
"Aku mau ke toilet, dulu an nya!"
Shofi berlari kencang keluar ketika sudah waktu istirahat tanpa menunggu jawaban dari Amira dan Bunga.
Shofi terus berlari menuju toilet demi menghindari Fatih. Shofi dari tadi sudah tak nyaman ketika Fatih sudah masuk sekolah dan terus menatapnya tajam.
Tak biasanya Shofi bersikap seperti ini. Biasanya Shofi akan melawan apapun yang terjadi. Tapi, ini situasinya berbeda. Di mana Shofi sedang menyamar jadi Upik abu bukan Cinderella.
"Cih,"
Fatih berdecak kesal melihat Shofi malah melarikan diri. Dengan alasan mau ke toilet. Jangan harap Shofi bisa lolos dari cengkraman Fatih.
Fatih keluar di ikuti ke tiga temannya begitupun Amelia mengikuti Fatih. Amelia ingin tahu apa yang akan di lakukan Fatih pada Shofi. Apa Shofi akan melawan seperti melawannya atau Shofi akan diam.
Sedangkan Amira mendengus kesal karena tak ada satupun Fatih membawa buku. Hanya ada satu buku itupun tak ada catatan nya. Bagaimana cara Amira mencari tahu itu tulisan Fatih atau bukan. Sedang Fatih tidak membawa buku catatan nya.
Apa Amira harus berkunjung ke rumah sang Tante. Tapi, Amira juga tidak mungkin masuk ke kamar Fatih. Kalau begini caranya Amira benar-benar frustasi.
Tapi, apa harus bertanya pada tantenya, siapa tahu sang Tante mengenal tulisan Fatih.
Seketika bibir Amira tersenyum ketika mempunyai ide.
"Kita ke kantin yuk!"
Ajak Bunga membuat Amira hanya mengangguk saja.
Seperti biasa Amira dan Bunga duduk di kursi tempat mereka duduk.
"Shofi lama banget!"
Ucap Amira celengak celinguk tapi tak ada tanda-tanda Shofi datang. Apa Shofi kabur dari Fatih sepertinya iya.
"Coba kamu telepon dia, ada di mana?"
Usul Bunga membuat Amira menepuk jidatnya. Kenapa gak kepikiran sampai ke sana.
Dret ... dret ...
Shofi terkejut ketika ponselnya berbunyi membuat Shofi hampir saja ketahuan sama Fatih. Shofi tidak mengangkat panggilan Amira. Shofi hanya mengirim pesan saja, menyuruh Amira makan duluan.
"Aduh, gimana ini!"
Gumam Shofi mengendap-endap supaya tidak bertemu dengan Fatih. Keadaan merasa aman Shofi dengan cepat berjalan. Namun, anehnya Shofi masih di situ-situ saja tidak berpindah sama sekali.
"Mencoba bersembunyi!"
Glek ...
Shofi menelan ludahnya kasar mendengar suara mengerikan di belakangnya. Shofi tahu siapa pemilik suara itu.
Tamatlah riwayatnya ku ...
Dengan gemetar Shofi berbalik, Fatih yang melihat Shofi berbalik langsung melepaskan cengkeramannya di jas Shofi. Fatih menatap tajam gadis cupu di depannya membuat Shofi menunduk takut. Bahkan Shofi sampai meremas ujung jasnya.
Fatih tersenyum miring melihat tangan Shofi yang gemetar.
"So-soal i-itu saya minta maaf!"
Lilir Shofi menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
"Terlambat!"
"Loe udah bikin gue marah, jadi loe harus bayar akibatnya!"
Shofi mundur ketika Fatih berjalan mendekatinya.
Grep ...
Fatih mencengkram bahu Shofi kuat membuat Shofi meringis.
" Karena gadis cupu, jelek seperti loe sudah membuat gue marah. Loe harus melayani gue!"
Deg ...
Shofi membulatkan kedua bola matanya mendengar ucapan Fatih.
"Hey, beraninya loe melotot!"
Awwss ...
Shofi meringis ketika keningnya di sentil oleh Fatih.
"Apa yang loe pikirkan hah. Maksud gue melayani bukan masalah anu tapi loe harus menuruti apapun yang gue perintahkan!"
Shofi bernafas lega ketika otak sempitnya hampir saja salah paham. Padahal Shofi sudah membuat ancang-ancang akan menendang Fatih jika macam-macam.
"Sini loe ikut gue!"
Deg ...
Jantung Shofi berdetak kencang ketika Fatih menarik tangannya. Ada desiran aneh yang Shofi rasakan. Tapi, buru-buru Shofi menepisnya. Dan, Shofi berubah jadi kesal ketika Shofi kesusahan mengimbangi langkah lebar Fatih.
