Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 81. Azura


__ADS_3

Hari sudah beranjak siang, Azura dan Alice mulai diserang rasa bosan. Azura pun menghampiri Alice yang tengah sibuk dengan layar tabletnya.


"Kamu bosan nggak, Lice?" tanya Azura. Alice mengangguk.


"Alice dari tadi bosen banget tante," ucap Alice sambil mengunci layar tabletnya.


"Mau jalan-jalan sambil makan es krim?" tawar Azura sambil memainkan alisnya.


Mata Alice sontak berbinar cerah. Tidak ada anak kecil yang tak suka diajak jalan-jalan. Apalagi ia juga ditawari makan es krim yang memang merupakan salah satu makan favorit hampir setiap anak-anak.


"Alice mau, Tante. Mau banget," seru Alice penuh semangat. "Tapi, apa dibolehin sama om Arkan?" tanyanya ragu.


Azura tersenyum lebar, lalu membisikkan sesuatu pada Alice. Alice pun tersenyum lebar setelah mendapatkan instruksi dari tantenya tersebut.


"Mas dokter," panggil Azura panik sambil menyambangi Arkandra yang tengah sibuk dengan layar laptopnya. Arkandra pun menoleh ke samping lalu menaikkan alisnya.


"Apa?" jawab Arkandra datar.


"Alice ... Alice, dia ... "


"Alice kenapa?" tanya Arkandra yang kini panik saat melihat ekspresi wajah Azura yang terlihat tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Itu, dia tadi ngambek ngajak jalan, tapi aku bilang nggak boleh entar kamu marah jadi dia ngambek. Itu dia di kamar nggak mau keluar. Kamar juga dikunci. Kayaknya dia marah karena aku nggak mau ngajak Alice jalan-jalan," ucap Azura sendu.


Tak ingin terjadi sesuatu pada keponakannya, Arkandra pun segera beranjak menuju kamar Azura.


"Lice ... Alice, buka pintunya, sayang. Kamu kenapa?" panggil Arkandra yang ikut mengkhawatirkan keadaan Alice.


"Alice mau jalan-jalan, tapi nggak dibolehin Tante nakal. Alice nggak mau keluar. Alice pinginnya jalan-jalan," sahut Alice dari dalam kamar.


"Emang kamu mau jalan-jalan kemana, Lice?" tanya Arkandra lembut dari depan pintu kamar Azura.


"Ke mall, tempat permainan. Ke taman bermain juga. Pokoknya jalan-jalan."


"Oke, oke, kita jalan-jalan, oke! Tapi Alice harus buka pintu, oke!" tawar Arkandra sambil memasang telinganya di depan pintu. Khawatir Alice sulit dibujuk.


Pintu kamar dibuka dan Alice langsung berseru riang ke arah Azura membuat Arkandra seketika melototkan matanya.


"Yeay, Tante hebat! Ide Tante emang juara. Ye ye ye, asik jalan-jalan!" serunya sambil berlari-lari riang.


"Jadi ini idemu, hm?" Arkandra mendelik tajam membuat Azura menyengir lebar. Azura lantas mendekat dan bergelayut manja di lengan Arkandra.


"Cck ... mas dokter nggak boleh marah dong! Kami itu bosen tau. Pingin jalan-jalan. Eh mas dokternya cuma sibuk sendiri. Nggak asik banget. Hitung-hitung kita latihan jadi orang tua dari sekarang. Jadi pas anak kita lahir, kita udah nggak bingung lagi, nggak canggung lagi." bujuk Azura seraya tersenyum lebar.

__ADS_1


"Iya om, om Arkan jangan marah sama Tante nakal ya! Tante nakal itu baik kok cuma mau buat Alice seneng. Tapi emang Tante sama om Arkan udah mau punya anak ya? Yes, aku bakal punya adik. Alice boleh request nggak om anaknya? Alice pingin adik cewek biar bisa temenin Alice main boneka sama masak-masakan. Tapi kalau dikasi adik cowok juga nggak apa-apa kok, om. Alice akan tetap sayang sama adik Alice. Pasti Alice bakal bantu jagain adik Alice nanti." celoteh Alice membuat Azura menyengir lebar. Arkandra menatap tajam Azura. Ia pikir Azura lah yang mengajari Alice bicara seperti itu.


