Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 47. Calon suami cadangan terbaek


__ADS_3

Ketiga orang lelaki tampan itu pun masuk ke ruang rawat Azura dengan senyum lebar di bibir mereka masing-masing. Tentu hal itu tak luput dari tatapan Arkandra yang setajam scalpel. Tanpa mempedulikan Arkandra, ketiga lelaki tampan itu pun langsung menyerbu brankar Azura dan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.


"Hai, Ra! Nih, buat kamu!" ujar Leon seraya mengulurkan sebuah paper bag yang bertuliskan brand kue ternama.


"Cheese cake. Ah, makasih Leonku! Loe emang cowok paling pengertian deh!" seru Azura setelah melihat isi paper bag itu.


"Ra, nih gue juga bawa sesuatu buat loe." kini giliran Eza yang menyerahkan sebuah paper bag yang ternyata isinya klappertaart kesukaan Azura.


"Ya ampun Za, loe tuh ya, hafal banget apa-apa yang gue suka. Sama kayak Leon. Thanks banget ya!" ujar Azura dengan tersenyum lebar.


"No problem. Apa sih yang nggak buat enengnya aak Eza." ujar Eza seraya memainkan alisnya.

__ADS_1


"Ih, loe kok so sweet banget sih!" ujar Azura seraya terkekeh.


Kini giliran Mario yang maju. Dengan tersenyum semanis mungkin, ia menyerahkan sebuah bucket bunga mawar merah yang sangat cantik. Azura pun langsung mencium aromanya sambil tersenyum lebar.


"Ya ampun pak dokter, romantis banget sih! Nggak kayak kulkas 10 pintu itu yang bukan hanya kamu kayak papan setrikaan, tapi juga nggak ada ikhlas-ikhlasnya nolong orang." ucap Azura menyindir Arkandra yang masih duduk di tempatnya dengan wajah mengeras.


"Ya bedalah. Aku itu emang orangnya romantis." ucap Mario memuji dirinya sendiri. "By the way, siapa tuh yang nolong kamu nggak ikhlas? Kalau nggak ikhlas, mendingan nggak usah nolong daripada jadi penyesalan. Rasanya pingin gue tonjok tuh orang." geram Mario. Sedangkan yang disindir, hanya terdiam kaku bak patung manekin. Tapi kupingnya tetap terpasang sempurna, mendengarkan setiap percakapan keempat orang itu.


"Iya Ra, siapa orangnya? Apa perlu kulkas 10 pintu itu kita buat bonyok?" tukas Leon yang sebenarnya sudah tau siapa yang dimaksud Azura.


"Emangnya rugi berapa sih si kulkas 10 pintu itu? Kalau perlu gue ganti, eneg gue denger orang nolong tapi nggak ikhlas." ketus Eza.

__ADS_1


"Aaa', Ra." titah Leon yang kini tengah menyodorkan sepotong kue untuk Azura. Azura pun membuka mulutnya dengan senang hati. Tak mau ketinggalan, Eza pun ikut menyuapi Azura yang juga diterima Azura seraya tersenyum.


"Ng ... ak au ugi apa." sahut Azura dengan mulut penuh membuat ketiga laki-laki itu terkekeh.


"Telan dulu ih kuenya baru ngomong." tukas Mario lalu ia menyodorkan air minum ke hadapan Azura.


"Thanks, dokter Mario yang baik." ucap Azura setelah kuenya ditelan sempurna. "Nggak tau rugi berapa. Tapi ide loe bagus juga tuh, Za. Kayaknya gue harus siapin duit nih buat gantinya kalau tiba-tiba dia minta ganti rugi." lanjut Azura.


"Kalau loe ada kesulitan atau kekurangan duit, bilang aja sama gue, entar gue kasi." cetus Eza membuat mata Azura kian berbinar.


"Ah, calon suami-suami cadangan aku emang terbaek deh!" serunya spontan membuat keempat laki-laki di dalam sana menganga lebar.

__ADS_1


Lalu Azura pun tergelak membuat Eza, Leon, dan Mario pun ikut tergelak, terkecuali Arkandra.


"Keluar kalian, Azura harus istirahat! Jam besuk sudah habis." tukas Arkandra tegas membuat keempat orang yang sedang tergelak itu lantas menoleh ke arah Arkandra. Ia telah berdiri lalu ia pun mendorong satu persatu laki-laki itu keluar dari ruangan itu.


__ADS_2