Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan

Dokter Galak Dan Gadis Menyebalkan
DGGM 123. Ra, kamu kenapa?


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah sakit, Arkandra mengajak Azura ke suatu tempat. Entah, Azura merasa tidak bersemangat seperti biasanya. Ia seharian ini saja hanya uring-uringan. Ingin mengerjakan pekerjaan rumah juga tidak bisa lagi sebab Arkandra telah menggunakan jasa art baik untuk masak, mencuci, maupun bersih-bersih jadi ia nyaris tidak memiliki pekerjaan sama sekali.


Sepanjang perjalanan, keduanya hanya saling terdiam. Hanya Arkandra saja yang sesekali menarik telapak tangan Azura lalu mengecup punggung tangannya seraya tersenyum manis. Namun, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia tidak berniat memberitahukan kemana ia hendak mengajak Azura sore ini.


Namun, sepanjang perjalanan, Azura menyadari satu hal. Ia sangat mengenali jalan yang sedang mereka lewati ini. Azura sampai menegakkan punggungnya untuk melihat jalanan yang sedang mereka lewati.


Azura membelalakkan matanya saat sebuah gerbang terbuka lebar kemudian Arkandra segera memasukkan mobil mereka ke sebuah pekarangan rumah yang cukup besar itu. Walaupun rumah itu tidak sebesar rumah utama keluarga Satya, tapi rumah itu merupakan rumah ternyaman yang pernah Azura tempati. Rumah dengan berjuta kenangan, baik susah, senang, sakit, ia lalui di sana bersama dengan keluarganya.


Ya, rumah itu merupakan rumah keluarganya dahulu. Karena hutang yang membengkak, ayah mereka terpaksa melepaskan rumah itu sebelum meninggal.


Lalu kini, mengapa tiba-tiba Arkandra mengajaknya kemari?


"Mas ini ... " Nafas Azura tercekat. Ia tak berani menduga-duga mengapa suaminya itu mengajaknya kemari. Bisa saja rumah ini telah menjadi milik salah satu teman ataupun rekan kerja Arkandra dan Arkandra mengajaknya kemari karena untuk menemui seseorang.


Arkandra tersenyum lebar lalu menyerahkan sebuah kunci ke tangan Azura membuat istrinya itu berkaca-kaca.


"I-ini maksudnya apa mas?"

__ADS_1


"Ini hadiah untukmu. Hadiah pernikahan kita." ujar Arkandra santai membuat Azura membulatkan matanya.


"Mas, tapi ini ... terlalu mahal. Mas Arkan udah banyak banget ngelakuin sesuatu untuk aku. Mas udah kasi aku uang, apartemen, motor, lunasin hutang, lalu rumah ini .... mas nggak perlu gini. Aku memang merindukan rumah ini, tapi mas nggak perlu kasi aku hadiah segininya buat aku."


Lalu Arkandra memeluk tubuh Azura dari belakang sekaligus melabuhkan bibirnya di ceruk leher Azura membuat darah Azura berdesir.


"Jangan terlalu dipikirkan, apapun asal itu bisa membuatmu bahagia, pasti akan aku lakukan!" tukas Arkandra lembut.


"Tapi entar duit mas Arkan habis. Entar aku nggak bisa shopping lagi dong!" seloroh Azura membuat Arkandra tergelak.


"Kalau begitu aku akan bekerja lebih keras supaya uangku nggak pernah bisa habis jadi istriku ini bisa tetap shopping." balas Arkandra membuat Azura mengecup pipinya gemas.


"Tapi istri aku inilah yang membuat hidupku jadi sempurna. Ayo masuk, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu!"


Mata Azura kian berbinar saat Arkandra mengajaknya masuk ke dalam rumah penuh kenangannya.


Matanya kian berbinar saat melihat ruang tamu rumah itu telah didekorasi sedemikian rupa sehingga terlihat seperti sedang menyambut kepulangannya setelah sekian lama tidak menginjakkan kakinya di sana.

__ADS_1


"Welcome home, Ma Cherie. Maaf karena aku tak pernah melamarmu secara romantis tapi aku ingin kau selalu di sisiku sepanjang usiaku seperti aku pun yang akan selalu menemanimu hingga di ujung usiamu. Hanya kamu satu, tuk selamanya." Ucap Arkandra sungguh-sungguh membuat Azura tersenyum manis mendengarnya.


"Duh, suami aku puitis bener! Belajar sama siapa sih?" seloroh Azura membuat Arkandra menghela nafas panjang. Susah payah dia merangkai kata-kata puitis malah di balas dengan candaan oleh istrinya itu. Yah, dipikir-pikir lagi memang istrinya itu sangat menyebalkan. Tapi karena sifatnya itulah yang membuatnya selalu merasa senang dan bahagia.


"Cck, dikasih hadiah kek. Malah dibercandain. Orang serius juga." Kesal Arkandra.


Azura terkekeh lalu bergelayut manja di lengan Arkandra.


"Emang mas mau hadiah apa?"


"Emmm ... mau apa ya?"


"Ya udah, kalau belum kepikiran, aku kasih DP nya dulu," ucap Azura seraya mendekatkan wajahnya hendak mencium suaminya. Arkandra tersenyum lalu ikut mendekatkan wajahnya. Tapi belum sempat bibir itu saling berlabuh, tiba-tiba Azura berlari seraya menutup mulutnya. Arkandra yang bingung lantas ikut berlari mengejar istrinya yang ternyata menuju wastafel di dekat dapur.


"Ra, kamu kenapa?"


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2