Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 130. HAH!


__ADS_3

Dokter bucin atau bisa juga CEO bucin, itulah gelar yang pantas disematkan pada Arkandra saat ini. Itu karena semenjak ia jatuh cinta pada Azura, sejak itu juga sikapnya berubah 270° walaupun itu hanya di hadapan Azura. Segala keinginan Azura meskipun kadang memusingkan kepala, tetap ia usahakan untuk wujudkan. Sungguh aneh memang, bila dulu Arkandra tak henti-hentinya berusaha membuat Azura jengah dengan sikap ketus dan marah-marahnya, maka kini melihat sang istri merujak saja eh maksud othor merajuk, dia sudah kelimpungan setengah hidup. Seperti tadi, saat Azura tiba-tiba merajuk karena keinginannya membeli sate Padang naik motor sport kesayangannya tidak diindahkan Arkandra, cukup membuat Arkandra kewalahan. Akhirnya, dengan berat hati, Arkandra mewujudkan keinginannya. Tapi untuk berjaga-jaga, ia meminta sopirnya mengawal dari belakang.


Sebelum naik ke motornya, Arkandra terlebih dahulu mengecek kesiapan sang istri mulai dari jaket hingga helm. Karena perutnya yang sudah membuncit, Arkandra pun memakaikan jaket miliknya di tubuh Azura untuk menghalau dinginnya angin malam masuk ke pori-pori sang istri. Tak mungkin Azura memakai jaket miliknya sendiri karena pastinya tidak akan muat dengan perut buncitnya.


Setelah memastikan semuanya aman, dengan senyum lebarnya Azura naik ke atas motor yang tentunya di bagian pengemudi, sedangkan Arkandra duduk di belakang. Arkandra sampai membatin, lain kali ia harus belajar naik motor agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi. 'Masa' laki' dibonceng bumil sih! Yang benar aja. Apa kata dunia?' dengusnya sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang tetap saja bar-bar meskipun sedang hamil besar.


Istri pak dokter emang bikin speechless.


Tak lama kemudian, motor Azura pun membelah pekatnya jalanan malam diikuti sang sopir di belakang.


Bumil yang merepotkan. Untung cinta. Kalau enggak, mungkin udah dilemparkan ke sungai Amazon. 😒


"Ra, pelan-pelan aja!" tukas Arkandra memperingatkan.

__ADS_1


"Tenang aja mamasku sayang, ini masih kecepatan normal kok," bantahnya halus seraya tersenyum manis.


Arkandra hanya bisa meringis sambil memeluk perut buncit sang istri.


'Masih kecepatan normal? 35km/jam. Astaga, istriku, kau memang bar-bar sekali," gumamnya yang pasti tak ia suarakan demi menciptakan kedamaian dunia perumahtanggaan.


Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di kedai sate Padang yang tak jauh dari club malam Miracle, tempat Azura dulu mencari nafkah. Arkandra pun segera memesan sate Padang sesuai keinginan sang istri. Dulu, hampir setiap pulang dari Miracle, Azura sering mampir ke sini. Tentunya ia ditemani sang sohib terbaik, Leon.


Sedangkan dokter Mario, ia tidak diundang karena sedang liburan dengan tunangannya. Ya, sebenarnya dokter Mario tidak benar-benar jatuh hati pada Azura. Ia sekedar suka saja, tapi bukan cinta. Ia tempo hari hanya ingin memanas-manasi Arkandra saja. Semua ia lakukan atas permintaan Kencana. Bahkan dia juga yang sudah mengambil foto Arkandra dan Azura yang tengah berciuman dan menyebarkannya di sosial media hingga viral. Arkandra sampai mengatainya sahabat lucknut, namun tak pelak ia mengucapkan terima kasih sebab berkat kegilaan sahabatnya itu juga ia bisa menikahi Azura dan mengobati traumanya terhadap seorang wanita.


...***...


Selesai makan, Arkandra langsung mengajak sang istri pulang. Hari sudah menunjukkan hampir pukul 3 dini hari. Masih dengan mengendarai motor, Azura menjalankan motor itu namun dengan kecepatan yang lebih rendah dari sebelumnya.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba Azura menepikan motornya ke salah satu sisi jalan tanpa berkata apapun. Arkandra sampai bingung dan hendak bertanya. Seturunnya dari motor, Arkandra hendak bertanya kenapa Azura berhenti tiba-tiba? Apakah ada sesuatu yang ia inginkan lagi?


Tapi pertanyaan itu seketika tertelan bulat-bulat saat melihat wajah pucat sang istri dengan bulir bening yang mengalir deras di dahinya. Tangan Azura terulur memegang perutnya sambil mendesis.


"Ra, kamu nggak papa? Perut kamu kenapa?" tanya Arkandra panik.


Azura menatap Arkandra sambil mengernyit, "Mas, kayaknya aku mau lahiran deh!"


"HAH!" seru Arkandra dengan mata membulat sempurna dan mulut menganga.


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2