segera menghampiri lelaki yang sudah hampir 24 jam yang lalu berganti status menjadi suaminya. Dengan jalan menghentak, ia berdiri berkacak pinggang di depan Arkandra yang tengah memainkan ponselnya. Entah, dia sedang berchating ria dengan siapa sebab ia tampak tersenyum bahagia sekali.
"Pak dokter." serunya dengan nada naik dua oktaf.
"Hmmm ... " gumam Arkandra tanpa mengangkat wajahnya dari ponsel.
"Ck ... pak dokter, seriusan deh! Yang semalam itu beneran pacar pak dokter, ya?" tanya Azura blak-blakan.
"Kalau iya, kenapa?" tanyanya santai dengan mata yang masih saja tertuju ke arah ponsel.
"Astagfirullah, pak dokter! Pak dokter sekolah pinter-pinter, cuma buat jadi pasangan main pedang-pedangan? Emang apa enaknya sih? Ada sarung yang sah kok malah diadu dengan pedang lain." ujar Azura sambil geleng-geleng kepala. "Ingat dosa, pak. Setiap manusia itu diciptakan berpasang-pasangan, pasangan pedang ya sarung, terus kenapa malah pak dokter pasangin sama pedang yang lain? Pak dokter kan dokter yang jenius nih, pasti tau kan bahaya hal kayak gitu apaan? Terus semalam, pak dokter kemana? Apa kalian ... " cerocos Azura lalu ia menyentuhkan ujung jari telunjuk kanan dan kirinya. "Apa pak dokter semalam nggak pulang karena habis main pedang-pedangan?" tanya Azura dengan wajah kepo mode on. Bahkan ia sampai memiringkan kepalanya agar dapat memandang wajah Arkandra.
__ADS_1
Mata Arkandra melotot tajam, tak menyangka gadis itu mengira ia benar-benar melakukan hal itu.
"Ck ... kepo!" ketus Arkandra lalu memiringkan tubuhnya agar tidak bertatapan dengan Azura.
Melihat Arkandra yang tampak salah tingkah, membuatnya meyakini kalau suaminya itu benar-benar melakukan hal itu. Azura lantas menghempaskan bokongnya tepat di samping Arkandra membuat lelaki itu sampai terlonjak.
"Pak dokter, kita ke psikiater yuk!" ajak Azura seraya mengulurkan lehernya untuk melihat wajah Arkandra dari samping.
"Mau ngapain?" tanyanya acuh.
"Atau mau aku terapi sendiri aja?" tawar Azura dengan smirknya.
Arkandra lantas membenarkan kembali posisinya dengan ponsel masih di tangan.
"Terapi?" tanya Arkandra bingung dan Azura pun mengangguk.
__ADS_1
"Iya, biar pak dokter normal lagi. Jadi lelaki tulen. Pak dokter tenang aja, aku yakin bisa kok. Mungkin butuh waktu, tapi aku yakin, bila saatnya telah tiba, pak dokter pasti udah balik normal. So, aku bisa pergi dengan tenang."
Arkandra mendengus mendengarnya. Tapi sedetik kemudian dahinya berkerut saat mendengar kalimat terakhir Azura. Belum sempat Arkandra mengajukan pertanyaan, Azura sudah naik ke pangkuan Arkandra hingga membuatnya tersentak kaget.
"Apa yang kamu lakukan?" desis Arkandra dengan suara rendah. Ia sungguh tak nyaman dengan posisi seperti ini. Tapi Azura justru menyeringai sambil tersenyum semanis mungkin.
"Kita akan memulai terapi yang pertama." jawabnya santai sambil mengerlingkan sebelah matanya genit lalu mengalungkan tangannya di leher Arkandra.
"A ... "
"Hmmmph ... "
Azura sudah lebih dahulu membungkam mulut suaminya itu dengan gerakan lembut. Arkandra mencoba melepaskan ciuman itu, tapi Azura justru menahannya dengan menarik tengkuk Arkandra hingga kedua bibir itu merapat. Azura mengecup bibir bawah dan atas Arkandra secara bergantian sambil diemut-**** ala makan permen lollipop membuat Arkandra tanpa sadar terbuai dan mulai membalas ciuman itu lebih mesra.
...***...
__ADS_1
...Happy weekend kakak. 💃💃💃...