
Melodi kini telah berada di kediaman Gerald. Sejujurnya Melodi sangat senang berada di tengah-tengah keluarga Gerald sebab mereka memperlakukannya dengan sangat baik. Melodi tanpa sungkan membantu mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Gerald dan neneknya. Hal tersebut membuat nenek Gerald makin menyukai sifat Melodi yang baik, ramah, lembut, dan penuh perhatian.
"Ge, sini duduk di samping nenek." panggil Nenek Gerald. Gerald pun segera pindah duduk di sisi kanan neneknya. Sedangkan di sisi kiri, ada Melodi yang memang sejak tadi duduk di sana atas permintaan nenek Gerald.
Lalu nenek Gerald meraih tangan kanan Gerald dan Melodi kemudian menyatukannya.
"Ge, nenek harap kamu jangan pernah menyakiti Melodi. Nenek sudah terlanjur sangat menyukainya. Nenek tak mau menerima gadis lain sebagai pasanganmu selain Melodi. Jadi awas kalau kamu menyakitinya, nenek akan buat pelajaran sama kamu kalau perlu nenek akan jodohkan Melodi sama sepupu kamu biar dia tetap jadi cucu menantu nenek." ucap nenek penuh penekanan.
"Lah, nggak bisa begitu dong nek kan Melodi pacar Gege masa' mau dijodohin sama sepupu Gege sih!" tolak Gerald tak setuju dengan perkataan neneknya.
"Kan itu kalau kamu nyakitin Melodi, kalau nggak ya kamu aman." tukas nenek. "Melodi, kalau sampai Gege nyakitin kamu, laporin aja sama nenek, oke! Nggak perlu takut. Nenek punya banyak cucu jadi kalau dia nyakitin kamu, nanti nenek jodohkan kamu sama cucu nenek yang lain. Mereka nggak kalah ganteng kok."
"Bener banget, nek. Termasuk aku kan! Aku juga bersedia kok dijodohin sama Odi." tiba-tiba saja Vero menimpali membuat Gerald mendengus kasar.
__ADS_1
"Nah, Vero sudah pasang badan tuh. Hanya lelaki bodoh yang mau melepaskan gadis secantik dan sebaik kamu."
"Udah nek, jangan terlalu memuji entar Melodi terbang nggak bisa turun-turun gimana!" seloroh Melodi yang malu sendiri dipuji-puji seperti itu. Bagaimana bila mereka tau kalau ia telah menipu mereka, apakah mungkin nenek Gerald masih menyukainya.
"Dan aku takkan pernah melepaskan Melodi untuk cecunguk satu itu. Kalau mau cari pacar, cari aja sendiri, jangan nungguin jodoh orang." ketus Gerald.
"Emang sudah pasti Melodi bakal jadi jodoh loe!" balas Vero santai. "Jangan-jangan loe cuma sekedar jagain jodoh orang!" imbuhnya lagi.
"Kau ... "
"Di, aku serius lho kalau dia sampai nyakitin kamu, tangan ku akan selalu terbuka menerima kamu apa adanya. Kamu tau kan, sejak SMA aku udah suka sama kamu." tukas Vero sambil menatap lekat wajah Melodi membuat Melodi mengerjapkan matanya berkali-kali.
"Di, yuk ikut aku!" ajak Gerald sambil menarik tangannya.
__ADS_1
"Kemana?" tanya Melodi membuat Vero geram karena merasa terabaikan akibat ulah Gerald.
"Kemana aja yang penting nggak ada pengganggu kayak dia." ucap Gerald seraya menunjuk Vero dengan dagunya.
"Di, gue ikut ya!"
"Nggak usah kecuali loe mau jadi obat nyamuk liatin kami pacaran, ya nggak sayang. Cup ... " Gerald tiba-tiba mencium pipi Melodi di hadapan Vero dan nenek membuat neneknya terkekeh geli. Berbeda dengan nenek, Melodi justru jadi salah tingkah karena Gerald yang tiba-tiba saja menciumnya di hadapan orang lain.
"Kak Gege ih, malu." cicit Melodi dengan wajah memerah.
"Kenapa malu? Oh karena ada nenek, jadi kalau nggak ada nenek boleh kan!" goda Gerald.
"Ckkk ... nggak tau malu banget sih!" Melodi pun mencubit lengan Gerald untuk menutupi rasa malunya.
__ADS_1
"Awww ... Nggak sakit." ejek Gerald membuat Melodi mengerucutkan bibirnya yang justru membuat Gerald makin merasa gemas.
"Iya, Vero kamu nggak usah ikutan. Entar kamu gerah sendiri, kasian kamu yang jomblo nggak ada lawan main." ucap nenek seraya terkekeh geli membuat Vero menekuk wajahnya masam.