Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 38. Mungkinkah


__ADS_3

Sedangkan di lain tempat, lebih tepatnya di kediaman Azura, tampak Melodi sedang memulas wajahnya dengan make up tipis. Setelah selesai, ia pun berdiri di depan cermin sambil memutar-mutar tubuhnya yang dibalut gaun mahal pemberian Gerald. Melodi tak menyangka, gaun itu begitu pas dan cocok di tubuhnya. Gaun selutut berwarna soft pink dan berkerah sabrina membuat penampilannya terlihat manis dan anggun. Tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang diketuk, Melodi pun segera beranjak untuk membuka pintu. Sesuai dugaannya, kini Gerald lah yang telah berdiri gagah dengan memakai kemeja berwarna navy dan celana jeans berwarna coklat membuat penampilannya terlihat cool. Melodi sampai terbengong di depan pintu, begitu pula Gerald yang mematung saat melihat penampilan Melodi yang bukan hanya terlihat lebih cantik, tapi juga manis dan anggun.


"Kak Gerald ... " sapa Melodi terlebih dahulu memecah lamunan Gerald.


Gerald berdeham salah tingkah saat kedapatan memandangi wajah Melodi. Entah mengapa ia seakan tersihir dengan kecantikan Melodi.


"Ah, kamu udah siap?" tanya Gerald akhirnya.


"Oh, sebentar lagi! Kakak tunggu sebentar ya! Aku ambil tas dulu" ujarnya seraya melangkahkan kakinya secepat mungkin ke dalam kamar untuk mengambil tas tangan yang juga diberikan oleh Gerald sore tadi sepulang kerja. Kemudian ia juga segera memakai sepatu dan keluar menemui Gerald.


Kini Melodi dan Gerald sudah dalam perjalanan menuju ke rumah orang tuanya. Menurut Gerald, malam ini adalah malam ulang tahun sang nenek. Neneknya telah berpesan padanya untuk membawa kekasihnya di saat ulang tahunnya. Karena Gerald begitu menyayangi sang nenek, ia pun menyetujuinya walaupun dengan terpaksa menggunakan jasa kekasih sewaan.


"Kak ... " panggil Melodi saat Gerald tengah fokus menyetir.

__ADS_1


"Maaf, bukan maksud aku kepo, cuma penasaran aja sebenernya. Emmm ... kakak kayaknya dekat banget sama Aurora. Kenapa kakak nggak minta dia aja jadi kekasih pura-pura kakak?" tanya Melodi yang kadung penasaran dengan kedekatan Gerald dan Aurora.


"Oh, itu ... sebenarnya Aurora itu adik kekasihku. Aurelia lah yang meminta Aurora menjagaku agar tidak berpaling." ujarnya membuat Melodi membulatkan matanya.


"Adik? Tapi kedekatan kalian kesannya kayak sepasang kekasih lho. Sampai satu kampus ngira kakak itu kekasih Aurora. Bahkan dia sendiri yang bilang ke teman-temannya kalau kakak itu pacarnya." tukas Melodi memberitahukan apa yang ia dengar dari teman-temannya.


"Oh ya?" tanya Gerald memastikan.


"Iya, karena itu aku jadi khawatir sama pak George. Aku yakin berita ini udah sampai ke telinga pak George. Takutnya kita malah ketahuan kan kita nggak pernah terlihat dekat di kampus lalu tiba-tiba kita ternyata pacaran kan aneh!" ujar Melodi bersungut-sungut.


"Oh iya, kak George ngajar di jelas kamu ya! Gini aja, bilang aja kita emang sengaja rahasiakan ini dari teman-teman di kampus. Kita kenalan di GG cafe karena kamu itu karyawan aku. Beres kan!" tukas Gerald penuh keyakinan.


"Emang keluarga kakak bakal terima kalau tau kakak pacaran sama orang kayak aku?" tanya Melodi seraya menunjuk wajahnya sendiri. "Kita kan beda banget kak, ibarat kakak itu kasta ksatria, sedangkan aku kasta sudra. Bagai bumi dan langit. Pasti mereka bakal langsung menentang. Kalau kejadiannya kayak gitu, apa perjanjian kita langsung batal terus aku harus balikin duit kakak yang udah kakak transfer?" tanya Melodi akhirnya yang kadung penasaran.

__ADS_1


Gerald terkekeh kecil saat mendengar asumsi Melodi lalu ia reflek mengacak rambutnya gemas tanpa sadar. Kebiasaan ini biasanya hanya ia lakukan pada orang-orang yang sudah begitu dekat dengannya. Tapi entah mengapa, ia bisa reflek melakukan itu. Ia seperti sudah begitu dekat dengan Melodi padahal ia saja belum lama mengenalnya.


"Kak, berantakan nih rambut aku! Emang kakak mau dikatain bawa kekasih orang gila gara-gara rambut aku diacak-acakin." protes Melodi yang makin membuat Gerald tersenyum geli. Ia tak menyangka ternyata mengobrol dengan Melodi cukup menyenangkan.


"Yang harus kamu tau, keluarga aku itu open banget. Mereka selalu mengajarkan kami untuk nggak menilai seseorang melalui harta semata karena itu nggak menjamin seseorang memiliki attitude yang baik." jelas Gerald.


"Tapi kak ... "


"Tapi apa?" tanya Gerald sambil melirik sekilas dengan tangan tetap di kemudi.


"Aku ... aku ngerasa apa yang kita lakuin ini nggak benar. Kita ... sama aja nipu keluarga kakak. Aku takut mereka kecewa kalau mereka tau yang sebenarnya." ungkap Melodi yang mulai meragu.


"Kamu tenang aja semua akan baik-baik aja kalau kamu bisa menjaga rahasia kita." ucap Gerald datar. Lenyap sudah senyum yang sempat singgah di bibirnya. "Urusan selanjutnya biarlah jadi urusanku. Lakukan saja tugasmu sesuai perintahku." imbuhnya lagi membuat rahang Melodi terkatup rapat. Dalam hati Melodi berharap, semua berakhir baik-baik saja sesuai rencana. Tapi, mungkinkah?

__ADS_1


...***...


__ADS_2