
Sementara Azura tengah makan siang di dalam kamar hotelnya, Melodi mendapat panggilan dari Gerald.
"Halo, assalamu'alaikum, kak!" ucap Melodi saat panggilan diangkat.
"Ya, Halo Mel, wa'alaikum salam. Kamu dimana?" tanya Gerald to the point.
"Em ... Melodi sedang ... berada di Royal Hotel, kak." sahut Melodi memberitahukan keberadaannya.
Alis Gerald terangkat ke atas, bertanya-tanya, mengapa Melodi berada di hotel kelas atas tersebut.
"Kamu ... kenapa berada di sana?" tanya Gerald penasaran.
"Oh, itu, kakak Odi nikah hari ini. Akadnya baru selesai tadi terus malamnya lanjut resepsi."
"Benarkah?" tanya Gerald memastikan. Sebab setahunya, orang tuanya memang hari ini ada undangan pernikahan cucu dari pemilik perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sebagai sesama keluarga pengusaha, memang hal seperti ini sering dilakukan walaupun mereka tidak kenal dekat. Lebih ke untuk saling menghormati dan menjaga hubungan baik atau silaturahmi.
"Iya kak. Kalau nggak percaya, kakak bisa mampir ke sini mumpung Odi lagi break sebelum entar malam nyambung acara resepsi." tukas Melodi.
Gerald pun menyetujuinya dan segera mengemudikan mobilnya menuju Royal Hotel yang termasuk jajaran hotel kelas atas di Indonesia. Hampir semua pengusaha ternama di Indonesia melakukan acara di hotel itu selain karena memiliki ballroom yang sangat luas, juga untuk menjaga gengsi.
Setibanya di Royal Hotel, Gerald langsung menuju ke tempat mereka janjian, yaitu di sebuah cafe yang juga terdapat di dalam hotel.
Gerald membelalakkan matanya saat netranya menangkap sosok Melodi yang tengah memakai kebaya berwarna merah muda sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Belum lagi rambutnya yang di Cepol ke atas dengan menyisakan sedikit di bagian sisi-sisinya dan make up flawless membuat kadar kecantikannya mampu membuat seorang Gerald tersepona eh maksudnya terpesona.
__ADS_1
"Melodi." lirih Gerald saat telah berada di samping Melodi. Melodi yang tengah terfokus dengan ponselnya pun lantas mengangkat wajahnya kemudian tersenyum manis membuat jantung Gerald mendadak berdegup kencang.
"Eh, kak Gege. Ooops ... nggak masalah kan kalo Di ikutan manggil Gege ke kakak?" tanya Melodi meminta izin. Gerald pun duduk di seberang Melodi dan mengangguk kaku.
"Hmmm ... nggak masalah." ujarnya seraya tersenyum tipis. "Udah lama?" tanya Gerald yang tanpa rasa canggung menarik gelas kopi Melodi dan meminumnya.
"Eh, itu udah Odi minum tadi kak." mata Melodi membulat saat melihat Gerald meminum kopi dari cangkirnya dengan santai.
"Nggak masalah. Kamu nggak ada penyakit menular juga kan!" tukasnya acuh tak acuh.
"Kalau ada kenapa?" tukas Melodi geram.
"Hah? Serius? Penyakit apa? Menular?" cecar Gerald khawatir.
"Kirain. Kamu ternyata suka bercanda juga ya!"
"Iya dong, kadang bercanda itu bisa memberikan efek bahagia. Nggak monoton selalu serius, bikin boring."
Setelah mengatakan itu, Melodi pun memesan kopi kembali dan beberapa camilan. Sementara itu, diam-diam Gerald menyalakan kameranya dan mengambil gambar Melodi. Entah mengapa, tiba-tiba saja Gerald ingin melakukannya. Mungkin karena melihat penampilan Melodi yang begitu memesona lah yang membuatnya melakukan hal demikian.
"Kak Gege ... " seru seseorang membuat Melodi dan Gerald menoleh ke arah suara.
"Aurora ... " seru keduanya bersamaan dengan wajah penuh keterkejutan.
__ADS_1
"Melodi? Ngapain loe sama kak Gege di sini?" ketus Aurora tak suka melihat keberadaan Melodi. "Oh, loe pingin deketin kak Gege ya? Jangan mimpi! Kak Gege itu pacarnya kakak gue." sinis Aurora.
"Ini nggak seperti dugaan kamu, Ra." tukas Gerald tak ingin membuat keduanya berdebat. Apalagi ia tau bagaimana sifat Aurora yang suka mencari masalah. Belum lagi ia tidak mau, Aurora melaporkan yang tidak-tidak Aurelia.
"Kak, aku balik dulu ya! Entar kak Azura nyariin aku." tukas Melodi permisi lalu ia meraih tas tangan miliknya dan pergi dari hadapan Gerald. Tapi belum jauh Melodi melangkah, Aurora telah mencengkram tangannya.
"Lepas!" sentak Melodi dengan suara pelan. Ia tidak ingin membuat keributan di sana.
"Nggak. Loe mau godain kak Gege, kan! Ayo ngaku!" desisnya dengan sorot mata tajam.
"Lepasin, Ra! Kakak nggak suka sikap kamu kasar kayak gini. Jangan mentang-mentang Aurelia itu kekasih kakak jadi kamu seenaknya. Kamu nggak punya hak untuk melarang kakak dekat dengan siapapun. Ingat itu!" sentak Gerald melepaskan cengkraman tangan Aurora pada tangan Melodi.
Setelah terlepas, Gerald memberikan kode pada Melodi untuk segera menjauh.
"Kak ... "
"Kakak nggak suka sikap kamu kayak gini. Camkan itu!" desis Gerald yang ikut meninggalkan Aurora.
"Ra, loe nggak papa?" tanya salah seorang teman Aurora yang telah menunggunya di dalam cafe hotel itu. Aurora hanya berdecak kesal lalu ikut keluar. Ia sudah kehilangan moodnya untuk nongkrong dengan teman-temannya di sana.
"Gadis sialan! Apa hubungan mereka sih sampai kak Gege ngebelain dia segitunya?" geram Aurora sambil berjalan keluar dari hotel.
...***...
__ADS_1