Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM. 60


__ADS_3

"Masya Allah, ternyata suami aku jadi ganteng maksimal kalau pakai kacamata." seru Azura seraya menghempaskan bokongnya di samping Arkandra yang tengah membaca buku jurnalnya. Arkandra melepaskan kacamata dan menatap lekat Azura.


"Benarkah? Kalau tidak pakai kacamata?"


"Tetap ganteng sih, cuma kadar kegantengan pak dokter jadi makin plus-plus, makin imut juga. Ih gemesin deh!" ujar Azura seraya mencubit kedua pipi Arkandra. Arkandra mendengus lalu memakai kembali kacamatanya.


"Pak, ... pak dokter." panggil Azura seraya menarik-narik lengan Arkandra.


"Hmmm ... " sahutnya acuh.


"Ck ... Ia nyebelin deh kalau kulkas 10 pintunya mode on." Rajuk Azura.


"Ada apa Azuraaaa ... "geram Arkandra tapi justru membuat Azura tersenyum lebar.


"Yes, ini akhirnya pak dokter bisa nyebut namaku juga. Kirain selama ini pak dokter nggak tau namaku karena itu nggak pernah sekalipun nyebut namaku." celoteh Azura yang membuat Arkandra menyentil dahinya.


"Kalau aku nggak tau nama kamu, jadi nama siapa yang aku sebut pas ijab kabul, hm? Ada apa? Jangan yang aneh-aneh!" Arkandra memperingatkan terlebih dahulu membuat Azura cengar-cengir.


"Pak, selama kita kenal kan pak dokter nggak pernah tuh ajakin aku makan di luar. Makan yuk! Udah mau masuk jam makan malam nih!" ujar Azura seraya memeluk lengan Arkandra.


"Nggak pernah? Kamu lupa pas kita makan setelah kejadian di jembatan itu?"


"Itu kan beda pak dokter, makan malam yang romantis dikit keg, kayak candle light dinner gitu." Arkandra terkekeh.


"Memangnya kamu siapa mau candle light dinner sama aku?"


"Ish, pak dokter, sama istri sendiri kok gitu sih!" Rajuk Azura. "Ya udah, kalau gitu aku mau terima ajakan dokter Mario aja. Nih, liat dia tadi ajakin aku makan malam di luar. Belum aku balas sih. Pinginnya sama suami sendiri tapi suaminya malah model kayak gini, ya udah, sama pak dokter Mario aja deh." kesal Azura sambil mengetik kalimat balasan. Belum sempat pesan balasan itu dikirim, Arkandra telah merebut ponsel Azura dan memasukkannya ke dalam saku celananya.


"Pak dokter, balikin ih ponsel aku. Aku mau balas pesan pak dokter Mario dulu sebelum ajakannya kadaluarsa." Azura berusaha mengambil ponsel dari saku celana Arkandra, tapi Arkandra selalu bisa memutar tubuhnya sehingga Azura tak bisa mengambil ponsel itu. Tak kekurangan akal, Azura naik ke punggung Arkandra dengan tangan berusaha merogoh saku celana Arkandra. Namun tiba-tiba, kaki Arkandra terantuk kaki sofa membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh di atas sofa menimpa Azura.


"Aduh ... "


Arkandra pun segera membalikkan badannya sehingga posisinya seperti sedang mengungkung Azura.

__ADS_1


Melihat Azura yang berada di bawahnya, sontak membuat jantung Arkandra berdebar lalu dengan segera ia merubah ekspresinya menjadi datar seperti biasanya.


"Pak dokter, balikin ponsel aku!"


"Kau mau makan malam kan, segeralah bersiap! Aku tunggu dalam 15 menit." ujarnya seraya bangkit dari atas tubuh Azura. Tapi belum sempat Arkandra benar-benar bangkit, Azura telah lebih dahulu menarik tengkuk Arkandra dan memberikan kecupan sekilas.


"Terima kasih mas Dokterku." ujar Azura seraya mengerlingkan sebelah matanya. Lalu ia pun segera melompat menjauhi macan yang kapan saja siap mengaum.


...***...


"Mas dokter, kenapa sih lirik-lirik melulu?" cetus Azura saat ia merasakan selalu dilirik oleh Arkandra.


