Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 31 You are mysterious!


__ADS_3

Entah ada angin dari mana pagi-pagi Fatih sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Bahkan kini penampilan terlihat rapi dari biasanya.


Bahkan Aurora, sang adik merasa terkejut melihat penampilan sang kakak. Rambut yang di tata rapi dengan baju di masukan ke dalam ke dalam. Dengan jaket kulit yang selalu Fatih pakai. Entah kemana jas Fatih, sudah beberapa hari ini Fatih tak memakai jas.


"Pagi Bun, pagi cantik!"


Ucap Fatih tersenyum sambil mencomot roti Aurora yang sudah di oles selai kacang.


"Kakak kebiasaan, itu roti adek!"


Kesal Aurora mengerucutkan bibirnya.


"Tumben kakak sudah rapi, biasanya harus di teriakin Mulu!"


Ketus Queen menatap curiga pada putranya dengan tangan yang sedang menyiapkan roti untuk Farhan.


"Kok tumben sih Bun, harusnya Alhamdulillah anaknya berubah!"


"Kamu gak sedang merencanakan sesuatu kan!"


"Idih si bunda, sama anak suudzon Mulu!"


Kesal Fatih karena sang Bunda terus menatapnya curiga.


Memang benar, Fatih berpakaian seperti ini karena menyetujui syarat dari Shofi. Di mana Fatih harus mengikuti olimpiade bersama Amira. Dan hari ini Fatih berpakaian rapih karena akan di tes langsung oleh guru pembimbing Amira dalam perlombaan.


Amira yang meminta itu, karena ini acara kedua gladi bersih. Di mana satu Minggu lagi akan di laksanakan ya olimpiade tingkat nasional di mana Amira dan Fatih akan bersaing dengan murid-murid berprestasi sekolah dari berbagai daerah.


Para guru awalnya terkejut ketika ketika Amira mengajukan Fatih untuk ikut. Karena semua guru sudah tahu bagaimana Fatih. Di kelas saja Fatih jarang memerhatikan pelajaran. Tapi ini, Amira yang memilihnya bahkan sampai Amira melakukan segala cara menyakinkan para guru. Hingga pak Anwar angkat bicara. Dan akan mengetes dulu Fatih sebelum benar-benar Fatih jadi pengganti Rijal. Karena ini perlombaan nasional dimana akan mengharumkan nama baik sekolah.


"Pagi pak!"


Pak Didi sang penjaga gerbang terkejut melihat kedatangan Fatih yang datang tepat waktu. Dan, terkejut lagi melihat penampilan Fatih yang berbeda.


"Woy, pak kenapa bengong!"


Ucap Fatih merasa risih di tatap aneh oleh pak Didi. Fatih menyelonong masuk saja ke dalam.


Bagaimana hebohnya satu sekolah melihat kedatangan Fatih terutama penampilannya. yang tadinya acak-acakan menjadi rapi.


"Apa loe lihat-lihat!"


Bentak Fatih merasa risih di tatap aneh oleh anak-anak. Ingin sekali Fatih masuk seperti biasanya. Begitupun ketiga sahabatnya mengulum senyum geli melihat penampilan Fatih.


"Sialan kalian juga menertawakan gue!"

__ADS_1


Plak .. plak ... plak ...


Kesal Fatih memukul lengan ketiga sahabatnya.


"Loe melakukan ini semua gara-gara si cupu itu akan jadi babu loe!"


Seloroh Raja menggelengkan kepala menatap tak percaya pada Fatih.


"Gue melakukan ini karena si cupu ingin jadi babu gue. Kalian salah, Ini demi Amira, gue tahu olimpiade ini olimpiade terakhir bagi Amira untuk dia banggakan pada aunty dan uncle!"


Ketus Fatih, karena memang itu alasan utama Fatih. Karena tahun depan Amira sudah tidak bisa lagi mengikuti olimpiade karena sudah kelas XII dan tentu karena ini olimpiade tingkat nasional. Di mana yang menjadi juri juga guru-guru ahli dalam bidangnya masing-masing.


"Wow, keren. Loe memang sepupu yang baik!"


Deg ...


Amelia terkejut mendengar percakapan Fatih dan ketika temannya itu. Bahkan Amelia tak percaya akan semuanya.


"Ja-jadi, Amira dan Fatih!"


Amelia menggelengkan kepala seakan belum percaya dengan apa yang dia dengar. Jadi selama ini mereka hanya sepupu Han.


Seketika Amelia tersenyum seringai mengetahui pakta mengejutkan ini. Pantas saja Fatih selalu melindungi Amira bahkan sampai menghajar kakak kelas yang berani mendekati Amira. Amelia pikir karena Fatih cemburu ternyata oh ternyata.


