Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 112


__ADS_3

"Halo, Ben, ada apa? Kenapa loe hubungi gue? Kan udah gue bilang jangan pernah hubungi gue sebelum gue hubungi loe?" ketus Vinandia sambil bersembunyi di balik dinding walk in closet di kamarnya. Hari ini merupakan hari Minggu, otomatis semua anggota keluarga sedang berkumpul di rumah, termasuk suaminya, Bimantara. Tentu ia khawatir bila hubungan terlarangnya dengan Beni sampai ketahuan.


"Vin, buruan loe bersiap! Gue jemput di rumah loe sekarang juga!" tukasnya dengan nada suara sedikit panik.


"Gila! Jangan macam-macam, Ben! Kalau mereka lihat, apa kata mereka. Gue nggak mau jerih payah gue selama ini berakhir sia-sia. Walaupun bagian anak gue cuma sedikit tapi masih cukup untuk menjamin kehidupannya di masa datang. Apa loe nggak mau anak kita berakhir bahagia dan terjamin kehidupannya di masa yang akan datang?" Vinandia berusaha menahan suaranya agar tidak sampai keluar dan terdengar orang lain. Jadi ia hanya menekan suaranya.


Tentu ia tidak rela usahanya selama ini berakhir sia-sia. Dulu, ia berpacaran dengan Arkandra karena tahu kalau Arkandra merupakan anak orang kaya dan pewaris perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Namun, saat Arkandra menyatakan kalau ia ingin fokus menjadi seorang dokter dan tidak berminat dengan perusahaan yang seharusnya jatuh ke tangannya, Vinandia pun berubah haluan. Ia pikir, dengan mundurnya Arkandra, pasti perusahaan dan semua harta keluarga Satya akan jatuh ke Bimantara sebab hanya dia yang memiliki potensi itu. Bukankah yang namanya warisan bagian paling besar pasti akan jatuh ke tangan laki-laki dan ia yakin tak ada kandidat lain selain Bimantara yang merupakan putra satu-satunya Bachtiar Satya Prawira. Atas dasar pemikiran itu, ia pun berusaha mendekati ayah Arkandra dengan berbagai macam cara. Bak gayung bersambut, setelah melakukan berbagai upaya akhirnya ia berhasil mendapatkan Bimantara dan menjadi istrinya.

__ADS_1


Namun, harapan tak sesuai ekspektasi. Ternyata dalam keluarga Satya memiliki peraturan yang menyatakan kalau pengkhianat tidak akan mendapatkan bagiannya. Alhasil perusahaan jatuh ke tangan Arkandra dan mereka hanya mendapatkan bagian 5% saja. Sungguh sangat keterlaluan, pikirnya. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima. Karena itulah ia berupaya menyingkirkan Azura. Sebab ia yakin kalau sebenarnya Arkandra masih memiliki rasa padanya. Siapa tahu, dengan lenyapnya Azura dari dunia ini ia bisa kembali pada Arkandra. Tentu saja setelah sebelumnya melenyapkan Bimantara terlebih dahulu.


"Gue nggak gila, Vina! Gue serius. Kita udah ketahuan. Temen gue yang ada di kepolisian barusan ngabarin kalau surat penangkapan kita udah keluar. Entah bagaimana caranya, tanpa kita sadari ternyata kita udah diselidiki. Kalau loe masih pingin hidup aman dan nyaman, buruan bersiap. Ambil semua barang berharga loe dan anak kita. Gue tunggu di depan gerbang rumah loe!" pungkas Beni cepat sebelum Vinandia sempat menyanggahnya.


"A-apa? Polisi? Mau nangkap gue?" Vinandia terkekeh sendiri. "Jangan harap! Kurang ajar mereka, jadi mereka diam-diam udah ngelaporin gue. Sialan! Awas ya kalian! Apa ini ulah Arkan? Tetapi kenapa dia bisa tega banget sama gue? Loe bodoh banget sih, Ar, cuma karena gadis kotor itu loe mau jeblosin gue, mantan terindah loe yang kini juga udah jadi ibu tiri loe ke dalam penjara. Jangan harap rencana kalian akan berhasil!" geram Vinandia segera keluar dari dalam walk in closet.


"M-mas Bima, se-jak kapan mas ada di sini?" tanya Vinandia dengan suara mencicit.

__ADS_1


"Kenapa? Siapa yang bicara denganmu di telepon tadi? Kenapa kamu sampai sembunyi-sembunyi kayak gitu? Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan?" cecar Bimantara dengan tatapan penuh curiga.


"Ng-nggak ada yang aku sembunyikan kok, mas. Aku cuma telepon teman, ya teman. Dia pingin ketemuan sama aku sambil ketemuan di cafe nggak jauh dari sini," jawab Vinandia dengan wajah yang sudah memucat. Tentu ia khawatir kalau apa yang ia bicarakan di telepon sampai terdengar oleh suaminya.


"Permisi, mas! Aku mau siapin Baby boy kita dulu." ucapnya berusaha menghindari Bimantara. Bagaimana pun, ia harus pergi secepatnya dari sana sebelum semuanya terungkap. Ia harus menyelamatkan dirinya juga harta bendanya yang telah ia kumpulkan beberapa tahun ini semenjak menikah dengan Bimantara.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2