Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 119. First Kiss


__ADS_3

Hoaaammm ...


Tiba-tiba Gerald menguap lebar membuat Melodi terkekeh. Bila biasanya Gerald begitu menjaga image nya di hadapannya, tapi kali ini ia menunjukkan sisi lain seorang Gerald. Tak hanya usil, jahil, pencemburu, juga terbuka dan apa adanya. Sungguh menggemaskan, batin Melodi.


"Yah, aku ngantuk banget!" keluh Gerald dengan mata yang sudah sayu. Maklum saja, sepanjang perjalanan udara tadi, Gerald hanya memejamkan matanya sebentar. Ia terlalu fokus menjaga Melodi yang gelisah karena baru pertama kali naik pesawat. Melodi terus-terusan gelisah alhasil Gerald pun tak bisa memejamkan matanya.


"Kalau ngantuk, tidur dong! Gitu aja kok repot," ucap Melodi santai.


"Tapi kan aku mau menghukum istriku ini," ujarnya seraya mendesah lirih.


"Kan bisa lanjut besok. Hukumannya apa sih? Sebenarnya Odi juga penasaran hukuman yang enak itu apa dan kayak gimana? Tapi kak Gege nggak mau kasih clue sedikit aja."


"Atau mau lanjut aja?"


"Katanya ngantuk."


"Tapi pingin."

__ADS_1


"Pingin apa?"


"Pingin kamu lah, emang pingin apa lagi?"


"Kok pingin Odi? Kan Odi udah jadi istri kakak, jadi pingin apa lagi?"


"Tunggu sebentar ya!" Pamit Gerald seraya turun dari ranjang.


"Mau kemana?" tanya Melodi penasaran sambil memperhatikan pergerakan Gerald yang hendak mengangkat telepon layanan kamar.


"Mau pesan bandrek sama layanan kamar biar hangat dan semangat lagi. Apalagi pake telur bebek pasti bikin tambah fit," tukas Gerald dengan mata berbinar.


"Apa? Kamu mau juga?" tawar Gerald.


"Kak, kakak lupa, ini bukan di Indonesia, mana ada bandrek. Emangnya kokinya orang Indonesia." tukas Melodi sambil geleng-geleng kepala.


Mulut Gerald menganga lebar lalu ia menepuk dahinya sendiri, malu dengan kebodohannya sendiri.

__ADS_1


Mereka saling melirik lalu tergelak bersamaan. Lalu Gerald pun kembali ke ranjangnya dan memeluk erat tubuh Melodi membuat darah keduanya berdesir hebat. Lalu Gerald sedikit merenggangkan pelukannya untuk memberi jarak agar ia bisa memandangi wajah Melodi.


Melodi tersipu malu lalu ia memalingkan wajahnya. Sungguh kinerja jantungnya sudah tidak normal saat matanya bertubrukan dengan mata Gerald yang menatapnya tajam sekaligus teduh.


"Ka-kakak mau apa?" tanya Melodi gugup. Ia bahkan sampai menelan ludahnya sendiri karena terlalu gugup.


Gerald menyeringai, "Melanjutkan hukumanmu."


"Katanya tadi ngantuk, seharusnya tidur, kok malah mau lanjutin kasi hukuman sih? Nggak konsisten banget." Melodi mendelik membuat Gerald terkekeh.


"Sekarang ngantuknya udah hilang. Jadi, lanjut yuk!"


"Cck ... dari tadi sibuk bilang hukum-hukum melulu, hukuman apa sih? Cepetan, Odi juga mau istirahat. Capek nih!" Tukas Melodi sambil mengerucutkan bibirnya.


Melihat bibir merah merekah Melodi dari dekat, sontak saja memancing gai*rah Gerald yang selama ini terpendam apik. Tanpa ragu lagi Gerald mengulurkan tangannya meraih tengkuk Melodi hingga melodi tersentak dengan mata saling bersirobok lalu tanpa banyak bicara, Gerald langsung melabuhkan bibirnya di atas bibir Melodi. Ia memagut mesra bibir Melodi hingga membuat Melodi membelalakkan matanya.


Jantungnya kian berdetak kencang, nafas Melodi tercekat seakan pasokan oksigen di sekitarnya berhenti, matanya terbuka lebar tak mampu berkedip. Ia hanya bisa mematung tanpa bereaksi. Ia masih bingung dengan sensasi menggelitik sekaligus membuai yang Gerald coba lakukan. Bulu kuduknya meremang saat tangan Gerald makin menekan tengkuknya. Ternyata ini rasanya berciuman.

__ADS_1


"Bernafas, beib!" tukas Gerald di sela-sela ciumannya. "Aku tahu kau terkejut. Aku tahu ini yang pertama untukmu. Terima kasih karena kau telah menjaga dirimu dengan baik selama ini. Asal kau tahu, ini juga yang pertama bagiku. Mari kita saling belajar dan saling menikmati!" imbuh Gerald membuat Melodi terperangah tak percaya apalagi selama ini bukankah Gerald sudah memiliki kekasih. Sudah jadi rahasia umum kalau gaya pacaran orang-orang masa kini tak terlepas dari skinship. Lalu apa katanya tadi? Ini pertama kali untuknya, mungkinkah?


"I'm seriously, beib. This ia my first kiss." Ucap Gerald mencoba meyakinkan Melodi. Ya, walaupun ia telah menjalin hubungan beberapa tahun depan Aurelia, tapi ia tidak pernah berciuman di bibir. Kalaupun ada, ia hanya sekedar mengecup pipi atau dahi, hanya itu. Tak lebih. Bahkan saat ia menekuni pendidikan strata satunya di luar negeri, ia tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan lain apalagi sampai terlibat hubungan yang belum halal. Semua berkat sang nenek yang selalu menghadiahinya ceramah untuk menjaga diri dimana pun ia berada. Alhasil, ia tak pernah berpikir sama sekali untuk mencoba-coba melakukan hal seperti itu. Selain itu, ia takut apa yang ia lakukan membuatnya menginginkan lebih. Jadi, bukankah lebih baik mencegah daripada terjerumus, bukan!


__ADS_2