"Ckk ... GR, siapa juga lirikin kamu." kilah Arkandra yang kini memfokuskan matanya ke depan.


"Mas dokter, kita mau makan dimana sih? Restoran yang romantis ya?" tanya Azura seraya mencolek pipi Arkandra tapi Arkandra hanya diam membisu. Tapi wajah cerah itu seketika berubah jadi masam saat mobil Arkandra justru diparkir di tempat yang padat pedagang makanan kaki lima. Lebih tepatnya Arkandra mengajaknya ke penjual nasi goreng yang ada di sana membuat Azura mendelik tajam. Hilang sudah angan-angan makan romantis berdua, pikirnya.


"Dasar pak dokter pelit, nggak ada romantis-romantisnya sama istri. Tau gitu mending nerima ajakan dokter Mario." omel Azura seraya menyodokkan nasi goreng ke dalam mulutnya. Bagaimana respon yang diomelin? Hanya pura-pura tak dengar, tapi dalam hati dia senyum-senyum sendiri karena berhasil mengerjai istri cerewet plus nyebelinnya.


Sepanjang perjalanan kembali ke apartemen, Azura tak henti-hentinya mengomel. Azura makin marah saat tiba-tiba Arkandra mendapatkan telepon entah dari siapa lalu dengan santainya ia meninggalkan Azura di basemen tanpa mengatakan satu patah kata pun.


Setibanya di kamarnya, Azura pun bergegas melaksanakan rencananya. Ia mulai memberondong Steven dengan spam chat. Azura juga mencari akun sosial media Steven melalui akun sosmed Arkandra dan mengiriminya pesan serupa.


"Beruntung aku sempat dapetin tuh nomor si pelakor dari ponsel mas dokter galak. Hahaha .... Rasain tuh! Makanya jangan jadi pelakor kalau nggak mau dihujat!" ujar Azura seraya terkekeh.


Sementara di tempat lain,


tring ... tring ... tring ...


"Siapa sih kirim pesan banyak banget? Kayaknya kangen banget sama gue yang ganteng ini." ujar Steven seraya terkekeh sendiri. Lalu ia pun membuka ponselnya dan membaca semua pesan masuk itu. Seketika matanya membulat sempurna saat membaca isi dari pesan-pesan tersebut.


"Woy pelakor nggak tau malu!"


"Jeruk kok makan jeruk sih!"

__ADS_1


"Apa sih enaknya main pedang-pedangan?"


"Oh, kayaknya perlu dibikin bonyok dulu tuh pisang baru loe mau tobat jadi pelakor ya!"


"Jadi orang kok nggak tau malu banget sih, balikin suami gue!"


"Woy, di dunia ini cewek banyak, kenapa harus sama laki gue sih!"


"Pelakor nggak tau malu."


"Ish, cakep-cakep tapi hombreng!"


"Cakep-cakep kok belok sih? Nggak malu tuh sama pedang ?"


"Tobat woy tobat! Ingat dosa!"


"Tobat wooooy, entar dilaknat Allah baru tau rasa loe!"


"Woy, balikin laki gue woy!"


"Aaaargh ... sialan banget nih cewek! Ini semua gara-gara Arkan! Ngapain juga dia kasi nomor telepon gue sama bininya yang nyebelin itu!"


Lalu Steven pun membuka sosial medianya dan di sana pun ia menemukan pesan dan spam dari Azura membuatnya kesal setengah hidup.


"Dasar cewek labil! Arkan nemu bini dimana sih? Jadi orang kok bener-bener nyebelin!" geramnya lalu Steven mengambil ponselnya mencoba menghubungi Arkandra. Tapi hingga panggilan ketiga, panggilan itu tak kunjung diangkat membuat Steven kesal bukan kepalang.


"Awas loe ya, tunggu pembalasan gue!" geram Steven sambil menyeringai. Ia tengah berpikir untuk membalas perbuatan Azura.


...***...


Maaf ya kakak2, othor blm bisa update rutin kayak biasa, belum benar-benar pulih soalnya. Eh, sekarang anak-anak othor juga sakit. 🥺


Dari yg kecil sampai yang gede, pada sakit semua.

__ADS_1


Mohon doanya ya kakak2 semua. 🙏🙏🙏


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2