
Tiga hari dari kejadian fakta bahwa Bunga sudah menikah. Kini hari yang di nanti bagi Amira telah tiba. Dimana acara olimpiade akan di laksanakan.
Perwakilan dari berbagai sekolah mereka keluarkan. Anak-anak generasi muda yang begitu ulet dan gigih hingga mereka terpilih menjadi salah satu perwakilan bukan hanya perwakilan sekolahnya tapi juga daerahnya.
Acara di selenggarakan di sekolah SMAN 78 Jakarta (hanya visual). Yang menghadiri acara itu tentunya pada guru pembimbing dari berbagai sekolah tersebut. Beserta anak-anaknya yang sebagain ikut terutama kedua orang tua anak-anak peserta.
Bahkan acara ini begitu hebat, ada wakil menteri pendidikan yang mewakili ketuanya karena tak bisa hadir karena beliau sedang menghadiri olimpiade Internasional yang di selenggarakan di Jerman.
Ada beberapa kelompok dari grup beberapa sekolah di seluruh pelosok DKI Jakarta.
Author yang bikin aturan membuat tiga sesi, dimana yang pertama. Sang moderator akan membacakan lima belas soal pada setiap kelompok. Dan di sana juri akan menilai dari kecepatan menjawab, kerja sama dan berapa soal yang ke jawab dan tidak ke jawab. Dari sesi pertama akan ada yang di eliminasi jika ada kelompok yang tidak memenuhi nilai yang sudah di tentukan.
Sesi kedua adalah moderator akan memberikan sepuluh soal sesi lempar. Bila mana dalam satu kelompok dari sepuluh soal tersebut ada yang tidak terjawab oleh kelompok tersebut maka akan di lempar ke kelompok lain. Juri akan menilai masih sama dengan cara yang ke pertama.
Dan tentu di sesi kedua ini akan tersisa tiga kelompok untuk melanjutkan ke sesi ketiga. Di mana sesi ketiga bagian perebutan. Ketika sang moderator membacakan soal maka ketika grup itu harus dengan cepat memencet tombol yang ada di meja mereka sendiri paling cepat maka kelompok itu yang harus menjawab.
Dan para juri pun bukan juri kaleng-kaleng, mereka guru-guru handal ahli matematika dan tentu gelar mereka juga bukan gelar biasa.
Lima menit lagi acara akan di mulai. Di mana para peserta sudah berada di posisi-posisi nya masing-masing.
Ada lima belas perwakilan dari berbagai sekolah dan tentu salah satunya perwakilan dari SMAN 10 Jakarta (hanya visual) yang mengirimkan Amira dan Fatih yang akan mewakili sekolah.
Sang moderator sudah membuka acara tersebut di mana tepuk tangan para anak-anak dari berbagai sekolah menyemangati teman mereka sendiri. Dan di mana sang moderator meminta dari berbagai grup untuk memperkenalkan diri masing-masing berikut dari sekolah mana.
Amira dan Fatih mereka berada di grup 10 dan tentu mereka berada di sisi kanan juri.
Setelah semua peserta memperkenalkan diri dan dari sekolah mana. Kini sang moderator akan mengacak siapa grup pertama yang akan mendapatkan soal. Bahkan cara mengacak nya pun menggunakan alat canggih yang memang sudah di desain. Bahkan berikut soalnya pun akan keluar dari sebuah layar yang sudah di sediakan di belakang para peserta.
Metode pengacakan secara digital hingga keluarlah hurup 8, maka kelompok delapan yang akan terlebih dahulu di beri pertanyaan dan harus menjawab pertanyaan tersebut.
"Grup delapan apa kalian siap!"
Ucap moderator lantang membuat anak-anak dari grup delapan bersorak.
"Pertanyaan pertama! kita lihat! apakah grup delapan bisa menjawab atau tidak! semoga saja kalian bisa menjawab!"
Misalkan Un adalah suku ke-n dari suatu barisan aritmatika. Jika Uk \= t dan Ut \= k, maka nilai dari suku ke-(k + t) adalah . . .
Pertanyaan pertama di mulai, anak grup delapan mulai menghitung dan mendiskusikannya pada temannya lagi.
__ADS_1
Hingga salah satu dari kedua anak itu berdiskusi dan salah satunya langsung menjawab.
