Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 74. Emosi Arkandra


__ADS_3

"Wah, maaf banget nih sudah membuatmu terkejut! Tadinya aku cuma mau cari suamiku ini, eh taunya ada yang sedang membuat pengakuan yang menurutku ... gila. Bahkan sangat gila. Aku sampai nggak bisa berkata-kata karena sakin terkejutnya. Ternyata mama mertuaku ... mantan kekasih suamiku. Wah, Daebak!" seru Azura dengan ekspresi keterkejutannya.


Prok prok prok ...


Azura bertepuk tangan meriah sambil tertawa. Bahkan ekor matanya kini basah karena terlalu terbawa suasana.


"Kamu tak usah ikut campur! Ini urusanku dan Arkandra." ucap Vinandia lantang.


"Urusan suamiku itu juga urusanku. Mama mertua tidak malu ya, perut udah Segede itu masih mencoba merayu mantan pacar yang sudah menjadi anak tiri? Kalau aku sih, ih ... malu banget. Mau ditaruh dimana nih muka. Mau disimpan di bawah meja, kelihatan, di bawah kasur, entar gepeng, ah simpan di dalam beha aja kali ya biar tololnya nggak keliatan banget. Mama kok nggak mawas diri banget jadi orang. Kesannya itu kayak munafik gitu jadi orang. Astaga, aku sampai merinding ingat kata-kata mama mertua tadi!"

__ADS_1


"Tutup mulut kamu!" bentak Vinandia.


"Situ yang harusnya tutup mulut. Aku memang nggak tau masalah kalian di masa lalu. Tapi melihat dari betapa bencinya kak Kencana dan suamiku sama kamu, dapat aku simpulkan kalau kaulah yang telah membuat kesalahan. Dan kesalahan itu pasti sangat fatal. Apa katamu tadi, kalian hampir gila karena cacian orang-orang? Wahai mama mertuaku yang cantik tapi masih kalah sama kecantikanku, bahkan menurutku hukuman itu masih terlalu enteng untuk para peselingkuh seperti kalian. Kalau hampir gila, kenapa nggak pergi aja dari rumah ini? Kenapa masih bertahan di sini? Seharusnya kamu bawa papa mertua pergi yang jauh, kalau perlu ke luar negeri atau ke neraka sekalian supaya kalian bisa bebas dari caci maki. Yang penting kalian bisa hidup bahagia kan! So, tunggu apa lagi!" tukas Azura dengan memasang tampang songong.


Vinandia mengepalkan tangannya erat, dia mengangkat tangannya hendak memukul wajah Azura, tapi belum sempat tangan itu menyentuh wajah Azura, Arkandra telah lebih dahulu menangkap tangan itu dan menghempasnya kasar.


Lalu Arkandra meraih tangan Azura dan menariknya pergi dari sana. Azura menoleh ke belakang lalu menjulurkan lidahnya , mengejek mama mertuanya telak.


Vinandia mendengus kesal, wajahnya merah padam menatap kepergian Azura dan Arkandra dengan emosi yang menggebu-gebu. Azura dengan setia mengikuti langkah kaki Arkandra yang entah mengajaknya kemana. Bahkan Arkandra mengabaikan semua tatapan dan pertanyaan yang diajukan orang-orang padanya.

__ADS_1


Semua orang bingung melihat ekspresi kemarahan yang tercetak jelas di wajah Arkandra. Bachtiar pun sempat memanggil namanya dan menanyakan mereka hendak kemana, tapi Arkandra tak menggubris pertanyaan Bachtiar sama sekali. Bahkan pertanyaan Kencana dan Bimantara pun mendapatkan pengabaian yang sama. Ia sedang benar-benar emosi saat ini.


Arkandra dan Azura kini telah berada di dalam mobil. Azura bahkan tidak berani berbicara sama sekali. Ia hanya bisa membiarkan Arkandra dan kemarahannya. Ia hanya pasrah saja membiarkan Arkandra hendak membawanya kemana saja asalkan mereka tetap berdua. Tak mungkin ia membiarkan suaminya sendirian dengan kemarahannya itu. Walaupun yakin Arkandra takkan mungkin melakukan sesuatu yang bodoh, tapi untuk jaga-jaga ia tetap harus mendampinginya. Bukankah seperti itulah seharusnya seorang istri, menemani sang suami dalam berbagai keadaan dan situasi. Tak peduli sehat, sakit, susah, maupun senang, harus selalu mendampingi. Azura justru senang bisa menjadi bagian dari Arkandra dan bisa tetap mendampingi suaminya di saat keadaan seperti ini. Walaupun ini merupakan keadaan yang tak terduga, tapi setidaknya kini ia telah mengetahui satu rahasia lagi, yaitu ternyata mama mertuanya merupakan mantan kekasih suaminya.


'Eh, tapi tunggu? Katanya tadi kan pasangan selingkuh? Artinya ... mama mertuaku itu berselingkuh dengan papa di saat masih menjalin hubungan dengan dokter galak? Astaga, ternyata ada ya hal seperti itu di dunia ini! Kira-kira apa motivasinya ya? Kalau dilihat-lihat, apa coba kurangnya dokter Arkan? Udah ganteng, kaya, tajir melintir, nggak pelit juga. Liat aja tadi dia kasi duit aku kira berapa, nggak taunya 25 juta. Dasar perempuan aneh! Eh tapi tunggu-tunggu, mantan pacar? Lha, artinya dulu ... mas dokter normal dong? Punya pacar perempuan kan! Apa mungkin yang dikatakan perempuan tadi benar, dokter Arkan bersandiwara jadi gay karena sakit hati dengannya? Duh, jadi penisirin! Pingin tanya, tapi takut! Dokter galak lagi mode nyeremin soalnya.' gumam Azura dalam hati seraya lirik-lirik ke arah dokter galaknya.


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2