Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 39 Sang juara


__ADS_3

Ut \= 1/2 (a + un) \= 32


a + Un \= 32 (2)


a + Un \= 64


Sn \= n/2 (a + Un)


672 \= n/2 (64)


672 \= n (32)


21 \= n


Lagi-lagi dan lagi Fatih yang menjawab dengan cepat membuat semua orang tercengang. Bahkan Fatih dan Amira begitu kompak menjawab.


Sampai sepuluh pertanyaan, Fatih yang menjawab dengan benar. Sampai pertanyaan ke sebelas, Fatih menyerahkannya pada Amira dan tentu Amira setuju saja. Namun, dari sepuluh pertanyaan terakhir Amira berebut dengan grup lain karena Fatih sengaja memperlambat menekan tombol.


Membuat Amira mendengus kesal, sedang Fatih santai saja karena dengan ekspresi datarnya.


"Baiklah, ini pertanyaan terakhir. Dan, juga akan menentukan siapa sang juaranya!"


Untuk membuat barang A diperlukan 6 jam pada mesin I dan 4 jam pada mesin II sedangkan membuat barang jenis B di perlukan 2 jam pada mesin I dan 8 jam pada mesin II. Kedua mesin tersebut setiap harinya masing-masing bekerja tidak lebih dari 18 jam. Jika setiap hari dibuat x buah barang A dan y buah barang B ,maka model matematika dari uraian di atas adalah….


Tet ...


Kini Amira yang menekan tombol itu karena Amira sudah siap.


"Ok, grup 10 Silahkan jawab!"


" 3x + y 9; 2x + 4y 9; x0; y 0!"


"Kita lihat, apa pertanyaan terakhir ini benar atau tidak!"


Semua orang menatap layar besar melihat hasil akhir dari jawaban Amira.


Trelong ...


"Wow, jawabannya benar! sungguh luar biasa. Dan sesi ini sudah berakhir. Kita lihat skor siapa yang paling tinggi dari ketiga grup ini. Apa grup 8 atau 10 atau juga grup 13, kita akan segera tahu!"


Semua peserta harap-harap cemas begitupun dengan para pendukung dari sekolah mereka masing-masing.


"Kita mulai dari grup 8, berapa nilai grup 8 dari mulai sesi satu, dua dan tiga!"


Layar besar itu menampilkan angka yang sangat acak dengan cepat, bahkan saking cepatnya tidak bisa di lihat dengan jelas.


"20.000 poin!"


"Dan, kita lihat berapa nilai skor grup 10!"


Ucap sang moderator lagi dengan lantang membuat Amira hanya bisa berharap dengan terus berdoa.

__ADS_1


"25,000 poin!"


Sorak tepuk tangan menggema membuat Amira belum bisa tenang karena tinggal satu kelompok lagi yang belum di sebut. Ini nilai jumlah, jadi Amira belum bisa aman.


"Baiklah, kita lihat nilai terakhir dari Grup 13, apakah mereka akan mengungguli grup 10 atau tidak!'


Amira memejamkan kedua matanya ketika melihat layar itu memutar kan tampilannya.


Ketegangan pasti di rasakan semua peserta. Begitupun dengan para pendukung.


"22.000 poin!"


Amira langsung membuka matanya mendengar sang moderator mengucapkan jumlah poin yang di dapat oleh grup 13, itu artinya dia ..


"Selamat pada grup 10, perwakilan dari SMAN 10 Jakarta. Kalian menjadi sang juara olimpiade MATEMATIKA tahun 2022/2023!"


Sorak tepuk tanga menggema membuat Amira dan Fatih di suruh ke depan.


"Di persilahkan pada bapak wakil menteri pendidikan untuk menyerahkan sebuah penghargaan dan piagam kepada ananda King Fatih Al-biru dan adinda Amira Putri Jacob!"


Bapak wakil kepala Mentri pendidikan maju ke depan memberikan sebuah penghargaan dan piagam untuk keduanya. Berikut hadiah yang sudah di janjikan.


Amira begitu bahagia karena lagi-lagi dia mendapat juara.


