Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 69.


__ADS_3

Arkandra baru saja selesai melakukan operasi pasien VVIP miliknya. Setelah berada di ruangannya, ia langsung meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku setelah melakukan operasi hampir 2 jam lamanya. Baru saja ia hendak merebahkan tubuhnya di kursi miliknya, suara seseorang yang dibencinya tiba-tiba terdengar dari dalam ruangannya. Ia pun lantas menoleh dengan sorot mata tajam bercampur amarah.


"Apa yang sedang kau lakukan di ruanganku?" desis Arkandra sambil berkacak pinggang. Baru saja ia hendak beristirahat sejenak sembari menunggu jam makan siang, tapi kedatangan orang itu justru membuatnya merasa terganggu dan tak nyaman. Tak sedikit pun Arkandra mencoba menutupi kebenciannya pada sosok itu.


"Aku tadi habis periksa kandunganku. Kau tau, dia sangat sehat. Aku tadi juga sudah USG, calon adikmu ternyata laki-laki. Kau pasti senang kan bisa memiliki adik laki-laki." ucap sosok itu penuh percaya diri. "Karena itu aku kemari, untuk mengabarimu kabar baik ini." imbuhnya lagi.


"Adik? Hahaha ... Siapa yang mengharapkan adik dari wanita sepertimu?" desis Arkandra tak suka saat sosok itu mengucapkan kata adik.


"Aku tau, kau sangat membenciku, Kan. Tapi tak bisakah kau melupakan masa lalu? Bagaimanapun, dia adikmu. Dia tidak salah apa-apa padamu, Kan!" ucap Vinandia lirih. Lalu ia berdiri dan memandang lekat wajah Arkandra, "Maaf sudah mengganggu waktumu." ucap Vinandia lalu ia pun segera pergi dari hadapan Arkandra.


...***...


Malam harinya, Azura berniat melancarkan aksinya kembali. Ia telah berdandan sedemikian rupa. Rambutnya dibuat ikal di ujung, ia juga telah berdandan secantik mungkin demi memuluskan rencananya. Azura telah memakai dress supermini dan ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya, tak lupa menyemprotkan parfum ke sekujur tubuh agar dapat membangkitkan hasrat terpendam Arkandra.


Azura pun berdiri di ambang pintu menantikan kepulangan sang suami. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka dan muncullah Arkandra dengan wajah lelahnya. Arkandra mengerutkan keningnya saat melihat Azura sudah bak gadis penggoda. Sungguh, ia benar-benar lelah saat ini. Hari ini ia telah menangani beberapa operasi besar membuat energinya terkuras habis.


Dengan jalan berlenggak-lenggok, Azura segera menghampiri Arkandra yang terlihat begitu kelelahan.


"Hai suami, sini aku bantuin bawa tasnya! Kamu pasti capek banget hari ini." ucap Azura seraya meraih tas Arkandra dan membantu membawakannya.


"Sepertinya aku harus segera menyewa pengusir jin."


"Kenapa?" tanya Azura bingung.


"Kau lihat dirimu? Dari penampilanmu, sepertinya kau baru saja kerasukan jin jadi bertingkah aneh." desisnya membuat Azura melototkan matanya.

__ADS_1


"Heh dokter Arkandra yang terhormat? Apa matamu udah rabun, aku berdandan secantik ini malah dibilang kerasukan jin. Ini pasti karena pasangan hombrengmu itu jadi kau tidak bisa membedakan gadis cantik dan laki-laki buluk?" pekik Azura seraya berjalan mengehentakkan kaki.


Azura mencoba mengontrol emosinya. Bila terus-menerus seperti ini, bisa-bisa ia gagal dalam misi. Tidak, ia tidak boleh gagal. Setidaknya, bila suatu hari nanti ia diceraikan, ia akan menjadi janda kaya. Ia tak mau pengorbanannya berakhir sia-sia.


Azura pun mengekori langkah Arkandra hingga masuk ke dalam kamarnya.


"Sini sayang, aku bantu melepaskan dasi dan kemejamu." ucap Azura. Arkandra yang memang sudah merasa sangat lelah dan malas berdebat pun membiarkan saja apa yang ingin dilakukan Azura dari melepas simpul dasi dan membuka kancing kemejanya satu persatu hingga kini hanya menyisakan celana bahannya saja.


"Mau apa kau?" tanya Arkandra saat Azura mengulurkan tangannya untuk membuka ikat pinggang Arkandra.


"Melepaskan celanaku? Kau tau pak dokter, aku benar-benar penasaran melihat bukti kejantananmu itu. Kira-kira, torpedo mas dokter Arkan sebesar apa ya?" ucapnya dengan mata berbinar.


"Nggak usah. Singkirkan pikiran kotormu itu! Aku mau mandi. Sana keluar!"


"Memangnya aku bayi harus dimandikan." ketus Arkandra.


"Kan kamu bayinya aku." sahut Azura seraya mengerlingkan sebelah matanya.


Tapi Arkandra justru melengos dan segera mandi.


Arkandra pikir, Azura telah pergi saat ia keluar dari kamar mandi. Jadi ia pun segera duduk bersandar di sandaran ranjang. Tapi nyatanya Azura kembali masuk seraya membawa secangkir coklat panas membuat Arkandra jengah.


"Ngapain lagi sih kemari?"


"Mas dokter, aku mau tanya serius?"

__ADS_1


"Apa?" ketusnya jengah.


"Sebenarnya apa sih yang mas dokter suka dari si buluk itu? " Lalu Azura dengan membuang seluruh rasa malunya, Azura merangkak dan segera duduk di pangkuan Arkandra dan menurunkan tali lingerienya hingga hanya menyisakan dalaman saja. Untuk pertama kalinya, ia menunjukkan aset berharganya di hadapan orang lain yang kini telah menyandang status sebagai suaminya. "Mas dokter lihat baik-baik, mau gimana pun aku jauh lebih baik dari si buluk itu. Dan terpenting, aku gadis tulen. Aku bisa memuaskan mas dokter. Sedangkan si buluk itu, kalian cuma bisa main pedang-pedangan doang." ucapnya sambil menggerakkan bokongnya di bawah sana. Lalu tangannya meraih tangan Arkandra dan meletakkannya di atas dadanya sambil membantu membuat gerakan mere*mas.


"Ahhh, sayang, apa kau tega membuatku tersiksa seperti ini." Azura sengaja sedikit mengeluarkan desa*han agar Arkandra mulai terbakar gairah tapi Arkandra justru menatapnya datar. Azura terus bergerak ero*tis sambil membimbing tangan Arkandra agar mere*mas aset kembarnya.


Arkandra segera membalikkan badannya hingga kini ia yang berada di atas. Senyum Azura mengembang,


"Sentuh aku, sayang." desahnya membuat Arkandra tersenyum miring.


"Apa kau begitu menginginkannya?" bisik Arkandra seraya memainkan pu*ting Azura membuatnya makin melenguh ingin.


Azura menggigit bibirnya seraya mengangguk. Awalnya, Azura hanya iseng ingin menggoda Arkandra, tapi nyatanya dirinya justru terhanyut dan menginginkan lebih.


"Lanjutkan, sayang! Please ... Ah ... "


Arkandra tersenyum lalu ia melakukan hentakkan keras dan ...


"Aaaargh .... " Azura menjerit kesakitan.


...****...


Hayo, berhasil nggak bobol gawangnya??? 😄


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2