
"Hei, apa-apaan sih loe! Gue masih mau temenin Azura." tolak Leon yang hendak menghindar dari tangan Arkandra. Namun ternyata, tenaga pak dokter galak itu masih lebih besar dari Leon. Mungkin karena kegemarannya berolahraga dan fitness membuat tubuhnya jauh lebih kuat.
"No, semuanya harus pulang!" tegas Arkandra.
"Loe dan loe juga, Yo, buruan keluar sana. Azura harus banyak istirahat. Gue nggak mau calon pengantin gue mendadak drop saat di pelaminan entar." tukas Arkandra membuat Eza dan Mario melotot.
"Arkan, Azura juga pasien gue jadi gue bebas dong mau kesini kapan aja." tolak Mario yang langsung mengambil tempat duduk di samping Azura lalu ia mengerlingkan sebelah matanya ke arah Azura membuat Azura tersenyum lebar.
"Gue juga nggak mau pergi!" ujar Eza yang diangguki Leon.
"Loe aja yang pulang sana! Biar kami yang jaga Azura." tukas Leon acuh tak acuh.
"Pergi nggak! Atau gue ... " Gertak Arkandra hampir berteriak.
"Astaga ... iya iya tuan pemarah!" potong Mario kesal lantas ia berdiri dan mengajak Leon dan Eza keluar dari ruangan itu. Namun sebelum ia benar-benar keluar, Mario membalik badannya menatap Azura. "Ra, nyambung yang tadi nih, calon suami cadangan kata kamu itu. Emm ... kalau kamu nggak tahan sama si tuan pemarah ini, aku bersedia kok jadi pengantin penggantinya. Dengan senang hati aku bersedia jadi suami kamu" pungkas Mario dengan ekor mata menatap Arkandra yang wajahnya sudah memerah menahan marah.
__ADS_1
"Heh, loe pikir loe aja! Gue juga, Ra. Apa yang gue bilang tempo hari masih berlaku. Jadi jangan ragu hubungin gue. Gue nggak masalah kok jadi calon suami cadangan loe. Syukur-syukur bisa jadi suami loe beneran." tukas Eza dengan memasang senyum terbaiknya. "Bye enengnya aak Eza, sampai jumpa besok." imbuh Eza berpamitan dengan Azura.
"Bye, Ra. Besok gue datang lagi ya! Kalau ada yang kamu butuhkan, telepon aja. Gue siap 24 jam seperti biasa khusus buat loe." tukas Leon sambil melambaikan tangan.
"Sampai jumpa juga. Hati-hati di jalan! Oke." pekik Azura riang.
Brakkk ...
Arkandra membanting pintu hingga tertutup lalu menguncinya saat ketiga orang itu telah menghilang dari pandangannya. Dengan tatapan tajam, Arkandra mendekat ke arah Azura yang sedang bersandar di kepala ranjang. Azura mengerutkan keningnya, bingung melihat aura gelap di wajah dokter galaknya itu.
"Ada apa lagi sih?" ketus Azura dongkol melihat sifat pemarah Arkandra yang tak tahu tempat dan waktu. Sebenarnya jantung Azura rasanya hendak berlompatan sebab jarak wajah Arkandra sangat dekat dengan wajahnya. Deru nafas Arkandra pun sampai terdengar begitu jelas, apalagi aroma nafasnya yang begitu menggoda iman. Azura sampai menelan ludahnya dan memalingkan wajah agar mereka tidak saling bertatapan. Tapi dengan lancangnya, Arkandra menarik dagu Azura hingga mereka dapat saling melihat ke dalam netra masing-masing.
"Kau ... seharusnya kamu sadar siapa kau itu." desis Arkandra membuat alis Azura bertaut mencoba memahami perkataan Arkandra.
"Aku sadar siapa aku. Aku hanyalah gadis biasa yang tiba-tiba saja beruntung bisa jadi calon istri seorang dokter tampan, mapan, dan kaya raya. Tapi entah, sampai berapa lama keberuntungan itu akan berpihak kepadaku." jawab Azura.
__ADS_1
"Kalau kau sadar, seharusnya kau bisa menjaga jarak dengan mereka. Ingat Ra, kau itu calon istriku." tekan Arkandra dengan suara rendah.
"Kenapa? Aku nyaman dengan mereka." sahut Azura acuh tak acuh.
"Kau ... " geram Arkandra. "Kau itu calon istriku." desis Arkandra.
Mendengar kata calon istri Azura lantas tersenyum dengan semanis mungkin.
"Bila aku memang calon istrimu, perlakukan aku sebagaimana mestinya. Bukannya diketusin dan dimarahin mulu." ujar Azura sambil mencebikkan bibirnya.
"Oh ... Jadi kau ingin diperlakukan sebagaimana mestinya." imbuh Arkandra dan Azura mengangguk polos.
Lalu tanpa aba-aba, Arkandra menyapu bibir Azura dengan begitu lembut membuat Azura membelalakkan matanya. Ciuman itu begitu lembut hingga Azura tanpa sadar mengalungkan tangannya di leher Arkandra. Menyadari hal itu, Arkandra pun tersenyum di sela-sela ciumannya.
...***...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...