Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 42. Di dalam mobil


__ADS_3

Azura tak menyangka ternyata apartemen milik Arkandra tak jauh dari minimarket tempatnya bekerja. Setahunya, apartemen Cendrawasih merupakan apartemen mewah dan elit yang terdiri dari beberapa penthouse. Rata-rata penghuninya merupakan golongan pengusaha besar, konglomerat, dan crazy rich.


Azura menggigit bibirnya, matanya berbinar cerah, membayangkan ia jadi salah satu penghuni di apartemen mewah itu. Matanya kian bersinar cerah saat membayangkan apartemen itu jatuh ke tangannya, jadi miliknya. Ah, ia rasanya sudah tak sabar menantikan saat-saat itu!


Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Azura telah masuk berada di depan basemen apartemen. Petugas yang berjaga segera mempersilahkan mobil masuk ke basemen setelah mengidentifikasi bahwa pemilik mobil itu merupakan salah satu penghuni penthouse.


Bahkan basemennya saja begitu wah, pikir Azura. Diliriknya Arkandra yang sepertinya benar-benar tertidur. Azura ragu harus membangunkannya atau tidak. Tapi hari sudah semakin larut, ia juga harus segera pulang. Apalagi ia tak tau harus pulang dengan apa sebab motornya ditinggal di parkiran club malam.


Dipandanginya wajah Arkandra yang justru terlihat makin tampan saat sedang terlelap. Tidak terlihat sama sekali wajah galak bin garangnya. Pemandangan yang amat langka membuat tangan Azura gatal ingin mengambil gambarnya.


'Astaga, pak dokter, lagi tidur aja masih keliatan ganteng!' pujinya seraya terkikik pelan. 'Seandainya kita emang benar-benar menikah karena cinta, wah pasti indah banget. Tapi sayang, pernikahan kita hanya sementara dan berbatas waktu. Namun, aku berjanji akan tetap menjalani pernikahan ini sebagai mestinya terlepas dari tujuanku semula. Aku tetap akan menjalankan peranku sebagaimana seorang istri. Walaupun kau tak menjanjikan uang 100 juta itu, aku tetap akan menyerahkan diriku bila kau benar-benar menginginkannya.' lirih Azura dalam hati seraya memandangi foto Arkandra yang terlihat begitu menawan saat tertidur dengan mulut sedikit terbuka.


Kemudian Azura langsung menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya. Baru saja Azura mengangkat tangannya untuk membangunkan Arkandra, sebuah suara serak dan berat khas orang bangun tidur membuatnya tersentak.

__ADS_1


"Sudah selesai mengambil fotoku tanpa izin, hm!" ucapnya sembari perlahan membuka mata.


Sontak saja, Azura membulatkan matanya dengan mulut sedikit menganga.


"Pa-pak dokter pura-pura tidur?" tanya Azura gelagapan.


Arkandra mengedikkan bahunya, "Aku tidur, tapi suara kamera dan flash ponselmu membangunkan ku." ujarnya membuat Azura tersadar akan kebodohannya.


Azura menggigit bibirnya salah tingkah apalagi saat manik matanya bersirobok dengan tatapan tajam Arkandra.


Azura tiba-tiba menahan nafasnya saat Arkandra mendekatkan wajahnya padanya. Ia bahkan sampai menelan ludahnya sendiri saat melihat wajah itu kian mendekat.


"Pak-pak dokter mau-mau ap ... ?"

__ADS_1


Tiba-tiba saja suaranya seakan tertelan seiring menyatunya bibir mereka. Mata Azura membulat sempurna. Dipandanginya mata Arkandra yang terpejam rapat. Entah terbawa suasana atau nalurinya yang menginginkan kehangatan bibir itu, Azura pun turut memejamkan matanya. Jantungnya berdebar begitu kencang, namun ia berusaha menikmati sapuan hangat bibir Arkandra di atas bibirnya walau tanpa membalas. Makin lama ciuman itu makin panas. Arkandra semula hanya mengecup bibir atas dan bawah Azura bergantian, namun kini ciuman itu makin menuntut. Arkandra memagut, melu*mat, dan mencecap bibir Azura dengan intense. Azura melenguh saat tangan Arkandra menarik tengkuknya hingga wajah mereka kian merapat. Saat bibir Azura sedikit terbuka, seolah diberi lampu hijau, Arkandra melesatkan lidahnya ke dalam mulut Azura. Diobrak-abriknya isi mulut Azura dengan menggebu. Dihisapnya lidah Azura hingga membuat Azura mengeluarkan suara parau yang lebih ke suara desa*han. Mendengar suara itu, sontak saja membuat Arkandra segera menarik dirinya. Matanya mengerjap beberapa kali sambil menatap Azura yang sibuk menghirup oksigen dengan wajah memerah.


Tanpa kata, Arkandra langsung membuka pintu mobilnya dan turun dari dalam sana membuat Azura mengerutkan kening. Bingung. Selepas menciumnya membabi buta, Arkandra hendak meninggalkannya begitu saja tanpa berucap sepatah katapun.


'Sial!' batinnya mengumpat.


"Pulanglah. Bawa saja mobil itu. Jemput saya besok pagi. Jangan terlambat?" titah Arkandra sebelum benar-benar menghilang seperti seorang majikan memerintahkan sopirnya untuk menjemputnya tepat waktu. Lalu Arkandra pun segera berlalu dari sana meninggalkan Azura yang masih melongo melihat tingkah aneh dokter galaknya.


"Sialan. Dia pikir aku ini sopirnya apa." geram Azura seraya mengumpat. "Tapi tadi ... kenapa dia tiba-tiba menciumku ya? Dasar gila. Bilang aja kalau mulai suka. Awas aja, akan aku buat kau bertekuk lutut di bawah kakiku dokter galak?" desis Azura seraya menjalankan mobil Arkandra keluar dari basemen apartemen.


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2