
Pulang ....
Fatih mengikuti Shofi yang mengendap-endap, sambil waspada menengok kanan kiri.
Fatih hanya tersenyum saja melihat tingkah Shofi yang seperti detektif saja. Padahal Shofi sedang berusaha menghindar dari Fatih karena tak mau pulang bersama Fatih.
Padahal orang yang Shofi hindari ada di belakang dirinya sendiri.
Lucu bukan, namun itulah Shofi yang belum menyadari apa-apa.
Merasa di area parkir sudah tak ada siapa-siapa dan bahkan Shofi menyuruh Amira pulang duluan karena ingin menghindar dari Fatih.
"Aman!"
"Ya, Aman!"
Deg ....
Shofi terkejut mendengar suara di belakangnya. Shofi yang sedang sedikit membungkukkan badannya karena mengintip langsung berbalik.
Namun, Shofi terkejut ketika berbalik wajah Fatih dekat dengannya. Hampir saja Shofi mencium Fatih.
Fatih langsung menahan bobot badan Shofi yang akan terjatuh.
Posisi itu sangat indah sekali di pandang bahkan sangat so sweet.
"Kenapa mencoba bersembunyi?"
Ketus Fatih masih menahan tubuh Shofi. Membuat Shofi bingung harus menjawab apa, karena jantungnya sudah tak baik-baik saja.
Shofi yakin Fatih akan mendengar detak jantung nya yang tak beraturan jika masih dalam posisi seperti itu.
"Kenapa juga mau mengantar pulang!"
"Ingin memperbaiki hubungan kita!"
"Isstt, kau ini. Kita kan hanya berteman. Jangan aneh-aneh deh!"
Cetus Shofi berusaha melepaskan tangan Fatih dari pinggangnya. Shofi bernafas lega karena Fatih mau melepaskannya.
"Justru karena kita teman, kenapa kau menolak ajakan gue!"
"Aku tak mau di gosipkan, dan di labrak terus oleh ulat bulu itu!"
"Biarkan mereka bicara apapun!"
"Isstt, kau ini seenaknya saja!"
Gerutu Shofi kesal karena Fatih menarik tangannya.
Pantas saja di parkiran tak ada motor Fatih. Ternyata Fatih sengaja menyimpannya di halaman belakang.
Shofi merutuki kebodohannya, lupa jika Fatih mempunyai seribu cara untuk terus menganggu ya di balik kata teman.
Fatih memakaikan helm pada Shofi lalu baru memakai helm nya.
"Ayo, naik!"
Dengan ragu Shofi naik, sungguh jantung Shofi sudah tak baik-baik saja. Kenapa juga Fatih malah seperti ini membuat Shofi rasanya tersiksa.
Fatih melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Namun, melintas jalan sepi motor Fatih di hadang oleh geng Rebel. Membuat Fatih terpaksa menghentikan motornya.
"Ternyata selera loe rendah juga!"
Ejek Axel menatap remeh pada Shofi yang memakai kaca mata bulat yang terlihat sangat cupu. Walau Axel juga mengakui Shofi, walau pun cupu tadi suhu.
__ADS_1
Fatih menarik Shofi ke belakang punggungnya. Fatih lupa jika jalan yang dia gunakan wilayah geng Rebel.
"Hm, ini kesempatan kita menghabisi mereka. Karena gadis cupu itu berani mencampuri urusan kita!"
"Serang!"
Fatih dan Shofi langsung mundur ketika sepuluh anak Rebel maju.
"Jangan takut, aku bisa menjaga diriku sendiri!"
Ucap Shofi pelan faham akan tatapan takut Fatih.
Hingga perkelahian pun terjadi. Axel hanya jadi penonton saja, bila ada celah maka ia baru akan maju dan menghabisi Fatih ataupun Shofi. Axel akan menganggapnya musuh, siapa saja yang berani menghalangi jalannya.
Begitulah liciknya Axel, selalu akan menjadi pecundang yang bersembunyi di ketiak anak buahnya.
Fatih begitu mendominasi pertempuran, membuat anak-anak Rebel kesal karena kekuatan Fatih sangat hebat.
Sedang Shofi hampir saja kena pukul karena tak bebas berkelahi dengan menggunakan rok.
Sebisa mungkin Shofi menghindar dan menangkis setiap serangan dengan mudah. Apalagi kaki Shofi begitu lincah bergerak cepat.
Namun, menghindarinya Shofi dari serangan di manfaatkan oleh Axel untuk menyerang dari belakang.
Bugh ..
Shofi terhuyung karena serangan di arah belakang yang telat Shofi sadari. Hingga kening Shofi Ter jedot motor. Fatih yang melihat Shofi terhuyung menggeram marah hingga membabi buta menyerang anak-anak Rebel.
Sungguh ngamuknya Fatih sangat menakutkan bak macan yang marah tidurnya terganggu.
Kelima anak Rebel terpental akibat Bogeman dan tendangan Fatih. Hingga Fatih mendekati Shofi.
"Loe gak apa?"