Shofi seperti budak yang di seret oleh tuannya.
Begitupun Amira dan Bunga sampai melotot tak percaya ketika Fatih menyeret paksa Shofi. Amira ingin membantu Shofi tapi langsung di cegah oleh ketiga sahabat Fatih.
Sedangkan Amelia mendengus kesal melihat Fatih menggandeng tangan gadis cupu itu. Amelia melihatnya seperti gandengan tangan tapi menurut Shofi itu penyiksaan. Bagaimana tidak tersiksa jika Fatih mencengkram kuat pergelangan tangannya hingga meninggalkan bekas di kulit putih nya.
"Cepat belikan gue nasi goreng dan es tee!"
Perintah Fatih dingin membuat Shofi mengangguk saja. Sungguh sekarang Shofi mencoba bersabar. Jangan sampai amarahnya terpancing di depan umum.
"Ini!"
Shofi meletakan nasi goreng dan es tee di hadapan Fatih.
"Satu lagi bakso gak pake mie dan bihun, minumannya jus jeruk."
Shofi mengangguk saja memenuhi permintaan Fatih. Lalu kembali membawa pesanan tadi.
"Satu lagi, mie ayam jangan pedas dan jus alpukat,"
"Ta-tapi ini belum di makan!"
"Hey, cepat belikan saja jangan protes!"
Bentak Fatih membuat Shofi mengepalkan kedua tangannya kuat.
Sabar sabar ..
__ADS_1
Amelia and the geng tersenyum puas melihat wajah Shofi yang di tekuk.
Dengan rasa lelah dari tadi bulak-balik Shofi berusaha kuat di depan Fatih. Dengan pelan Shofi meletakan semangkuk mie ayam dan jus alpukat di meja Fatih.
Amira yang melihat Shofi kelelahan merasa kasihan. Namun dia tak bisa apa-apa ketika di halangi oleh ketiga teman Fatih.
"Satu lagi!"
"Dari tadi satu lagi satu lagi, kapan duanya!"
Kesal Shofi membuat Fatih melotot dengan jawaban ketus Shofi. Shofi langsung membekam mulutnya karena ke ceplosan.
"Maaf!"
"Belikan nasi goreng lagi, yang ini sudah dingin!"
"Tap ...,"
"Apa! cepat belikan Cupu!"
Tegas Fatih sambil menekan kata cupu. Shofi mengepalkan kedua tangannya berusaha menahan amarah. Shofi dari tadi berusaha sabar tapi Fatih malah terus memancingnya.
Dengan langkah gontai Shofi kembali memesan nasi goreng. Jika saja bukan karena Shofi tak ingat ucapan kakak nya sudah dari tadi Shofi melawan.
Harus bersikap cupu, jangan pernah memperlihatkan kelebihan kamu, ngerti!
Shofi menghela nafas dalam ketika ucapan sang kakak kembali terngiang di telinganya.
"Ini!"
Lilir Shofi lelah meletakan nasi goreng pada Fatih. Fatih tersenyum puas melihat wajah jelek Shofi. Namun, ini baru permulaan Fatih akan melakukan hal yang lebih dari ini.
"Diam di situ, jangan ke mana-mana sebelum gue selesai makan!"
"Baik!"
Shofi hanya pasrah saja berdiri tak jauh dari Fatih. Rasanya Shofi ingin meninju wajah yang tak mempunyai belas kasih itu.
Mom dad, lihatlah! putri cantik mu di jadikan Upik abu.
Batin Shofi meringis, rasanya Shofi ingin menangis saja. Kenapa hidupnya seperti ini. Harus menjalani kehidupan di balik penampilan yang membuat orang-orang semena-mena merendahkan dirinya.
Fatih sudah selesai makan dan menyuruh Rangga, Raja dan Moreo makan makanan yang di beli tadi.
"Bayar semua makanan ini!"
"Fatih jangan keterlaluan!"
Geram Amira tak tahan akan kelakuan Fatih, Amira ingin menolong namun Fatih menghalanginya. Teman macam apa Amira, sahabatnya sendiri di perlakukan tidak baik oleh adik sepupu laknatnya.
"Shofi jangan,"
"Cepat bayar!"
Geram Fatih melotot membuat Shofi gemetar langsung membayar makanan tadi.
"Jangan ikut campur, itu semua kesalahan si cupu. Kau tahu itu!"
Bisik Fatih pada Amira memperingatkan. Jika sudah begini Amira harus apa. Karena Amira tahu bagaimana watak saudaranya itu.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen dan Vote Terimakasih ....