Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 99 Kisah masa lalu


__ADS_3

Ketika Shofi akan bersua. Mata birunya terpaku menatap seseorang yang berdiri di samping Farhan. Membuat Aurora yang ingin menyuapi Shofi langsung tergantung karena Shofi malah diam.


Begitupun orang tersebut, terdiam melihat keberadaan Shofi ada di sini.


"Grandma!"


Panggil Shofi membuat semua orang terkejut melihat reaksi Shofi melihat Oma Adelia.


Shofi perlahan mendekat tanpa peduli dengan keterkejutan orang-orang di sekitarnya.


"Philo!"


"Grandma, benarkah ini Grandma ...,"


Pekik Shofi berkaca-kaca melihat wanita paru baya yang selalu Shofi temani di rumah sakit. Shofi masih ingat, wajah ini. Wajah yang selalu Shofi ajak bicara ketika Oma Adelia sendiri an.


Walaupun Shofi sempat hilang ingatan namun Shofi bisa mengingat jelas siapa yang ada di hadapannya ini.


Shofi memegang tangan Oma Adelia yang sangat dingin dengan air mata yang mulai menetes.


"Grandma ..,"


Lilir Shofi memeluk Oma Adelia yang hanya diam dengan kepala yang terasa berat.


"Apa grandma sudah sembuh, apa gak sakit lagi. Apa hidung grandma sudah tak berdarah lagi!"


Deg ....


Semua orang tercengang mendengar penuturan Shofi. Bahkan Farhan dan Queen langsung melihat sang mama yang nampak diam dengan penglihatan yang mulai kabur.


"Grandma kok diam, tangan grandma juga dingin. Grandma baik-baik saja kan, grandma jangan sedih Philo di sini. Philo akan menemani Gran --"


Bruk ...


"Oma!"


"Mama"


Pekik semua orang terkejut melihat Oma Adelia pingsan dengan hidung yang mengeluarkan darah.


"Grandma hiks ... maafkan Philo grandma bangun ..,"


Farhan langsung menggendong sang mama dengan jantung berdebar.


"Fatih cepat siapkan mobil!"


Bentak Farhan membuat Fatih langsung berlari.


Suasana bahagia nampak riuh dengan perasaan terkejut, cemas, sedih dan panik.


Shofi berlari mengejar langkah Farhan, begitupun Queen, dan Aurora.


Melihat kejadian yang begitu cepat tanpa di prediksi membuat acara jadi berantakan. Daniel dengan sigap menenangkan suasana kacau ini. Dan menyuruh para undangan langsung pulang dengan kata maaf.


Sesudah para tamu pulang kini mereka semua menyusul Farhan.


"Mah, bangun mah. Apa yang sebenarnya terjadi ..,"


Ucap Farhan memeluk Oma Adelia dengan erat. Bahkan darah di hidung Oma Adelia mengotori kemeja Farhan. Fatih berusaha konsentrasi mengemudi karena tak mau sesuatu terjadi.


Sedang Shofi mengejar dari belakang dengan Queen dan Aurora duduk di belakang. Queen memeluk putrinya yang menangis sedang mata Queen terus menatap Shofi yang terlihat cemas dan panik.


Banyak yang ingin Queen tanyakan, kenapa Shofi bisa mengenal mertuanya. Dan kenapa Shofi bicara seolah-olah tahu mertuanya sudah sakit sangat lama.

__ADS_1


Namun, pertanyaan itu hanya mampu Queen tahan. Tidak mungkin Queen bertanya dalam keadaan Shofi seperti itu. Queen yakin, Shofi tahu sesuatu.


Mobil Angga, Daniel, Jek dan Alam mengikuti jauh dari belakang.


Hingga mobil yang Fatih kendarai sudah sampai di rumah sakit Bunda Husna. Rumah sakit teman rekan bisnis Farhan.


Farhan berteriak memanggil-manggil dokter dan suster untuk segera menolong sang mama.


Kebetulan dokter Bara lewat hingga membuat Farhan lega ketika Dokter Bara langsung menyuruh Farhan membawanya ke ruang UGD.


Farhan menatap nanar pintu UGD tertutup, Farhan terdiam dengan perasaan bercampur aduk. Antara marah, cemas dan sedih bercampur jadi satu.


Farhan langsung menelepon orang-orang suruhannya di Jerman yang Farhan perintahkan menjaga sang mama.


"Nak, bagaimana keadaan Oma?"


Tanya Queen sudah datang membuat Fatih beranjak.


"Oma masih di dalam Bunda,"


"Papa mama?"


"Papa barusan ke sana, sepertinya sedang menelepon!"


Queen menghembuskan nafas kasar, Queen tahu pasti suaminya sedang memarahi anak buahnya.


Queen melirik Shofi yang masih menangis membuat Queen terus di buat berkecamuk. Queen hanya melirik putranya saja untuk menenangkan Shofi.


Harusnya di sini Fatih yang butuh Shofi tapi sepertinya terbalik. Entah ada hubungan apa di antara Shofi dan Oma Adelia kenapa Shofi terlihat terpukul.


"Fatih, Grandma akan baik-baik saja kan!"


Lilir Shofi seolah dia cucu nya Oma Adelia. Membuat Queen benar-benar penasaran apa yang sebenarnya terjadi kepada mertuanya kenapa Shofi bisa se panik itu.


