Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM. 71 Warisan?


__ADS_3

Azura dan Arkandra kini telah tiba di istana milik Bachtiar. Arkandra sengaja memilih datang sedikit terlambat agar segala urusannya di rumah itu segera selesai.


Tampak seluruh keluarga telah berkumpul di rumah besar itu. Sambil duduk di kursi kebesarannya, sedangkan Azura, Arkandra, dan Kencana duduk di sebuah sofa panjang berseberangan dengan Bimantara dan Vinandia. Sepertinya momen ini telah sangat ditunggu pasangan suami istri tersebut. Terlihat jelas dari raut wajah Vinandia yang begitu sumringah saat melihat kedatangan Arkandra ke ruang kerja Bachtiar.


"Karena orang yang kita tunggu sudah datang, mari segera kita mulai pembicaraan ini." ujar Bachtiar didampingi pengacara pribadinya. Semua orang tampak diam, memperhatikan setiap kata yang diucapkan oleh Bachtiar.


"Semuanya, kakek mengumpulkan kalian semua dengan tujuan untuk menjadikan kalian saksi dari pembaruan surat wasiat yang telah kakek buat."


Mendengar kata surat wasiat, Azura membolakan matanya, jadi mereka diundang kemari untuk bagi-bagi warisan rupanya. Ia sungguh tak menduga hal ini sebelumnya. Berbeda dengan Arkandra yang sudah dapat membaca rencana Bachtiar. Sebenarnya Bachtiar telah lama ingin membahas masalah ini tapi karena Arkandra belum juga menikah jadi ia menundanya sebab menurut peraturan di keluarga mereka, hanya pembagian warisan hanya bisa dilakukan bila semua telah menikah. Karena Arkandra, calon pewaris dan penerus perusahaan telah menikah, tentu ini merupakan saat yang tepat untuk membahas masalah warisan.

__ADS_1


Bimantara menatap ayahnya was-was, tentu ia pun berharap masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan warisan dari sang ayah. Walaupun kesempatan untuk menjadi penerus perusahaan telah musnah karena perselingkuhannya, tapi ia tetap berharap ayahnya berbekas kasih memberikan ia bagian apalagi tak lama lagi anaknya dari Vinandia akan segera lahir. Mana mungkin ia tega tidak memberikan apa-apa untuk calon buah hatinya tersebut.


"Sesuai peraturan keluarga besar kita, aset utama keluarga kita, yaitu perusahaan akan diwariskan kepada keturunan laki-laki yang terbukti bersih dari kasus perselingkuhan. Dan dalam hal ini, hanya ada satu kandidat yang memenuhi kualifikasi, yaitu cucuku, Arkandra Satya Nugraha. Kakek telah meminta pengacara kakek untuk memindahkan segala aset kepemilikan perusahaan atas nama kakek ke namamu. Jadi mulai sekarang, kau telah resmi jadi penerus perusahaan kita. Kakak dan ayahmu tidak dapat menggugat hal ini karena keputusan telah final." ucap Bachtiar pada Arkandra yang jelas saja membuat Azura dan Vinandia membelalakkan matanya.


Kencana tersenyum penuh kemenangan. Ia tidak merasa keberatan sama sekali. Justru ia merasa amat sangat lega akhirnya perusahaan jatuh ke tangan yang tepat, yaitu saudara laki-lakinya sendiri. Ia takkan rela bila perusahaan jatuh ke tangan ayahnya yang mana itu justru akan membuat Vinandia merasa menang karena berhasil merebut sesuatu yang bukan haknya setelah menghancurkan kebahagiaan ibunya sehingga jatuh sakit dan meninggal dalam kekecewaan karena suaminya yang berselingkuh dengan kekasih putranya sendiri.


Kencana tersenyum sinis sambil menatap Vinandia yang tampak sedang mengusap perutnya yang membukit. Sedangkan Arkandra hanya membuang wajah membuat Azura bertanya-tanya apakah hubungan Arkandra dan Vinandia hanya sebatas anak dan ibu tiri saja? Tapi sepertinya tidak sebab dari tatapan mata Arkandra, ia dapat melihat luka yang begitu besar juga kekecewaan. Rasa penasaran Azura begitu tinggi tapi mungkinkah ia menanyakannya pada Arkandra? Ah, ia tidak memiliki keberanian sebesar itu! Bisa saja, setelah menanyakan hal itu, tiba-tiba Arkandra menceraikannya karena telah berani-beraninya ikut campur dalam urusan pribadinya.


'Ingat, Ra, loe itu cuma istri di atas kertas. Loe nggak berhak banyak tanya apalagi kepo masalah pribadi dokter galak loe itu.' Azura memperingatkan dirinya sendiri agar tidak melewati batasannya.

__ADS_1


"Terima kasih, pa atas kebijaksanaannya. Aku berjanji, takkan mengecewakan papa lagi." ucap Bimantara dengan penuh kesungguhan yang justru membuat Kencana rasanya ingin sekali mencibir. Tapi demi menghormati sang kakek, Kencana menelan segala sumpah serapah yang ingin sekali ia tumpahkan.


"Berterima kasihlah pada calon bayimu, bila tidak adanya dia, papa rasanya begitu enggan melirikmu apalagi memberikan bagian papa untukmu sebab kau bukan hanya mengecewakan papa tapi menghancurkan kebahagiaan menantu kesayangan papa." tegas Bachtiar membuat kedua suami istri itu tertunduk malu.


Dan satu lagi fakta yang didapat Azura, yaitu ternyata istri muda papanya itu penyebab hancurnya kebahagiaan ibu dari dokter galaknya. Mereka berselingkuh. Azura benar-benar tak menyangka hal ini ada di dalam keluarga suaminya. Ini baru sebagian kecil permasalahan yang ada di dalam keluarga itu. Bagaimana bila ia tau fakta-fakta lainnya? Mungkin Azura akan benar-benar terkejut.


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2