Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 116. Making Love or Making Baby ?


__ADS_3

...🔥🔥🔥...


Langit sore itu tampak masih begitu mendung, tapi keluarga Satya tampak sudah berkumpul di pemakaman umum untuk memakamkan jenazah baby Bentrand. Angin berhembus lirih, dinginnya sampai menembus pori. Sepertinya, langit pun turut bersedih atas kepergian bayi yang tidak berdosa itu.


Proses pemakaman bayi itu dilakukan secara tertutup. Hanya pihak keluarga dan para tetangga sekitar yang tahu tanpa mengatakan bagaimana bisa peristiwa itu terjadi.


Sepulangnya Azura dan Arkandra dari pemakaman, mereka langsung membersihkan diri dan beristirahat. Beruntung operasi yang dijalani Bimantara berjalan lancar jadi mereka bisa beristirahat dengan tenang malam ini. Sedangkan Bimantara ia tinggalkan di bawah pengawasan rekan-rekannya sesama dokter dulu.


Kini Azura dan Arkandra tengah bersandar di sandaran ranjang sambil berpelukan. Mereka tengah saling menguatkan satu sama lain. Arkandra sedang menguatkan Azura yang tak menyangka ternyata Vinandia lah yang mencoba melenyapkannya, sedangkan Azura sedang menguatkan Arkandra yang tak habis pikir dengan mantan kekasihnya itu yang dengan bisa berbuat demikian. Mendekati ayahnya hanya demi harta lalu hamil dengan orang lain. Sungguh terkuaklah perempuan itu.


"Mas, kasian ya baby Betrand! Padahal dia masih kecil banget tapi harus mengalami hal setragis itu," tukas Azura seraya mendusel-dusel ujung hidungnya di dada Arkandra yang polos. Arkandra hanya mengenakan celana bokser saja seperti kebiasaannya selama ini. Azura tak pernah mempermasalahkan itu. Justru ia sangat suka menempelkan dirinya seraya menghidu aroma tubuh Arkandra yang menurutnya selalu harum dan menenangkan. Ibarat kata netijen tuh, udah candu. Ya gitu, maunya nemplok-nemplok mulu udah kayak cicak-cicak di dinding.


"Hmmm ... tapi mungkin itu lebih baik untuknya. Bukan bermaksud jahat, bayangkan aja gimana kelak dia dewasa saat tahu kelakuan orang tuanya, pasti dia akan merasa nggak nyaman bahkan tertekan dan rendah diri. Doakan saja, semoga baby Betrand bahagia di sisi-Nya," ujar Arkandra memberikan pemikirannya. Azura pun mengangguk membenarkan perkataan suaminya.


"Mas udah mau tidur?" tanya Azura sambil memainkan jemarinya di atas perut Arkandra yang rata namun kencang dan sedikit berotot.


"Emang kalau belum kenapa?" tanya Arkandra sambil memandangi istrinya dari samping atas. Posisi kepala Azura yang berada di atas dadanya membuatnya harus sedikit menunduk.


"Hhmmm ... mau apa ya?" goda Azura seraya tersenyum manja dan menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"Making love or making baby?" cetus Arkandra yang sudah berpindah posisi ke atas tubuh Azura. Ia sudah dalam posisi mengungkung.


"Dua-duanya ... nggak masalah. Aku juga pingin punya baby yang lucu dari mas, mas juga mau kan?" sahut Azura yang langsung mendapat sambutan suka cita dari Arkandra sebagai jawaban.


Arkandra pun segera melabuhkan bibirnya di atas bibir Azura dengan gerakan lembut namun lambat laun makin dalam dan menuntut. Ia memagut dan melu*mat bibir istrinya dengan dada yang bergemuruh. Tangannya tak mau diam, ia mulai bergerak menjelajahi setiap inci kulit mulus sang istri hingga akhirnya berhenti di salah satu kepemilikan sang istri yang menjulang dan sedikit menantang. Arkandra pun mulai menggerakkan jemarinya dengan gerakan memutar hingga memberikan sensasi geli di tubuh Azura.