Tak lama Farhan kembali, tatapan Farhan langsung tertuju pada Shofi yang sedang berada dalam pelukan putranya. Sedangkan Queen sedang menenangkan Aurora sejak tadi.


Ucap Farhan pada Shofi, membuat Shofi dengan ragu mengambil air mineral yang Farhan berikan. Entah ada apa dengan Farhan, kenapa dia hanya memberi Shofi minum bukan istri dan anaknya.


"Terimakasih Om,"


Ucap Shofi pelan mulai bisa mengendalikan emosinya. Shofi sadar harusnya dia yang menenangkan Fatih bukan Fatih yang menenangkannya.


Karena tentu keluarga Al-biru jauh merasa terpukul dari pada dirinya.


"Ma-maafkan saya om!"


"Katakan, apa kamu tahu sesuatu?"


Shofi mengangguk lemah, sepertinya mereka pasti butuh penjelasan kenapa Shofi bisa mengenal Oma Adelia.


"Kami berteman sejak Shofi masih kecil, pertama kali kenal grandma ketika Shofi ikut mommy ke rumah sakit menjenguk Daddy. Shofi melihat grandma selalu seorang diri duduk di kursi roda sambil menatap taman. Tak ada orang yang menemaninya sama sekali hingga Shofi memberanikan diri menyapanya!"


Shofi menarik nafas sambil memejamkan kedua matanya mengingat waktu masa kecil dia dulu bagaimana dia bisa mengenal Oma Adelia.


Flashback ...


Delapan tahun lalu ...


Taman Rumah Sakit ...


Seorang anak kecil berceloteh ria mengajak bicara sang Daddy yang sedang duduk di kursi roda. Di temani sang mommy yang sedang mengupas buah jeruk.


Namun, mata biru bening gadis itu melihat seorang nenek sedang duduk sendirian. Tak ada yang menemani membuat gadis kecil itu kasihan.

__ADS_1


"Mom dad, lihatlah grandma itu dari kemaren Philo perhatikan hanya duduk sendiri. Kasihan ya,"


Celetuk Shofi kecil pada kedua orang tuanya.


"Boleh Philo ke sana, Philo ingin menemani grandma itu!"


"Boleh sayang, tapi jangan buat grandma sedih!"


Shofi kecil kegirangan, lalu berlari sambil mencomot buah jeruk yang sudah sang mommy kupas.


Hera hanya tersenyum saja melihat putrinya kegirangan.


"Hallo grandma!"


Sama Shofi kecil sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih rapi.


Namun, senyuman itu lenyap seketika tetkala orang yang di ajak Shofi kecil malah diam saja.


"Grandma gak suka ya sama Philo, maaf kalau Philo mengganggu. Ini buat grandma, semoga grandma cepat sembuh seperti Daddy,"


Ucap Shofi kecil sendu, sambil memberikan jeruk yang tadi sudah di kupas Hera.


Shofi kecil berlari kearah ke dua orang tuanya dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang kenapa, kok malah nangis?"


Hera menarik putri kecilnya ke dalam pelukan hangatnya.


"Mom hiks .. grandma itu tak suka Philo, apa Philo gadis nakal!"


"Sutt, tidak sayang. Mungkin grandma nya belum kenal sama Philo. Nanti coba lagi sapa, pasti grandma mau berteman dengan Philo!"


"Benarkah itu mom,"


Shofi kecil cepat sekali berubah menjadi ceria kembali. Hingga saat itu, Shofi kecil selalu merengek meminta kedua orang tuanya untuk mengantarkan dia ke rumah sakit demi menemani Oma Adelia.


Hingga seiring berjalannya waktu Oma Adelia mulai menerima kehadiran Shofi. Karena Shofi mengingatkan ia kepada cucu-cucu nya yang ada di Indonesia.


"Hallo grandma, hari ini Philo bawakan buah kesukaan grandma, Semoga suka ya!"


"Terimakasih sayang, kamu gadis baik!"


"Sini Philo suapin,"


Shofi kecil dengan telaten menyuapi Oma Adelia dengan hati-hati. Gadis itu begitu semangat sambil bercerita tentang sekolahnya.


"Grandma, kok hidungnya berdarah!"


Oma Adelia langsung mengusap hidungnya, dan benar saja, hidungnya mengeluarkan darah.


"Grandma, baik-baik saja kan, grandma ...,"


Shofi kecil terkejut ketika Oma Adelia pingsan tersungkur dari kursi roda. Hingga membuat para bodyguard yang menjaga Shofi langsung mendekat dan membawa Oma Adelia masuk kedalam rumah sakit.


Shofi kecil terus menangis karena tak mau Oma Adelia kenapa-kenapa. Bahkan gadis itu terus menemani grandma sambil menyemangatinya dengan ocehan nya.


Hingga mereka layaknya seorang grandma dan cucu nya sendiri.


Hingga entah kenapa tiba-tiba suatu hari Alexander tak mengizinkan Shofi ke rumah sakit lagi. Waktu itu tentu Shofi kecil marah dan terus merajuk hingga Angel membujuk Shofi kecil bermain.


Dan di situlah kejadian naas terjadi. Di mana gadis kecil itu harus menyaksikan pembunuhan kedua orang tuanya.


Flashback On ...

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....


__ADS_2