"Jadi gue masih ada kesempatan mendapatkan Fatih!"


"Kalian harus bantu gue dapatkan Fatih!"


Ucap Amelia kepada tiga sahabatnya. Yang di angguki langsung oleh ketiga sahabat Amelia.


Anak-anak masuk kedalam kelasnya masing-masing. Sedang Fatih dan Amira pergi ke Aula di mana di sana para guru akan mengetes Fatih.


Amira duduk bersebrangan dengan Fatih dimana Amira dan Fatih seakan sedang jadia lawan.


"Baiklah, kita mulai tes ini. Jika Fatih bisa menjawab semua pertanyaan ini maka kami akan menyetujui Fatih menggantikan Rijal."


Amira hanya bisa berdoa semoga saja apa yang di katakan Shofi benar. Kalau Fatih bisa menjawab semuanya. Ini waktunya sudah mepet dan tidak mungkin Amira mencari lagi siapa yang akan menjadi partnernya.


"Diketahui 5log4\=m 5log⁡4\=m. Bentuk 25log 2025log⁡ 20 jika dinyatakan dalam mm adalah?"


Hening ...


Amira menatap Fatih dengan wajah tegang, apakah Fatih bisa menjawab atau tidak. Bahkan Amira sampai memejamkan kedua matanya berharap Fatih bisa ...


" ²⁵log 20\=5²log(4.5)\=½.⁵log(4.5)

__ADS_1


\=½.(⁵log 4+ ⁵log 5)


\=½(m+1)


\=½m+½ "


Deg ..


Amira langsung membuka kedua matanya mendengar jawaban lantang Fatih. Bahkan Fatih mikir tidak lebih dari satu menit dengan jawabannya.


Sungguh ini sangat mengejutkan begitupun dengan para guru.


Hingga sang guru langsung memberikan pertanyaan berikutnya. Dan, Fatih bisa dengan mudah menyelesaikan ya.


Dari mulai pertanyaan logaritma, horizontal, vertikal, aritmatika, deret geometri dll. Fatih dengan mudah menyelesaikannya. Bahkan dalam kurun waktu lima belas menit Fatih bisa menyelesaikan dua puluh soal.


Bukan hanya Amira yang tercengang namun juga para guru. Mereka benar-benar tak percaya dengan jawaban Fatih yang tepat semua. Bahkan Fatih menjawab dengan sangat cepat seperti jawaban itu sudah dia hapal.


Pak Anwar hanya tersenyum tipis saja tidak begitu terkejut dengan apa yang Fatih lakukan. Karena pak Anwar sudah tahu, secerdas apa Fatih.


Para guru saling pandang satu sama lain, pantas saja kedua orang tua Fatih selalu meminta agar Fatih tetap bertahan di sekolah dengan alasan mereka yang akan menghukumnya. Karena ternyata memang Farhan dan Queen tahu kemampuan putranya. Pantas saja selama ini Farhan dan Queen tidak malu mempunyai anak yang nilainya selalu paling rendah di antara siswa lain. Ternyata memang semua itu untuk menyembunyikan kepintaran Fatih.


Apalagi Fatih tidak mau sampai bersaing dengan kakak sepupu nya sendiri yang setiap tahun selalu menjadi juara kelas dari mulai SD.


Dan, baru memasuki SMP Fatih dan Amira berbeda sekolah hingga masuk SMA mereka satu sekolah lagi. Entah apa alasannya Queen melakukan itu.


Tentu, karena Queen ingin mengasah sejauh mana putranya akan menyembunyikan kecerdasannya.


"Wow, cool brother, you are mysterious!"


Pekik Amira memukul-mukul lengan Fatih ketika mereka sudah keluar dari aula. Fatih hanya diam saja berjalan dengan gaya coll nya.


"Aku gak nyangka, akhirnya aku dapat saingan!"


Fatih melongo mendengar penuturan Amira. Fatih pikir Amira akan merasa tersaingi nyatanya tidak.


"Karena kamu mau membantuku, ayo kita ke kantin. Akan ku traktir,"


Ucap Amira sambil menggandeng tangan Fatih. Melihat Amira dan Fatih memasuki kantin membuat semua orang melirik. Pasalnya mereka terlihat seperti sepasang ke kasih yang sedang di mabuk asmara. Apalagi tingkah Amira yang gemes.


Amelia yang melihat Fatih dan Amira mendengus kesal. Pasalnya mereka terlihat serasi banget.


Hanya Shofi saja di antara yang lain, yang cuek bebek. Bahkan dia sedikitpun tak melirik membuat Fatih berdecak.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....


__ADS_2