Arkandra yang belum puas bermain lantas mere*mas salah satu aset dengan gerakan sen*sual membuat Azura melenguh saat tautan bibir mereka terlepas. Kemudian bibir itu merambat turun hingga berlabuh di leher Azura. Ia pun memberikan kecupan dan isapan di sana hingga meninggalkan beberapa jejak merah kebiruan. Gelenyar indah itu kian merangkak naik membuat Azura memejamkan matanya dengan bibir sedikit terbuka, menikmati setiap sensasi yang diberikan Arkandra pada tubuhnya.


Lalu bibir itu kembali turun. Kini tujuan Arkandra adalah aset kembar yang menjulang indah. Hendak kenyal itu seperti dalam posisi menantang membuat Arkandra makin kelaparan dibuatnya. Bagaikan bayi yang kelaparan, Arkandra menyesapnya kiri kanan bergantian membuat Azura kian gila dibuatnya.


Tangan Arkandra kini terulur ke area inti sang istri untuk memastikan sang istri telah siap untuk dimasuki. Dalam berhubungan suami istri, tentu kita harus bisa saling memberikan kenikmatan dan kenyamanan, bukan hanya mementingkan ego sendiri yang merasa ingin dipuaskan tanpa memikirkan pasangan kita. Apalagi memaksakan diri memasuki sang istri tanpa membuatnya siap terlebih dahulu. Mereka tak tahu, kalau itu sangat menyakitkan dan membuat pasangan tak nyaman. Kenikmatan tak didapat, hanya kekecewaan yang tertahan di rongga dada karena tak kuasa mengutarakan isi hatinya.


"Mas," panggil Azura lirih saat Arkandra telah siap membajak sawah istrinya.


Arkandra pun mendongakkan kepalanya menatap mata sayu Azura.


"Biarkan aku yang memimpin malam ini," tukas Azura yang segera membalikkan tubuhnya dengan posisinya di atas sedangkan Arkandra di bawah.


Arkandra menyeringai, akhirnya macan betinanya mulai menunjukkan taringnya dan membalikkan keadaan. Bila dulu Azura hanya berani dalam mode menggoda, namun kali ini ia berinisiatif sendiri ingin memimpin pertempuran membajak sawah.

__ADS_1


Azura pun segera melesakkan mesin bajak Arkandra ke dalam sawahnya. Ia mulai bergerak dibantu Arkandra dari bawah. Hentakkan demi hentakan menggema di dalam kamar itu diiringi nada-nada indah dari bibir mereka berdua sebagai bukti kalau mereka begitu menikmati momen tabur benih tersebut. Hingga saat keduanya mulai sampai ke puncak tujuan, mereka pun menge*rang bersamaan diikuti semburan benih-benih cinta Arkandra di sawah Azura. Dalam hati mereka berdoa, semoga apa yang mereka lakukan bernilai ibadah dan menghasilkan keturunan yang Sholeh/Sholehah.


"Terima kasih, Ma Cherie. I love you," bisik Arkandra lirih saat mereka telah mencapai puncak bersamaan.


"Love you too," sahut Azura sambil memeluk tubuh kekar Arkandra yang begitu hangat dan nyaman.


...***...


Sementara Azura dan Arkandra tenaga memadu kasih di kamar mereka, di tempat lain, tepatnya di pesawat terbang, Melodi tengah memejamkan matanya sambil merebahkan kepalanya di pundak Gerald. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju Turki atau lebih tepatnya Cappadocia. Siapa sih sekarang ini yang tidak tahu Cappadocia apalagi setelah viralnya kisah Layangan Putus yang merupakan kisah nyata dari Mommy ASF. Atas dasar itulah, Melodi jadi sangat ingin berkunjung ke daerah yang terkenal dengan balon udaranya itu. Beruntung mereka masih kebagian tiket untuk penerbangan malam hari ini.


Dengan menaiki maskapai Turkish Airlines TK57, mereka berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 21.40 dengan lama perjalanan sekitar 24 jam 50 menit. Perjalanan yang cukup panjang namun sebanding dengan keindahan yang akan mereka saksikan sesampainya di sana.


...***...


Lanjut besok ya kak, si bocil othor habis muntah-muntah soalnya jadi nggak bisa ngetik banyak-banyak.


Mampir juga kak ke karya othor yang lain sembari nungguin update dokter Arkan dan Azura!


...Happy reading 🥰🥰🙏...

__ADS_1


__ADS_2