" 0 (Nol) "
Author kasih contoh Cara penghitungannya :
(Misalkan Un \= a + (n - 1)b, maka
Uk \= a + (k - 1)b \= t . . . (1)
Ut \= a + (t - 1)b \= k . . . (2)
Kurangkan persamaan (1) ke (2):
(k - t)b \= t - k
b \= -1
Jumlahkan persamaan (1) dan (2) :
2a + (t + k - 2)b \= t + k
2a + 2 \= 2 (t + k)
Maka, nilai suku ke-(k + t), Uk+t \= a + (t + k - 1)b \= a + (a + 1 - 1)(-1) \= 0 )
"Kita lihat, apa jawaban Gurp delapan benar atau tidak!"
Suara moderator menggema membuat anak-anak grup delapa berharap-harap cemas. Apa jawabannya benar atau tidak.
Benar ...
Suara riuk tepuk tangan menggema membuat anak-anak grup delapan bertos.
Hingga pertanyaan demi pertanyaan berlanjut dan dengan ketegangan semua orang anak-anak grup delapan selesai menjawab dari lima belas pertanyaan.
Begitupun dengan grup-grup lainnya, bahkan grup 10 yang tak lain yang tak bukan grup Amira mereka menjadi grup ke dua menjawab pertanyaan setelah grup depalan.
Hingga kelima juri berdiskusi siapa yang dari sesi pertama yang di diskualifikasi. Tentunya melihat dari kecepatan menjawab dan nilai dari jawaban yang di peroleh. Jika ada salah satu grup yang sama nilainya maka akan di lihat dari cepat dan kompaknya kelompok itu menjawab.
__ADS_1
Dari penentuan itu mereka menunggu selama lima belas menit, hingga selembar kertas di berikan pada sang moderator.
"Baiklah anak-anak para juri sudah memberikan grup siapa saja yang lolos ke sesi kedua dan siapa yang di diskualifikasi untuk hari ini!"
Hening ...
Semua harap-harap cemas dengan hasilnya. Pasalnya ada lima grup yang benar menjawab semua pertanyaan. Dua grup sama dalam memberikan dua jawaban salah. Lima grup sama dalam memberikan empat jawaban yang salah. Dan, tiga grup menjawab sama dalam memberikan lima jawaban salah.
Tentu, yang tiga grup itu sudah di pastikan mereka akan keluar. Namun di antara yang lain siapa dia grup juga yang ikut keluar menyusul tiga grup itu.
"Mohon di sayang pada grup 2, 6 dan 9 kalian di diskualifikasi!"
Anak-anak dari ketiga grup itu merasa kecewa karena tak lolos ke sesi ke dua.
"Dan akan ada dua grup lagi yang akan menyusul grup 2,6 dan 9 untuk pulang hari ini."
"Dari kelima grup ini akan ada dua grup di diskualifikasi dan tiga akan lolos ke sesi ke dua bersama grup lainnya!"
Ketegangan di mulai dari kelima grup itu. Pasalnya nilai mereka sama. Dan, di sini di tentukan siapa yang cepat menjawab dan siapa yang memakan waktu menjawab.
"Kepada grup 1, 3, 11 kalian lolos ke sesi kedua. Dan kami minta maaf pada grup 15 dan 7 kalian di diskualifikasi."
Terlihat jelas kekecewaan di mata mereka, ternyata nilai mereka hanya beda tipis dari jangka waktu menjawab.
"Sekarang kita akan lihat, dari ke sepuluh grup yang lolos ini ke sesi ke dua. Siapa yang berada di urutan ke 10-1,"
Sontak semuanya menunduk ketika layar di belakang mereka berputar.
Ting ...
"Yes!"
Sorak Amira ketika grupnya berada di urutan ke tiga. Walau selisih beda satu menit satu detik dari grup 1 yang menduduki urutan ke dua.
Dan, tentu yang menduduki urutan satu SMAN 78 Jakarta. Dua, SMKN 21 Jakarta, Tiga, SMAN 10 Jakarta, Empat, SMAN Unggulan MH Thamrin, Lima, SMAN 8 Jakarta, Enam, SMAS 1 Kristen BPK penabur, Tujuh, SMAN 28 Jakarta, Delapan, SMAN 81 Jakarta, sembilan, SMAS Kanisius Jakarta dan urutan ke sepuluh SMAN 34 Jakarta. (hanya visual) .
"Selamat kalian akan melanjut ke sesi kedua, yang akan di lanjutkan besok. Jangan berkecil hati, untuk yang pulang hari ini."
"Dan kalian juga yang sepuluh grup ini mungkin di sesi ke dua kalian harus benar-benar semangat. Karena akan ada tiga grup saja yang akan lolos ke sesi terakhir!"
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...