
"Mom, kita pergi sekolah naik motor lagi ya!" bujuk Ariq sambil bergelayut manja di lengan Azura.
"Ibu, Ariq, ibu, bukan mommy. Kamu kesambit setan bule dimana sih? Kok tiba-tiba panggilan ayah sama ibu diganti Daddy dan mommy semua. Kita nggak ada darah bule, kita ini Indonesia tulen, do you understand!" ujar Azura geram dengan anak sulungnya yang sejak beberapa hari yang lalu selalu memanggil mereka mommy dan Daddy.
"I know, mom. But i want to call you mommy and Daddy, what's wrong?" sahut Athariq sambil melipat tangannya di depan dada.
Azura memijit pelipisnya yang mendadak pening dengan tingkah sang putra yang entah meniru siapa. Ah, bila dipikir-pikir, putranya itu merupakan produk kombinasi antara dirinya dan Arkandra yang ... you know lah. Azura terkekeh sendiri lalu merangkul pundak sang putra.
"Jadi ... mau pergi sekolah dengan motor lagi? Kalau ayah marah gimana?"
"Daddy pasti izinin kok. Ariq yakin, apapun perkataan mommy pasti Daddy turutin kan Daddy bucinnya mommy," ujar Athariq membuat Azura menganga tak percaya dengan kata-kata anak laki-laki berusia 5 tahun ini.
"Hei, boy, kamu tahu dari mana istilah bucin itu, hm?" tanya Azura penasaran.
"Dari aunty Kencana. Kata aunty, Daddy itu bucinnya mommy jadi apapun yang mommy katakan pasti Daddy akan nurut. Ayo, mom, buruan, nanti Ariq telat sekolahnya!" ujar Athariq sambil menarik-narik lengan Azura.
Azura pun menghela nafas panjang lalu mengangguk.
Lalu Azura segera meminta Athariq memakai jaketnya, sedangkan dirinya segera masuk ke dalam kamar untuk mengenakan jaket dan mengambil tas berisi dompet serta kunci motornya.
"Are you ready, boy?" seru Azura saat ia telah berada di motor dengan Athariq duduk di depan. Tak lupa sebuah selendang melingkari tubuh mereka untuk mempertahankan posisi agar putranya itu tetap aman saat motornya melaju dengan kencang.
"I'm ready, mom," seru Athariq penuh semangat.
"Let's go!" seru mereka berdua bersamaan.
Azura pun melajukan motornya dengan kecepatan normal. Tentu ia tak mau mengambil risiko mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi karena ada sang putra yang ikut dengannya saat ini.
...***...
"Tuan, nyonya dan putra Anda baru saja pergi ke sekolah menaiki motornya," lapor asisten pribadi Arkandra di perusahaan.
Arkandra memijit pelipisnya yang mendadak pening. Istri bar-barnya itu memang selalu membuat tensi darahnya menanjak. Lalu kini ditambah anak lelakinya yang ikutan bar-bar. Hobinya motoran. Terkadang mereka berdua memaksa Arkandra membonceng mereka untuk jalan-jalan.
Belum lagi entah kesambet jin bule dari mana, putranya itu tak mau lagi memanggil mereka ayah dan ibu. Athariq justru memanggil mereka mommy dan Daddy membuat mereka seperti pasangan bule. Bule nyasar kali ah.
"Lalu ... " ucapan asisten pribadi Arkandra terjeda sesaat membuat Arkandra memicingkan matanya menunggu penjelasan selanjutnya.
"Lalu apa!" tanya Arkandra dengan wajah datarnya seperti biasa.
__ADS_1
"Lalu tadi nyonya ditilang polisi di pertigaan jalan."
"Apa?" serunya dengan suara meninggi. Arkandra bahkan sampai terlonjak dari tempat duduknya sakin terkejutnya.
"Saya juga bingung, tuan soalnya polisi yang menghentikan motor nyonya tidak jadi menilang nyonya. Justru sebaliknya mereka saling bersalaman lalu bertukar nomor telepon," ucap Aidan gugup. Lantas ia segera membuka ponselnya dan menunjukkan foto-foto Azura dan polisi lalu lintas yang menilangnya.