"Cck ... itu bukan aku yang ajarin kok mas dokter. Alice sendiri yang pingin, iya kan Alice. Alice pingin adik dari om Arkan dan Tante ya? Oke, nanti om dan Tante buatin, kamu doain Tante dan om ya biar bisa cepat kasi Alice adik."


"Siap Tante. Nanti setiap habis Alice sholat sama ngaji, pasti Alice doain." serunya dengan mata berbinar. Hal itu tentu saja membuat binar tersendiri di mata Azura. Ia pun segera mengerling pada Arkandra membuat Arkandra mendengus tapi di belakangnya Arkandra justru tersenyum geli melihat tingkah dua perempuan berbeda usia itu.


...***...


Sesuai permintaan Alice, akhirnya mereka bertiga pun diajak jalan-jalan ke sebuah mall terbesar di kota itu. Bagai lupa diri, Azura memanfaatkan momen itu untuk berbelanja sepuasnya. Kapan lagi coba bisa memanfaatkan uang dokter galaknya yang nyaris tak berseri itu.


Azura juga memasuki pusat permainan di mall dan mengajak Alice bermain sepuasnya. Tentu saja Alice merasa sangat bahagia. Ia memang sering jalan-jalan seperti ini dengan Kencana, tapi Kencana tidak pernah menemaninya bermain. Ia hanya mengajaknya saja lalu membebaskan Alice bermain seorang diri. Tentu saja hal tersebut bukannya membuatnya senang, tapi sebaliknya, bosan karena harus bermain seorang diri. Berbeda dengan Azura. Ia justru tak sungkan menemani Alice menjajal beberapa permainan yang menarik atensinya. Bahkan Azura tanpa rasa canggung maupun malu, mau menemaninya mencoba game dance yang ada di sana. Alice merasa sangat-sangat bahagia. Awalnya ia tidak menyukai Azura, tapi setelah mengenal lebih dekat, ternyata Azura sosok yang menyenangkan. Bahkan sangat menyenangkan.


Binar bahagia itu tentu saja dapat ditangkap jelas oleh Arkandra. Bahkan ia pun dengan senang hati mengambil gambar dan video kedua perempuan yang membuat harinya begitu berwarna. Sepanjang hari ini, ia tak pernah kehilangan momen untuk tersenyum. Ia juga jadi sering tertawa. Sesuatu yang telah lama menghilang dari hidupnya adalah tawa. Tapi kini, kehadiran kedua orang itu ternyata mampu membuatnya terus tertawa. Seolah kebahagiaan yang telah lama hilang dari hidupnya, kini telah kembali.


Azura. Satu nama yang awalnya begitu menyebalkan baginya. Azura. Satu nama yang awalnya membuatnya kesal bukan kepalang. Azura. Satu nama yang awalnya membuatnya begitu marah dan tertekan. Azura. Satu nama yang awalnya begitu ia benci. Azura. Tapi tanpa sadar nama itu kini begitu berarti. Azura. Tanpa sadar kehadirannya memberikan begitu banyak warna dalam hidupnya. Azura. Satu nama yang kini justru membuatnya bisa merasakan kembali bagaimana itu bahagia. Azura. Satu nama yang tanpa sadar kini kehadirannya begitu berharga. Azura ... mungkinkah dirinya telah jatuh cinta pada pemilik nama itu? Azura ....


...***...


Halo kakak-kakak, mohon dukungan like, komen, vote, ataupun hadiahnya ya supaya othor tetap semangat update. Terus terang nih, akhir-akhir ini othor agak malas update soalnya view-nya cuilik banget. **Like pun jauh bgt dr jumlah view otomatis itu mengurangi popularitas karya. Jangankan dapat cuan yg gede, bisa-bisa level diturunin!


Terima kasih banget sama yang sudah setia like dan komen. Apalagi yang udah ngikhlasin vote dan poinnya buat karya othor ini. Dukungan kalian, semangat buat othor.

__ADS_1


...Happy reading all. 🥰🥰🥰**...


__ADS_2