
Melihat keterdiaman Melodi, Gerald lantas menekuk sebelah kakinya ke lantai dan kembali berbicara.
"Melodi Kiranina, menikahlah denganku. Will you marry me?" tanyanya lembut dengan mata berbinar penuh harap
"Mau melamar kok nggak ada cincin. Kamu gimana sih, Ge! Untung nenek kamu ini pinter, kalau nggak huh ... malu-maluin aja kamu, Ge!" celetuk sang nenek sambil melangkah ke hadapan Gerald dan menyerahkan sebuah kotak beludru berwarna merah terang. Gerald sampai membelalakkan matanya, ternyata neneknya sudah mempersiapkan segalanya. Gerald sampai berkaca-kaca karena terharu. Ia sangat bersyukur sekali memiliki keluarga yang penuh cinta dan perhatian seperti ini.
"Namanya juga dadakan, nek! Gerald aja awalnya nggak berani muncul lho," ujarnya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.
Semua orang tampak terkekeh tak terkecuali Melodi yang kini menutup mulutnya karena geli melihat tingkah nenek dan cucu itu.
Lalu Gerald kembali memusatkan perhatiannya pada Melodi yang kini kembali terdiam.
Kediaman keluarga Gerald kini tengah riuh dengan
sorak kebahagiaan. Setelah ungkapan hati yang berakhir ajakan nikah dari Gerald, para tamu undangan tak terkecuali keluarga menjadi terkejut juga gembira. Namun kini riuh bahagia itu telah berganti menjadi momen dag dig dug karena Melodi belum juga memberikan jawaban.
Awalnya Melodi bingung harus memberikan jawaban apa terlebih ia belum wisuda. Melodi lantas melirik Azura, memberi kode agar memberikan saran padanya. Azura yang paham lantas mendekati Melodi dan mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Kamu mencintai Gerald?" tanya Azura di depan hadapan semua orang.
Dengan malu-malu dan wajah menunduk, Melodi mengangguk samar namun tetap terlihat jelas di mata semua orang. Gerald pun tersenyum bahagia saat mengetahui fakta kalau Melodi pun mencintainya. Namun, tetap saja Gerald menanti jawaban pasti dengan harap-harap cemas. Ia khawatir, Melodi justru berniat menolak ataupun menunda lamaran tak romantisnya ini.
"Kakak sih terserah sama kamu, Di. Apapun untuk kebahagiaan kamu, kakak akan merestui. Tapi ya, menurut kakak, kamu udah dewasa, Gerald juga, jadi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari, kamu pasti paham kan maksud kakak, maka ... mendingan kamu terima deh. Kakak malah lebih merasa aman dan tenang kalau ada yang menjaga kamu. Gerald juga biarpun seorang mahasiswa, dia udah punya usaha sendiri jadi kakak nggak khawatir kamu bakal merasakan kesulitan keuangan. Kakak ngomong gini bukan karena matre yah, Di, tapi namanya membina rumah tangga itu bukan cuma butuh cinta, tapi makan. Namun bukan berarti kamu harus cari pasangan yang kaya, nggak, yang terpenting dia tulus mencintai kamu dan mau bertanggung jawab atas kamu dan hidupmu. Dan kakak yakin semua itu Gerald mampu melakukannya. Jadi ... bagaimana keputusan kamu?"
Melodi mengangkat wajahnya dan menatap lekat wajah Gerald.
"Kak Gege, apa kak Gege serius mencintai aku?" tanya Melodi ingin meyakinkan dirinya.
Gerald mengangguk pasti, "Aku sangat serius, Di. Aku berjanji, selama nafasku masih berhembus, aku akan berusaha membahagiakan dan menjadikanmu wanita satu-satunya dalam hidup aku," tukas Gerald pasti tanpa ada keraguan sedikitpun.
Dan kini, di sinilah, tepat di hadapan keluarga dan tamu undangan, Gerald berhasil mengucapkan kalimat ijab kabul dengan satu tarikan nafas.
Sah
Sah
__ADS_1
Sah
Seru semua orang yang menyaksikan acara akad nikah dadakan itu. Bahkan mereka pun terpaksa menikah hanya dengan bantuan seorang ustadz karena belum sempat mengurus berkas-berkas pernikahan mereka ke kantor urusan agama.
Akhirnya, acara pertunangan itu kini menjadi acara pernikahan dadakan. Semua keluarga tampak bersuka cita, tak terkecuali pasangan pengantin baru yang awalnya hanya sekedar kekasih bohongan itu. Kini mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri.
"I love you, Di," bisik Gerald mesra di telinga Melodi. Semburat merah muncul di pipi Melodi, membuatnya kian cantik. "Kamu cantik saat tersipu malu seperti ini. Boleh aku menciummu?"
Melodi mendelik tajam saat mendengar pertanyaan itu. Bagaimana kalau ada yang dengar pikirnya. Ia pun segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Gerald yang salah menduga, lantas mengecup bibirnya sekilas membuat Melodi jadi panas dingin dibuatnya.
"Jangan takut, nggak ada yang lihat kok!"
"Kata siapa?" tiba-tiba suara Azura terdengar dari balik badan Gerald membuat pasangan pengantin anyar itu malu bukan kepalang.
"Kak Gege sih, malu kan!" bisik Melodi.
"Malu tapi mau kan!" celetuk nenek Gerald yang entah dari mana datangnya.
__ADS_1
"Ne-nek," cicit keduanya bersamaan dengan wajah merah padam.
Azura dan nenek Gerald tergelak kencang melihat tingkah pengantin anyar itu yang sedang salah tingkah karena tepergok sedang berciuman.