Melihat foto-foto tersebut, rahang Arkandra mengeras dengan wajah merah padam. Bagaimana tidak, di foto tersebut Azura tampak tersenyum dengan lebar. Begitu pula sang polisi itu. Yang membuatnya makin panas, polisi itu terlihat tampan.
"Sial!"
Brakkk ...
Aidan mendadak pias lalu dengan tatapan nanar ia mengumpulkan puing-puing ponselnya yang hancur karena hantaman dinding.
'Marah ya marah aja nggak usah pake lempar hp gue kenapa sih! Dasar si bos galak. Duh, hp gue! hiks hiks hiks ... ' omel Aidan dalam hati.
"Aidan, nggak usah ngoceh dalam hati! Tinggal beli lagi aja apa susahnya sih?" tukas Arkandra dengan sorot mata tajam.
'Kok si bos tau ya kalau gue ngoceh dalam hati?'
"Masih ngomel?"
"Ah, bagus juga ponsel gue dihancurin jadi bisa ganti baru, ye kan! Yes, hp baru!" seru Aidan dengan mata berbinar sembari membuka aplikasi jual beli online dan memilih ponsel yang harganya cukup mahal. Untuk masalah pembayaran? Tenang aja, si galak itu sebenarnya baik banget lho! Tinggal klik beli aja, masalah bayar tinggal masukkin ke tagihan si bos galak aja. Salah sendiri pake hancurkan hp orang
...***...
"Mas Arkan ada?" tanya Azura pada sekretaris Arkandra yang berada di meja kerjanya.
"Ada, Bu. Mari saya antar!" ujar sekretaris Arkandra itu.
"Nggak usah, makasih. Biar saya masuk sendiri. Mas Arkan sendirian kan?"
"Iya Bu, pak Arkan sendirian di dalam."
"Makasih ya!"
"Sama-sama, Bu." Sahut sekretaris Arkandra seraya tersenyum. Ia sungguh menyukai istri atasannya itu yang selain cantik juga terkenal baik dan ramah.
Ceklek ...
__ADS_1
"Mas Arkaaaan," seru Azura seraya berjalan dengan cepat lalu mendudukkan dirinya di pangkuan Arkandra. Lalu Azura merebahkan kepalanya di dada Arkandra dengan kedua tangannya melingkari pundak.
"Dari mana aja tadi?" tanya Arkandra datar membuat Azura mengerutkan keningnya karena mendapatkan pertanyaan dengan nada data.
"Mas Arkan sakit?";
"Nggak. Mas tanya, tadi kemana aja?"
"Tadi anterin Athariq sekolah. Terus ke rumah Melodi bentar. Terus ke sini deh, emang kenapa mas?"
"Dalam perjalanan tadi ketemu siapa aja?"
Azura makin bingung diberikan pertanyaan seperti itu.
"Mas udah kayak William yang lagi interogasi tersangka aja deh! Mas kenapa sih?"
"Jawab aja pertanyaanku, Ma Cherie!" ucap Arkandra sedikit menekan.
Azura mendongakkan kepalanya ke atas. Lalu beralih menatap sang suami.
"Tadi ... tadi aku ketemu temen SMP aku mas. Kami dulu pernah terlibat cinta monyet," ujarnya seraya terkekeh. "Dulu dia nggak seganteng itu lho mas, tapi sekarang kok ... "
Hmpppp ...
Tiba-tiba Arkandra membungkam bibir Azura membuatnya tidak bisa melanjutkan ceritanya.
"Mas apa-apaan sih! Tadi nanyain giliran aku cerita malah dicium," omel Azura seraya mengerucutkan bibirnya.
"Jangan memuji laki-laki lain! Jangan terlalu dekat dengan lelaki lain apalagi sampai bertukar nomor ponsel dengan laki-laki lain! Ingat itu!" tegas Arkandra.
"Hah! Kok tahu?"
"Tentu saja tahu sebab mas takkan pernah membiarkan peluang sekecil apapun untukmu meninggalkan mas. Because you're mine, just mine," ucap Arkandra kemudian ia kembali menyapukan bibirnya di atas bibir sang istri yang disambut dengan senang hati oleh sang istri.
klik ...
Arkandra lantas mengunci pintu dari dalam secara otomatis sebab ia ingin beribadah dengan sang istri di ruangan khusus miliknya.
...💃💃💃...
__ADS_1
...Happy reading genks 🥰🥰🥰...