Bahkan Amira sudah pasti mendapat beasiswa kuliah dengan prestasi yang dia dapat kan. Amira memeluk erat tubuh Fatih membuat Fatih risih. Pasalnya Amira memeluknya di depan umum, Bahakan di depan Tante dan omnya.


"Selamat sayang, kamu berhasil!"


"Selamat juga nak, kamu memang ke ponakan Tante yang terhebat!"


Ucap tulus Melati memeluk Fatih membuat Fatih jadi kikuk sendiri. Pasalnya Fatih paling risih di peluk di tempat umum. Jangankan umum berada di rumah saja Fatih selalu menolah. Hanya boleh Queen dan Aurora saja yang memeluknya.


"Mah, kok Tante Queen dan om Farhan tak kesini?"


Tanya Amira heran kenapa Queen dan Farhan tak datang. Padahal Fatih sudah berhasil memenangkan olimpiade tahun ini.


"Mereka sedang mempersiapkan food for dinner, merayakan keberhasilan kalian!"


"Wow, benarkah itu!"


Pekik Amira kegirangan, sangat bahagia mendengarnya.


Sesudah acara selesai Amira dan Fatih memang langsung di bawa pulang oleh Melati dan Jek. Tidak langsung ke sekolah, karena biar guru pembimbing saja yang menyelesaikan sisanya.


"Kamu juga boleh mengundang teman kamu, karena teman Fatih juga ikut!"


Lanjut Melati sambil melirik ke belakang di mana Amira dan Fatih duduk di kursi belakang.


"Wah, benarkah. Baiklah kalau begitu,"


Girang Amira dengan cepat langsung mengirim pesan pada Bunga dan Shofi. Kesempatan ini tak akan Amira sia-siakan.

__ADS_1


Sedangkan Fatih hanya tersenyum seringai mendengar itu semua. Entah apa yang ada di otak licik Fatih. Fatih memang benar-benar.


"Mah, ayah kita mau kemana dulu?"


Tanya Amira karena jalan yang mereka lewati bukan jalan menuju kediaman Al-biru.


"Supermarket, beli buah-buahan. Barusan Tante Queen kirim pesan katanya beli buah. Tadi Tante lupa beli!"


"Oh, mau es krim ya mah!"


Amira terus saja berceloteh dengan tingkah manjanya. Amira memang sangat manja pada Jek dan Melati. Begitupun pada Queen dan Farhan. Hanya saja Amira akan bersikap cuek di luar.


Sedangkan Fatih malah tidur karena sangat ngantuk. Apa lagi Fatih malas mendengar ocehan Amira terus.


"Oh iya sayang, tadi siapa, pacar kamu?"


"What! yang mana mah!"


Amira begitu terkejut mendengar ucapan sang mama.


"Itu, yang tadi nyamperin kamu. Kelihatannya dia baik, sopan lagi!"


Amira mencebikkan bibirnya mendengar sang mama memuji Aditya. Memang Aditya tadi menghampiri Amira mengucapkan kata selamat.


"Pacar kamu!"


"Bukan!"


"Mama kira, tapi sepertinya pemuda itu suka sama kamu. Orangnya tampan lagi, dia juga sopan sama mama!"


Dia tak seperti yang mama ucapkan! bahkan aku membencinya!


Amira hanya bisa membatin saja, tak mau terlalu panjang menanggapi ucapan sang mama.


Sedangkan Jek mengerucutkan bibirnya mendengar sang istri memuji orang lain. Bahkan Jek diam dengan perasaan kesal, lagi-lagi sang istri memuji laki-laki bau kencur itu.


Melati yang tidak mendapat respon dari sang suami langsung melirik. Melati menautkan ke dua alisnya melihat wajah sang suami yang di tekuk.


"Hubby kenapa, kok diam terus!"


"Hm,"


Jek hanya berdehem saja membuat Amira terkekeh geli. Mama nya tidak sadar dengan apa yang dia lakukan.


Sudah tahu punya suami pencemburu masih saja memuji laki-laki lain. Walau itu anak sekolah Jek gak suka. Dan, parahnya Melati kurang peka akan hal itu.


Hingga mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan supermarket.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2