Tanya Fatih khawatir, Fatih mengepalkan tangannya ketika melihat kening Shofi memar dan kaca mata Shofi retak membuat Shofi harus terpaksa membuka kaca matanya.
Shofi dan Fatih saling membelakangi, sepertinya mereka harus kerja sama. Namun, Fatih mengerti Shofi tak bisa banyak bergerak karena menggunakan rok membuat Fatih harus bisa melindungi Shofi.
Fatih menghindar saat serangan menghampiri dan menarik Shofi agar tak mengenainya.
"Hati-hati!"
Ucap Fatih dan langsung di angguki Shofi. Hingga Fatih menyerang terlebih dahulu agar Shofi tak terlalu banyak mendapat serangan.
Bugh ..
Axel terpental mundur ketika Fatih berhasil menendangnya. Membuat Axel mengeram. Dengan liciknya Axel mengeluarkan pisau lipat.
Shofi yang melihat Axel mengeluarkan pisau lipat langsung terkejut. Apa lagi Fatih sedang banyak di keroyok walau Fatih kuat.
"Loe, harusnya mati!"
Srek ...
"Fatih!"
Teriak Shofi membuat Fatih terkejut dan langsung berbalik.
Deg ....
Axel terpaku menatap bola mata Shofi yang biru. Membuat Axel seakan terhipnotis masuk ke dalam bola mata bak samudra.
Bruk ...
Fatih menendang Axel kuat membuat Axel kembali terjatuh dengan pisau yang lepas dari tangannya.
__ADS_1
Fatih terpaku melihat darah yang ke luar dari tangan Shofi. Ya, tadi Shofi menahan pisau itu dengan tangannya.
Melihat itu semua membuat darah Fatih mendidih. Fatih menatap tajam Axel dengan cepat mendekat. Namun, anak buah Axel menghadang membuat Fatih benar-benar murka.
Fatih seakan orang kesetanan meninju siapa saja yang menghalanginya. Melihat Shofi terluka menyelamatkannya membuat Fatih marah.
Shofi yang melihat Amarah Fatih tak terkendali begitu terkejut. Bahkan Shofi jadi bergidik ngeri melihatnya.
"Loe berani melukainya, sialan!!"
Bugh .. Bugh ...
Bentak Fatih emosi menghajar Axel Tampa ampun. Melihat emosi Fatih benar-benar tak terkendali menghajar Axel membuat anak buah Axel sedikit ragu menyerang Fatih.
Salah satu anak Rebel mengeluarkan pisaunya siap menyerang Fatih yang sedang sibuk menghajar Axel.
Shofi melihat itu lagi-lagi melotot, ingin menolong namun dirinya juga di hadang.
Bugh ..
Fatih langsung berbalik ketika anak Rebel tersungkur di hadapannya.
Shofi bernafas lega karena ada seseorang yang menolong Fatih.
"Loe gak apa?"
Tanya seseorang itu menarik Fatih bangun, Fatih hanya tersenyum saja.
Hingga Fatih mendapat satu bantuan membuatnya dengan mudah membuat anak-anak Rebel mundur apa lagi Axel sudah tak berdaya.
"Terimakasih!"
Ucap Fatih tulus membuat seseorang itu tersenyum.
"Bukankah ini yang loe mau!"
"Iya, loe menampakan wajah loe di saat yang tepat!"
"Karena loe akan mengusir gue jika gue masih lemah!"
"Siapa dia, dia terluka?"
"Mainan baru!"
Seseorang itu menggelengkan kepala tak habis pikir dengan apa yang Fatih ucapkan. Hingga seseorang itu pamit pergi tanpa menyapa Shofi yang menatap mereka bingung.
Fatih menghampiri Shofi dengan wajah datarnya. Lalu menarik Shofi menuju motornya. Masih tanpa bicara Fatih langsung melajukan motornya ke klinik terdekat, jika ke Rumah sakit lebih jauh.
Luka Shofi langsung di periksa, lalu di bersihkan sebelum di jahit. Lukanya cukup dalam membuat Shofi harus mendapat delapan jahitan.
Shofi merasa aneh, kenapa Fatih terus diam dengan wajah datarnya. Bahkan sesudah ia mendapat pengobatan Fatih langsung kembali membawa dirinya pergi tanpa mengatakan apapun. Bahkan saat ini Shofi sulit menebak apa yang ada di pikiran Fatih.
Fatih memacu motornya entah kemana, Shofi hanya diam saja tak mau bersua karena telapak tangannya nyeri.
Tiba-tiba Fatih menghentikan kembali motornya membuat Shofi turun begitupun Fatih.
Akhhh ...
Fatih berteriak sambil mengacak-acak rambutnya kasar membuat Shofi terkejut dengan apa yang Fatih lakukan. Fatih terlihat frustasi bahkan sampai membuat Shofi mematung.
Mata Fatih memerah menatap Shofi yang berdiri di samping motornya. Dengan langkah cepat Fatih menghampiri Shofi.
Deg ....
Shofi membulatkan kedua matanya dengan nafas tercekat. Bahkan tubuh Shofi menjadi kaku di dalam dekapan Fatih.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...