
Arkandra pun bergegas menyusul Azura yang sedang sibuk memuntahkan isi perutnya ke dalam wastafel. Arkandra membantu Azura dengan memijit tengkuknya berharap mualnya sedikit berkurang. Setelah selesai memuntahkan isi perutnya, Arkandra membantu menyeka mulut Azura yang basah dengan handuk kecil yang diambilnya dari dalam lemari kecil di dekat sana.
Diperhatikannya wajah Azura yang menjadi sedikit pucat.
"Tadi udah makan siang kan?" tanya Arkandra tapi Azura justru menggeleng membuat Arkandra mendesah.
"Nggak napsu. Nggak mood. Nggak selera. Malas." Sahut Azura lalu ia merebahkan kepalanya di dada Arkandra dengan tangan yang sudah melingkari pinggang suaminya itu.
"Ada yang pingin kamu makan?" Azura kembali menggeleng.
"Mau peluk gini aja." Ucapnya manja membuat Arkandra gemas sendiri.
Lalu Arkandra pun segera mengangkat tubuh istrinya keluar dari dapur menuju kamar yang paling besar di rumah itu lalu membaringkannya di atas kasur.
Baru saja Arkandra hendak beranjak membuka gorden, Azura sudah lebih dahulu menahan tangan suaminya.
"Mau kemana?" tanyanya sambil merengek.
"Mau buka gorden, sayang."
"Nggak usah, di sini aja. Mau peluk."
Arkandra mengernyitkan dahinya bingung dengan tingkah Azura yang sangat manja hari ini. Setelah mode merajuk dari semalam hingga siang tadi, kini istrinya itu dalam mode super manja.
Tak mau Azura kembali merajuk, lantas Arkandra kembali ke ranjang dan merebahkan diri sambil memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
"Ma Cherie," panggil Arkandra lembut sambil menatap lekat wajah Azura yang sedang terpejam.
"Hmmm ... " gumam Azura.
"Kapan kamu terakhir datang bulan?" tanyanya lembut.
Azura sontak membuka matanya, ditatapnya Arkandra dengan tatapan sengit.
"Kenapa? Aku ada salah bicara?" tanya Arkandra bingung.
"Nggak lihat apa istri lagi nggak enak badan, malah nanyain itu." ketus Azura.
"Emang apa salahnya?" tanya Arkandra makin bingung.
"Ya salah lah, pasti ujung-ujungnya mas mau aserehe kan! Nggak boleh tahu, apalagi ini nih bulan puasa. Kasian para readers lalai baca yang gituan, entar bukannya dapat pahala, malah dosa. Tahu nggak, DOSA." ketus Azura dengan menekan kata dosa membuat suaminya itu tergelak kencang hingga sakit perut.
Lalu Arkandra mempererat pelukannya dan mengatakan sesuatu yang membuat mata Azura membulat sempurna.
"Mas yakin nih, si bar-bar nyebelin berubah jadi super sensi ini pasti karena sesuatu."
Azura mengangkat kepalanya menunggu penjelasan Arkandra.
"Sesuatu? Apa itu?" tanya Azura penasaran.
Arkandra tersenyum lebar lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Azura.
__ADS_1
"Sepertinya kegiatan bercocok tanam kita membuahkan hasil, kamu hamil Ma Cherie."
"Apa? Be-benarkah?"
"Ayo, kita pergi ke rumah sakit untuk membuktikannya!" Ajak Arkandra yang sudah tak sabar lagi melihat keberadaan calon buah hati mereka.
Azura yang awalnya lemas dan tidak bersemangat, berubah menjadi penuh semangat. Walaupun tubuhnya tidak begitu fit, tapi karena ia sudah tak sabar membuktikan perkataan suaminya, ia pun lekas berdiri di sambut genggaman hangat tangan Arkandra.
Setibanya di rumah sakit, Arkandra langsung saja masuk ke salah satu ruangan dokter obgyn sesama rekannya saat masih bekerja di rumah sakit itu. Ia sebenarnya ingin memeriksakan istrinya dengan dokter wanita, tapi sayang, sore itu yang bertugas justru semuanya dokter laki-laki. Akhirnya karena tak ada pilihan lain, ia pun terpaksa memeriksakan Azura dengan dokter laki-laki, yaitu Radika.
"Bagaimana Dik?" tanya Arkandra yang sudah tak sabar lagi. Azura baru saja melakukan tes urine. Setelah terbukti hamil, barulah akan dilanjutkan ke pemeriksaan selanjutnya.
Radika tersenyum sumringah, lantas ia menunjukkan hasil pengujian menggunakan testpack. Arkandra menerima testpack tersebut dengan mata berbinar dan senyum lebar.
"Selamat, kalian akan menjadi calon orang tua," tukas Radika membuat Azura yang mendengarnya tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca.
Ia terharu, akhirnya ia akan segera menjadi seorang ibu. Akhirnya, mereka akan segera menjadi orang tua.
Arkandra lantas menarik lengan Azura agar berdiri dan segera memeluk erat tubuhnya. Dikecupnya seluruh bagian wajah Azura tanpa ada yang terlewatkan satu pun. Mata, hidung, dahi, pipi, semua dikecupnya. Tak peduli pada Radika yang hanya menggeleng-geleng kepala melihat pasangan itu. Ia paham bagaimana bahagianya saat mengetahui orang terkasih tengah mengandung buah hati mereka sebab Radika pun pernah merasakannya.
Ah, melihat pasangan Arkandra dan Azura membuatnya jadi merindukan Rere! Seandainya jam tugasnya telah berakhir, ia pasti akan segera pulang menemui istrinya yang juga sedang hamil besar.
...***...
...Selamat menjalankan ibadah puasa. 🙏🙏🙏...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...