
...🔥🔥🔥...
"Seni seviyorum, beib," ucap Gerald membuat Melodi mengerutkan keningnya tak paham apa yang diucapkan sang suami.
"Aku mencintaimu, artinya aku mencintaimu, sayang," terang Gerald lalu ia kembali memagut bibir Melodi dengan lebih mesra.
Melodi yang mulai terbuai pun memejamkan matanya, menikmati setiap rasa yang Gerald coba bagikan melalui sentuhan. Ciuman yang awalnya lembut itu kini kian panas dan menuntut. Mungkin itu karena mereka yang mulai terpacu gai*rah apalagi saat jemari Gerald mulai membuai setiap inci kulitnya.
Perlahan, Gerald membuka setiap kancing yang Melodi kenakan. Melodi yang terlampau terlarut dalam buaian asmara sampai tak sadar kalau kain yang melekat di tubuhnya telah melayang satu persatu ke berbagai arah.
Gerald mulai menurunkan bibirnya menyusuri rahang lalu turun ke leher. Mata Melodi terpejam erat karena tak mampu mengendalikan gelenyar indah serta sensasi menggelitik yang kian merangsek otak, tubuh, dan jiwanya. Melihat Melodi yang begitu menikmati buaiannya, membuat Gerald makin terbakar gai*rah. Ia mengecup lalu menghisap kulit leher Melodi sehingga meninggalkan bekas kemerahan. Tapi dahi Gerald mengernyit saat melihat jejak itu tidak semerah seperti yang pernah ia lihat di leher kekasih temannya. Lalu ia mencoba lagi dan lagi sampai hasilnya sempurna. Ia adalah seorang yang sedikit perfeksionis tentu ia pun ingin malam pertama di hari keduanya ini berlangsung sempurna.
"Kaaaak ... geliiii ... " racau Melodi saat Gerald tak henti-henti mengecup dan menghisap kulit lehernya.
Mendengar hal itu, Gerald pun mencoba di area lain, apalagi kalau bukan squishy kembar milik istrinya.
__ADS_1
Kenyal dan hangat, itulah hal yang pertama kali ia rasakan saat salah satu squishy jumbo Melodi masuk ke dalam mulutnya. Dihisapnya squishy itu seperti bayi yang sedang kelaparan membuat Melodi menggelinjang hingga melengkungkan tubuhnya.
Pergulatan itu makin lama makin sengit. Bagai seorang musafir yang baru saja menemukan oase di tengah padang gurun, Gerald menuntaskan segala ha*srat dan gai*rahnya dengan mencumbui kulit mulus Melodi. Hingga tibalah mereka di satu titik penuntasan, Gerald pun segera memposisikan miliknya di depan gua kehangatan milik Melodi.
"Boleh," tanya Gerald meminta izin sebelum ia melakukan penyatuan. Tentu ia harus meminta izin terlebih dahulu, apalagi ini merupakan pertama kalinya untuk gadis yang sebentar lagi akan menjadi wanita sepenuhnya.
Melodi menggigit bibir bawahnya sambil berusaha menormalkan deru nafas juga debat jantungnya yang menggila di dalam sana. Melodi memejamkan matanya sejenak sambil menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Kemudian ia membuka matanya kembali seraya tersenyum dengan wajah tertunduk dalam. Ia pun mengangguk samar membuat Gerald yang sedari tadi sudah harap-harap cemas tersenyum lebar.
"Relaks beib, aku akan pelan-pelan," ucapnya tepat di depan wajah Melodi yang sudah bersemu merah.
Gerald terlebih dahulu menempelkan miliknya tepat di depan gua kehangatan Melodi sambil menggerak-gerakkan miliknya membuat Melodi menggelinjang hebat dengan nafas memburu.
Saat ia merasa Melodi telah siap untuk ia masuki, Gerald pun mendorong miliknya perlahan masuk ke dalam gua kehangatan itu sambil menahan nafas. Begitu juga Melodi, ia ikut menahan nafas saat rasa sakit itu menyeruak di bagian intinya bersamaan dengan koyaknya hymen yang selama ini ia jaga.
Keduanya memekik seraya menge*rang saat penyatuan keduanya berhasil mereka lakukan. Gerald terdiam sejenak untuk merasai sakit bercampur nikmat saat miliknya merasakan jepitan gua kehangatan untuk pertama kali. Ditatapnya wajah Melodi yang masih tampak meringis lalu diusapnya bulir bening yang jatuh dari ekor matanya.
__ADS_1
"Sakit?" tanya Gerald lirih dengan nafas menderu.
Melodi hanya bisa mengangguk pasrah. Ia memang merasakan sakit, tapi ia juga merasakan kenikmatan bercampur rasa lega sebab ia berhasil mempersembahkan miliknya yang berharga untuk suaminya yang tercinta.
"Sudah mendingan?" tanya Gerald lagi dan lagi-lagi Melodi hanya bisa mengangguk malu.
"Boleh lanjut?"
Melodi kembali mengangguk lalu menelan ludahnya sendiri, "Silahkan kakak lanjutin! I'm yours."
Gerald tersenyum lebar lalu perlahan-lahan ia menggerakkan bokongnya naik turun seraya melu*mat bibir istrinya dengan penuh minat. Lama kelamaan gerakan itu makin cepat diikuti hentakan demi hentakan yang kian memacu libido Gerald. Era*ngan dan desa*han kedua sejoli itu kini telah memenuhi ruangan kamar hotel itu. Malam bertabur bintang pun jadi saksi bisu, kala sepasang insan telah berhasil bersatu dalam satu ikatan suci yang padu.
Seiring benih-benih cinta yang berhasil Gerald taburkan di tempat yang tepat dan semestinya, apalagi kalau bukan rahim istrinya, Melodi Kiranina.
...***...
__ADS_1
...Akhirnya .... 🤪🤣😂...
...Happy reading 🥰🥰🥰...